Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kerentanan Kejadian Penyakit Berbasis Lingkungan Pada Masyarakat Terdampak Bencana Di Daerah Pesisir Kabupaten Donggala Arifin, Pitriani; Radhiah, Sitti; Sanjaya, Kiki
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i1.225

Abstract

ISPA dan diare yang merupakan penyakit berbasis lingkungan selalu masuk dalam 10 besar penyakit tertinggi di hampir seluruh puskesmas di Indonesia1. Hendrik L. Bloom mengemukakan lingkungan sebagai faktor utama determinan kesehatan masyarakat, kerentanan masyarakat terhadap penyakit ISPA dan diare berkaitan erat dengan sanitasi dasar dan kondisi fisik rumah. Berdasarkan studi pendahuluan diketahui kejadian penyakit berbasis lingkungan meningkat tajam di Kelurahan Boneoge pasca bencana. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan SIG yang bertujuan melihat sebaran kejadian penyakit berbasis lingkungan dikaitkan dengan ketersediaan fasilitas sanitasi dasar dan kondisi fisik rumah. Populasi penelitian adalah semua keluarga yang bermukim di Boneoge. Penarikan sampel secara cluster random sampling dimana perwakilan sampel diambil dari 3 RW dengan jumlah keseluruhan 90 KK. Penentuan titik koordinat rumah responden menggunakan GPS, analisa data spasial dengan aplikasi Arc view GIS 3.3. Pendataan ketersediaan fasilitas sanitasi dasar dan kondisi fisik rumah responden menggunakan kuesioner terstandar dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dari hasil pengumpulan data diketahui faktor lingkungan fisik rumah berupa kepadatan hunian (57.8%) dan jenis dinding rumah (65.5%) responden masuk dalam kategori kerentanan tinggi terhadap kejadian ISPA sedangkan aspek luas ventilasi (65.5%) masih memenuhi syarat kesehatan, demikian juga aspek perilaku merokok dalam rumah tidak berpotensi menyebabkan kerentanan ISPA pada masyarakat setempat. Faktor akses terhadap sanitasi dasar menunjukkan kebutuhan air bersih masyarakat telah terpenuhi, sebaliknya rendahnya kepemilikan jamban (60% KK tidak memiliki jamban) merupakan kerentanan tinggi terhadap kejadian diare.
Analisis Rendahnya Keaktifan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu Tompo Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong Radhiah, Sitti; Ayunda, Chantika Rizkia; Hermiyanty, Hermiyanty
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i1.289

Abstract

Posyandu merupakan wadah kegiatan pengembangan kualitas sumberdaya manusia sejak dini dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Kurangnya keaktifan kunjungan ibu dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Perilaku ibu Balita untuk datang memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada di Posyandu merupakan upaya untuk mencegah atau mendeteksi sedini mungkin hambatan pada pertumbuhan Balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keaktifan kunjungan ibu Balita ke Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Taopa Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai Balita usia antara 24-60 bulan dan tercatat sebagai penduduk di wilayah kerja Puskesmas Taopa Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Simple random sampling dengan jumlah sampel 106 orang. Analisis Data menggunakan univariat dan bivariat dengan Uji Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian ada pengaruh antara sikap (ρ=0,001) dan dukungan keluarga (ρ=0,000) terhadap perilaku keaktifan kunjungan ibu Balita ke Posyandu sedangkan pengetahuan (ρ=0,848) tidak ada pengaruh terhadap perilaku keaktifan kunjungan ibu Balita ke Posyandu. Saran yang dapat diberikan kepada petugas kesehatan adalah sebaiknya mengajak ibu Balita untuk membawa balita ke Posyandu dan selalu mensosialisasikan serta memberi penyuluhan tentang pentingnya Posyandu khususnya manfaat maupun tujuan Posyandu.
ANALISIS PERBANDINGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA PUSKESMAS DENGAN CAKUPAN TERTINGGI (WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA) DENGAN CAKUPAN TERENDAH (WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULILI) KOTA PALU Radhiah, Sitti
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 3 (2022): September
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i3.540

Abstract

Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang memberikan ASI di wilayah kerja Puskesmas Bulili dan wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu Metode : Metode Penelitian menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 86 ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bulili dan 158 ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sangurara, dengan menggunakan rumus Slovin didapatkan sampel sebanyak 71 ibu di wilayah kerja Puskesmas Bulili dan 113 ibu di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan ibu di wilayah kerja Puskesmas Bulili dan wilayah kerja Puskesmas Sangurara (Sig = 0,937), terdapat perbedaan yang signifikan pada pendidikan ibu (Sig = 0,000), status pekerjaan ibu (Sig = 0,000).Kesimpulan : Terdapat perbedaan pendidikan, status pekerjaan dan tidak terdapat perbedaan pengetahuan ibu pada ibu yang memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Bulili dan wilayah kerja Puskesmas Sangurara, bahwa ternyata ibu dengan pendidikan tinggi dan rendah tidak selalau memberikan ASI pada bayinya.
Faktor Yang Berhubungan Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi: Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil ningsih, Sutri; Radhiah, Sitti; Arwan, Arwan; Mantao, Elvaria; Salmawati, Lusia; Hasanah, Hasanah
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 1 (2024): Volume 15 No. 1 (2024)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v15i1.630

Abstract

ABSTRAK SUTRININGSIH. Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi, Kecamatan Balinggi (dibawah bimbingan Sitti Radhiah) Peminatan Biostatistik, KB, Dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Tingkat kecemasan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu hamil maupun janin yang ada di dalam kandungan. Angka kecemasan pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan data yang diperoleh terdapat 373 juta orang ibu hami, yang mengalami kecemasan sebanyak 107 juta (28,7%). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balinggi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 75 ibu hamil yang diambil melalui teknik Non Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Pengumpulan data mengunakan kuisioner, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara usia ibu hamil (p=0,004), pengetahuan (p=0,004), pendapatan (p=0,003), riwayat komplikasi kehamilan (p=0,004) dan dukungan keluarga (p=0,003) dengan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balinggi. Saran yaitu tenaga kesehatan sebaiknya memberikan pemahaman kepada keluarga ibu hamil untuk melakukan posyandu dan pemeriksaan kehamilan secara teratur disamping itu juga diharapkan partisipasi dari keluarga memberikan motivasi dan dukungan sehingga ibu hamil siap menjalani proses kehamilannya hingga pasca melahirkan. Kata Kunci : Ibu Hamil, Tingkat Kecemasan, Pengetahuan, Komplikasi Kehamilan, Dukungan Keluarga.
Analisis Tumbuh Kembang Anak Stunting 0-36 Bulan Di Kelurahan Pengawu (Lokus Stunting Kota Palu) Radhiah, sitti
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 1 (2023): Volume 14 No. 1 (2023)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v14i1.681

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang harus diperhatikan dan ditangani sejak dini, karena berdampak sangat panjang untuk kehidupan seseorang. Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, menurunkan produktivitas, kerentanan terhadap penyakit, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan yang berefek jangka panjang bagi dirinya, keluarga, dan pemerintah. Stunting seringkali hanya diukur dari indicator fisik tanpa menyertai dengan indicator psikososial Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mengevaluasi faktor apa saja yang mempengaruhi tumbuh kembang Batita stunting di Kelurahan Pengawu. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian Kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak Batita (Anak bawah tiga tahun) di Kelurahan Pengawu (lokus stunting Kota Palu), adapun Sampel berjumlah 145 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan riwayat pemberian ASI Eksklusif (p=0,003), pengetahuan gizi ibu (p=0,004) dan pendapatan keluarga (p=0,003) terhadap kejadian stunting, dan tidak ada hubungan antara frekuensi ANC (p=0,058) dan perkembangan psikososial (p=0,063) pada kejadian stunting. Dalam pengamatan mendalam yang dilakukan peneliti pada indikator tumbuh kembang anak Batita juga menunjukkan bahwa anak yang berstatus stunting pada umumnya (60,3%) memiliki perkembangan psikososial yang baik sehingga perlu dilakukan screening yang komprehensif sebelum seorang anak ditetapkan berstatus stunting.
Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di RSU Anutapura Palu Rahmawati Saputri; Sitti Radhiah; Abd. Rahman; Dilla Srikandi Syahadat
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia dianggap sebagai penyebab utama kematian ibu dan janin di Indonesia, yang menjadi tantangan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya target penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup sejak 2030. Kejadian preeklampsia didampaki dari berbagai faktor risiko, misalnya paritas, tingkat pendidikan, frekuensi pemeriksaan antenatal care serta riwayat hipertensi. Studi ini ingin mengamati faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSU Anutapura Palu. Studi ini berjenis survey analitik secara berpendekatan case control. Sampel studi ini sejumlah 120 partisipan yang mencakup 60 kontrol serta 60 kasus yang ditentukan dari cara total sampling bagi kelompok kasus serta matching berdasarkan umur untuk kelompok kontrol. Data diperoleh dari rekam medis serta dianalisa memakai uji odds ratio (OR) dengan keyakinan 95%. Studi ini menghasilkan bila keempat variabel yang dikaji berupa faktor risiko terjadinya preeklampsia, yaitu Pendidikan rendah (OR = 2,891; CI 95%: 1,356–6,161), Paritas satu atau lebih dari tiga orang (OR = 3,000; CI 95%: 1,424–6,319), Riwayat hipertensi (OR = 10,846; CI 95%: 4,646–25,319), dan Frekuensi pemeriksaan ANC kurang dari empat kali (OR = 2,307; CI 95%: 1,097–4,850). Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa paritas, tingkat pendidikan, frekuensi pemeriksaan ANC serta riwayat hipertensi berperan sebagai faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSU Anutapura Palu. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam merumuskan strategi pencegahan preeklampsia melalui edukasi dan peningkatan mutu pelayanan antenatal, sehingga dapat menekan risiko komplikasi kehamilan serta bisa meminimalisir angka kematian ibu.
Analisis Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Literasi Kesehatan dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di SMA Negeri 5 Palu Farha Zulfiah; Sitti Radhiah; Vidyanto; Elvaria Mantao
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV menjadi penyebab kematian kedua terbesar di seluruh dunia. Di Sulawesi Tengah tercatat 3.150 orang terinfeksi dan 571 meninggal, serta 631 kasus baru pada tahun yang sama. Perilaku pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja sangat penting untuk mengurangi penyebaran virus. Penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan pengetahuan, sikap, dan literasi kesehatan yang baik lebih cenderung melakukan pencegahan, seperti mengikuti tes HIV. Di Kota Palu, Puskesmas Talise mencatat jumlah kasus HIV tertinggi, yaitu 87 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan literasi kesehatan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di SMAN 5 Palu. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi penelitian adalah remaja siswi SMAN 5 palu berjumlah 622 orang, dengan teknik proportional stratified random sampling diperoleh sampel sebanyak 243 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan pengetahuan (p value 0,000), sikap (p-value 0,000), dan literasi kesehatan (p-value 0,000), dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di SMA 5 Palu. kepada sekolah sebaiknya bekerja sama dengan petugas kesehatan dan organisasi terkait untuk memberikan penyuluhan yang efektif, sehingga remaja mendapatkan pengetahuan dan sikap yang tepat untuk mencegah HIV/AIDS.
Faktor Risiko Kesehatan Mental Penderita Hiv/Aids Di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota Palu Aprilia Rachmawati; Sitti Radhiah; Abd. Rahman; Rahma Dwi Larasati
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO beranggapan, depresi, kecemasan dan masalah perilaku merupakan penyebab utama masalah kesehatan mental pada pasien HIV/AIDS. Data Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah pada tahun 2022 terdapat 3.150 kasus terkonfirmasi HIV/AIDS (66,99%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kesehatan jiwa pasien HIV/AIDS di Puskesmas Talise Kota Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan kasus kontrol dengan tingkat kepercayaan 95%. Sampel sebanyak 83 kasus dan 83 kontrol dengan perbandingan 1:1 sehingga berjumlah 166 orang. Pengambilan sampel menggunakan sampling aksidental. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji odds rasio. Hasil penelitian menunjukkan stigma dan diskriminasi (OR=8.281, CI=4.120-16.644) dan kurangnya dukungan sosial (OR=4.376, CI=2.273-8.423) merupakan faktor risiko kesehatan mental pasien HIV/AIDS di Talise. Sedangkan hubungan seks tanpa kondom (OR=1.771, CI=0.874-3.590) merupakan faktor protektif. Dapat disimpulkan bahwa stigma dan diskriminasi serta kurangnya dukungan sosial merupakan faktor risiko, sedangkan hubungan seks tanpa kondom bersifat protektif. Petugas layanan kesehatan diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi diskriminasi dan stigma serta memberikan dukungan penuh kepada pasien HIV/AIDS.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Paparan Media terhadap Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Sukma Ramdhayani; Sitti Radhiah; Dilla Srikandi Syahadat; Elvaria Mantao
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Kementerian Kesehatan (2022) juga melaporkan bahwa berdasarkan GLOBOCAN 2020, jumlah kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 68.858 kasus (16,6% dari total kasus baru kanker), dengan angka kematian lebih dari 22 ribu jiwa. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan upaya deteksi dini yang sederhana, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan paparan media terhadap perilaku SADARI pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 515 populasi mahasiswa, dengan sampel sebanyak 224 mahasiswa dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,000), dan paparan media (p = 0,001) terhadap perilaku SADARI. Diperlukan peningkatan edukasi dan pemanfaatan media informasi yang tepat untuk mendorong perilaku deteksi dini kanker payudara, terutama pada perempuan usia muda dan perlunya penguatan edukasi terkait SADARI di lingkungan akademik serta pemanfaatan media informasi secara optimal guna meningkatkan praktik SADARI di kalangan mahasiswa.
Faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Kawatuna Kota Palu Siska; Sitti Radhiah; Elvaria Manto; Muhammad Sabri Syahrir
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kontrasepsi IUD ialah pilihan terbanyak di Puskesmas Kawatuna denganTarget RPJMN yang akan menjangkau 66%, Sulawesi tengah ada di urutan ke 16 melalui jangkauan KB aktif terbanyak 62.5%.Cakupan MKJP secara nasional berada pada target 28% dan Puskesmas Kawatuna termasuk layanan kesehatan IUD yang banyak di tahun 2023 (22%). Tujuan ini untuk menganalisis penyebab yang berkaitan dengan atensi akseptor KB berkenaan pemakaian kontrasepsi IUD pada wilayah kerja Puskesmas Kawatuna. Jenis kuantitatif dengan desain pendekatan cross sectional study. Populasi akseptor KB yang memakai kontrasepsi berasaskan data pada tahun 2023 di UPTD Puskesmas Kawatuna sejumlah 310 jiwa. Sampel sejumlah 174 jiwa didapat teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji statistik dan uji chi-square dengan perbandingan p-value <0,05 hasil uji Chi‑square menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), dukungan suami (ρ=0,000), dan peran petugas kesehatan (ρ=0,000) berkaitan dengan atensi ibu dalam pemakaian KB IUD. Bagi petugas kesehatan agar mendorong sosialisasi dan pemberian penyuluhan secara tepat dengan jelas, mengenai manfaat, jenis, dan keuntungan yang diperoleh dari penggunaan MKJP pada PUS, partisipasi suami dengan ikut mendampingi pasanganya baik saat konseling maupun pemasangan.