Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Postpartum Blues di RSUD Anutapura Magfira; Sitti Radhiah; Muhammad Jusman Rau; Elvaria Mantao
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah melahirkan, banyak ibu mengalamai perasaan sedih dan keawalahan yang dikenal dengan istilah baby blues atau postpartum blues. Penyakit ini dapat berkembang menjadi depresi postpartum yang lebih parah jika tidak mendapatkan penanganan, yang akan berdampak pada kesehatan mental ibu dan kesejahteraan bayinya. Penelitian yang dilakukan di Kota Palu menemukan 60% ibu mengalami postpartum blues, masyarakat umumnya tidak mengetahui penyakit ini sehingga tidak terdiagnosa dan tidak tertangani dengan baik. Studi ini berusaha untuk memastikan bagaimana usia, paritas, pekerjaan ibu, dukungan suami dan tenaga kesehatan hubungan dengan postpartum blues di RSUD Anutapura. Jenis studi ini menggunakan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Populasi yaitu ibu nifas di RSUD Anutapura, total sampel sebanyak 84 dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square, diperoleh nilai p-values dukungan suami =0,001 dan dukungan tenaga kesehatan =0,012 berasosiasi dengan kejadian postpartum blues. Diharapkan para praktisi kesehatan dapat mengedukasi para ibu dengan lebih kreatif dan inovatif mengenai kondisi postpartum blues dan pentingnya dukungan suami dalam memenuhi kebutuhan psikologis para ibu.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di SMA Negeri 1 Sindue Tobata Kabupaten Donggala Regita Angel Lullaby Labania; Sitti Radhiah; Nurhaya S. Patui; Firmansyah
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global sebesar 16 juta remaja perempuan berusia 15-19 tahun melahirkan tiap tahunnya. Sebagian besar merupakan akibat dari kehamilan yang tidak direncanakan. Tahun 2024 tercatat 350 remaja dilaporkan telah melakukan pernikahan dini di Kabupaten Donggala. Perilaku seksual pranikah Remaja menjadi isu yang mengkhawatirkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah remaja di SMA Negeri 1 Sindue Tobata Kabupaten Donggala. Jenis Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah remaja kelas X dan XI dari 355 remaja yang diambil dengan teknik sampel Proportionate stratified random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 188 orang siswa. Analisis data dilakukan secara Univariat dan Bivariat dengan 95% CI (α = 0,05). Hasil penelitian memperlihatkan terdapat hubungan variabel pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,000), media sosial (p = 0,001) dan peran orang tua (p = 0,000), dengan perilaku seksual pranikah remaja. Diharapkan pihak sekolah mampu mengaktifkan kembali program kegiatan PIK-R sebagai sarana edukasi kesehatan reproduksi bagi siswa dan orang tua diharapkan dapat meningkatkan peran dalam sumber pengetahuan bagi remaja sesuai dengan tingkatan usianya agar orang tua tidak perlu menghindari dan menganggap tabu pertanyaan remaja terkait perilaku seksual.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Orang Tua Tentang Pendidikan Seksual Anak Usia Dini di Paud Terpadu Aisyiyah Busthanul Athfal 1 Palu. Vanesa; Sitti Radhiah; Nurhaya S. Patui; Sadli Syam
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual anak adalah melalui pendidikan seksualitas, namun hal ini masih sering dianggap tabu. Di Dunia sebanyak 12% anak dibawa umur telah mengalami kekerasan . Tahun 2023 terdapat 37 kasus di Kota Palu. Tujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku orang tua mengenai pendidikan seks usia dini di Paud Terpadu Aisyiyah Busthanul Athfal 1 Palu. Jenis penelitian adalah kuantitatif secara cross sectional. Sampel sebanyak 90 responden dari 115 populasi, menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis data menggunakan chi-square 95%. Hasil uji didapatkan bahwa terdapat hubungan antara variabel sikap (p-value=0,000), pengetahuan 0,004 paparan media 0,000 dengan perilaku orang tua tentang pendidikan seksualitas, dan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua 1,000 dengan perilaku orang tua tentang pendidikan seks dini. Diharapkan pihak sekolah dapat menunjanghal tersebut seperti membuat kelas parenting bagi wali murid serta dapat membangun kerjasama dengan pihak terkait.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Toaya Wiwin; Nurhaya S Patui; Sitti Radhiah; Marselina
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah suatu gangguan kesehatan yang sering terjadi dan dialami oleh kelompok anak balita (bayi di bawah lima tahun) sebagaiman tubuhnya mengalami keterlambatan tumbuh yang dapat dillihat dari ukuran tinggi badan yang biasanya ukuran tinggi anak menderita stunting berada dibawah rata-rata dari anak sesusianya. Menurut data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) mencapai 27,2 % telah melampaui rata-rata nasional. Provinsi dengan prevalensi tertinggi kasus stunting di Indonesia di pinpin oleh papua tengah (39,2%). Di tahun 2023 Kabupaten Donggala, prevalensi stunting sebesar 20.5%, kasus tertingginya berada di Puskesmas syekh ahmad pue lasadindi toaya sebesar 32,5%. Tujuannya Untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Toaya. Metode digunakan ialah kuantitatif ditambah desain cross sectional. Populasi yakni 544 orang sampelnya 84 orang dipilih dengan tenknik spontanitas (accidental sampling). Data primer berasal dari kuisioner juga proses wawancara secara lansung, penggunaan metode univariat dan bivariate serta uji chi-square dalam mengaalisi data (α<0,05). Hasil uji statistik menyatakan ada hubungan korelasi variabel pemberian ASI Eksklusif (nilai p=0,000) dan pengetahuan ibu (nilai p=0,032) pada kejadian stunting. Sementara itu, variabel penyakit infeksi tidak mempunyai hubungan dengan kejadian stunting pada balita (nilai p=0,691). Kepada petugas kesehatan diharapkan dapat mengtasi masalah stunting pada balita, dan dapat memberikan edukasi yang lebih intens kepada masyarakat tentang pencegahan stunting pada anak, sehingga dapat membenatu mengurangi kasus stunting dan mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat.