Claim Missing Document
Check
Articles

Kapabilitas Human Agency Istana Belajar Anak Banten (ISBANBAN) Foundation Dalam Menangani Permasalahan Pendidikan di Pedalaman Banten Santoso, Meilanny Budiarti; Nurwati , R. Nunung; Azman, Azlinda; Gunawan, Budhi
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i1.3366

Abstract

Kapabilitas human agency merupakan issue penting bagi pengembangan keilmuan dan praktik pekerjaan sosial, mengingat pekerjaan sosial merupakan profesi yang bersentuhan langsung dengan intervensi sosial dan salah satunya bertujuan untuk menangani permasalahan sosial ataupun memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan sebagai refleksi bagi pekerja sosial profesional berdasarkan praktik nyata penggunaan kapabilitas human agency dalam intervensi sosial sekaligus menunjukkan pentingnya pengarusutamaan konsepsi human agency dalam keilmuan pekerjaan sosial yang salah satunya berfokus pada upaya pengembangan keberfungsian sosial. Metode explanaroty dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis kapabilitas human agency Istana Belajar Anak Banten (ISBANBAN) Foundation dalam menangani permasalahan pendidikan di pedalaman Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi kapabilitas human agency merupakan komponen penting di antara berbagai komponen lainnya dalam menangani permasalahan yang terjadi dan kehadiran aktor dengan kapabilitas human agency tidak dapat dipisahkan dari kelompok ataupun organisasi sebagai wadah dalam melakukan program. Namun demikian, program dan kelompok ataupun organisasi dapat berjalan karena adanya eksistensi aktor dengan kapabilitas human agency yang berperan sebagai motor penggerak. Kolaborasi, networking dan partnership yang terjalin diantara berbagai pihak telah mendorong pelaksanaan program dengan baik dan berkelanjutan sekaligus sebagai infrastruktur dan fasilitasi yang mendukung program sebagai bentuk tindakan nyata (agentic action) yang mereka lakukan.
Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferrari) dengan Menggunakan Perangkap Berantraktan secara Partisipatoris di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Rasiska, Siska; Parikesit, Parikesit; Sudarjat, Sudarjat; Gunawan, Budhi; Setiawan, Iwan
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.54953

Abstract

Penggerek Buah Kopi (PBKo, Hypothenemus hampei Ferrari) merupakan hama tanaman kopi yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas buah kopi. Salah satu upaya untuk mengendalikan hama ini dengan menggunakan perangkap beratraktan dengan melibatkan partisipasi petani kopi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini memberikan pengetahuan kepada petani mengenai hama PBKo dan penggunaan perangkap beratraktan. Kegiatan ini telah dilakukan selama 6 minggu di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah survey berupa wawancara untuk menginventarisasi pengetahuan awal dari petani kopi mengenai hama yang menyerang tanaman kopi dan cara pengendaliannya, serta percobaan partisipatoris. Percobaan partisipatif menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan berupa perangkap bertraktan alami yang terbuat dari kulit buah kopi terinfestasi hama PBKo diolah dengan metode ekstraksi destilasi sederhana dan maserasi, serta Hypotan 500L yang bersifat sintetik untuk mengetahui keefektifan perangkap beratraktan untuk menarik PBKo. Data hasil wawancara dianalisis secara deskriptif dan percobaan partisipatif dianalisis dengan uji analisis varians dan diuji lanjut dengan uji jarak berganda duncan pada taraf kepercayaan 5%. Hasil wawancara menunjukkan bahwa petani memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang hama yang sering menyerang tanaman kopi, namun upaya pengendaliannya masih belum banyak diketahui. Hasil percobaan partisipatoris menunjukkan bahwa perangkap beratraktan Hypotan 500L mampu menangkap PBKo lebih tinggi. Petani kopi yang ikutserta dalam kegiatan ini merasakan manfaat dari penyuluhan tentang tanaman kopi dan praktek aplikasi atraktan di kebun percobaan. Namun, kegiatan ini perlu dilakukan secara lebih intensif dengan pendampingan. Dengan demikian, kegiatan dapat meningkatkan kewaspadaan petani terhadap kerusakan tanaman kopi yang disebabkan oleh hama.
Identification of Invasive Aliens Plant Species in Cultivated Area of Kamojang Crater at Ibun District, Bandung Regency, West Java Rasiska, Siska; Asdak, Chay; Parikesit, Parikesit; Sudarjat, Sudarjat; Gunawan, Budhi; Setiawan, Iwan; Setiawan, Ditriz
CROPSAVER Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v6i1.45383

Abstract

The Cultivated Area in Kamojang Crater, Ibun District, Bandung Regency is part of a single landscape mountain, adjacent to conservated and protected areas which has high biodiversity. This study aims to identify invasive alien plants species in cultivated areas, adjacent to conservation and protected areas. The method used is a descriptive qualitative study with the sampling line transect in 500 meter radius of four location, namely near Nature Reserves (NR), near Nature Tourism Parks (NTP), agriculture (A) and near Protected Forests (PF), and this study has done up at July until November, 2022. The results showed that in the cultivated area in Kamojang Crater, Ibun District, Bandung Regency found 41 families and 96 species of understorey, with the highest number being from the Asteraceae, Poaceae and Fabaceae. Diversity of understorey was categorized as high (H'=3.428), evenly distributed (E=0.738), high species richness (R=13.503) and no dominant species (C=0.165). Several understorey, namely 8 orders, 10 families, and 29 species were categorized as invasive aliens plant species, with the highest important values index being Ageratina riparia (99,642%), Imperata cylindrica (72,919%), Paspalum notatum (31,155%), Chromolaena odonata (31,074%), Etlingera elatior (27,905%), Ageratum conyzoides (20,179%), Lantana camara (19,029%), Amaranthus hybridus (18,818%), Pennisetum purpureum (15,120%), Mimosa pudica (15,031%), Crassocephalum crepidioides (14,037%), and Axonopus compresus (10,671%).
Diversity of Bird in Cultivated Area Kamojang Crater, Laksana Tourism Village, Ibun-Bandung Rasiska, Siska; Asdak, Chay; Parikesit, Parikesit; Sudarjat, Sudarjat; Gunawan, Budhi; Setiawan, Iwan
CROPSAVER - Journal of Plant Protection Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v8i2.67181

Abstract

The birds have an important role in the cultivated areas Kamojang Crater, Cikaro subwatershed, Laksana Tourism Village, Ibun - Bandung District. The study aims to explore the diversity of birds and classified them in guild groups. The census method was carried out in June-November 2022, with a sample point count technique with a radius of 50 meters and a distance between the center point of at least 200 meters, observed in the morning (06.00-10.00 am) and afternoon (14.00-16.00 pm) at each point for 10 minutes. Located in cultivated areas were near  the nature reserve (NR), nature tourist park (NTP),protected forest (PF), and agricultural land (AL). The results showed that the birds are found 270 individu , 21 species, 7 ordo, dan 18 family. In general, the diversity of bird species in the Kamojang Crater cultivated area tends to be moderate (2,53), with a high abundance (4,09), birds species are equal in each location (0.80) and none dominate (0,11). The birds have higher Important Value Index in NR, NTP is Prinia familiaris (73,16 dan 53,58), in PF Lonchura leucogastroides (47,63), and AL is Apus Affinis (79,87). Birds found in cultivated areas near NR, NTP and AL are dominated by insectivore birds, while in the cultivated area near PF are predominated by granivore birds. According to the Similarity Index, bird communities in cultivated areas near NR have strong similarities with birds communities near NTP (62.5%, 76.92%, 29.71% and 63.06%).
Co-Authors Abdul Hakim Syafi'i Agung Hasan Lukman Agustinus Mariano Hurek Making Ajeng Syaripah Tunur Alfian Febriyanto Aminuyati Ardi Maulana Nugraha Ardini Raksanagara Ardini S. Raksanagara Asimi, Tonci Ayu, Miranda Risang Azlinda Azman, Azlinda Banuaka, Efriani Binahayati Rusyidi Budiawati SUpangkat Iskandar, Budiawati SUpangkat Caroline Paskarina Chay Asdak Denti Kardeti Diny Waskitawati Febriyanto, Alfian Garna, Judistira K. Ghefira Nurul Qolbi Gulam Arafat Herry Yogaswara Ida Widianingsih Iid Moh Abdul Wahid Inas Yaumi Aisharya Indi Agung Pratama Indraswari Indraswari Indraswari Indraswari Iqra Sugandi Iskandar Iskandar Isra Muksin Iwan Setiawan Jhon Jhohan Putra Kumara Dewa Johan Iskandar Johan Iskandar Junardi Harahap Justicio, Muhammad Deckaryan Lexa M. Munandar Sulaeman Manan, Firman Marthen, Fadli Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Mila Mardotillah, Mila Mira Azzasyofia Misrina Misrina Muhammad Fadhil Nurdin Nadia Putri Ardyani Napsiah Napsiah Napsiah Napsiah Napsiah Napsiah Nunung Runiawati Nurul D. M. Sjafrie Nurwati , R. Nunung Oekan Soekotjo Abdoellah Parikesit Parikesit Pramudita Pramudita Pujo, Pujo Ramdani, Jaka Rina Hermawati Rini S. Soemarwoto Rini Soemarwoto Rudi Saprudin Darwis Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Santoso Tri Rahardjo Selly Riawanti Selly Riawanti Selly Riawanti Selly Riawanti, Selly Selly Riawanty Setiawan, Ditriz SIska Rasiska, SIska Soemarwoto, Rini Sudarjat Sudarjat Susanti Withaningsih Sustyo Iriyono Tati Suryati Syamsudin Teguh Husodo Tonci Asimi Triyono Triyono Tubagus Furqon Sofhani Vera Bararah Barid Wahyu Gunawan Yogi Suprayogi Sugandi Yudi Nurul Ihsan