Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERAN ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA: MENURUT PERSPEKTIF ISLAM Afifah Nurani Kamilia; Muthia Kansa Azzahra; Rahma Cahyani; Syifa Astriani; Asep Rudi Nurjaman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v3i1.2717

Abstract

Peran antara Laki laki dan Perempuan sangat penting dalam membina rumah tangga. Dimana peran tersebut dibutuhkan untuk menyelaraskan, membawa kemajuan baik di bidang ekonomi, masyarakat dan pendidikan. Agama islam memberikan pedoman yang jelas tentang peran dan tanggung jawab masing masing gender dalam membangun dan menjaga rumah tangga. Dalam pandangan islam peran laki laki dan perempuan saling melengkapi satu sama lain, dan keseimbangan dalam keduanya sangat ditekankan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sejahtera dan berkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif , dengan metode pengumpulan teknik pengumpulan data dengan wawancara. Selain teknik observasi langsung dan survei, wawancara juga dapat digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang efektif. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah Laki-laki diharapkan sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab dalam memberikan perlindungan dan penghasilan, sementara perempuan diharapkan sebagai ibu rumah tangga yang mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak.
PENGARUH WESTERNISASI TERHADAP GAYA HIDUP REMAJA DI KOTA BESAR DALAM PANDANGAN ISLAM Mutiara Yanda; Rhini Farlina Aprilliani; Syifa Auliya Febriana; Windy Fazri Nurramdhani; Winna Sakinatul Mutamimah; Asep Rudi Nurjaman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v3i2.2721

Abstract

Abstrak Westernisasi adalah budaya barat yang masuk dan berkembang di Indonesia. Kebudayaan yang masuk dan tercipta akan mengubah keadaan masyarakat pada umumnya dan ketika masyarakat umum mengalami perubahan maka karakter setiap individu pun berubah. Perubahan juga akan terjadi dalam masyarakat tersebut. Karena antara budaya, masyarakat, dan karakter mempunyai siklus yang terus berputar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari adanya westernisasi budaya asing terhadap gaya hidup remaja di Indonesia khususnya kota-kota besar berdasarkan perspektif islam. Hasil penelitian memiliki kesimpulan bahwa Westernisasi berpengaruh terhadap gaya hidup remaja di kota besar, pengaruh terhadap gaya hidup tersebut terlihat dari cara berpakaian, gaya rambut, cara berbicara, dan pengaruh buruk lainnya yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang dialami oleh remaja saat ini.
ISLAMIC PARENTING SEBAGAI SOLUSI GENERASI ALPHA YANG KECANDUAN GADGET Evita Nor Effendy; Fatimah Az-Zahra; Nadya Nizar Syafina; Syarifah Dwi Yanti; Wafa Nurbayinah; Asep Rudi Nurjaman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v3i2.2723

Abstract

Islam di era teknologi terhadap generasi Alpha melibatkan interaksi antara agama islam dan generasi yang sangat erat dengan perkembangan teknologi termasuk Generasi Alpha (Gen Alpha). Gen alpha adalah generasi yang lahir antara tahun 2010 hingga 2015 yang dikenal karena ketergantungan mereka terhadap teknologi digital dan dinilai sebagai generasi yang cerdas dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Generasi Alpha sering kali sibuk dengan gadget mereka dengan bermain game serta cenderung tidak dapat terlepas dari pengaruh teknologi dalam kehidupan sehari hari, sehingga mereka lalai terhadap ibadah dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan gadget mereka. Saat ini, kurangnya pendidikan dan pola asuh dari orang tua dapat menjadi faktor pemicu turunnya karakter religius pada generasi Alpha. Banyak sekali peran yang dilakukan orang tua dalam upaya pembentukan karakter religius anak, akan tetapi dalam penerapannya hal tersebut dirasa kurang maksimal apabila orang tua masih acuh tak acuh untuk memberikan pengawasan dan perhatian kepada anak mereka. Oleh karena itu tujuan penulis menggunakan judul ini adalah untuk mengetahui seberapa penting islamic parenting pada generasi alpha yang kecanduan gadget. Artikel ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang dimana bertujuan untuk memahami, menjelaskan fenomena sosial secara mendalam melalui interpretasi konteks, pengalaman dan perspektif individu yang terlibat dalam fenomena tersebut serta menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner untuk memperkuat data yang dibutuhkan dalam penelitian ini.
SPIRITUALITAS DI TENGAH KETERBATASAN: STUDI FENOMENOLOGI IMPLIKASI KEMISKINAN PADA PRAKTIK KETAATAN BERIBADAH DI KALANGAN MAHASISWA Mellyana Dwi Fatmawati; Rani Triana; Saskia Nurbayanti; Syahla Adiba Maharani; Umiyati, Umiyati; Asep Rudi Nurjaman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v3i2.2725

Abstract

Kemiskinan merupakan kondisi kekurangan pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Kemiskinan yang seringkali terjadi pada mahasiswa adalah kemiskinan sementara (transient poverty). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman mendalam implikasi kemiskinan pada praktik ketaatan beribadah di kalangan mahasiswa. Penelitian ini mengumpulkan sumber data melalui wawancara semi-struktur dengan pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling tiga subjek terpilih dengan kriteria 1) subjek merupakan seorang mahasiswa; dan 2) subjek pernah mengalami kemiskinan sementara (transient poverty). metode analisis data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Terdapat dua tema induk yang didapatkan, yaitu kondisi finansial mahasiswa dan pengaruh kekurangan finansial pada ketaatan beribadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi finansial DS, K, dan VRR secara umum cenderung mencukupi, namun kemiskinan sementara dapat terjadi karena faktor individual. Kondisi tersebut memengaruhi praktik beribadah DS, K, dan VRR, di mana DS dan K merasa lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt., sementara VRR tidak merasakan pengaruh langsung. Meskipun demikian, kesulitan finansial juga memunculkan tantangan dalam memprioritaskan praktik ibadah, baik ibadah madhah maupun ibadah ghairu madhah. Namun, para responden menunjukkan strategi untuk tetap konsisten dalam beribadah, seperti memaksakan diri untuk beribadah, bersyukur, berdoa, memperkuat iman, mengatur keuangan dengan baik, dan istiqomah. Mereka juga memberikan pesan kepada mahasiswa lain yang mungkin menghadapi situasi serupa, yaitu untuk tetap berdoa, menguatkan iman, dan selalu bertawakal. Masing-masing responden menunjukkan pentingnya keyakinan dan spiritualitas dalam mengatasi tantangan kehidupan.
KRITERIA PEMIMPIN ISLAM DALAM LINGKUP HIMPUNAN MAHASISWA UPI KAMPUS CIBIRU Ina Diana Fapilaya; Rafli Fadillah; Wahdah Labbaika; Asep Rudi Nurjaman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v3i2.2748

Abstract

Kampus merupakan suatu wadah yang mampu melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang didalmnya tertanam jiwa kepemimpinan dan memiliki karakter yang baik. Sebagai pusat pendidikan dan pembelajaran kampus memiliki peran penting dalam melahirkan generasi muda yang cerdas, memiliki nilai moral, etika dan jiwa kepemimpinan yang kuat.Pemimpin merupakan individu atau kelompok yang memiliki kemampuan dalam mengatur kelompoknya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan Kepemimpinan adalah suatu seni yang dimiliki oleh seorang individu dalam membimbing dan mempengaruhi orang lain untuk mau mengikuti instruksi yang diberikan oleh individu tersebut untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Kampus sebagai pemilik lingkungan yang multikulturalisme memberikan tantangan tersendiri bagi para mahasiswa yang khususnya menjabat sebagai ketua atau pemimpin dalam organisasi yang sedang diamanahinya. Dalam menghadapi tantangan tersebut, kepemimpinan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam dapat menjadi landasan yang kokoh untuk mengambil keputusan yang tepat dan menjadi landasan untuk berperilaku sesuai etis tanpa adanya asimilasi dan diskrimninasi. Karena islam itu indah dan ajaran agama yang sempurna.
POLA TIDUR DALAM MENINGKATKAN IBADAH SHOLAT: ( Studi Kualitatif Terhadap Pola tidur Mahasiswa dalam Meningkatkan Ibadah Sholat ) Budi Ramdani; Fathatun Khoirun Nisa; Ismi Nida Fadilah; Nisrina Muthia Khairunnisa; Tresna Sanubari; Asep Rudi Nurjaman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v3i2.2756

Abstract

Ibadah shalat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam kehidupan seorang Muslim. Sholat adalah sarana utama untuk berkomunikasi dengan Allah SWT dan merupakan tindakan ibadah yang menunjukkan penghambaan dan ketaatan seorang Muslim kepada-Nya. Dalam ibadah sholat, seorang Muslim melakukan serangkaian gerakan fisik dan membaca doa-doa tertentu sesuai dengan tata cara yang ditetapkan. Dalam konteks ibadah sholat, pola tidur yang baik juga memperkuat koneksi spiritual seseorang dengan Allah SWT. Karena tidur yang cukup akan mempersiapkan tubuh dan pikiran untuk menyambut ibadah dengan hati yang tulus dan pikiran yang tenang. Sholat terbagi menjadi lima waktu, yaitu sholat Fajar, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya, yang ditentukan berdasarkan posisi matahari. Setiap waktu sholat memiliki keutamaan dan nilai spiritualnya sendiri. Melaksanakan sholat lima waktu secara teratur merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang baligh dan berakal sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali pemahaman tentang pentingnya pola tidur yang baik dalam meningkatkan kualitas ibadah sholat. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data primer diperoleh melalui pengisian google form dengan responden yang menjadi subjek penelitian lapangan. Pendekatan kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Analisis data dilakukan dengan memperkaya informasi, mencari hubungan, membandingkan, dan menemukan pola dasar data aslinya. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk narasi untuk menggambarkan situasi yang diteliti. Dari penelitian ini kita bisa tau seberapa pengaruhnya pola tidur pada peningkatan ibadah sholat.
PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP KOMENTAR NETIZEN DALAM MENANGGAPI VIDEO BULLYING DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Nisa Ageng Hayati; Fatimatul Zahro; Fina Lutfiah Munawiroh; Naya Sukma Fitriani; Salsa Nabila; Asep Rudi Nurjaman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v3i2.2757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif islam terhadap berbagai komentar yang ada pada postingan video bullying pada media sosial instagram. Instagram merupakan media sosial yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat yang menggunakan media sosial instagram, namun kurang memahami makna medianya itu sendiri. Penyebaran video bullying di media sosial Instagram dapat menimbulkan banyak persepsi dan opini dalam waktu singkat. Dari perspektif Islam, penting untuk memperlakukan individu dengan kasih sayang dan menghindari tindakan yang bersifat menghakimi atau menyudutkan tanpa proses hukum yang adil. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasilnya ternyata banyak ditemukan komentar-komentar negatif di dalam video bullying yang tersebar di instagram seperti komentar yang mengandung bahasa tidak baku dan tidak sopan. Hal ini menunjukan degradasi moral dan menyimpang dari aturan islam, yaitu pentingnya seseorang menekankan prinsip etika dan moral dalam berinteraksi di dunia maya.
ANALISIS PENGGUNAAN SHOPEE PAY LATER DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM: PERMASALAHAN GENERASI MUDA Aliya Kusuma Wardani; Amanda Nur Baetillah; Ghumayda Milhan; Muhammad Aris Fadillah; Nurhaliza Fauziah Iriyanti; Asep Rudi Nurjaman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v3i2.2759

Abstract

Shopee, sebagai salah satu platform perdagangan online terbesar di Indonesia, telah menghadirkan berbagai inovasi termasuk layanan pembayaran yang memudahkan penggunanya, salah satunya adalah Shopee Pay Later. Namun, penggunaan Pay Later dapat menimbulkan tantangan dalam manajemen keuangan, terutama bagi generasi muda yang mungkin kurang memiliki pemahaman tentang konsep pengelolaan utang dan pengeluaran. Penggunaan Shopee Pay Later belum sesuai dengan prinsip syariah karena beberapa ketentuannya mengandung riba, seperti adanya tambahan pembayaran dan denda atas keterlambatan pembayaran. Metodologi penelitian ini akan melibatkan pengumpulan data melalui survei online dan studi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar generasi muda sering melakukan transaksi dengan Shopee Pay Later karena beberapa alasan yang bervariasi. Dalam menganalisis penggunaan Shopee Pay Later melalui sudut pandang hukum ekonomi Islam. Peneliti akan mengarahkan sudut analisa hukum pada dua hal, yaitu: Pertama, dalam praktiknya, dalam konteks penggunaan Shopee Pay Later, rukun dan syarat jual beli.
SENI MUSIK DAN LAGU DALAM PERSPEKTIF ISLAM Dhesya Andira Rahman; Gita Maulida Nurhandini; Najwa Syalsa Fauziah; Salma Maryam Nuralia; Asep Rudi Nurjaman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v3i2.2760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami Seni Musik Dan Lagu Dalam Perspektif Islam. Seni musik dan lagu telah menjadi bagian integral dari kebudayaan manusia sepanjang sejarah. Dalam perspektif Islam, seni musik dan lagu memiliki peran yang kompleks dan seringkali diperdebatkan. Artikel ini menjelaskan pandangan Islam terhadap seni musik dan lagu, serta bagaimana hal ini mempengaruhi praktik dan apresiasi seni di dunia Muslim. Musik adalah sumber ketenangan bagi segala suasana yang sedang dialaminya, tanpa mengetahui dan mempertimbangkan terkait hukum dan pandangan Islam terhadap musik. Al-Imam Abu Hanifah menganggap dosa bagi pendengar musik, selain itu memainkan alat-alat musik itu juga haram dengan pengecualian pada alat tamborin yang dimainkan pada pesta pernikahan. Dalam konteks musik, terdapat dua pernyataan hadis yang saling bertentangan, di mana satu melarang dan yang lainnya memperbolehkan, meskipun kedua pernyataan tersebut memiliki cakupan larangan dan izin yang berbeda.
KEPERCAYAAN LARANGAN BULAN DALAM PANDANGAN ISLAM Adinda Putri Nurhaliza; Ratu Khairul Azizah; Rizky Amalia Hidayat; Siti Rostika Agustinaswara; Asep Rudi Nurjaman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v3i2.2761

Abstract

Larangan bulan adalah tradisi yang telah dipercaya dalam masyarakat Sunda, dimana rumus kuno yang diwarisi dari para leluhur dinamik dan keberuntungan diatur. Menurut tradisi ini, larangan bulan memiliki keunggulan yang kuat dibandingkan orang-orang yang kekurangan waktu untuk menghadiri acara-acara penting dan kegiatan sehari-hari. Dalam perjalanan acara atau kegiatan yang dimaksud, sikap peserta terhadap bulan dapat menjadi lebih serius dan matang. Proses pengukuran waktu dalam bulan larangan melibatkan timing yang tepat sesuai dengan angin dan tanggal kalender. Kalaupun tradisi ini terus berlanjut, ada beberapa hal yang harus ditanggapi dengan serius jika ada masalah, seperti konsultasi dengan mereka yang terlibat dalam tradisi ini. Selain itu, ada bulan-bulan tertentu seperti bulan Safar yang dianggap menguntungkan untuk merayakan pernikahan karena mereka dapat dibersihkan secara menyeluruh.
Co-Authors Adinda Luthfia Risky Adinda Putri Nurhaliza Afifah Nurani Kamilia Agni Fristy Ai Nurasyiah Ainunnisa, Ainunnisa Aliya Kusuma Wardani Alya Rahmadiyani Amanda Nur Baetillah Ananda Nasywaa Nisriina Asti Fitria Destri Atikah Nur’afra Bernika Nova Salsabil Budi Ramdani Chichi Elsa Nurhayati Delis Fitriya Nur Hidayah Destri Maryam Suci Hawati Destriya Risdayatie Devinta Pradita Sari Dhesya Andira Rahman Dhiya Syahla Nadira Diah Sukma Pratiwi N Diana Febrianty Putri Dimas Agustian Maulana Dina Ramdini Ditra Arliyyah Rahmah Ervina Puji Nurfajri Evita Nor Effendy Fadillah Anissa Febrianti Fadillah Manda Permata Farha Salsabila Fathatun Khoirun Nisa Fatimah Az-Zahra Fatimatul Zahro Fina Lutfiah Munawiroh Fitri Agustin Fitria Hardiyanti Ghumayda Milhan Gina Nur Puadah Gita Maulida Nurhandini Hasna Salsa Izdiar Hasna Ulatifah Iin Rosma Indah Ina Diana Fapilaya Ismi Nida Fadilah Jenuri Karina Dewi Julianida Firman Karissa, Karissa Khansa Aulia Riswana Mellyana Dwi Fatmawati Meylani Putri Mira Nurazijah Muhammad Aris Fadillah Muthia Kansa Azzahra Mutiara Nasjwa Maharani Mutiara Yanda Nabila Ratri Widya Astuti Nabila Sadidah Nabila Soemarto Putri Nadia Azzahra Nadya Nizar Syafina Najwa Syalsa Fauziah Naya Sukma Fitriani Nazira Putri Meynanda Nia Sania Nisa Ageng Hayati Nisrina Muthia Khairunnisa Nisrina Nitakaina Kalusa Nurhaliza Fauziah Iriyanti Rafli Fadillah Rahma Cahyani Rahma Lathifa Utami Rani Triana Ratu Khairul Azizah Raudhatul Khasanah Refika Pricila Rizkia Putri Renita Winarwan Rhini Farlina Aprilliani Rifandi Kusuma Rizky Amalia Hidayat Salma Maryam Nuralia Salsa Nabila Salsaliza Nurfitri Solehah Sam Rizqi Yunaenti Sandra Rizkya Rudianti Saskia Nurbayanti Sauqi Akbar Mubarok Selvi Wulan Sari SITI FATIMAH Siti Rostika Agustinaswara Sri Nurulita Syahla Adiba Maharani Syaipia Lailla Nur Fitriani Syarifah Dwi Yanti Syifa Astriani Syifa Auliya Febriana Tarisa Nuryanti Tin Rustini Tresna Sanubari Tri Astuti Wulandini Umiyati Umiyati, Umiyati Wafa Nurbayinah Wahdah Labbaika Windy Fazri Nurramdhani Winna Sakinatul Mutamimah Yuke Nurarjati Yunisa Sapphira Titalia