Claim Missing Document
Check
Articles

CHARACTERIZATION OF SOME GENERATIVE PHASES OF BLACK RICE ORIGIN OF WEST KALIMANTAN ON RED YELLOW PODZOLIC SOIL Hearnes Napitupulu; Wasi'an Wasi'an; Fadjar Rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.041 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24308

Abstract

Characterization of black rice is needed to know the character information of the plant. This study aims to determine the generative phase morphology characteristic and the level of similarity of some black rice from West Kalimantan on RYP soil. This research was conducted in experimental garden of Faculty of Agriculture of Tanjungpura University. The study used Completely Randomized Design (CRD), consisting of 4 treatments A = Nanga Taman, B = Sanggau, C = Senakin and D = Ensalang. Each treatment were replicated 6 times and each replication consisted of 3 plant samples.  The observed  measurement were stem strength, plant height, leaf maturity (yellowing), panicle emergence, grain fertility, plant age, leaf color, number of productive tillers, stem color, number of grain per panicle, pannicle type, secondary panicle, males, lemma and palea, hair on lemma and palea, color of grain tip, grain tip, grain end, long grain, diameter of stem segment, length of panicle, seed width and weight of 100 grains. Character observation data were analyzed using MVSP program to obtain dendogram. Based on the analysis of generative phase character, the plant was divided into 3 groups. The first group consists of Senakin black rice. The second group consisted of the black rice species of Ensalang and Sanggau. The third group consists of Nanga Taman black rice.
PEMANFAATAN BAKTERI PELARUT FOSFAT DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR PELEPAH PADA PADI CIHERANG MERAH Fransiska Mada Sela; Fadjar Rianto; Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58318

Abstract

Bakteri pelarut fosfat Paenibacillus alvei selain mampu melarutkan fospat, juga membentuk indole acetic acid (IAA) dan siderofor, serta berperan sebagai biokontrol. Penyakit hawar pelepah padi disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani Kuhn. Penyakit ini mudah ditemukan pada setiap musim tanam, sehingga sulit dikendaliakn. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan padi Ciherang Merah yang diberi perlakuan isolat BPF terhadap serangan R. solani pada kondisi tanah sulfat masam. Penelitian dirancang, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 taraf perlakuan berupa isolat BPF isolat 4A (P1), 6A (P2), konsorsium 4A dan 6A (P3), dan kontrol (P4). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Pengamatan dilakukan setiap minggu hingga padi berumur 7 MST. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah tanaman, berat basah akar, berat kering tanaman, berat kering akar, insidensi serangan, keparahan penyakit, kemampuan bakteri uji menekan keparahan penyakit, dan tingkat ketahanan tanaman terhadap penyakit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemanfaatan BPF dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah pada padi Ciherang Merah memiliki tingkat ketahanan yang berbeda jika dibandingkan dengan kontrol yang tergolong rentan. BPF isolat 6A, dan konsorsium 4A dan 6A tergolong tahan, serta BPF isolat 4A agak rentan terhadap penyakit hawar pelepah. Kerusakan tanaman berbanding terbalik dengan perkembangan insidensi serangan yang cenderung terus meningkat, karena perlakuan pemberian BPF menekan keparahan penyakit dan memicu pertumbuhan padi Ciherang Merah di tanah sulfat masam.Kata Kunci: Paenibacillus alvei,  Hawar  Pelepah  Padi,  Padi Ciherang Merah, Biokontrol
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI PENYAKIT PADI YANG DISEBABKAN OLEH CENDAWAN DI DESA SUNGAI ITIK KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Erika Kornelia Sari; Tris Haris Ramadhan; Fadjar Rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26500

Abstract

ABSTRACT            Rice production in West Kalimantan often fluctuates. This is caused by various factors, one of them are caused by plant pathogen. This study aims was to identify rice disease in Sungai Itik, Sungai Kakap, Kubu Raya Districts. Plant sampling used purposive sampling method which done systematically. Identification of pathogen causes of the disease was done microscopically. The result of identification showed that there are 6 rice diseases such as narrow brown leaf spot, leaf and neck blast , stackburn, black kernel, and sheath rot and sheath blight. The result of disease severity calculations on rice leaves indicate the range of intermediate values  54.81% - 78.51%, rice stem 2.22% - 21.48%, and panicle of rice 56.66% - 71.85%. Keywords  : Diseas, Identification, Rice, Severity
Exploration Of Filosphere Bacteria As Agents Biocontrol Anthracnose Disease Colletotrichum musae (Berk and Curt) Arx On Banana Fruit Indrian Tika Saputri; Fadjar Rianto; Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28637

Abstract

ABSTRACTColletotrichum musae (Berk. and Curt.) Arx. is a pathogen that causes anthracnose on bananas. Biocontrol agents is one of the alternatives to reduce negative impact of pesticide. This study aims to explore the phylosphere bacteria in bananas which are potential as antagonists to C. musae. The study was carried out at the Laboratory of Plant Diseases, Faculty of Agriculture, University of Tangjungpura Pontianak from November 2017 to April 2018. The bacterial isolates obtained were tested for antagonistic potential against C. musae by dual culture, conidial viability test C. musae and ability to lyse the hyphae. Hypersensitivity testing of bacterial isolates which have the potential as biological agents carried out on tobacco plants. The results of isolation of phylosphere bacteria obtained 16 bacterial isolates. Based on the testing, 3 isolates NPOB1, BPNB1 and BPNB3 have great potential as a antagonists to C. musae. According to antagonistic test, bacterial isolates had an inhibition between 51,84%-65,18%. The inhibition of conidia germination was 4,85%-39,4%. The ability of chitinolytic enzymes produced was 12,43%-31%. Sixteen phylosphere bacteria isolates were not plant pathogenic based on HR tests on tobacco leaves. Keyword : Antagonists, bacteria, Colletotrichum musae, hypersensitivity
FLUKTUASI POPULASI DAN KEPARAHAN SERANGAN WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F.) PADA TANAMAN PADI DI DESA SEJIRAM KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS EDI NOFIARDI; Sarbino Sarbino; Fadjar Rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.025 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.17949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan populasi walang sangit, kerusakan dan penurunan hasil akibat serangan walang sangit. Penelitian dilaksanakan di Desa Sejiram Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Lama penelitian 2 bulan dari bulan Mei  sampai Juni 2016. Penelitian dilakukan dengan pendekatan survei. Populasi walang sangit ditentukan pada pengayunan di petak pengamatan di tiga sawah dengan agroekosistem yang berbeda, yaitu padi monokultur, tumpang sari padi dengan jeruk dan tumpang sari padi dengan karet. Penangkapan walang sangit dilakukan pada luasan petak pengamatan 1 m2 dengan 5 kali ulangan yaitu 17 MST, 18 MST, 19 MST, 20 MST dan 21 MST. Variabel pengamatan meliputi jumlah populasi walang sangit  pada semua periode penangkapan, jumlah bulir padi rusak atau hampa dan berat bulir per petak pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan populasi walang sangit tertinggi terjadi pada 18 MST, saat padi sedang mengalami fase pembungaan dan matang susu. Populasi tertinggi terdapat pada sawah tumpang sari padi dengan karet sebesar 18 individu per petak dan terendah pada padi monokultur sebesar 13,8 individu per petak. Populasi walang sangit pada fase tersebut yang akan menyebabkan kerusakan bulir padi pada saat panen. Keparahan serangan walang sangit belum menampakan penurunan hasil pada tiap sawah pengamatan dikarenakan perbedaan varietas dan cara pengelolaannya.Kata kunci : Agroekosistem, kerusakan,  padi, populasi walang sangit
THE INFLUENCE OF SEED COATING PLUS BIOLOGICAL AGENTS IN INCREASING THE GROWTH AND YIELDS OF RICE WHICH CONTAMINATED WITH PHATOGEN BLAST nortin .; Tantri palupi; Fadjar rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.35562

Abstract

Seed coating is a way to improve seed quality. The biological agent in coating formulas will improve the quality of contaminated seeds by blast patogen. The purpose of this study was to evaluate seed coatings-using biological agents to increase the growth and yield of blast infected seed rice in the green house. The study was conducted from December 04, 2018 to March 29, 2019 in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. This study used a completely randomized design method (CRD) consisting of 8 treatment with 4 replication and each treatment consisted of 3 samples. The coating treatment was added by philosphere bacteria isolate SP21, SP31, RP21, TP12, TP11, positive and negative control, fungicide. Variables observed such as plant height, maximum number of tiller , number of productive tiller, panicle length, grain weight per clump, percentage of grain fertile per panicle, weight 1000 dry seeds, environmental condition. The results showed that seed coating plus biological agents especially TP11 isolat can increasing the growth and yield of rice plants in green houses. It showed a significant effect on all observed variables except panicle length observation. Keywords: Coating, philosphere Bacteria, Biological Agents.
Identifikasi Karakter Morfologi Fase Generatif Padi Beras Hitam Senakin Dan Beliah Di Tanah Sawah muhammad faizal; tantri palupi; fadjar rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.20647

Abstract

Karakter morfologi padi lokal beras hitam varietas Senakin dan Beliah sangat diperlukan. Selain memberi identitas, mengumpulkan sifat-sifat unggul yang terdapat pada padi lokal beras hitam dapat dimanfaatkan sebagai program perbaikan varietas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter morfologi fase generatif padi lokal beras hitam varietas Senakin danBeliah yang ditanam di tanah sawah. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 67 hari,mulai 14 November 2016 sampai dengan 19 Januari 2017.Penelitian menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 2 (dua) perlakuan varietas, Senakin dan Beliah. Setiap perlakuan diulang 8 (delapan) kali, dan setiap ulangan terdiri dari 6 (enam) sampel tanaman. Variabel pengamatan ini adalah waktu berbunga, warna ujung gabah, ekor/bulu ujung gabah, keluarnya malai, tipe malai, tinggi tanaman, umur tanaman, jumlah malai per rumpun, persentase anakan produktif, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir, warna kulit ari berasdan pengamatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakter morfologi dari kedua varietas padi lokal beras hitam varietas Senakin dan Beliah ini memiliki kesamaan pada waktu berbunga, warna ujung gabah berwarna putih, ekor/bulu ujung gabah tergolong indica, tipe malai antara kompak dan sedang, tinggi tanaman, umur tanaman,persentase anakan produktif, dan jumlah gabah per malai. Karakter yang berbeda kedua varietas adalah keluarnya malai, jumlah malai per rumpun, bobot 1000 butir dan warna kulit ari beras. Kata kunci: Identifikasi karakter, fase generatif, padi lokal beras hitam varietas Senakin dan Beliah  
PENGARUH JUMLAH INFESTASI Aphis craccivora Koch (HEMIPTERA : APHIDIDAE) TERHADAP KEHILANGAN HASIL POLONG KACANG PANJANG ( Vigna sesquipedalis) Pivi Sopiany; Sarbino Sarbino; Fadjar Rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18599

Abstract

Aphis craccivora merupakan hama yang cukup penting pada tanaman kacang panjang yang dapat menyerang daun dan polong. Penelitian bertujuan untuk mengukur kehilangan hasil akibat serangan Aphis craccivora pada polong. Penelitian dilaksanakan mulai November 2015 hingga Juli 2016. Penelitian ini bersifat eksperiment lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Infestasi serangga dilakukan pada polong berumur 3 hari setelah berbunga. Jumlah Aphis yang diinfestasikan pada polong sebanyak 3 , 6 dan 9 ekor. Pada hari ke 5 setelah investasi dilakukan pengukuran terhadap berat,panjang dan diameter polong serta populasi aphis. Hasil penelitian diperoleh infestasi aphis menyebabkan berkurangnya berat dan panjang polong. Perlakuan jumlah serangga yang diinfestasikan tidak saling berbeda.
IDENTIFIKASI PENYAKIT HAWAR BAKTERI MALAI PADI DI KABUPATEN KUBU RAYA Hana Septi Stella Rina; Fadjar Rianto; Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58419

Abstract

Padi (Oryza sativa) adalah tanaman pangan yang rentan terserang oleh serangan organisme pengganggu tanaman. Hawar malai yang bakteri Burkholderia glumae dapat menghambat perkecambahan benih, busuk bibit, rebah bibit, busuk pelepah, pembungaan steril, dan busuk bulir. Penelitian bertujuan untuk mengetahui serangan patogen penyebab penyakit hawar bakteri bulir padi yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya. Metode yang dilakukan meliputi survei di lapangan dan pengambilan sampel padi secara acak. Sampel padi diisolasi menggunakan media King’s B dan media selektif CCNT. Hasil pengujian menunjukkan bahwa didapatkan gejala yang menunjukkan tanaman itu terserang oleh bakteri Burkholderia glumae akan menunjukkan gejala seperti hitam kecoklatan, bulir hampa dan pada bagian daun akan kemerahan di bagian tepi yang dikelilingi warna kuning seperti hawar pada daun. Tidak semua isolat bakteri yang digoresi walaupun dapat menginfeksi tanaman tetapi dari 11 isolat ternyata 2 isolat yang terkonfirmasi sebagai B.glumae hanya isolat kode BGKP 1 dan BGKR 5 yang diuji pada padi varietas Ciherang.Kata kunci : tanaman padi, Burkholderia glumae, hawar bakteri malai padi
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) DARI BEBERAPA VEGETASI LAHAN GAMBUT Nizari Muhtarom; Iwan Sasli; Fadjar Rianto
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v9i1.37721

Abstract

The West Kalimantan land is mostly dominated by marginal peat land types. The West Kalimantan peat swamp land has a very low pH, low nutrient availability, low base saturation, high nutrient washing rates, and even some of them are sandy soil which is in the lower layers. One way to utilize peat marginal land as an agricultural crop is by utilizing Arbuscular Mycorrhizal Fungi (FMA) as biological fertilizer inoculums. The stages of the research are the exploration of FMA from several root zone plants from two locations, Galang and Rasau Jaya Villages, then identification of FMA in the plant disease laboratory of Tanjungpura University's Faculty of Agriculture. The study was carried out for ± 3 months. The design used is by using purposive sampling method, with the number of sample points on three commodities, namely pineapple, fern and grass, each of 9 sample points. The results showed an analysis of the content of the number of FMA spores found in the highest root rooting zone found in the source of pineapple inoculums, with the number of FMA spores found as many as 96, with soil samples each of 50 g samples. Whereas the fern media amounted to 55, and the grass media amounted to 22. The highest level of FMA diversity was found in the treatment with the source of pineapple inoculum from Galang, with the discovery of three types of FMA namely genus Glomus sp, Gigaspora sp and Acaulospora sp. Keywords: arbuscular mycorrhizal fungi (AMF), exploration, marginal peat soi
Co-Authors ., Darussalam ., Osini agus ruliyansyah Ahmad Sulaiman Andika Lesmana Apriyani, Wenny ARIANTI KUNTARI Asmani, Asmani Bariyanto, Muhammad Deva Bella Sari, Natalia Wilhelmina Budi Fitriani Chatarina Umbul Wahyuni della nuaristi Dini Anggorowati Dwi Zulfita EDI NOFIARDI Edy Syahputra Eka Afriyan Hardigaluh Eni Handayani Erika Kornelia Sari Erinda, Novia Ety Herawati Fransiska Mada Sela Hana Septi Stella Rina Hearnes Napitupulu Hendro Muntarjo Heriandi, Heriandi Herly Annisa Herni Susanti Husnul Hakim Ikawati, Ratna Ikayanti, Fitri Iman Suswanto indri hendarti Indri Hendarti Indrian Tika Saputri irwan anshari Iwan Sasli Kingkun Karismando Kurnia, Lulu Mahmudi Marisa Nopriyanti Meita, Priskila Muhammad Faizal Mutiara - Neti, Neti Netty Indah Lestari Ningrum, Ajeng Maula Nisa, Yaumin Nizari Muhtarom NOFIARDI, EDI Norma Norma nortin . Nugroho, Muhammad Fikri Oktarianti, Sherly OKTAVIANI, OKA Pivi Sopiany Radian Radian Ramadhan, Dicky Ramanda, Rika Fitry RESTU NURKHAMDANI Ridwan Ridwan Riki Warman Rumambi, Ellia Septiarahma Safriadi Salsabila, Unik Hanifah SARBINO SARBINO Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sari, Natalia Wilhelmina Bella selamet aswawi Senangka, Vinsensius Bagus Siti Raihany Luthfiyyah SOFIAN, NANA SRI RAHAYU Subiantoro, Subiantoro Supriyanto Supriyanto Syafiuddin, Wasi’an Tantri Palupi Tatang Abdurrahman, Tatang Toni, Toni TRIS HARIS RAMADHAN Tris Haris Ramadhan Valentino, Fernando Wahyuni, Elsa Warman, Riki Wasi'an Wasi'an WASI'AN WASI'AN WASI'AN WASI'AN Wasi'an, Wasi’an Wasian - wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an Yaskur, Yaskur Yuaner, Yuaner Zailani, Indra Wahyudi Zakiatulyaqin, -