Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF ARBUSCULAR MYCORRHIZAL FUNGI (AMF) AND ORGANIC FERTILIZERS ON MOLER DISEASE AND SHALLOT PRODUCTIVITY IN PEAT SOIL Warman, Riki; Rianto, Fadjar; Sasli, Iwan
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.6675

Abstract

ABSTRACTMoler is an important disease of shallot plants caused by Fusarium oxysporumattack so that it has an impact on decreased production and even crop failure. The application of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) and organic fertilizers is one of the efforts to control moler disease by increasing plant resistance and suppressing disease development. The aim of the study was to examine the role of AMF and organic fertilizers in increasing resistance to moler disease and to increase the growth and yield of shallot. The research was conducted at the visitor plot in BPTP West Kalimantan, and the Laboratory Plant Disease Faculty of Agriculture Tanjungpura University, from October 2020 to April 2021. The experiment was arranged using a random complete design splitplot. The main plot of mycorrhizal treatment (without mycorrhizae, aplication of mycorrhizal). Sub-plots with doses of chicken manure (without chicken manure, 3 ton ha-1.6 ton ha-1, 9 ton ha-1, 12 ton ha-1, and 15 ton ha-1). The ability of AMF in increase resistance of shallot plants by prolonging the incubation period of the disease, reducing the incidence and severity of the disease and reducing the rate of infection and the severity of moler disease. The chicken manure applied was only able to increase tuber weight per clump and plant dry weight, but was not able to suppress the development of moler disease. The growth response due to mycorrhiza of shallots decreased along with the increase in the dose of organic fertilizer applied.
Pengaruh Abu Cangkang Susuh Kura dan Pupuk Majemuk N dan K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Senangka, Vinsensius Bagus; Anggorowati, Dini; Rianto, Fadjar
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.98441

Abstract

Pengembangan tanaman buncis pada lahan podsolik merah kuning (PMK) dihadapkan pada sejumlah kendala kesuburan tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memanfaatkan abu cangkang susuh kura dan pupuk majemuk N dan K. Penelitian ini dilaksanakn untuk memperoleh kombinasi dosis abu cangkang susuh kura dan pupuk majemuk N dan K yang menyebabkan hasil panen buncis terbaik di lahan PMK. Lokasi penelitian ini berada di daerah Jl. Parit Haji Muksin II, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Mulai Maret hingga Mei 2025. Metode penelitian yang pakai yaitu Rancangan Faktorial Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah penambahan abu cangkang susuh kura dalam tiga dosis, yaitu 439 kg/ha (1,75 g/polibag), 877 kg/ha (3,5 g/polibag), dan 1.316 kg/ha (5,25 g/polibag). Faktor kedua adalah dosis pupuk N dan K yang juga terdiri dari tiga perlakuan, yakni 50 kg/ha (0,75 g/tanaman), 150 kg/ha (2,25 g/tanaman), dan 250 kg/ha (3,75 g/tanaman). Variabel pengamatan yang di amati dalam penelitian ini, yaitu: volume akar (Cm3), berat kering tanaman (g), Jumlah polong/tanaman (buah), berat polong/tanaman (g), berat per polong (g). Selain variabel diatas juga dilakukan pengamatan terhadap perihal lingkungan yang meliputi: pH tanah, suhu udara ( °C), kelembaban udara (%) dan curah hujan (mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu cangkang susuh kura dosis 877 kg/ha memperoleh hasil berat polong per tanaman tertinggi yaitu 175,33 g/tanaman. Pemberian pupuk majemuk N dan K dengan dosis 150 kg/ha menghasilkan jumlah polong per tanaman tertinggi yaitu 176,66 g/tanaman.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PORANG PERIODE PERTANAMAN PERTAMA PADA TANAH GAMBUT DENGAN PEMBERIAN PUPUK NPK Ikayanti, Fitri; Radian, Radian; Rianto, Fadjar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 2 (2021): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i2.1389

Abstract

Tujuan penelitian untuk menentukan dosis pupuk NPK yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman porang pada tanah gambut. Pelaksanaan percobaan di Jalan Sungai Selamat, Kota Pontianak, dimulai dari bulan Agustus 2020 sampai Februari 2021. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok yaitu pemberian dosis pupuk NPK dengan 5 taraf (200 kg ha-1 , 400 kg ha-1 , 600 kg ha-1 , 800 kg ha-1 , 1000 kg ha-1 ). Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, bobot kering tanaman, laju pertumbuhan relatif, diameter umbi dan bobot umbi. Dosis pupuk NPK 200 kg ha-1 merupakan perlakuan yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman porang di tanah gambut berdasarkan karakter tinggi tanaman dan diameter batang 2, 3, 4 BST (bulan setelah tanam), bobot kering tanaman, laju pertumbuhan relatif, diameter umbi dan bobot umbi
TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI DI KABUPATEN KAYONG UTARA Heriandi, Heriandi; Syahputra, Edy; Rianto, Fadjar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2520

Abstract

Serangan penggerek batang padi dapat menyebabkan kehilangan hasil bahkan menyebabkan gagal panen. Tidak heran jika hama ini tergolong hama penting pada tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran serangan, jenis penggerek batang padi. Penelitian ini bersifat deskriptif. Lokasi pengambilan sampel ditentukan secara purposive antara areal tanam padi di Kayong Utara.. Sawah yang dijadikan pengamatan dalam penelitian ini ada 3 jenis yaitu sawah tadah hujan, sawah pasang surut, dan sawah irigasi. Sawah irigasi dan tadah hujan terletak di Kecamatan Sukadana, sedangkan sawah pasang surut terletak di Kecamatan Simpang Hilir dan Kecamatan Teluk Batang. Terdapat 55 lokasi yang diamati, dan setiap lokasi persawahan terdapat 30 rumpun tanaman padi sebagai sampel. Peubah yang diamati meliputi jenis imago penggerek batang padi, tingkat serangan, kejadian serangan, dan distribusi. Pengamatan hanya dilakukan satu kali per plot sampel pengamatan. Pengamatan dilakukan pada saat tanaman padi berada pada fase vegetatif akhir dan malai sudah mulai terbentuk. Hasil pengamatan yang telah dilakukan bahwa tingkat serangan penggerek batang padi di Kabupaten Kayong Utara tergolong rendah dengan tingkat serangan sebesar 2,35%. Serangan tertinggi terjadi di kawasan Mata-Mata Kecamatan Simpang Hilir sebesar 4,67% dan terendah terjadi di kawasan Begasing sebesar 0,10. Hasil pengamatan sebaran serangan pemadatan batang padi di Kayong Utara menunjukkan nilai Morisita Index (Iδ) sebesar 2,04 dalam hal ini tergolong berkelompok. Jenis penggerek batang padi yang ditemukan selama penelitian adalah penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas Walker) dan penggerek batang padi putih (S. innotata Walker). 
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Meita, Priskila; Radian, Radian; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71055

Abstract

Tanah aluvial cukup potensial digunakan sebagai lahan pertanian bawang merah, namun terkendala dengan kesuburannya. Pemberian biochar tongkol jagung dan pupuk NPK merupakan upaya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh interaksi biochar tongkol jagung dan pupuk NPK. Menentukan kombinasi yang menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian berlangsung selama ±3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan serta diulang sebanyak 3 kali. Faktor (B) adalah dosis biochar tongkol jagung terdiri atas 3 taraf : b0 = 0 ton/ha, b1 = 8 ton/ha, b2 = 16 ton/ha. Faktor (P) adalah dosis pupuk NPK terdiri atas 3 taraf yaitu : p1 = 400 kg/ha, p2 = 500 kg/ha, p3 = 600 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar perumpun, berat kering, jumlah umbi, bobot susut dan diameter umbi serta variabel tambahan yaitu suhu udara, kelembaban udara, pH tanah setelah inkubasi, Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian biochar tongkol jagung hanya berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman 6 MST dan diameter umbi.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI SECARA HIDROPONIK SUBSTRAT Zailani, Indra Wahyudi; Rianto, Fadjar; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74305

Abstract

Tanaman sawi dipahami memiliki harga ekonomi yang tinggi mengingat sayuran ini merupakan satu diantara komoditas ekspor utama Indonesia. Namun hingga saat ini, produksi sawi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri.Sistem hidroponik substrat merupakan metode budidaya tanaman di mana akar tanaman tumbuh pada media porus selain tanah yang dialiri larutan nutrisi sehingga mengharuskan tanaman memperoleh air, nutrisi, dan oksigen secara cukup. Ada beberapa jenis media tanam yang digunakan dalam sistem hidroponik substrat antara lain arang sekam, cocopeat (serbuk serabut kelapa), serbuk gergaji kayu, dan ampas tebu. Media tumbuh yang benar harus memenuhi persyaratan antara lain tidak cepat melapuk, tidak menjadi asal mula penyakit, menciptakan aerasi yang baik, mampu menyimpan air dan zat hara secara baik, mudah didapat dalam jumlah yang diinginkan dan harganya relatif murah seperti arang sekam, cocopeat, serbuk kayu, dan arang sekam. Keberhasilan penelitian ini berdasarkan sifat porus dan aerasi pada media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh media pada sistem hidroponik substrat pertumbuhan dan hasil sawi caisim. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Jl. Sepakat 2 Gang Racana Untan Pontianak Kalimantan Barat dan berlangsung pada tanggal 6 September "“ 9 Oktober 2023. Penelitian menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan media floating, Cocopeat, Ampas Tebu, Arang Sekam, dan Serbuk Kayu. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan diperoleh 75 tanaman. Variabel pengamatan yang di periksa dalam penelitian ini, yaitu: jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Selain variabel di atas juga dilakukan pengamatan terhadap perihal lingkungan yang meliputi: pH tanah, suhu udara ( °C), kelembaban udara (%) dan curah hujan (mm). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa pengaruh berbagai jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap luas daun, berat kering tanaman, jumlah daun serta berat segar tanaman. Maka diperoleh bahwa media tanam arang sekam dalam penelitian ini yang paling terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi
PENGARUH PUPUK KANDANG BEBEK DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT DI TANAH GAMBUT Bella Sari, Natalia Wilhelmina; Wasi'an, Wasi’an; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73869

Abstract

Pemberian pupuk kotoran bebek dan NPK pada tanah gambut diharapkan dapat meningkatkan kesuburannya. Hal ini diharapkan dapat mendorong produktifitas terhadap pertumbuhan dan produksi cabai rawit jika ingin mengembangkannya di tanah gambut. Penelitian bertujuan untuk: mengetahui kombinasi yang terjadi antara penggunaan pupuk kandang bebek dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah gambut serta menentukan dosis kombinasi pupuk kandang bebek dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial terdiri dari 2 faktor yang masing-masing diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pemberian pupuk kotoran bebek (B) terdiri dari: b ₁ = 10 ton/ha, b ₂ = 15 ton/ha dan b ₃ = 20 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pemberian pupuk NPK (N) terdiri dari: n ₁ = 200 kg/ha, n₂=150 kg/ha dan n₃= 100 kg/ha. Variabel yang diamati: tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, panjang per buah dan diameter per buah. Penelitian menunjukkan bahwa: tidak terdapat interaksi antara pupuk kandang bebek dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah gambut. Pemberian pupuk kandang bebek sebesar 15 ton/ha setara 529 g/polibag merupakan dosis efektif terhadap pertumbuhan tinggi serta berat kering tanaman cabai rawit di tanah gambut. Pemberian pupuk NPK sebesar 100 kg/ha setara 3,52 g/polibag merupakan dosis terbaik dalam memberikan pertumbuhan berat kering tanaman cabai rawit di tanah gambut.
Pengaruh Pemberian Bokashi Limbah Buah jeruk dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kale Keriting (Brassica oleracea var. acephala) Pada Tanah Gambut Ramadhan, Dicky; Abdurrahman, Tatang; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70330

Abstract

Tanah gambut berpotensi untuk digunakan dalam pengembangan tanaman kale. Kesuburan menjadi kendala utama untuk memanfaatkannya dalam budidaya kale. Upaya untuk meningkatkan kesuburannya diantaranya dengan penggunaan bokashi limbah jeruk dan pupuk urea. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kale pada tanah gambut. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) terdiri dari 6 perlakuan komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea yang diulang 5 kali. Setiap unit percobaan menggunakan 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu bokashi limbah buah jeruk + pupuk Urea 250 kg/ha, 5 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 200 kg/ha, 10 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 150 kg/ha, 15 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 100 kg/ha, 20 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 50 kg/ha, 25 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + tanpa pupuk urea. Variabel pengamatan pada penelitian ini adalah jumlah helai daun, volume akar , tinggi tanaman, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea dapat meningkatkan jumlah daun 1 MST dan 4 MST. Semua komposisi dosis bokashi limbah buah jeruk dan urea tidak menyebabkan perbedaan pada pertumbuhan dan hasil kale keriting pada tanah gambut. Penggunaan bokashi limbah buah jeruk dapat menggantikan urea untuk tanaman kale keriting pada tanah gambut, terutama terjadi pada volume akar, berat segar tanaman dan, berat kering tanaman kale keriting.
The Increasing Tomato Plant Yield in Ultisol Soil with Various Types of Organic Fertilizer Enriched with Trichoderma sp. Ikawati, Ratna; Rianto, Fadjar; Palupi, Tantri
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.439 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.40040

Abstract

Aplikasi pupuk organik yang telah didekomposisi dengan spesies Trichoderma sp. pada tanah ultisol dapat meningkatkan kualitas fisik, kimia dan biologi tanah, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk organik yang diperkaya dengan spesies Tricoderma sp. dalam meningkatkan hasil tanaman tomat pada tanah ultisol. Percobaan dilakukan dalam greenhouse di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dari bulan Juni-September 2021. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah pemberian pupuk organik meliputi pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam, dan bokasi jerami padi. Faktor kedua yaitu pemberian Trichoderma sp. meliputi T. hamantum isolat RRA3 dan T. viridae isolat RRB7. Interaksi pupuk kandang ayam dan pupuk kandang sapi dengan kedua spesies Trichoderma sp. mampu mempercepat umur panen, meningkatkan jumlah buah dan bobot buah per tanaman. Interaksi pupuk kandang sapi dengan T. hamantum isolat RRA3 mampu meningkatkan bobot kering tajuk tanaman. Pupuk kandang sapi mampu meningkatkan bobot kering tajuk, mempercepat umur panen, jumlah buah, bobot buah per tanaman, dan bobot buah per butir. Kata kunci: bahan organik, kualitas tanah, mikroorganisme, produksi tanaman
PENGARUH ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY PADA TANAH GAMBUT Nugroho, Muhammad Fikri; Palupi, Tantri; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99885

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kombinasi dosis arang sekam padi dan pupuk NPK yang menyebabkan pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy terbaik di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari 14 Mei sampai dengan 10 Juni 2025. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dengan pola Faktorial RAL. Faktor utama yaitu arang sekam padi (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, sedangkan faktor kedua yaitu pupuk NPK (P) dengan 3 taraf perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 satuan unit percobaan yang masing-masing terdapat 4 sampel tanaman. Total seluruh tanaman adalah 108 tanaman. Faktor pertama arang sekam padi (A) yang terdiri dari 3 taraf yaitu a1 : 5 ton/ha setara dengan 62,5 g/polybag, a2 : 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag dan a3 : 15 ton/ha setara dengan 187,5 g/polybag. Faktor kedua pupuk NPK (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu p1 : 150 kg/ha setara dengan 0,75 g/tanaman, p2 : 300 kg/ha setara dengan 1,25 g/tanaman dan p3 : 450 kg/ha setara dengan 2,25 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang sekam padi 10 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha merupakan dosis efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy pada tanah gambut.
Co-Authors ., Darussalam ., Osini agus ruliyansyah Ahmad Sulaiman Andika Lesmana Apriyani, Wenny ARIANTI KUNTARI Asmani, Asmani Bariyanto, Muhammad Deva Bella Sari, Natalia Wilhelmina Budi Fitriani Chatarina Umbul Wahyuni della nuaristi Dini Anggorowati Dwi Zulfita EDI NOFIARDI Edy Syahputra Eka Afriyan Hardigaluh Eni Handayani Erika Kornelia Sari Erinda, Novia Ety Herawati Fransiska Mada Sela Hana Septi Stella Rina Hearnes Napitupulu Hendro Muntarjo Heriandi, Heriandi Herly Annisa Herni Susanti Husnul Hakim Ikawati, Ratna Ikayanti, Fitri Iman Suswanto Indri Hendarti indri hendarti Indrian Tika Saputri irwan anshari Iwan Sasli Kingkun Karismando Kurnia, Lulu Mahmudi Marisa Nopriyanti Meita, Priskila Muhammad Faizal Mutiara - Neti, Neti Netty Indah Lestari Ningrum, Ajeng Maula Nisa, Yaumin Nizari Muhtarom NOFIARDI, EDI Norma Norma nortin . Nugroho, Muhammad Fikri Oktarianti, Sherly OKTAVIANI, OKA Pivi Sopiany Radian Radian Ramadhan, Dicky Ramanda, Rika Fitry RESTU NURKHAMDANI Ridwan Ridwan Riki Warman Rumambi, Ellia Septiarahma Safriadi Salsabila, Unik Hanifah Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino SARBINO SARBINO Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sari, Natalia Wilhelmina Bella selamet aswawi Senangka, Vinsensius Bagus Siti Raihany Luthfiyyah SOFIAN, NANA SRI RAHAYU Subiantoro, Subiantoro Supriyanto Supriyanto Syafiuddin, Wasi’an Tantri Palupi Tatang Abdurrahman, Tatang Toni, Toni Tris Haris Ramadhan TRIS HARIS RAMADHAN Valentino, Fernando Wahyuni, Elsa Warman, Riki Wasi'an Wasi'an WASI'AN WASI'AN WASI'AN WASI'AN Wasi'an, Wasi’an Wasian - wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an Yaskur, Yaskur Yuaner, Yuaner Zailani, Indra Wahyudi Zakiatulyaqin, -