Claim Missing Document
Check
Articles

Epidemi Penyakit Hawar Beludru Septobasidium pada Kebun Lada dengan Jenis Tajar Berbeda Iman Suswanto; Fadjar Rianto
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.502 KB) | DOI: 10.26418/plt.v4i2.9368

Abstract

Hawar beludru Septobasidium spp. menjadi penyebab utama penurunan produksi lada di Kalimantan Barat. Pada awal kemunculan penyakit umumnya dijumpai pada kebun tua yang tidak terawat. Saat ini penyakit ini dapat dijumpai baik pada kebun yang terawat maupun tidak terawat. Penelitian bertujuan mengenal gejala, penyebaran penyakit dan hubungan antara berbagai anasir penyakit dengan perkembangan patogen di kebun lada dengan tajar yang berbeda. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman sakit memperlihatkan gejala dengan tingkat keparahan beragam dan penyakit dijumpai di semua sentra lada Kalimantan Barat. Intensitas penyakit di Kabupaten Sambas dan Mempawah termasuk berat menunjukkan banyak dijumpai kebun lada yang puso. Perkembangan penyakit memiliki keeratan hubungan dengan temperatur (x1) dan kepadatan spora (x2) baik pada kebun dengan tajar hidup maupun tajar mati. Konsistensi besarnya nilai korelasi ini dijadikan dasar dalam penyusunan model regresi multivariat pada kebun dengan tajar hidup dan mati berturut-turut y= 17,58 - 0,19 x1 + 0,43 x2 dan y=15,30 - 0,18x1 + 0,65 x2. Penyakit berkembang baik saat temperatur udara (x1) mencapai 24 oC dan kepadatan spora (x2) di kebun mencapai 7 spora/cm2. Kata kunci: hawar beludru, lada, tajar dan Septobasidium
Pengaruh Pupuk Kandang Bebek dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit di Tanah Gambut Sari, Natalia Wilhelmina Bella; Syafiuddin, Wasi’an; Rianto, Fadjar
JURNAL AGROPLASMA Vol 11, No 1 (2024): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 11 NO 1 TAHUN 2024
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v11i1.5635

Abstract

It is hoped that applying duck manure and NPK fertilizer to peat soil can increase its fertility. This is expected to encourage productivity in the growth and production of chille pepper if you want to develop it on peat soil. The research aims to: determine the combination of interactions between the use of duck manure and NPK fertilizer on the growth and yield of cayenne pepper on peat soil and determine the best combined dose of duck manure and NPK fertilizer on the growth and yield of cayenne pepper on peat soil. The research used a completely randomized factorial design (CRD) consisting of 2 factors, each repeated 3 times. The first factor is the dose of duck manure (B) consisting of: b₁= 10 tons/ha, b₂= 15 tons/ha and b₃= 20 tons/ha. The second factor is the dose of NPK (N) fertilizer consisting of: n₁= 200 kg/ha, n₂=150 kg/ha and n₃= 100 kg/ha. Observed variables: plant height, root volume, plant dry weight, number of fruit per plant, weight of fruit per plant, length per fruit and diameter per fruit. Research shows that: There was no interaction between duck manure and NPK fertilizer on the growth and yield of chille pepper on peat soil. Providing 15 tons/ha of duck manure equivalent to 529 g/polybag is an effective dose for height growth and dry weight of cayenne pepper plants on peat soil. Providing NPK fertilizer of 100 kg/ha equivalent to 3.52 g/polybag is the best dose to provide dry weight growth of chille pepper plants in peat soil. Keywords: chille pepper, duck manure, NPK fertilizer, peat soil
BAKTERI FILOSFER PADI DAN POTENSINYA SEBAGAI AGENS HAYATI TERHADAP PENYAKIT HAWAR MALAI Burkholderia glumae Neti, Neti; Rianto, Fadjar; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.79681

Abstract

Penurunan produktivitas padi salah satunya disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti penyakit hawar malai oleh bakteri Burkholderia glumae. Penggunaan bakterisida dalam mengendalikan penyakit hawar malai dapat menimbulkan dampak negatif, sehingga diperlukan pengendalian lain yang tidak berdampak negatif bagi lingkungan dan organisme bukan sasaran. Salah satunya adalah penggunaan bakteri antagonis pada tanaman padi yaitu bakteri filosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi isolat bakteri filosfer yang berpotensi sebagai agens hayati terhadap penyakit hawar malai yang disebabkan oleh patogen B. glumae. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel, isolasi bakteri filosfer, uji daya hambat terhadap B. glumae, uji filtrat bakteri filosfer terhadap B. glumae dan uji respons hipersensitivitas pada daun tembakau. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa dari 14 isolat bakteri filosfer yang diperoleh dari daun dan malai padi di antaranya 6 isolat dengan daya hambat 25% "“ 75%. Pada uji filtrat 4 isolat di antaranya memiliki aktivitas antibakteri 40% "“ 85%.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN DEKOMPOSER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA MEDIA GAMBUT Erinda, Novia; Rianto, Fadjar; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.80068

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah jenis tanaman hortikultura yang dapat membentuk umbi. Produksi bawang merah di Kalimantan Barat masih sangat kecil bila dibandingkan dengan produksi nasional. Upaya meningkatkan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan cara pemanfaatan lahan gambut. Pemanfaatan tanah gambut menghadapi kendala, seperti kesuburan tanah yang masih rendah. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut adalah dengan pemberian pupuk kandang sapi dan dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis pupuk kandang sapi dan jenis dekomposer yang menyebabkan pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik pada media gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, penelitian berlangsung mulai dari bulan Juli "“ Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang sapi yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu s1 (10 ton/ha atau setara 40 g/polybag), s2 (15 ton/ha atau setara 60 g/polybag), s3(20 ton/ha atau setara 80 g/polybag) dan faktor kedua yaitu dekomposer terdiri dari 3 taraf   yaitu   d1 (tidak diberi dekomposer) d2 (Trichoderma spp.), d3 (BeKa), setiap perlakukan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel, sehingga jumlah keseluruhan yakni 81 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah umbi per rumpun (buah), berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun (g) dan susut bobot umbi (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dan jenis dekomposer tidak memberikan interaksi terhadap semua variabel penelitian.
STUDI CENDAWAN PADA BULIR PADI DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP DAN POTENSINYA SEBAGAI PATOGEN TULAR-BENIH Asmani, Asmani; Rianto, Fadjar; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.77669

Abstract

Keberadaan cendawan patogen tular-benih dapat mengakibatkan viabilitas benih menurun.  Informasi tentang jamur atau cendawan yang mempunyai habitat pada bulir padi di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya masih belum banyak diketahui. Diduga tidak semua jamur tersebut berstatus sebagai patogen, dan kemampuan patogenisitasnya juga tidak sama. Atas dasar hal tersebut maka perlu adanya dilakukan inventarisasi cendawan pada bulir padi untuk menilai potensinya sebagai patogen sehingga perlu dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisai cendawan pada bulir padi di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat serta mengetahui potensinya sebagai cendawan patogen tular-benih. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive random sampling  yaitu disesuaikan terhadap rumpun padi yang memperlihatkan ada gejala bercak pada bulirnya. Sampel malai padi diambil dari tiga lokasi dengan lokasi I di Kalimas, lokasi II di Pal 13, dan lokasi III di Punggur. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan selama 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sebaran insidensi dan keparahan penyakit tertinggi pada lokasi III dengan tipe lahan pasang surut. Selain itu, pengambilan sampel dari tiga lokasi pada pertanian padi di Kecamatan Sungai Kakap diperoleh cendawan yang sama diantaranya Aspergillus  sp., Curvularia  sp., Fusarium sp., Helminthosporium oryzae, Prycularia oryzae, Rhizoctonia  sp., Ustilagnodea oryzae. Kemudian pengujian hipovirulensi dari 14 perlakuan yang dilakukan diperoleh hasil 8 cendawan yang bersifat virulen dan 6 bersifat hipovirulen. Sedangkan uji patogenisitas cendawan yang cukup memberi pengaruh buruk terhadap daya kecambah benih padi adalah Curvularia sp. (A), Curvularia  sp. (B), Fusarium  sp. (A), Fusarium  sp. (B), Fusarium sp. (C), Helminthosporium oryzae, dan Rhizoctonia sp. dengan nilai daya kecambah (0 "“ 50)%, dengan demikian cendawan tersebut diduga berpotensi sebagai patogen tular-benih.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SUPERNATAN ISOLAT BAKTERI RNC 36 DENGAN SUHU YANG BERBEDA TERHADAP Xanthomonas oryzae Ningrum, Ajeng Maula; Ramadhan, Tris Haris; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.78892

Abstract

Xanthomonas oryzae menyebabkan penyakit hawar daun bakteri dan bercak daun bakteri pada padi (Oryza sativa) yang menghambat produksi tanaman pokok ini di sebagian besar Asia dan sebagian Afrika. Penyakit ini dapat menginfeksi tanaman padi pada semua fase pertumbuhan, mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Upaya pengendalian hawar daun bakteri di dunia terkendala oleh kemampuan patogen untuk membentuk strain baru yang lebih virulen sehingga teknologi pencarian varietas yang tahan dan penggunaan bakterisida menjadi kurang efektif untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri. Oleh karena itu, penggunaan agen biokontrol yang tepat dapat menjadi solusi alternatif untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri. Penemuan bakteri rhizosfer berupa bakteri RNc 36 diharapkan mampu menjadi agen biokontrol yang dapat menghambat pertumbuhan X.oryzae secara in vitro. Perlakuan pada penelitian adalah perbedaan suhu yang pada yaitu dari kultur bakteri RNc 36 yang diinkubasi suhu ruang (28 °C- 32 °C), suhu 30 °C dan suhu 40 °C, penelitian dilaksanakan dengan 9 ulangan. Namun hasil penelitian menunjukkan, supernatan yang diperoleh lalu kemudian diujikan dalam uji daya hambat sama sekali tidak menunjukkan adanya zona hambat atau zona bening. Berdasarkan penelitian ini, perlu dikembangkan metode penelitian yang lebih canggih untuk dapat menggali informasi tentang kemampuan supernatan yang berasal dari bakteri RNc 36 yang sebenarnya sebagai antibakteri.
Efektivitas Supernatan Isolat Bakteri RNc19 dan RNc43 sebagai Antagonis terhadap Patogen Hawar Malai Padi Burkholderia glumae in Vitro Rumambi, Ellia Septiarahma; Rianto, Fadjar; Supriyanto, Supriyanto
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.16651

Abstract

Supernatan dari kultur cair isolat bakteri antagonis diperkirakan mengandung senyawa metabolit yang berfungsi sebagai antimikroba. Kemampuan sebagai antibakteri ditunjukkan oleh sel isolat RNc19 dan RNc43 terhadap Burkholderia glumae, patogen penyebab penyakit hawar malai bakteri pada tanaman padi. Penelitian bertujuan menguji kemampuan antibakteri dari supernatan yang dihasilkan isolat RNc19 dan RNc43 terhadap B. glumae. Isolat bakteri yang digunakan merupakan hasil isolasi rhizosfer Nepenthes clipeata dari Bukit Kelam, Sintang. Produksi supernatan kedua isolat antagonis melalui co-culture, menumbukan isolat antagonis yang ditambahkan dengan B. glumae pada hari ke 2 masa inkubasi. Pengujian sebagai antibakteri meliputi kemampuan daya hambat menggunakan metode difusi cakram agar, menentukan minimum inhibition concentration (MIC) dan minimum bactericidal concentration (MBC). Hasil pengujian menunjukkan supernatan co-culture RNc19 lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri B. glumae dengan daya hambat 77.46%, sedangkan supernatan co-culture RNc43 menunjukkan daya hambat sebesar 46.94%. Kedua supernatan memiliki nilai MIC sebesar 50% dan tidak punya kemampuan membunuh sel B. glumae Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi alternatif bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba patogen tanaman dan pengembangan produksi metabolit sekunder antimikroba.
BAKTERI RHIZOSFER PADI DAN POTENSINYA SEBAGAI AGENS HAYATI TERHADAP PATOGEN PENYAKIT HAWAR MALAI BAKTERI Wahyuni, Elsa; Rianto, Fadjar; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.63060

Abstract

Salah satu   penyakit yang menyerang tanaman padi adalah penyakit hawar malai yang disebabkan oleh patogen bakteri Burkholderia glumae yang menyebabkan produksi   menurun. Akibat dari serangan patogen ini dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 40%. Upaya pengendalian dengan menggunakan pestisida sintetik bukan merupakan alternatif terbaik untuk melindungi tanaman dari kerusakan penyakit tanaman. Perlu adanya strategi dan inovasi baru untuk menciptakan pengendalian yang aman terhadap lingkungan dan kesehatan manusia dengan cara menggunakan agens hayati yang tepat dan efektif .Salah satu alternatif bakteri antagonis pada tanaman padi yaitu bakteri rhizosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri yang berpotensi sebagai agens hayati dari rhizosfer dan yang bersifat antagonis terhadap patogen penyakit busuk bulir bakteri secara in vitro bisa menghasilkan senyawa yang bersifat antimikroba. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak. Penelitian terbagi menjadi beberapa tahap yaitu pengambilan sampel, isolasi bakteri rhizosfer, pengujian aktibakteri mikroba rhizosfer dan uji respons hipersensitivitas. Hasil isolasi diperoleh 7 isolat bakteri rhizosfer, diantaranya 4 isolat memiliki kemampuan menekan pertumbuhan patogen B. glumae diatas 50% yaitu R1; R3; R4; dam R5;, bakteri terrendah dan tertinggi berkisar   41,52%.hingga 87,58%, 4 isolat memiliki aktivitas antibakteri pada uji filtrat yaitu isolat R1; R3; R4 dan R6. Ada 4 isolat yang terpilih bisa digunakan sebagai agens hayati, tetapi 1 diantaranya bersifat patogen bagi tanaman.
Penggunaan Hormon Tumbuh Alami dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Ramanda, Rika Fitry; Palupi, Tantri; Rianto, Fadjar
J-Plantasimbiosa Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v6i2.3781

Abstract

Cocoa seeds are recalcitrant seeds, namely seeds that cannot tolerate drying, and are sensitive to low temperatures and humidity. Naturally, cocoa seeds do not have dormancy, have low shelf life and are sensitive to changes in the storage environment. Therefore, proper handling is required after the seeds arrive at their shipping destination (after the seeds have been stored during shipping). Among them is by providing growth regulator (ZPT) treatment, so that seed vigor can be maintained. Cocoa plants can grow well if planted in media with a composition of organic materials and nutrients needed by the plants. This research aims to look at the interaction of natural growth hormones and planting media on cocoa seeds which experience a decrease in quality on the growth of cocoa seedlings. This research used a split plot design with a RAL pattern consisting of a main plot which was a combination of planting media and sub plots which were natural growth hormones, each treatment was repeated 3 times. Each experimental unit consisted of 3 seed samples, so that 90 seeds were obtained. The research results showed that there was no interaction between the use of natural growth hormones and the composition of the planting medium on the parameters of seed water content, vigor index, germination power, growth speed, seed height, number of leaves, leaf area and root volume, as well as seed dry weight. The best hormonal treatment for the parameters of leaf area, root volume and dry weight of seedlings is a hormone from tomato extract. The best planting media composition is alluvial topsoil + chicken manure + husk charcoal (1 : 1 : 1).
RESPONS BAWANG MERAH AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS KASCING DAN KNO3 PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Valentino, Fernando; Rianto, Fadjar; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89918

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai arti penting bagi masyarakat, baik dilihat dari nilai ekonomisnya yang tinggi, maupun dari kandungan gizinya. Upaya memperbaiki sifat tanah PMK sebagai media tanam agar mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah adalah dengan memberikan bahan organik berupa kascing. Penambahan kascing diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik tanah, dan pemberian pupuk KNO3 untuk menambah unsur hara pada tanah yang kemungkinan tidak bisa terpenuhi oleh kascing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi serta mendapatkan dosis interaksi terbaik dari pemberian kascing dan pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan bawang merah pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian berlangsung dari tanggal 14 Maret 2024 "“ 14 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah kascing (k) k1 = 15 ton/ha kascing, setara dengan 100 g/polybag, k2 = 20 ton/ha kascing, setara dengan 125 g/polybag, k3 = 25 ton/ha kascing, setara dengan 150 g/polybag dan faktor kedua adalah pupuk KNO3 (p) p1 = 250 kg/ha KNO3, setara dengan 1,25 g/polybag, p2 = 350 kg/ha KNO3, setara dengan 1,75 g/polybag, p3 = 450 kg/ha KNO3, setara dengan 2,25 g/polybag. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perlakuan kascing dan pupuk KNO3 tidak menyebabkan pengaruh pada semua variable pertumbuhan dan hasil bawang merah yang ditanam pada tanah PMK. Semua kombinasi dosis kascing dan pupuk KNO3 menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang sama besarnya. Anjuran perlakuan kascing dan pupuk KNO3 pada tanaman bawang merah adalah 15 ton/ha kascing yang ditambahkan 250 kg/ha pupuk KNO3.
Co-Authors ., Darussalam ., Osini agus ruliyansyah Ahmad Sulaiman Andika Lesmana Apriyani, Wenny ARIANTI KUNTARI Asmani, Asmani Bahendra, Rendi Bariyanto, Muhammad Deva Bella Sari, Natalia Wilhelmina Budi Fitriani Chatarina Umbul Wahyuni della nuaristi Dini Anggorowati Dwi Zulfita EDI NOFIARDI Edy Syahputra Eka Afriyan Hardigaluh Eni Handayani Erika Kornelia Sari Erinda, Novia Ety Herawati Fransiska Mada Sela Hana Septi Stella Rina Hearnes Napitupulu Hendro Muntarjo Heriandi, Heriandi Herly Annisa Herni Susanti Husnul Hakim Ikawati, Ratna Ikayanti, Fitri Iman Suswanto indri hendarti Indri Hendarti Indrian Tika Saputri irwan anshari Iwan Sasli Kingkun Karismando Kurnia, Lulu Mahmudi Marisa Nopriyanti Maulidi Maulidi Meita, Priskila Muhammad Faizal Mutiara - Neti, Neti Netty Indah Lestari Ningrum, Ajeng Maula Nisa, Yaumin Nizari Muhtarom NOFIARDI, EDI Norma Norma nortin . Nugroho, Muhammad Fikri Oktarianti, Sherly OKTAVIANI, OKA Pivi Sopiany Radian Radian Ramadhan, Dicky Ramanda, Rika Fitry RESTU NURKHAMDANI Ridwan Ridwan Riki Warman Rumambi, Ellia Septiarahma Safriadi Salsabila, Unik Hanifah SARBINO SARBINO Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sari, Natalia Wilhelmina Bella selamet aswawi Senangka, Vinsensius Bagus Siti Raihany Luthfiyyah SOFIAN, NANA SRI RAHAYU Subiantoro, Subiantoro Supriyanto Supriyanto Syafiuddin, Wasi’an Tantri Palupi Tatang Abdurrahman, Tatang Toni, Toni TRIS HARIS RAMADHAN Tris Haris Ramadhan Valentino, Fernando Wahyuni, Elsa Warman, Riki WASI'AN WASI'AN WASI'AN WASI'AN Wasi'an Wasi'an Wasi'an, Wasi’an Wasian - wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an Yaskur, Yaskur Yuaner, Yuaner Zailani, Indra Wahyudi Zakiatulyaqin, -