Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMASANGAN INSULATED GATE BIPOLAR TRANSISTOR (IGBT) INVERTER SEBAGAI PENGATUR KECEPATAN MOTOR PADA PT. PRIMA MULTI PERALATAN Dino Erivianto; Ahmad Dani
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 2 (2023): JULI 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era industri modern yang terus berkembang, efisiensi operasional dan penghematan energi menjadi prioritas utama di berbagai sektor. Salah satu aspek krusial adalah penggunaan teknologi inverter dalam mengatur kecepatan motor listrik. Peran teknologi inverter dalam meningkatkan efisiensi dan pengaturan kecepatan motor, dengan potensi mengoptimalkan kinerja motor, mengurangi konsumsi energi, dan mendukung produktivitas industri. Pelatihan ini menerapkan teknologi Inverter Insulated Gate Bipolar Transistor (IGBT) sebagai pengatur kecepatan motor di PT. Prima Multi Peralatan, dengan langkah-langkah dari analisis awal hingga evaluasi. Hasil pelatihan meliputi pemahaman lebih dalam tentang IGBT, kemampuan pengukuran dan penggantian IGBT inverter, serta keahlian dalam mengatur kecepatan motor. Melalui kolaborasi antara pengetahuan teoritis dan praktik, pelatihan ini berpotensi memberikan dampak positif dalam mendukung produktivitas serta pertumbuhan berkelanjutan di lingkungan industri PT. Prima Multi Peralatan. Dengan demikian, pelatihan ini merangkum pentingnya teknologi inverter dalam meningkatkan efisiensi dan pengaturan kecepatan motor guna mendukung kesuksesan industri modern.
PELATIHAN PENGGANTIAN KOMPONEN ELEKTRONIKA DAYA SEBAGAI PENGATUR KECEPATAN MOTOR INDUKSI BAGI TEKNISI PADA PT. PRIMA MULTI PERALATAN Dino Erivianto; Ahmad Dani
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 01 (2024): JANUARI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat berfokus pada "Pelatihan Penggantian Komponen Elektronika Daya untuk Pengaturan Kecepatan Motor Induksi" yang berhasil dilaksanakan di PT. Prima Multi Peralatan di gedung Graha Pelindo 1, RTG, dan CC, TPK A, Belawan-Medan. Pelatihan melibatkan sesi teori dan pengalaman praktis langsung, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknisi dalam mengganti komponen elektronika daya untuk pengaturan kecepatan motor induksi yang efisien. Sesi teori mencakup konsep-konsep dasar seperti pentingnya penggantian komponen elektronika daya, risiko yang terkait dengan gangguan komponen, dan peran berbagai komponen dalam sistem penggantian. Peserta mendapatkan wawasan tentang implementasi dan pemeliharaan sistem perlindungan motor listrik. Sesi praktis memungkinkan peserta untuk menerapkan pengetahuan teoritis dalam lingkungan yang disimulasikan, termasuk merancang, menginstal, dan mengkonfigurasi sistem penggantian. Kondisi abnormal yang disimulasikan memberikan pengalaman berharga dalam pemecahan masalah dan respons sistem. Hasil pelatihan sangat signifikan, termasuk peningkatan pengetahuan teknis, penerapan langsung keterampilan di tempat kerja, dan peningkatan kecakapan dalam pemeliharaan praktis motor. Peserta menunjukkan kemampuan yang ditingkatkan dalam mengidentifikasi dan menangani masalah motor dengan cepat, berkontribusi pada efisiensi operasional dan mengurangi waktu berhenti. Dampak positif meluas ke luar keterampilan teknis, memengaruhi profesionalisme peserta dan menjadikan mereka aset berharga dalam industri yang terus berkembang
PELATIHAN PENGGUNAAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI TEKNISI PADA PT. PRIMA MULTI PERALATAN Dino Erivianto; Ahmad Dani
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 03 (2024): MEI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era industri 4.0, teknologi otomasi industri berkembang pesat dengan penggunaan Programmable Logic Controller (PLC) yang semakin meluas. PLC adalah perangkat keras yang dapat diprogram untuk mengendalikan mesin atau proses industri secara otomatis, menjadi bagian integral dari berbagai sektor industri. Namun, banyak karyawan yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam menggunakan dan memprogram PLC, yang dapat menjadi hambatan dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Pelatihan PLC bagi karyawan sangat penting untuk mengatasi hambatan ini. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan karyawan tentang konsep dasar, fungsi, dan aplikasi PLC dalam berbagai situasi industri, serta mengembangkan keterampilan teknis dan praktis dalam pemrograman, troubleshooting, dan pemeliharaan PLC. Pelatihan ini juga mempersiapkan karyawan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi di masa depan, meningkatkan kesiapan kerja mereka. Pelaksanaan pelatihan di PT. Prima Multi Peralatan mencakup sesi teori dan praktikum. Sesi teori meliputi pengenalan PLC, pemrograman PLC, dan aplikasi PLC dalam industri, sementara sesi praktikum melibatkan penggunaan perangkat keras PLC fisik untuk mengaplikasikan pengetahuan teoritis dalam konteks praktis. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan teknis, keterampilan praktis, dan kesiapan kerja karyawan. Dampak terhadap perusahaan sangat positif, termasuk peningkatan efisiensi operasional, pengurangan waktu downtime, peningkatan produktivitas dan kualitas produk, peningkatan keselamatan kerja, serta kepuasan dan retensi karyawan yang lebih baik. Pelatihan PLC juga memastikan perusahaan siap menghadapi perubahan teknologi di masa depan, membuat perusahaan lebih kompetitif dan sukses di era industri 4.0. Secara keseluruhan, pelatihan PLC memberikan manfaat besar bagi karyawan dan perusahaan, meningkatkan kinerja dan keberhasilan operasional secara keseluruhan.
Analisis Rugi-Rugi Daya Pada Saluran Transmisi 150 KV Pada Gardu Induk KIM Dani, Ahmad
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 11 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4024.22 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i11.265

Abstract

Hal yang berpengaruh terhadap kualitas daya dari sisi pengiriman pada gardu  induk satu ke gardu induk lainya adalah masalah rugi-rugi daya. Masalah rugi-rugi daya ini terjadi juga pada saluran gardu saluran distribusi menuju konsumen. Saluran transmisi 150 kv Gardu Induk KIM  ini memiliki andil besar dalam penyaluran tenaga listrik kepada konsumen. Hal ini memicu perusahaan untuk terus mencari solusi agar dapat meminimalisir kerugian daya yang terjadi pada saluran. Meminimalisir kerugian daya dilakukan perhitungan berdasarkan  hasil analisis yang di dapat dari pihak perusahaan itu sendiri maupun dari instansi lain yang berkompeten di dalamnya. Untuk itu dalam penelitian ini bertujuan melakukan analisis perhitungan rugi-rugi daya pada saluran transmisi 150 kv Gardu Induk KIM. Metode yang dilakukan dengan melakukan perhitungan terhadap data saluran transmisi menggunakan persamaan saluran transmisi jarak pendek untuk menentukan hasil besar rugi-rugi daya yang terjadi  pada saluran transmisi 150 kv Gardu Induk KIM. Dengan hasil dari analisis data yang dilakukan maka diperoleh besar kerugian daya pada saluran transmisi sebesar 534,395 watt dengan efisiensi saluran 98.91%. Serta besarnya jatuh tegangan yang terjadi pada saluran sebesar 1,15 % dengan cos  0.96, maka kerugian daya dikategorikan masih dalam batas aman dan sangat baik.
Pengolahan Biomassa Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap Erivianto, Dino; Dani, Ahmad; Gunawan, Haris
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4836.753 KB) | DOI: 10.59141/jist.v3i01.337

Abstract

Selain menghasilkan produk utama CPO sebanyak 22% dari proses pengolahan tandan buah segar kelapa sawit, juga menghasilkan produk samping berupa cangkang 6%, fiber 13% dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) 22%. Cangkang dan fiber digunakan sebagai bahan bakar boiler di Pabrik Kelapa Sawit (PKS), sedangkan TKKS dibiarkan begitu saja di PKS atau diolah menjadi pupuk. TKKS memiliki potensi sebagai sumber energi terbarukan. Dalam penelitian ini akan menyetarakan TKKS sebagai sumber energi terbarukan dengan cara pengolahan TKKS terlebih dahulu melalui proses kempa untuk menghilangkan kandungan air maupun minyak dan menghasilkan minyak CPO sebesar 2% dan serabut TKKS sebesar 85% dengan nilai energi panas sebesar 1.943 kkal/kg. Penelitian juga membandingkan nilai ekonomis dari TKKS, cangkang, fiber dan batubara sebagai bahan bakar PLTU kapasitas 70 ton/jam. Untuk menghasilkan energi listrik sebesar 1 kWh membutuhkan serabut TKKS sebanyak 1,96 kg/jam atau 2,31 kg/jam TKKS dengan biaya bahan bakar sebesar Rp 277, -/kWh, cangkang sebanyak 1,07 kg/jam sebesar Rp 749,-/kWh, fiber 1,63 kg/jam sebesar Rp 285,-/kWh dan batubara sebanyak 0,58 kg/jam sebesar Rp 870,-/kWh sedangkan harga jual listrik ke PLN sebesar Rp 870,-/kWh. Keuntungan penjualan listrik terbesar ke PLN diperoleh dari bahan bakar TKKS sebesar Rp 8.895.000,-/jam dan penjualan CPO dari pengolahan TKKS sebesar Rp 4.146.000,-/jam.
Studi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off Grid Skala Rumah Tangga pada Daerah Bagan Deli Menggunakan Pvsyst Dani, Ahmad; Erivianto, Dino
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 3 No. 09 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2078.548 KB) | DOI: 10.59141/jist.v3i09.496

Abstract

Solar energy is a source of energy that will never run out and has almost no negative effects on the environment. In this study using Pvsyst software with Stand Alone/Off Grid PV System conditions. Bagan Deli is one of the kelurahan in Medan Belawan sub-district which is located in a coastal area to analyze the potential for solar energy which is located at latitude 3.7756° north longitude, longitude 98.7033° east longitude. The optimal tilt angle according to the latitude is 10° (Tilt Angle) and the Azimuth angle of 180° (Azimuth Angle) facing south. The PV module used in the simulation is a solar cell module selected from the PVsyst database, namely Si-mono TDB 156X 156-36P 150W. The electricity load per day is 2,625 kWh/day, the need for electricity supply in one year is 958.1 kWh. Through the PVsyst software simulation, the Stand-Alone Solar Panel System uses 4 solar panels with a power of 150Wp, an area of ​​4 m2 and 2 batteries with a capacity of 200 Ah which are installed in series. The results of the performance of the Stand-Alone Solar Panel System obtained unused Energy of 0.2 kWh/kWp/day, Loss on PV Array of 1.12 kWh/kWp/day, Loss on PLTS System of 0.28 kWh/kWp/day, Energy that supplied to the user at 3.05 kWh/kWp/day.
Studi Perbandingan Arus Start Motor Induksi Sistem Pengasutan Dol Dan Star Delta Menggunakan Automation Studio Dani, Ahmad; Erivianto, Dino
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v4i4.602

Abstract

Automation Studio adalah perangkat lunak untuk simulasi dan dokumentasi proyek yang memberikan fitur intuitif untuk desain, animasi, simulasi, dan analisis sistem dalam lingkungan yang dapat diskalakan dan mudah digunakan. Pada penelitian ini digunakan perangkat lunak Automation Studio untuk melakukan simulasi perbandingan arus start motor induksi dengan metode pengasutan sistem DOL dan sistem Star Delta. Hal ini dilakukan ntuk mengetahui karakteristisk dari masing masing pengasutan terhadap motor induksi.metode yang digunakan adalah dengan melakukan simulasi rangkaian menggunakan perangkat lunak dari Automation Studio. Automation Studio dirancang untuk industri maupun pendidikan yang berkaitan dengan teknologi industri yang lebih ke arah teknis seperti mekatronika, teknologi elektromekanik, elektronika dan teknologi otomasi. Dari penelitian ini didapat pengasutan dengan menggunakan metode DOL, besar arus yang dibutuhkan untuk start awal motor sebesar 137,1 Ampere. Pada pengasutan motor dengan menggunakan metode Y/D besar arus yang dibutuhkan saaat awal mula jalan motor pada hubungan Y adalah sebesar 46,7 Ampere dan berjalan dalam hubungan Delta (berjalan normal) besar arus adalah 23,7 Ampere. Dengan membandingkan data hasil analisis terlihat bahwa besar arus pengasutan menggunakan metode Y/D dapat mereduksi arus start sebesar 1/3 kali arus start pada saat pengasutan motor dilakukan dengan metode Direct-On-Line (DOL).
Analysis Of Polarity Conversion Of Npn To Pnp Proximity Sensor Using Switching Relay Haris Gunawan; Rahmaniar; Ahmad Dani
International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects) Vol. 6 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CERED Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/injects.v6i1.1454

Abstract

Proximity sensors are essential components in industrial automation systems, particularly for non-contact object detection. NPN and PNP sensors differ in output polarity, which often creates compatibility issues when integrating them with control devices that require a specific type of input signal. A common problem occurs when an NPN proximity sensor must interface with a controller that only accepts PNP logic inputs, requiring a safe, stable, and practical method of polarity conversion. This study aims to analyze the conversion of output polarity from an NPN proximity sensor to a PNP configuration using a switching relay as the signal conversion component. The methodology includes designing the conversion circuit, conducting simulations, and performing direct testing of the relay’s switching response when receiving an output signal from the NPN sensor. The evaluated parameters include switching stability, response time, relay contact reliability, and compatibility with PLC or microcontroller inputs. The results indicate that the switching relay effectively performs polarity conversion, achieving a detection accuracy of more than 95%. The relay is capable of delivering a stable PNP logic output, although a slight delay occurs due to its mechanical switching operation. Additionally, the conversion circuit offers electrical isolation, making it safe and suitable for various industrial control systems. The study concludes that a switching relay provides a simple, economical, and compatible solution for converting NPN proximity sensor signals into PNP logic. Despite limitations in switching speed, this method remains highly applicable for low- to medium-speed automation processes. Further development is recommended using solid-state relays (SSR) or transistor-based drivers to improve switching speed and enhance system durability.
Pelatihan Desain PLTS Berbasis Software Helioscope Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Teknis Siswa di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan: Penelitian Ahmad Dani; Dino Erivianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3461

Abstract

The Helioscope-based solar power plant (PLTS) design training was conducted to improve the technical competency of students at SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan and address the gap between the curriculum and the needs of the renewable energy industry, which requires mastery of digital tools. The training employed an educational, participatory, and demonstrative approach, with evaluation conducted through pre- and post-tests. Results showed a significant increase in knowledge, from an average of 38.5% to 87.2% (a 48.7% increase), exceeding the 30% target. All participants completed the household solar power plant design assignment, and 97.1% were able to perform basic tasks such as creating new projects and inputting location data. Participant feedback was very positive, with 74.3%–88.6% rating all aspects of the training as “Very Good” or “Good,” particularly instructor competence (88.6%). This training effectively bridges the gap between vocational education and Industry 4.0, enhancing the competitiveness of vocational high school graduates in the renewable energy sector. Its long-term impact has the potential to support the integration of software-based learning into the curriculum, the establishment of renewable energy clubs, and industry partnerships. This training has proven effective in preparing competent workers in the renewable energy sector.
PKM Literasi Cerdas: Optimalisasi Perpustakaan Desa Ambalutu sebagai Pusat Edukasi Berbasis Digitalisasi Yanti, Sri Rahmayanti; Dailami, Dailami; Saleh, Khairul; Dani, Ahmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5yxaw338

Abstract

Penguatan literasi digital masyarakat desa menjadi penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Program pengabdian pada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan perpustakaan Desa Ambalutu sebagai pusat edukasi berbasis digitalisasi untuk meningkatkan literasi dan akses informasi masyarakat. Metode pengabdian dilakukan melalui pelatihan literasi digital bagi perangkat desa, pengurus PKK, dan siswa sekolah dasar, disertai pendampingan penggunaan aplikasi perpustakaan digital dan monitoring berkelanjutan. Data dikumpulkan dengan observasi langsung, kuesioner, dan wawancara untuk mengukur peningkatan kemampuan literasi digital serta partisipasi aktif masyarakat dalam pemanfaatan layanan perpustakaan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas layanan perpustakaan dan kapasitas SDM pengelola, terbukti dari skor tertinggi pada aspek perencanaan kerja berkelanjutan dan pelatihan staf profesional. Digitalisasi perpustakaan membuka akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan digital dan meningkatkan minat baca masyarakat secara inklusif. Kemitraan multipihak antara perangkat desa, kelompok PKK, institusi pendidikan dan sektor swasta memperkuat pengelolaan dan kelangsungan program. Tantangan berupa keterbatasan infrastruktur jaringan dan kesiapan teknologi warga menjadi fokus perbaikan ke depan. Keberlanjutan program dijaga melalui beberapa strategi terstruktur: pertama, pembentukan kader literasi digital dari generasi muda dan pengurus PKK sebagai agen perubahan yang mengelola perpustakaan secara mandiri; kedua, penyusunan dokumen rencana kerja berkelanjutan dan SOP pengelolaan perpustakaan digital; ketiga, pelaksanaan monitoring dan evaluasi berkala minimal tiga kali per tahun untuk mengukur efektivitas program; keempat, pengembangan kemitraan jangka panjang dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan sektor swasta untuk dukungan infrastruktur dan pendanaan; kelima, integrasi perpustakaan digital dalam kegiatan rutin desa dan sistem pembelajaran sekolah setempat. Keberlanjutan diukur melalui indikator kuantitatif seperti jumlah pengguna aktif perpustakaan digital, frekuensi peminjaman buku digital, dan jumlah kegiatan literasi yang dilaksanakan, serta indikator kualitatif berupa peningkatan kompetensi pengelola, kepuasan pengguna (skor 4,5), dan partisipasi aktif masyarakat dalam program literasi. Kesimpulan program ini menegaskan bahwa pengoptimalan perpustakaan berbasis digital efektif meningkatkan literasi digital masyarakat desa dan memperkuat ekosistem edukasi komunitas. Model pengabdian ini layak direplikasi untuk pengembangan perpustakaan desa lainnya dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi. Keberhasilan program membuka peluang pengembangan berkelanjutan dengan dukungan infrastruktur dan pelatihan literasi digital yang terstruktur. Smart Literacy Community Service Program: Optimization of Ambalutu Village Library as a Digital-Based Education Center  Abstract The digital literacy empowerment of rural communities is crucial for supporting sustainable human resource development. This community service program aims to optimize the Ambalutu Village Library as a digital-based education center to enhance literacy and access to information among the community. The program’s method involves digital literacy training for village officials, PKK administrators, and elementary school students, supplemented by assistance in using digital library applications and continuous monitoring. Data were collected through direct observation, questionnaires, and interviews to measure improvements in digital literacy skills and active community participation in utilizing library services. Evaluation results show significant improvements in the quality of library services and the capacity of human resources managing the library, evidenced by the highest scores in sustainable work planning and professional staff training. The digitalization of the library provides broader access to digital reading materials and inclusively increases public reading interest. Multi-stakeholder partnerships between village officials, PKK groups, educational institutions, and the private sector strengthen the program's management and sustainability. Challenges related to limited network infrastructure and community readiness for technology remain key focuses for future improvement. In conclusion, this program confirms that optimizing libraries based on digitalization effectively enhances the digital literacy of rural communities and strengthens the community’s educational ecosystem. This community service model is worthy of replication for the development of other village libraries aiming to empower communities based on technology. The program’s success opens opportunities for sustainable development supported by infrastructure and structured digital literacy training.