Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ARTICULATE STORYLINE 3 SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK MADRASAH IBTIDAIYAH DARUL HIKMAH INDUHA KELAS IV, KEC. LATAMBAGA, KAB. KOLAKA Miftakhul Khaerat Haris; Muh Iqbal; Muhammad Akbar
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah (JTPM)
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya variasi media yang digunakan dalam proses belajar mengajar, di mana buku paket yang ada cenderung memuat gambar yang kurang menarik. Selain itu, beberapa peserta didik lebih menyukai metode pembelajaran interaktif, seperti bermain game edukatif atau menggunakan media berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup lembar validasi media, lembar validasi materi, lembar respons peserta didik, lembar respons guru, dan tes minat belajar. Media pembelajaran Articulate Storyline 3 dirancang menggunakan model pengembangan ADDIE dengan merujuk pada masukan dari validator media dan validator materi, sehingga dinyatakan layak untuk uji coba produk. Hasil pengembangan media pembelajaran untuk siswa kelas IV MI Darul Hikmah Induha menunjukkan bahwa media ini valid, layak, dan efektif. Hasil validasi media memperoleh skor 83,8% dengan kriteria "Baik", sementara hasil validasi materi memperoleh skor 96,5% dengan kriteria "Sangat Baik". Respons peserta didik terhadap media ini mencapai 76% dengan kualifikasi "Sangat Layak", dan respons guru mencapai 82,81% dengan kriteria "Sangat Efektif". Uji efektivitas berdasarkan tes minat belajar menunjukkan skor n-gain rata-rata 0,61 dengan kualifikasi "Sedang". Dengan demikian, media pembelajaran Articulate Storyline 3 dinyatakan efektif.
IMPLIKASI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI KELAS VIII MTs BABUSSALAM MANGOLO DALAM MEMBINA KARAKTER PESERTA DIDIK Muh Takdir; M Zakariah; Muhammad Akbar
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah (JTPM)
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi pembelajaran Akidah Akhlak dalam membina karakter peserta didik di MTs Babussalam Mangolo. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran Akidah Akhlak berkontribusi dalam membentuk karakter siswa serta faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi pembelajaran tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Babussalam Mangolo berjalan cukup efektif dalam membentuk karakter siswa. Guru memiliki peran penting dalam memberikan keteladanan dan membimbing peserta didik dalam memahami serta menerapkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung dalam pembelajaran ini antara lain adalah lingkungan sekolah yang religius, metode pembelajaran yang variatif, serta partisipasi aktif dari guru dan orang tua. Namun, terdapat pula beberapa faktor penghambat seperti kurangnya keterlibatan keluarga dalam pendidikan karakter, pengaruh negatif media sosial, serta keterbatasan fasilitas pendidikan.
PERAN STRATEGIS ORANG TUA DAN GURU DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI TPQAL MAWADDAH SMP NEGERI 2 KOLAKA) Nurfadli Tadjuddin; M Zakariah; Muhammad Akbar
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan Madarasah
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru dan orang tua mempunyai tanggung jawab untuk mengajarkan ilmu agama kepada anak. Guru mempunyai posisi yang sangat penting dalam pendidikan, begitu juga orang tua yang menduduki posisi penting dalam keluarga. Dalam pembelajaran Al-Quran pada anak tentu memerlukan dukungan dan motivasi agar dapat menggugah semangat belajar anak. Dalam hal ini sangat dibutuhkan peran orang tua dan guru dalam mendukung pembelajaran Al-Quran.Rumusan Masalah pada penelitian ini adalah bagaimana peran guru dalam mendukung pembelajaran Al-Quran?, bagaimana peran dalam mendukung pembelajaran Al-Quran?, dan hambatan dalam mendukung pembelajaran Al- Quran pada anak di TPQ Al Mawaddah SMPN 2 Kolaka?. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam mendukung pembelajaran Al- Quran, mendeskripsikan peran orang tua dalam mendukung pembelajaran Al- Quran, serta mengidentifikasi hambatan orang tua dan guru dalam mendukung pembelajaran Al-Quran pada anak di TPQ Al Mawaddah SMPN 2 Kolaka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, sumber datanya yaitu orang tua dan guru, dengan menggunakan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun pengujian keabsahan data melalui penarikan kesimpulan dan verifikasi. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa peran strategis orang tua yaitu, sebagai motivator, fasioitator, mitra, dan sebagai supervisor. Peran strategis guru dalam mendukung pembelajaran Al-Quran yaitu sebagai instruktur, fasilitator, motivator, dan sebagai evaluator. Adapun hambatan dalam mendukung pembelajaran Al-Quran menurut perspektif orang tua yaitu bacaan anak yang kurang fasih, sedangkan hambatan menurut perpektif guru yaitu siswa sulit diatur dan sarana Al-Quran yang kurang memadai.
UPAYA SEKOLAH DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING VERBAL TERHADAP PESERTA DIDIK KELAS VSEKOLAH DASAR ISLAM TERPADUAL MAWADDAH WARRAHMAH KOLAKA BAHRAH; Muhammad Akbar; Hartono
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan Madarasah
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peserta didik Selama berada di sekolah dari pagi hingga sore tidak hanya belajar, tetapi juga bersosialisasi dengan teman-teman dan guru di lingkungan sekolah. Selama proses tersebut, mereka mungkin akan terpapar berbagai perilaku dan karakteristik tertentu termasuk perilaku bullying. Hal ini sesuai survey pendahuluan yang dilakukan terhadap peserta didik kelas V SD IT Al Mawar Kolaka. Terdapat peserta didik yang melakukan perilaku bullying terhadap temannya, seperti mengejek, mengolok-olok, menyebut nama orangtua, dan bercanda yang berlebihan. Akan tetapi, dari beberapa upaya kepala sekolah dan guru sehingga kasus bullying bisa diatasi Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran perilaku Bullying Verbal terhadap peserta didik kelas V di SD IT Al Mawar Kolaka?. Bagaimana upaya sekolah dalam mengatasi perilaku Bullying Verbal terhadap peserta didik kelas V di SD IT Al Mawar Kolaka? Serta Apa hambatan sekolah dalam mengatasi perilaku Bullying Verbal terhadap peserta didik kelas V di SD IT Al Mawar Kolaka? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku Bullying Verbal terhadap peserta didik kelas V di SD IT Al Mawar Kolaka. Untuk mengetahui upaya sekolah dalam mengatasi perilaku Bullying Verbal terhadap peserta didik kelas V di SD IT Al Mawar Kolaka. Untuk mengetahui hambatan sekolah dalam mengatasi perilaku Bullying Verbal terhadap peserta didik kelas V di SD IT Al Mawar Kolaka. Metode penelitian yang digunakan meliputi jenis penelitian berupa penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, wali kelas V, serta peserta didik. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gambaran perilaku bullying pada peserta didik SD IT Al Mawar Kolaka sering terjadi bullying verbal baik dari kelas rendah maupun tinggi. Upaya sekolah dalam mengatasi perilaku bullying terhadap peserta didik kelas V SD IT Al Mawar Kolaka yaitu memberi motivasi, melibatkan seluruh peserta didik di kelas dalam suatu permainan atau kegiatan, memberikan pengertian atau edukasi, menegur dan memberi nasihat kepada peserta didik, dan memberikan sanksi bagi pelaku bullying.serta hambatan sekolah dalam mengatasi perilaku bullying yaitu kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang bullying, dan kurangnya Kerjasama dengan orangtua.
PERAN MUSABAQOH TILAWATIL QURAN ANTAR SANTRI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN TAHFIZUL QURAN IMAM SYAFI’I POMALAA Muhammad Fahri Ardiansyah; M Zakariah; Muhammad Akbar
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan Madarasah
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musabaqoh Tilawatil Quran merupakan kontestasi pembacaan kitab suci Al- Qur’an yang secara umum menitikberatkan pada nada estetika bacaan. Salah satu manfaat adanya musabaqoh tilawatil quran antar santri adalah meningkatkan motivasi untuk menghafal dan meningkatkan minat untuk memperbaiki kualitas hafalan quran. Penelitian ini difokuskan Peran Musabaqoh Tilawatil Quran Antar Santri dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Quran di Pondok Tahfizul Quran Imam Syafi’i Pomalaa dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Apa saja faktor pendukung dan penghambat kualitas kegiatan tahfiz Al-Qur’an di PPTQ Imam Syafi’i ?, dan (2) Bagaimana peran MTQ antar santri dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an di PPTQ Imam Syafi’i?. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kedua hal tersebut yaitu untuk mengetahui penghambat kualitas kegiatan tahfiz Al-Qur’an dan untuk mengetahui peran MTQ antar santri dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an di PPTQ Imam Syafi’i. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan memanfaatkan warga PPTQ Imam Syafi'i sebagai sumber data utama dan dokumen pondok sebagai data pendukung. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul akan dianalisis dengan cara analisis domain dan untuk menguji keabsahan data tersebut, peneliti menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya faktor pendukung dan penghambat kualitas kegiatan tahfiz Al-Qur’an di PPTQ Imam Syafi’i meliputi: adanya dukungan dari keluarga, metode pengajaran, dan program yang mendukung. Selanjutnya, faktor penghambat yaitu kurangnya minat dari para santri dan tingginya rasa malas dalam diri mereka disebabkan kurangnya motivasi dalam menghafal. oleh karena itu perlu adanya sarana dalam peningkatan kualitas hafalan salah satunya dengan diadakan Musabaqah Tilawatil Quran antar santri.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERBASIS KISAH NABI MUHAMMAD SAW UNTUK KELAS IV SEKOLAH DASAR Mawdhuna; Muhammad Akbar; Muh Iqbal
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan Madarasah
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan permasalahan pembelajaran di SDN 2 Watuliandu selama ini menggunakan satu buku paket yang kurang menarik, yang mengakibatkan peserta didik timbul rasa bosan saat belajar. Untuk itu dibutuhkan buku ajar tambahan berbasis kisah Nabi Muhammad Saw., yang menarik dan dapat menumbuhkan semangat belajar peserta didik. Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana prototype buku ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kisah Nabi Muhammad Saw., untuk meningkatkan pemahaman peserta didik kelas IV SD? dan bagaimana tingkat kevalidan, kepraktisan dan kelayakan buku ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kisah Nabi Muhammad Saw., untuk meningkatkan pemahaman peserta didik kelas IV SD? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prototype buku ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kisah Nabi Muhammad Saw., untuk meningkatkan pemahaman peserta didik kelas IV SD, dan untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan dan kelayakan buku ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kisah Nabi Muhammad Saw., untuk meningkatkan pemahaman peserta didik kelas IV SD. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan atau yang lebih dikenal dengan istilah Research and Development. Lokasi pelaksanaan penelitian pengembangan ini dilaksanakan di SDN 1 Laloeha dan SDN 2 Watuliandu. Subjek dalam penelitian ini adalah produk buku ajar berbasis kisah Nabi Muhammad Saw., dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Model pengembangan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE. Yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Pelaksanaan) dan Evaluation (Evaluasi). Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini dengan cara observasi, interview (Wawancara), instrumen validasi produk, instrumen angket respons peserta didik, instrumen angket respons pendidik, lembar tes minat belajar dan dokumentasi. Hasil prototype buku ajar ini adalah Analysis (Analisis) kurikulum, materi dan kebutuhan peserta didik, Design (Desain) menentukan materi dan gambar yang menarik, Development (Pengembangan) produk buku ajar, divalidasi oleh validator, direvisi sesuai saran dan komentar, Implementation (Pelaksanaan) uji coba kelapangan/sekolah, dan Evaluation (Evaluasi) melihat hasil efektivitas produk buku ajar yang dikembangkan. Tingkat Kevalidan buku ajar pendidikan agama islam berbasis kisah nabi Muhammad Saw., untuk kelas IV SD hasil penilaian Validator I dan Validator II 80% kriteria “Valid”. Tingkat kepraktisan penilaian dari hasil angket respons peserta didik SDN 1 Laloeha diperoleh 91,2% kriteria “Sangat Praktis” peserta didik SDN 2 Watuliandu 92,6% “Sangat Praktis” dan tingkat kelayakan respons pendidik SDN 1 dan dari respons pendidik SDN 2 Watuliandu 99% kriteria “Sangat Layak”.
Media Permainan Ular Tangga Adventure sebagai Inovasi Pembelajaran Materi Thaharah dalam Meningkatkan Pengalaman Belajar Peserta Didik Kelas VII MTs Negeri 1 Kolaka Susi Sri Yanti; Muhammad Akbar; Muh. Iqbal
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman belajar siswa pada pembelajaran Fikih materi thaharah melalui penggunaan media permainan Ular Tangga Adventure di kelas VII MTs Negeri 1 Kolaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media permainan Ular Tangga Adventure mampu meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep thaharah, motivasi belajar, serta interaksi sosial antar siswa. Selain itu, media ini juga memperkuat pengalaman nilai dan kesadaran keagamaan melalui refleksi praktik bersuci dalam kehidupan sehari-hari. Analisis tematik menghasilkan empat tema utama, yaitu pengalaman kognitif, afektif, sosial, dan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media permainan edukatif Ular Tangga Adventure efektif menciptakan pengalaman belajar Fikih yang bermakna dan partisipatif.
An Integrative Character Education Model in English Language Learning for High School Students suhrah; Muhammad Akbar; Askahar
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v8i3.103955

Abstract

The development of character education requires teachers to be able to effectively integrate moral values and virtues into the learning process. However, implementing the right strategies in English language learning remains a challenge in many schools. This study aims to analyze teachers' strategies in integrating character values into English language learning. A qualitative approach with a case study method was used to explore in depth the teaching practices of six English teachers. Data were collected through analysis of lesson plans, classroom observations, and in-depth interviews, then analyzed using thematic analysis techniques. The results show that teachers apply character integration in a planned, contextual, and sustainable manner through problem-based learning, open discussions, role-play, community projects, and value reflection. Conceptually, this study confirms that value-based integrative strategies can strengthen language proficiency while shaping students' social and moral character. The conclusion of the study shows that the integration of character education in English language learning requires a transformation of the pedagogical paradigm from merely teaching language to shaping the values and identities of students. Implicitly, the results of this study can be used as a reference in the development of teacher training and character education policies in secondary schools.
SPIRIT Model: Character Building Strategies in the Society 5.0 Era through the Integration of Tazkiyatun Nafs and Spiritual Growth Muhammad Asra; Muhammad Akbar
Indonesian Values and Character Education Journal Vol. 8 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ivcej.v8i2.104940

Abstract

Learning in the Society 5.0 era still tends to prioritize cognitive achievement, while the strengthening of students’ character and spirituality has not yet been optimally implemented in school practice. This situation creates a gap between the demand to develop character that is adaptive to digital challenges and the limited availability of systematic, practical instructional strategies for instilling spiritual and moral values. This study aimed to develop and validate the SPIRIT Model (Spiritual Personal Improvement and Reflective Integrated Teaching) as a character-strengthening strategy by integrating the concepts of Tazkiyatun Nafs and the Spiritual Growth Framework (SGF). The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model and involved 38 teachers, 50 students, and 24 Islamic Religious Education (PAI) teachers. Data were collected through questionnaires, interviews, and focus group discussions (FGDs). Three experts validated the model by assessing its content, presentation, syntax, and feasibility of implementation. The findings indicate that 95% of teachers reported a need for spirituality-based instructional strategies, and the SPIRIT Model—comprising five stages (Pre-Spiritual Awareness, Value Exploration, Spiritual Practice, Character Action, and Reflection & Feedback)—achieved an average score of 4.2, indicating a valid category. Therefore, the SPIRIT Model is theoretically and practically feasible as an innovative alternative for strengthening character education in the Society 5.0 era. The study provides a structured instructional syntax that can help teachers integrate spirituality-based character development into learning; however, further implementation trials are required to examine its effectiveness in producing comprehensive improvements in students’ character.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN NILAI DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR: STUDI ETNOGRAFI DI SD NEGERI 3 LAMOKATO Afriani Afriani; Muh. Iqbal; Muhammad Akbar
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah (JTPM)
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan utama penyelenggaraan pendidikan nasional, yang diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai moral, termasuk kedisiplinan peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter disiplin melalui berbagai pendekatan pembelajaran dan pembiasaan di lingkungan sekolah. Namun, perkembangan era digital, keberagaman karakter peserta didik, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi tantangan dalam proses internalisasi nilai disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai disiplin, mengkaji efektivitas strategi tersebut, serta mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi di SD Negeri 3 Lamokato. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan peserta didik yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, serta uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai disiplin dilaksanakan melalui pembiasaan perilaku disiplin, keteladanan, pemberian apresiasi (reward), pembinaan secara persuasif, serta penegakan disiplin waktu dalam seluruh aktivitas pembelajaran. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan peserta didik dalam kehadiran, kepatuhan terhadap tata tertib, tanggung jawab, dan partisipasi dalam kegiatan sekolah. Hambatan utama yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran sebagian peserta didik terhadap pentingnya disiplin, perbedaan latar belakang keluarga, serta pengaruh penggunaan telepon genggam dan lingkungan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penanaman nilai disiplin tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru, tetapi juga oleh sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan dalam membangun budaya disiplin yang berkelanjutan.