Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EKSPLORASI KESIAPAN BELAJAR MENGUKUR PANJANG BERDASARKAN PEMAHAMAN HUKUM KEKEKALAN PANJANG DI KELAS II SD Erni Erniawati; Karlimah Karlimah; Tb. Moh. Irma Ari Irawan
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/fagdas59

Abstract

Upaya mengeksplorasi kesiapan belajar mengukur panjang dinilai penting sebelum proses pembelajaran pengukuran panjang dimulai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesiapan belajar mengukur panjang peserta didik berdasarkan pemahaman hukum kekekalan panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yaitu pendidik dan peserta didik kelas II salah satu SD di Kota Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pengukuran panjang dilaksanakan mengacu pada Kurikulum Merdeka yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik melalui aktivitas dan penggunaan benda konkret. Identifikasi kesiapan belajar peserta didik dilihat dari aspek fisik, semangat dan antusiasme dilakukan melalui tanya jawab dan observasi. Adapun pengecekan kesiapan belajar mengukur panjang dilihat dari aspek kognitif belum dilaksanakan. Pengecekan kesiapan belajar mengukur panjang dapat diidentifikasi melalui pemahaman hukum kekekalan panjang. Hukum kekekalan panjang menyatakan bahwa panjang benda tetap sama meskipun bentuk atau posisinya berubah. Pemahaman hukum kekekalan panjang dapat diidentifikasi melalui tiga prinsip utama yaitu identitas, reversibilitas, kompensasi. Pemahaman ini menjadi prasyarat sebelum mempelajari pengukuran panjang secara formal, tapi dalam pelaksanaannya belum dikenalkan dan diidentifikasi oleh pendidik sehingga kesiapan belajar mengukur panjang peserta didik belum terpetakan secara optimal. Oleh karena itu, pendidik dapat menjadikan hukum kekekalan panjang sebagai salah satu indikator dalam upaya mengecek kesiapan belajar mengukur panjang.
Trends and Directions in Life Skills Assessment for Elementary School Students from a Guidance and Counseling Perspective: A Systematic Literature Review Tb Moh Irma Ari Irawan; Eka Sakti Yudha; Nandang Rusmana; Ahmad Zulfadhli Khairuddin
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15291

Abstract

Life skills education plays a crucial role in supporting students' academic achievement, social-emotional well-being, and adaptive capacity from an early age. However, systematic reviews on valid life skills assessment instruments that are developmentally appropriate for elementary school students from a guidance and counseling perspective remain limited. This study aims to systematically examine the trends and directions in the development of life skills assessment instruments for elementary school students from a guidance and counseling perspective. The method employed was a Systematic Literature Review following the PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were conducted across four major databases namely Scopus, Web of Science, ERIC, and PsycINFO, covering articles published between 2010 and 2025, yielding a total of 1,020 records. Through a rigorous process of identification, screening, and eligibility assessment, 90 articles met the inclusion criteria and were analyzed using thematic synthesis techniques. The findings indicate that life skills assessment instruments for elementary school students primarily measure domains of social-interpersonal skills, emotional regulation, self-management, and problem-solving, while aspects related to career awareness and contextual adaptability receive relatively limited attention. Self-report scales and teacher ratings are the most dominant types of instruments, whereas performance-based and digital assessments are still emerging and remain underutilized. Geographically, instrument development is predominantly concentrated in Global North countries, raising concerns regarding cultural relevance and measurement equity. These findings underscore the importance of developing life skills assessment instruments that are developmentally sensitive, culturally responsive, and aligned with the needs of guidance and counseling services in elementary schools.