Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

LITERATURE REVIEW: PHARMACOLOGICAL AND TOXICOLOGICAL EFFECTS OF PLANTS FROM THE SOLANACEAE FAMILY Damayanti Abdul Karim, Dewi; Safutri, Wina; Hammami, Akmal; Ayu Chandra, Ananda
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 3: September 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2417

Abstract

Solanaceae is a family of flowering plants with 83 genera and 2,925 species spread throughout the world. People reuse natural medicines that have been passed down from generation to generation because medical medicines have a big tendency to cause many side effects. This research aims to examine the pharmacological effects and toxicity of plants in the Solanaceae family. This research used 10 plant species, including potatoes (Solanum tuberosum L.), golden berries (Physalis angulata L.), tomatoes (Solanum lycopersicum L.), red chilies (Capsicum annuum L.), cayenne peppers (Capsicum frutescens L.), tobacco (Nicotiana tabacum L.), paprika (Capsicum annuum var. grossum), amethyst (Datura stramonium L.), Turkey berry (Solanum torvum Sw.), and black nightshades (Solanum nigrum L.). The journal search method used in this research is the Boolean System method (AND and OR) using the Google Scholar and Sinta databases. The results obtained from this research were that among the 10 plant species of the Solanaceae family studied, there were 3 pharmacological effects with the most data modes, including antimicrobial, anti-inflammatory, and anti-oxidant effects.
Formulation and Antioxidant Activity Test of Phycocyanin Phytosomal Gel from Green Algae Extract (Spirulina platensis) Adela, Nita; Kartika Sari, Untia; Damayanti Abdul Karim, Dewi; Ratnasari, Devi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i1.2766

Abstract

Green algae (Spirulina platensis) contains phycocyanins are useful as natural antioxidants. Spirulina platensis extract in phytosome gel preparation intended to increase sorption efficiency, physical stability and antioxidant activity. The purpose of this study was to examine the effect of variations ratio of extract to soy lecithin on phytosome characteristics, addition of phytosomes to gel characteristics, and efficiency of sorption on the IC50 of the gel. Extraction of Spirulina platensis using maceration. Optimization of the phytosome formula was carried out with ratio of extract to lecithin, 1:1, 1:2, 1:3. Evaluation of phytosomes showed spherical vesicles, particle size 627.9 nm, polydispersity index 0.382, absorption efficiency of 94%, 95%, 96%. Physical evaluation of the gel showed good results in organoleptic, homogeneous, pH in range 6.3-6.4, viscosity in range 3896-3992 cPs, spreadability in range 6-6.5 cm, stickiness in range 5-6 seconds. Based on results of the irritation test, there was no irritation in each formula. The results of the physical stability test for 6 cycles at 4°C and 40°C showed all formulas had stable in all evaluation results except a decreasing pH. The IC50 results of Spirulina platensis extract and phytosome gel 6.53 µg/mL and 21.59 µg/mL are classified as super strength antioxidant category.
Comparative solvent evaluation for protein extraction from Channa striata and development of a stable capsule formulation for nutritional supplementation Salim, Prayoga Drajat Pangestu; Karim, Dewi Damayanti Abdul; Aziz, Syaikhul
Acta Pharmaciae Indonesia Vol 13 No 1 (2025): Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.api.2025.13.1.16152

Abstract

Background: Channa striata is a protein-rich freshwater fish with therapeutic potential, yet systematic optimization of extraction methods and stable formulation development remain limited. Objective: To compare protein extraction efficiency using three solvents (1% HCl, 0.9% NaCl, and distilled water) and develop optimized capsule formulations. Methods: Protein was extracted at 1:4 (w/v) ratio and quantified using the Lowry method at 595 nm. The method was verified for linearity (R = 0.998), accuracy (98-102%), and precision (RSD <2%). Extracts were formulated into capsules at 0, 300, 400, and 500 mg (F0-F3) and evaluated for quality parameters and 28-day stability at -4°C, 24°C, and 40°C. Data were analyzed using one-way ANOVA with Duncan's post-hoc test. Results: The 1% HCl yielded highest protein content (4.947 ± 0.071 mg/mL) and extraction efficiency (21.390%) compared to 0.9% NaCl and distilled water (p <0.05). All formulations met pharmaceutical standards. Notably, F3 maintained protein retention >95% across all storage conditions (97.1-99.3%), while F0-F2 failed this criterion. Conclusion: The 1% HCl demonstrated optimal extraction efficiency. F3 (500 mg) exhibited superior stability and dissolution characteristics, representing a promising candidate for C. striata-based nutritional supplements.
Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan bagi Guru dalam Upaya Pencegahan Hipertensi, Asam Urat, dan Diabetes di SMA 2 Muhammadiyah Bandar Lampung Atika Dalili Akhmad; Novrilia Atika Nabilla; Dewi Damayanti Abdul Karim; Putri Amelia Rooswita; Yasinda Oktariza; Delladari Mayefis
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i4.1093

Abstract

Pemeriksaan kesehatan dasar merupakan langkah penting dalam deteksi dini risiko penyakit tidak menular di masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 45 orang peserta untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan mereka. Mayoritas peserta berada pada kelompok usia produktif 20–40 tahun (55,6%) dengan rata-rata usia 39,7 tahun, dan didominasi oleh perempuan (68,9%). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki kondisi kesehatan yang masih dalam batas normal, antara lain tekanan darah normal (90–120 mmHg) pada 26,7% responden, kadar asam urat normal (3–7 mg/dL) pada 60% responden, serta kadar gula darah normal (80–120 mg/dL) pada 71,1% responden. Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk mempertahankan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok usia produktif.
Inovasi Smart Card dan Apoteker Cilik untuk Pengenalan Dunia Frmasi dan Tanaman Obat pada Anak Sekolah Dasar Putri Amelia Rooswita; Dewi Damayanti Abdul Karim; Rizky Hidayaturahmah; Nisa Yulianti Suprahman; Dirga Dirga
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i5.1303

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, namun pengetahuan tentang tanaman obat semakin berkurang akibat pengaruh budaya asing, gaya hidup instan, dan kurangnya edukasi. Apoteker, sebagai tenaga kesehatan yang ahli di bidang obat, berperan penting dalam memulihkan pemahaman ini melalui edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang tanaman obat dan mengenalkan profesi apoteker menggunakan media smart card dan program Apoteker Cilik (APOCIL). Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Gading Rejo Utara dengan melibatkan 33 siswa kelas 5. Metode yang digunakan meliputi presentasi edukatif, smart card berisi informasi tanaman obat, serta praktik meracik obat sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai post-test (86,88) dibandingkan pre-test (76,4). Media smart card terbukti efektif sebagai alat pembelajaran interaktif, sementara program APOCIL berhasil memperkenalkan peran apoteker secara nyata. Pendekatan ini dapat menjadi metode edukasi yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Aktivitas Antioksidan Sediaan Nutrasetikal Gummy Candy dari Rebusan Daun Sirsak (Annona muricata L.) dengan Variasi Konsentrasi Gelatin dan Pektin Aldila Fajar Oktriyanto; Untia Kartika Sari Ramadhani; Dewi Damayanti Abdul Karim
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 2 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10078

Abstract

Latar Belakang: Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa aktif flavonoid dan acetogenin memiliki manfaat sebagai antioksidan. Formulasi gummy candy membutuhkan bahan gelling agent yang termasuk ciri khas gummy candy untuk mendapatkan sifat fisik dan stabilitas yang baik. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gelatin dan pektin terhadap sifat fisik dan stabilitas, mengetahui nilai aktivitas antioksidan IC50, dan mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap sediaan nutrasetikal gummy candy dari rebusan daun sirsak (Annona muricata L.). Metode: Formulasi gummy candy dibuat dengan variasi konsentrasi gelatin dan pektin pada F1, F2, dan F3 berturut-turut 25:5; 20:10; dan 15:15. Evaluasi dilakukan dengan uji organoleptik, keseragaman bobot, kadar air, pH, elastisitas, stabilitas, hedonik, dan antioksidan. Secara keseluruhan uji organoleptik dihasilkan warna jingga, beraroma essence sirsak, rasa manis dan manis asin, kenyal dan tidak kenyal. Hasil: evaluasi terhadap sediaan gummy candy menunjukkan bahwa elastisitas sebesar 1.16-1.53 cm, pH 5.263-5.293, dan keseragaman bobot yang sesuai, namun kadar air melebihi persyaratan yaitu 26.566-26.666 (>20%). Selama pengujian stabilitas terjadi perubahan elastisitas dan kadar air. Berdasarkan hasil uji hedonik, didapatkan F1 paling disukai pada parameter tekstur dan rasa sedangkan F2 paling disukai pada parameter warna dan aroma. Hasil uji antioksidan gummy candy menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 13.929. Kesimpulan: variasi konsentrasi gelatin dan pektin pada tiap formula memengaruhi elastisitas, kadar air, dan stabilitas sediaan gummy candy.
DEMONSTRASI PEMBUATAN JAMU PENAMBAH NAFSU MAKAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR KELAS V DAN VI SDN GEDUNG HARAPAN, LAMPUNG SELATAN Nadiah, Syaadatun; Azanti Putri, Refsya; Damayanti Abdul Karim, Dewi; Simanullang, Gayatri; Sekarsari Yusuf, Mubarika; Nurnahari, Naura; Yulianti Suprahman, Nisa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1987-1991

Abstract

Nafsu makan yang baik sangat penting bagi kesehatan anak usia sekolah dasar karena berpengaruh pada kecukupan gizi, pertumbuhan, dan kecerdasan. Namun, rendahnya nafsu makan masih menjadi masalah yang sering dijumpai dan berisiko menurunkan kualitas kesehatan anak. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Gedung Harapan, Lampung Selatan dilakukan dengan memperkenalkan jamu penambah nafsu makan berbahan alami, yaitu temulawak, lemon, meniran, sereh, dan madu. Kegiatan meliputi optimasi produk, penyusunan materi, serta demonstrasi interaktif bersama siswa kelas 5 dan 6. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa mengenai manfaat jamu (p0,05), sehingga kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran dan keterampilan anak dalam memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif sehat dan aman untuk mendukung nafsu makan serta kesehatan mereka
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN WARGA DESA TANJUNG AGUNG DALAM MEMANFAATKAN KULIT KAKAO SEBAGAI ANTIDIABETES Iga Mayola Pisacha; Dewi Damayanti Abdul Karim; Wina Safutri; Diah Kartika Putri; Iqfan Adi Rismawan; Doni Faizal; Etik Purwanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40245

Abstract

Kulit kakao memiliki peran penting dalam mencegah diabetes, berfungsi sebagai pengobatan herbal yang membantu proses penurunan diabetes. Namun, di Kabupaten Pesawaran, masyarakat menghadapi tantangan dalam akses terhadap obat berkualitas dan kurangnya kemampuan mengolah tumbuhan pertanian lokal sebagai alternatif pengobatan dan penghasilan. Observasi menunjukkan banyak warga Desa Tanjung Agung kesulitan mendapatkan pengobatan efektif, dengan keterbatasan dana dan masalah dalam rantai pasokan obat. Kurangnya metode pembelajaran yang variatif membuat masyarakat kurang mengenal dan menghargai tanaman tradisional sebagai alternatif pengobatan, padahal warga memiliki kelompok tani kakao yang sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tanpa intervensi yang tepat, pengetahuan masyarakat mengenai pengobatan herbal menjadi sangat terbatas, berpotensi mengakibatkan hilangnya warisan budaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang diabetes dan manfaat teh kulit buah kakao dengan menggunakan metode ceramah dan pelatihan. Kegiatan ini meliputi pelatihan pembuatan dan pengecekan kesehatan. Dengan harapan dapat mengatasi permasalahan utama yang diidentifikasi termasuk rendahnya pengetahuan tentang diabetes dan manfaat kulit kakao. Antusias warga begitu besar terhadap adanya kegiatan tersebut, parameter kesuksesan program diukur dari peningkatan pengetahuan peserta saat pretest dan posttest. Hasil analisis data diperoleh terjadinya peningkatan pengetahuan warga dari 49,40% menjadi 87,80%. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengobatan tradisional, sehingga dapat mengembangkan identitas dan kebanggaan terhadap budaya lokal yang melimpah.