Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN PENCEGAHAN PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL (TIK) PADA PASIEN PASCA KRANIOTOMI DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) Ahmat Pujianto; Hendy Lesmana; Maria Imaculata Ose; Bayu Purnomo; Aris Junaidi
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi pasien pasca kraniotomi relatif tidak stabil, dan berpotensi mengalami komplikasi intrakranial sehingga pasien harus mendapat pemantauan ketat di ruang perawatan intensif (Intensive Care Unit ((ICU). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran manajemen pencegahan tekanan intrakranial (TIK) pada pasien pasca kraniotomi di ICU. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang melibatkan 12 responden pasien pasca kraniotomi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi catatan medis pasien yang berisi karakteristik responden, status hemodinamik responden, manajemen TIK yang dilakukan, nilai pemeriksaan Glasgow Coma Scale-Pupil (GCS-P), nilai laboratorium untuk laktat, dan nilai elektrolit (natrium, kalium, dan klorida). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari ketiga perawatan, pengaruh sedasi sudah menurun dan 3 responden (8,3%) sudah dalam keadaan sadar dengan nilai GCS-P E4M6Vett-P 3/3. Semua responden diberikan posisi head up 15-30 derajat, sedangkan untuk mode ventilator mekanik, positive end expiratory pressure (PEEP), fraksi oksigen, obat sedasi, analgesik. Pada hari ketiga perawatan, sebagian besar responden sudah mengalami peningkatan ke arah perbaikan. Manajemen pencegahan peningkatan tekanan intrakranial pada pasien pasca kraniotomi akibat cedera otak traumatik pada pasien di ICU sesuai dengan pedoman Brain Trauma Foundation Guideline tahun 2016. Hanya saja untuk pengukuran tekanan intrakranial pada semua pasien belum dilakukan baik secara non-invasif maupun invasif. Kata kunci: ICU, manajemen TIK, pasca kraniotomi DOI : 10.35990/mk.v6n1.p44-55
KECEMASAN PERAWAT IGD DALAM MENANGANI PASIEN COVID-19 PADA MASA NEW NORMAL Andi Selamat; Maria Imaculata Ose; Darni Darni; Rahmatuz Zulfiah; Fitriya Handayani
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 1 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i1.3542

Abstract

Dilansir dari situs resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, per 12 April 2021 persentase kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Utara mencapai angka 0.7% dengan besaran kasus sebanyak 11.398. Dari besaran kasus tersebut, Kota Tarakan merupakan kota dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di Provinsi Kalimantan Utara (Dinas Kesehatan, 2021). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran  tingkat kecemasan perawat IGD dalam menangani pasien Covid-19 pada  Masa New Normal. Penelitian ini dilakukan secara Kuantitatif dengan Metode Deskriptif dan dengan menggunakan Total Sampling sebanyak 30 orang dengan masing – masing Rumah Sakit sebanyak 15 sampel perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan pengambilan data dilakukan pada bulan September 2022. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari dua rumah sakit yang diteliti responden lebih banyak yang mengalami kecemasan ringan dan sisanya tidak mengalami kecemasan sama sekali. Kesimpulan dari penelitian bahwa responden yang memiliki tingkat kecemasan ringan dan tidak cemas hal ini dikarenakan perawat sudah memiliki pengetahuan yang mulai baik mengenai informasi tentang Covid-19, baik cara penularan maupun cara pencegahan, adapun pengetahuan ini didapatkan atau bisa diakses melalui webinar, penyuluhan kesehatan, internet, media cetak maupun elektronik serta banyaknya leaflet yang terpampang di sekitar lingkungan rumah sakit meskipun demikian, namun mereka tetap merasakan cemas tapi rasa cemas tersebut dapat mereka kendalikan dengan tetap berfikiran positif.
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Nurman Hidaya; Fitriya Handayani; Maria Imaculata Ose; Ahmat Pujianto; Donny Tri Wahyudi
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 1 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i1.3370

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak dijumpai adalah karies gigi, dan kejadian ini paling banyak dialami anak-anak. Hal ini disebabkan oleh tingginya konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi anak yang kurang baik, upaya pencegahan perlu dilakukan agar terhindar dari karies gigi. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi melalui pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : ada hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi (p value= 0,000), ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi (p value = 0,000). Simpulan : Diharapkan untuk anak sekolah dasar mengurangi konsumsi makanan kariogenik dan lebih memperhatikan lagi tentang kebersihan gigi dan mulut. 
PREVALENSI PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) BERDASARKAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN DERAJAT KEPARAHAN Najihah Najihah; Estania Megaputri Theovena; Maria Imaculata Ose; Donny Tri Wahyudi
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 1 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i1.3550

Abstract

PPOK merupakan penyakit respirasi kronis yang dapat dicegah dan dapat diobati, ditandai adanya hambatan aliran udara yang persisten dan biasanya bersifat progresif serta berhubungan dengan peningkatan respons inflamasi kronis saluran napas yang disebabkan oleh gas atau partikel iritan tertentu. Pada tahun 2012 lebih dari 3 juta orang meninggal dan estimasi menunjukkan bahwa PPOK akan menepati urutan ketiga dari penyebab kematian diseluruh dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian PPOK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 responden yang ditentukan dengan teknik nonprobability sampling dengan pendekatan purpossive sampling. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner yang berisi data demografi pasien. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat. Data akan diolah dalam bentuk analisa univariat yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar penderita PPOK berusia lanjut usia yaitu 92.2% dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu 73.3%. Sedangkan derajat keparahan PPOK terbanyak pada derajat berat yaitu 47.4%. Sehinga dapat disimpulkan bahwa usia dan jenis kelamin dapat menjadi faktor risiko seseorang menderita PPOK.
Personal Hygiene dan Kesehatan Anak-Anak Nelayan Wilayah Pesisir: Sebuah Pendekatan Komunitas Alpiani, Citra Alpiani; Pujianto, Ahmat; Ose, Maria Imaculata; Handayani, Fitriya; Wahyudi, Donny Tri
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.5064

Abstract

Wilayah pesisir adalah wilayah yang memiliki kompleksitas permasalahan, permasalahan, tantangan dan peluang tersendiri yang menjadikan wilayah pesisir berbeda dengan wilayah lainnya. Permukiman wilayah pesisir yang menonjol di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara adalah warga nelayan yang bermukim disepanjang Pantai Amal. Warga yang bermukim di daerah ini memiliki anak-anak usia 6-12 tahun dan juga tergolong miskin serta kawasannya terlihat kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan personal higiene pada anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi pada personal higieneanak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal.Dalam penelitian responden akan menggunakan lembar observasi status personal hygiene yang sampelnya akan ditentukan berdasarkan kriteria inklusi yaitu anak-anak nelayan usia 6-12 tahun dan menyatakan bersedia untuk menjadi responden penelitian dan berdasarkan kriteria eksklusi yaitu bukan anak dari keluarga nelayan, bukan anak nelayan berusia dibawah 6 tahun dan anak nelayan berusia lebih dari 12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata status personal higiene pada anak-anak nelayan adalah personal higiene tidak memenuhi syarat. Hal ini terlihat pada persentase tertinggi (56,4%) dari total responden/pihak anak nelayan.
KAJIAN KARAKTERISTIK KESEHATAN DESA AGUNG MENDUKUNG TERBENTUK DESA SIAGA Ose, Maria Imaculata
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.4831

Abstract

Desa Siaga adalah suatu kondisi masyarakat desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri (Sulaeman et al., 2012). Desa Panca Agung merupakan desa yang berada di bulungan. Jarak akses puskesmas cukup jauh dengan rumah sakit. Berdasarkan hasil dari studi kasus wawancara yang dilakukan kepada salah satu perawat puskesmas menyebutkan bahwa angka kesakitan dan kondisi kegawatan yang cukup banyak pada daerah ini yaitu muntaber, demam berdarah dan ada angka stunting yang ditemukan pada penduduk desa ini.  Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala desa panca agung bahwa kedepannya pemerintah desa merancang akan terbentuknya desa siaga, dengan harapan desa tersebut mandiri dalam menangani masalah kesehatan dengan kriteria kemandirian dari warga dalam menangani kondisi kesehatan baik secara mandiri maupun secara kelompok dan perangkat desa lainnya. Tujuan di lakukan penelitian ini adalah melakukan kajian dan analisis Karakteristik Kesehatan Desa Panca Agung mendukung terbentuk Desa Siaga di desa Panca Agung, Metode penelitian yang digunakan adalah Action Research, dengan desain pendekatan kualitatif. Data-data yang terkumpul kemudian akan digolongkan berdasarkan 2 kelompok besar, yaitu kelompok (1) Analisis Komunitas, (2) Kelompok Analisis Intervensi. Hasil: Desa Panca Agung memenuhi indikator forum masyarakat desa, memiliki sistem gawat darurat berbasis masyarakat, Yankes dasar, UKBM, Surveilans, sistem kesiapsiagaan, lingkungan sehat. Pengukuran Indikator keberhasilan pengembangan desa siaga masih belum memenuhi karena terbatasnya data. Kesimpulan: Kontribusi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan unsur-unsur masyarakat lainnya di berbagai tingkat administrasi, juga memiliki andil yang bermakna
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronik dalam Menjalani Terapi Hemodialisis Handoko, Setiawan Tri; Wijayanti, Dewi; Tukan, Ramdya Akbar; Lesmana, Hendy; Ose, Maria Imaculata
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 7, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v7i2.24266

Abstract

Abstrak: Pasien Gagal Ginjal Kronik membutuhkan perawatan berkelanjutan yang dilakukan oleh berbagai pihak terutama dari keluarga. Hal ini sangat diperlukan bagi pasien Gagal Ginjal Kronik yang harus menjalani program terapi Hemodialisis dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien Gagal Ginjal Kronik dalam menjalani terapi hemodialisis di Ruang Hemodialisa RSUD dr H Jusuf SK. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 82 responden yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah menjalani tes validitas dan reliable. Analisa data yang digunakan adalah uji statistic chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value 0.001, berarti ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien Gagal Ginjal Kronik dalam menjalani terapi hemodialisis. Kesimpulan dari penelitian ini pasien yang menjalani terapi hemodialisis masih sangat membutuhkan dukungan dari keluarganya agar tetap disiplin menjalani terapi yang telah diprogramkan.Abstract: Chronic Kidney Failure patients need ongoing care carried out by various parties, especially from the family. This is indispensable for patients with Chronic Kidney Failure who have to undergo a Hemodialysis therapy program for a long time. The present study aimed to determine the relationship between family support and compliance of Chronic Kidney Failure patients undertaking hemodialysis therapy in the Hemodialysis Room of the Regional Public Hospital of dr. H Jusuf SK. The type of study was quantitative with a cross-sectional research design. The total number of samples consisted of 82 respondents who were selected using consecutive sampling. The instrument used is in the form of questionnaires that have undergone validity and reliable tests. The data were analyzed using a chi-square statistical test. The results showed that the p value was 0.001, which indicated that there was a significant relationship between family support and compliance of Chronic Kidney Failure patients undertaking hemodialysis therapy. It is concluded that the patients undertaking hemodialysis therapy still needed support from their families to remain disciplined in carrying out the therapy program.
KKN Tematik SUCCESS Kaltara Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Melalui Program Community Challenge di Kabupaten Bulungan Andini, Nenden Imas; Astuti, Mira; Miti, Miti; Ardiansyah, Ardiansyah; Tandi, Herlina; Fitasari, Fitasari; Gusriani, Gusriani; Sugiyatmi, Tri Astuti; Ose, Maria Imaculata
Borneo Community Health Service Journal SPECIAL EDITION
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i3.4905

Abstract

Kecamatan Tanjung Selor merupakan satu dari sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Bulungan. Kecamatan Tanjung Selor juga merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Utara dan berfungsi sebagai ibukota Kabupaten Bulungan. Secara luas wilayah, Kecamatan Tanjung Selor merupakan kecamatan terluas kelima di wilayah Kabupaten Bulungan. Kecamatan Tanjung Selor memiliki 6 desa dan 3 Kelurahan dengan kelurahan terluas adalah Kelurahan Tanjung Selor Hilir dengan luasnya 348,86 Km². Berbagai macam ciri khas masyarakat dengan berbagai latar belakang seperti ekonomi, lingkungan, pendidikan, agama, sosial dan masyarakat sehingga berdampak pada kesejahteraan hidup masyarakat serta perbedaan latar belakang tersebut juga menimbulkan kekhawatiran salah satunya dalam bidang kesehatan yaitu stunting. Stunting merupakan suatu kondisi malnutrisi kronis yang diakibatkan oleh pemberian asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama, masalah ini umumnya dapat terjadi karena kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi. Sebuah program Community Challenge merupakan suatu kegiatan untuk mengajak masyarakat agar mengkonsumsi makanan yang mengandung protein khusunya protein hewani selama 30 hari berturut-turut sebagai upaya perubahan perilaku dan pola makan. Adapun yang menjadi sasaran program community challenge ini adalah masyarakat yang berada dalam lingkup pelaksanaan KKN Tematik. Kegiatan yang telah dilakukan adalah pelaksanaan sosialisasi mengenai implementasi program Community Challenge di aula Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Acara tersebut dihadiri oleh pembicara dari Tim Program Matching Fund dan anggota tim pendamping keluarga Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Peserta yang menjadi fokus kegiatan ini adalah kader tim pendamping keluarga, yang diharapkan akan memainkan peran penting dalam mendukung proses pelaksanaan program. Partisipasi dalam sosialisasi ini diikuti oleh 28 peserta.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMENUHAN GIZI ISI PIRINGKU DALAM KEGIATAN COMMUNITY CHALLENGE Hafifa, Nun Ayu; Alfijanuanto, Dedek Dwi; Kemuning, Lely Putri; Uhie Lewuk, Maria Ulfanti; Gusriani, Gusriani; Octamelia, Mega; Ose, Maria Imaculata; Sugiyatmi, Tri Astuti
Borneo Community Health Service Journal SPECIAL EDITION
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i3.4718

Abstract

Stunting adalah kondisi yang sangat umum terjadi di kalangan masyarakat. Pada umumnya stunting sering terjadi pada bayi yang masih dalam kandungan dan di awal setelah kelahiran. Masalah kekurangan gizi cukup banyak terjadi di Indonesia. Sepertiga anak usia di bawah lima tahun memiliki tinggi badan di bawah rata-rata. Jumlah anak penderita stunting di Indonesia menempati posisi kelima besar dunia. Usaha dini untuk mencegah terjadinya stunting dengan melakukan pencegahan sejak masa kehamilan. Prinsipnya adalah memberikan asupan gizi kepada ibu hamil dan balita dengan memastikan selama kehamilan makanan yang dikonsumsi mengandung nilai gizi yang baik dan untuk balita memastikan makanan yang dikonsumsi mengandung nilai gizi yang baik juga. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga mengenai risiko stunting terkait pentingnya menyediakan gizi seimbang untuk makanan yang dikonsumsi. Keluarga berisiko stunting adalah keluarga yang mempunyai satu atau lebih faktor risiko stunting, termasuk keluarga yang mempunyai anak remaja perempuan/calon pengantin/ibu hamil/anak usia 0 - 23 bulan / anak usia 24 - 59 bulan yang berasal dari keluarga miskin, pendidikan orang tua yang rendah, kebersihan lingkungan yang buruk, dan air minum yang tidak memadai/layak. Target khusus pada kegiatan ini yaitu ibu hamil dan keluarga risiko stunting. Hasil akhir dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah peningkatan pengetahuan ibu hamil dan keluarga, risiko stunting terkait penyediaan gizi pada saat hamil dan pada balita, serta kemampuan yang konsisten untuk menerapkan pola makan yang teratur dan bergizi.Kata Kunci: Tantangan, Isi Piringku, gizi
Upaya Pencegahan Stunting dengan Program Succes Goes to School Melalui KKNT MBKM Universitas Borneo Tarakan Ardiansyah, Ardiansyah; Ainah, Noor; Deby, Deby; Yusnia, Yusnia; Amelia, Riya; Nur Abdiansyah, Dhanu Agung; Gusriani, Gusriani; Octamelia, Mega; Ose, Maria Imaculata; Cahyani, Reni Tri
Borneo Community Health Service Journal SPECIAL EDITION
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i3.4904

Abstract

Provinsi Kalimantan Utara adalah provinsi yang terbentuk sebagai Daerah Otonom Baru. Ibu kota dari provinsi Kalimantan Utara adalah Kabupaten Bulungan dan Ibu Kota dari Kabupaten Bulungan dengan Kelurahan Tanjung Selor Hilir yang luasnya 191,34 Km², merupakan wilayah kelurahan terluas dikabupaten bulungan, dan memiliki latar belakang yang bervariasi tidak menolak kemungkinan kabupaten bulungan memiliki kasus stunting. Stunting merupakan sebuah kondisi dimana Balita (Bayi Bawah Lima Tahun) mengalami gagal tumbuh kembang akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Success Goes to School adalah program yang mengajak siswa-siswi sekolah untuk membawa bekal 2 kali dalam seminggu dengan konsep Isi Piringku, sebagai upaya awal perubahan perilaku dan pola makan, dengan melibatkan peran aktif orang tua, guru, dan masyarakat. Pelaksanaan program Succes Goes to School dimulai dengan sosialisasi program dan dilanjutkan dengan pengukuran status gizi siswi kelas X Kuliner SMKN 1 Tanjung Selor, lalu mulai membawa bekal 2 kali dalam seminggu dimulai sejak pada tanggal 31 Oktober - 1 Desember, pada hari selasa dan jumat, disertai pemberian Tablet Fe pada hari jumat untuk seluruh siswi SMKN 1 Tanjung Selor, dimana bekal yang dibawa oleh siswa-siswi adalah bekal dengan konsep isi piring ku, dan setelah melakukan pengukuran antropometri setelah 30 hari membawa bekal, di dapatkan hasil bahwa sebagian besar siswa-siswi kelas X Kuliner mengalami peningkatan BB dan LILA. Adapun setelah dilaksanakannya program Succes Goes to School ada perubahan status gizi pada siswi kelas X Kuliner, setelah dilakukan pengukuran antropometri kedua kalinya.  
Co-Authors Agustin, Marlinda Ahmat Pujianto Ahmat Pujianto Ahmat Pujianto Aji Ega Akbar Tukan, Ramdya Alfianur Alfianur Alfianur Alfijanuanto, Dedek Dwi Alpiani, Citra Alpiani Amelia, Riya Andi Selamat Andini, Nenden Imas ARDIANSYAH ARDIANSYAH Aris Junaidi Armanto, Armanto Astuti, Mira Baydhuri, Putri Intan Bayu Purnomo Cahyani, Reni Tri Choiriyah Choiriyah Choiroh Armah Cindy Arfina Citra Alpiani Damayanti, Ana Darni Darni Darni Darni Deby Deby DEWI WIJAYANTI Dewi Wijayanti Dewy Haryanti Parman Dewy Haryanti Parman Donny Tri Wahyudi Donny Tri Wahyudi Estania Megaputri Theovena Fitasari, Fitasari Fitria Handayani Fitriya Handayani Fitriya Handayani Fitriya Handayani Fitriya Handayani Fitriya Handayani Gusriani Gusriani Hadariah, Hadariah Hafifa, Nun Ayu Handayani Fitriya Handayani, Fitriya Handoko, Setiawan Tri Hasriana Hasriana Hasriana, Hasriana Hidaya, Nurman Indiriawati, Resty Irwansyah Irwansyah Iskandar, Ayuk Cucuk Jumriana Jumriana, Jumriana Kartanti, Natalia Ida Kemuning, Lely Putri Lesmana, Hendy Losong, Aprilisya Nensyiawati M Akbar Nugraha M. Akbar Nugraha Madda, Hasmidah Mangga, Mikael Manihuruk, Mellyani Boru Marnia Sulfiana Mega Octamelia Miti, Miti Najihah Najihah Najihah Najihah, Najihah Nani, Hasni Noor Ainah Nugraha, M Akbar Nur Abdiansyah, Dhanu Agung Nurman Hidaya Nurman Hidaya Nurman Hidaya Nursalehuddin, Nursalehuddin Nurtilawati, Sri octamelia, Mega Oktovianus, Enilin Paridah Paridah Parman, Dewy Haryanti Pujianto, Ahmat Putri Aulia Rohmadiana Putri Ayu Utami Putri, Mellisa Chelsea Azzahra Santoso Renna Youfristiya Sari Retno Lestari Retty Ratnawati Rika Wahyuni Sugiyatmi, Tri Astuti Sulidah Sulidah Surani, Wahyu Tambunan, Santi Tandi, Herlina Tobing, Kurniaty Ika Sari Uhie Lewuk, Maria Ulfanti Ully, Sulidah Umami, Nurrahmi Utami, Putri Ayu Wahyudi, Donny Tri Yacoline Pailungan, Ferly Yuliana Yuliana Yusnia, Yusnia Zulfia, Rahmatuz