Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Kepatuhan Mobilisasi Dini Pasien Kritis Lesmana, Hendy; Tambunan, Santi; Pujianto, Ahmat; Ose, Maria Imaculata; Darni, Darni; Hasriana, Hasriana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14603

Abstract

ABSTRACT Due to prolonged bed rest brought on by disruptions in one or more organ functions, the majority of patients receiving treatment in the Intensive Care Unit (ICU) have muscle weakness that is unrelated to their primary condition and prevents them from mobilization. In the ICU room of RSUD dr.H. Jusuf SK, this study intended to identify the variables associated with nurse compliance in carrying out early mobilization. This quantitative study adopted a cross-sectional methodology and a non-experimental descriptive design. The ICU nurses at RSUD dr.H. Jusuf SK made up the entire sample of 39 responders, using the total sampling methodology. Utilizing observation sheets of nurse compliance with early mobilization as well as a questionnaire about nurses' knowledge, attitudes, and behavior to gather data. The Spearman correlation test was used to analyze the data. Both univariate and bivariate analysis were used in this study. According to this survey, nurses' education was good (74.4%), their attitude was adequate (76.9%), but their domineering behavior was poor (51.3%), and they were disobedient (43.6%). The correlation between the three parameters and nurse compliance yielded ap value of less than 0.05. In the ICU room of RSUD dr.H. Jusuf SK, this study demonstrated a good relationship between nurse compliance and knowledge, attitudes, and conducted in regards to early mobilization of critical patients. It was intended that this research would be used to further investigate the reasons that hindered nurse compliance with mobilization. Keywords: ICU, Nurse Compliance, and Early Mobilization.  ABSTRAK Pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) hampir seluruhnya mengalami kelemahan otot yang tidak terkait dengan diagnosis utamanya karena tirah baring lama yang disebabkan gangguan satu atau lebih fungsi organ tubuh, sehingga tidak mampu untuk melakukan mobilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pemenuhan mobilisasi dini di ruang ICU RSUD dr.H. Jusuf SK. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan cros sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 39 responden, yakni seluruh perawat ICU RSUD dr.H. Jusuf SK. Pengumpulan data menggunakan kuisioner pengetahuan, sikap dan perilaku perawat, serta lembar observasi kepatuhan perawat dalam mobilisasi dini. Data diolah dengan uji korelasi Spearmen. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan perawat sudah baik (74,4 %), sikap perawat cukup (76,9%), sedangkan perilaku perawat dominan buruk (51,3 %) dan perawat tidak patuh (43,6 %). Hasil korelasi ketiga faktor terhadap kepatuhan perawat didapatkan nilai p < 0,05. Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kepatuhan perawat dalam pemenuhan mobilisasi dini pada pasien kritis di ruang ICU RSUD dr.H. Jusuf SK. Diharapkan penelitian ini bisa diteliti lebih lanjut untuk faktor hambatan yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pemenuhan mobilisasi. Kata Kunci: ICU, Kepatuhan Perawat, & Mobilisasi Dini.
Penerimaan Keluarga pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Choiriyah, Choiriyah; Pujianto, Ahmat; Ose, Maria Imaculata; Wahyudi, Donny Tri; Paridah, Paridah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15232

Abstract

ABSTRACT HIV/AIDS is still being a problem that threatens the Indonesian people. The incidence rate in 2019 was 50,282 cases and it increased by 543,100 cases in 2022. People who are HIV positive, of course, will have problems both physically and psychologically. The problem that is currently being highlighted is family acceptance of people living with HIV/AIDS (PLWHA). Since the family is the first social environment that has an emotional attachment to one another, family support is a form of family acceptance of PLWHA. This research aimed to identify the description of family acceptance of people living with HIV/AIDS. Method: A descriptive quantitative research method with univariate analysis was employed on a sample sure of 105 respondents to describe the family acceptance. The result of the analysis showed that mean of the respondents had a low level of family acceptance. It could be concluded that PLWHA still got stigma and discrimination from that families. It is expected that health personal can be more active in providing education and socialization regarding HIV/AIDS and PLWHA to families and societer to reduce stigma and discrimination on order to improve the quality of life of PLWHA. Keywords: HIV/AIDS, PLWHA, Family Acceptance   ABSTRAK HIV/AIDS masih menjadi masalah yang mengancam Indonesia. Angka kejadian tahun 2019 sebanyak 50.282 kasus dan tahun 2022 meningkat sebanyak 543.100 kasus. Bagi orang–orang yang divonis positif HIV, tentu akan memiliki masalah baik itu fisik, maupun psikologis. Permasalahan yang saat ini terus menerus disorot adalah penerimaan keluarga pada ODHA. Mengingat keluarga adalah lingkungan sosial pertama yang memiliki keterikatan emosional antar satu sama lain. Dukungan keluarga menjadi salah bentuk penerimaan keluarga terhadap ODHA. Sehingga penelitian ini bertujuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran penerimaan keluarga orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang melibatkan 105 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan tingkat penerimaan keluarga rendah. ODHA masih mendapatkan stigma dan diskriminasi dari keluarga. Diharapkan petugas kesehatan untuk lebih aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terkait HIV/AIDS dan ODHA kepada keluarga dan masyarakat umum untuk menurunkan angka stigma dan diskriminasi agar meningkatkan kualitas hidup ODHA. Kata Kunci: HIV/AIDS, ODHA, Penerimaan Keluarga
Analisis Pekerjaan dan Dukungan Keluarga terhadap Cakupan Imunisasi Rutin Lengkap Bayi dan Balita pada Kelurahan Juata Laut Nurtilawati, Sri; Wahyudi, Donny Tri; Alfianur, Alfianur; Handayani, Fitriya; Zulfia, Rahmatuz; Ose, Maria Imaculata
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14365

Abstract

ABSTRACT Immunization services are one of the most effective and efficient efforts to prevent and break the chain of communicable diseases. According to data from the Local Area Monitoring of the Juata Health Center, Juata Laut Village has not yet reached UCI (Universal Child Immunization), which is 56.4%, while the UCI target is 95%. This study aims to determine the relationship between employment status and family support on Complete Routine Immunization Coverage for Infants and Under-fives in Juata Laut Village. This research is a quantitative analytic study with a cross sectional design. The sample consisted of 50 mothers who had children aged less than 2 years with complete and incomplete routine immunizations obtained from total sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis with Chi Square test. The results showed that the mother's employment status was closely related to the achievement of complete routine immunization coverage for children under two with p-value = 0.001 < α (0.05) and there was a significant relationship between family support and the complete routine immunization status of infants and under-fives in Juata Village. Sea with p-value = 0.001. The conclusion of this study is that the mother's employment status and family support are related to complete routine immunization coverage for infants and under-fives in Juata Laut Village. To Health Center staff further improve health promotion by providing counseling on the importance of Complete Routine Immunization for infants and Bad and old, the side effects of the benefits of immunization. The community is expected to be more active in participating in the implementation of immunization. Keywords: Complete Routine Immunization, Coverage, Infants, and Under-Fives  ABSTRAK Pelayanan imunisasi merupakan salah satu upaya yang paling efektif dan efisien untuk mencegah dan memutus mata rantai penyakit menular. Menurut Data dari Pemantauan Wilayah Setempat Puskesmas Juata bahwa Kelurahan Juata Laut belum mencapai UCI (Universal Child Immunization) yaitu 56,4% sedangkan target UCI 95%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status pekerjaan dan dukungan keluarga terhadap Cakupan Imunisasi Rutin Lengkap pada Bayi dan Baduta di Kelurahan Juata Laut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 50 ibu yang memiliki anak usia kurang dari 2 tahun dengan imunisasi rutin lengkap dan tidak lengkap yang didapatkan dari total sampling, analisis data menggunakan  analisis univariat dan bivariat  dengan uji Chi Square , α: 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status pekerjaan ibu berhubungan erat dengan pencapaian cakupan imunisasi rutin lengkap bagi anak baduta dengan p-value =0,001 dan terdapat hubungan signifikan  antara dukungan keluarga terhadap status kelengkapan imunisasi rutin lengkap bayi dan baduta di Kelurahan Juata Laut dengan p-value= 0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah status pekerjaan ibu dan dukungan keluarga berhubungan dengan cakupan imunisasi rutin lengkap pada bayi dan baduta di Kelurahan Juata Laut. Kepada Petugas Puskesmas lebih meningkatkan promosi Kesehatan dengan memberikan penyuluhan pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap bagi bayi dan Baduta, efek samping keuntungan pemberian imunisasi. Masyarakat diharapkan dapat lebih aktif berperan serta dalam pelaksanaan imunisasi. Kata Kunci: Baduta, Bayi, Cakupan, dan Imunisasi Rutin Lengkap, Cakupan
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Hipotermi Pasca General Anestesi di Instalasi Bedah Sentral Hadariah, Hadariah; Najihah, Najihah; Ose, Maria Imaculata; Wijayanti, Dewi; Pujianto, Ahmat
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.15229

Abstract

ABSTRACT More than 80% of operations use general anesthesia techniques. and it was found that 2.5% of patients experienced complications after undergoing anesthesia. Nearly 30% of post-anesthesia patients experience hypothermia. The negative impacts of hypothermia on patients include increased risk of bleeding, myocardial ischemia, longer recovery after anesthesia, impaired wound healing, and increased risk of infection. The aim of this study was to analyze factors associated with hypothermia after general anesthesia at IBS RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. This research is a quantitative research with 60 respondents. Respondents in this study were post-general anesthesia patients using consecutive sampling technique. The statistical test used is the Chi-Square test. The results of the study showed that factors associated with hypothermia after general anesthesia were age, BMI, gender, type of operation and duration of operation in a central surgical installation. So it can be concluded that there is a relationship between the factors age, BMI, gender, length of operation and type of operation with hypothermia after general anesthesia at IBS RSUD dr. H. Jusuf SK. Therefore, it is hoped that the hospital can create an SOP regarding the management of preventing hypothermia in post-surgical patients. Keywords: Factor, Hypothermia, General Anesthesia  ABSTRAK Lebih dari 80% operasi menggunakan teknik general anastesi. dan ditemukan 2,5% pasien mengalami komplikasi setelah menjalani anestesi. Pasien pasca anestesi hampir 30% mengalami kejadian hipotermi. Dampak negatif hipotermi terhadap pasien, antara lain risiko perdarahan meningkat, iskemia miokardium, pemulihan pasca anestesi yang lebih lama, gangguan penyembuhan luka, serta meningkatnya risiko infeksi.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan hipotermi pasca general anestesi di IBS RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan 60 responden. Responden dalam penelitian ini merupakan pesien pasca general anestesi dengan teknik pengambilan sample consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan hipotermi pasca general anestesi adalah usia, IMT, jenis kelamin, jenis operasi dan lama operasi di instalasi bedah sentral. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara faktor usia, IMT, jenis kelamin, lama operasi dan jenis operasi dengan hipotermi pasca general anestesi di IBS RSUD dr. H. Jusuf SK. Oleh karena itu, diharapkan pihak rumah sakit dapat membuat SOP terkait manajemen pencegahan hipotermi pada pasien pasca bedah Kata Kunci: Faktor, Hipotermi, General Anastesi
Penerapan Thermotherapy dan Aromatherapy Lavender terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Sindrom Koroner Akut Surani, Wahyu; Lesmana, Hendy; Ose, Maria Imaculata; Pujianto, Ahmat; Nugraha, M Akbar
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16038

Abstract

ABSTRACT Acute Coronary Syndrome consists of a collection of clinical symptoms of myocardial ischemia which is characterized by pain in the chest. One way to manage pain in ACS patients through non-pharmacological measures is by administering thermotherapy and lavender aromatherapy. Thermotherapy is the application of heat to the body to reduce symptoms of acute and chronic pain. Meanwhile Aromatherapy lavender is an essential oil used for aromatherapy with the main components being linalool and linalic acetate oil. The design of this scientific work uses a case study design conducted on 3 respondents with acute coronary syndrome who experienced chest pain. The instruments in this research were an observation sheet, SOP for administering thermotherapy and lavender aromatherapy, and a measurement sheet using the Numeric Rating Scale. Intervention is carried out twice every 12 hours, once every 24 hours. The results showed that there was a significant change in the pain scale between before the intervention was given and after the intervention was given, where after being given a combination of thermotherapy and lavender aromatherapy intervention, the pain felt by the respondents decreased. The conclusion of this study is that the application of thermotherapy and lavender aromatherapy is effective in reducing the pain scale in patients with acute coronary syndrome. Keywords: Acute Pain, Aromatherapy, Thermotherapy  ABSTRAK Sindrom Koroner Akut terdiri dari kumpulan gejala klinis iskemia miokard yang ditandai dengan adanya rasa nyeri di bagian dada. Salah satu penatalaksanaan nyeri pada pasien SKA melalui tindakan non farmakologi adalah dengan pemberian thermotherapy dan aromatherapy lavender. Thermotherapy merupakan pemberian aplikasi panas pada tubuh untuk mengurangi gejala nyeri akut maupun kronis. Sedangkan Aromatherapy lavender adalah minyak esensial yang digunakan untuk aromaterapi dengan komponen utama minyak linalool dan linalik asetat. Rancangan karya ilmiah ini menggunakan desain studi kasus yang dilakukan pada 3 responden dengan sindrom koroner akut yang mengalami nyeri dada. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi, SOP pemberian thermotherapy dan aromatherapy lavender, dan lembar pengukuran menggunakan Numeric Rating Scale. Intervensi dilakukan sebanyak 2 kali setiap 12 jam sekali dalam 24 jam. Hasil menunjukkan bahwa adanya perubahan skala nyeri yang cukup signifikan antara sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi, dimana setelah diberikan intervensi kombinasi thermotherapy dan aromatherapy lavender, nyeri yang dirasakan oleh responden berkurang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penerapan thermotherapy dan aromatherapy lavender efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien sindrom koroner akut. Kata Kunci: Aromatherapy, Nyeri Akut, Thermotherapy
Fenomenologi Pengalaman Pasien Pra Operasi di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. JUSUF SK Agustin, Marlinda; Hasriana, Hasriana; Ose, Maria Imaculata; Handayani, Fitria; Darni, Darni; Damayanti, Ana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15368

Abstract

ABSTRACT Waiting time for surgery, worry about the results of surgery, separation from family, anticipation of post-operative pain, loss of sense of independence, fear off surgical procedures and death are things that patient experience when facing surgery. The purpose of this study was to describe the experience off preoperative patients. This study used a qualitative design with a phenomenological study approach. The sample in the study amounted to 10 Participants who were taken according to predetermined inclusion criteria. Data were collected using structure interview and observation methods. The collected data were analyzed using the Colaizzi method. From the result of the participant interview, five themes were produced in the study, which described the patient’s experience of facing surgery, namely (1) Preparing well, (2) Feeling confident about the operation to be undertaken, (3) External support increasing readiness for surgery, (4) Optimism towards operating results. Based on this study, patients described their surgical experience positively and had confidence in the result of the operations they had undergone. Keywords: Experience, Pre-Operative Phenomenological Study.  ABSTRAK Waktu tunggu operasi, kekhawatiran pada hasil operasi, perpisahan dengan keluarga, antisipasi terhadap nyeri pasca operasi, kehilangan rasa kemandirian, ketakutan akan prosedur operasi dan kematian merupakan hal yang dialami oleh pasien saat menghadapi operasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengalaman pasien pra operasi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Sampel pada penelitian berjumlah 10 partisipan yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Teknik pengambilan data dengan metode wawancara terstruktur dan observasi. Analisis data menggunakan metode Colaizzi. Hasil wawancara partisipan didapatkan lima tema yang dihasilkan dalam penelitian yang menggambarkan pengalaman pasien menghadapi operasi yaitu (1) Mempersiapan dengan baik, (2) Perasaan yakin terhadap operasi yang akan dijalani, (3) dukungan eksternal meningkatkan kesiapan menjalani operasi (4) Optimisme terhadap hasil operasi. Kesimpulan penelitian ini pasien menggambarkan pengalaman operasi dengan positif dan keyakinan terhadap hasil operasi yang telah dijalani. Kata Kunci: Pengalaman, Pra Operasi, Studi Fenomenologi
Peningkatan Kualitas Tidur Pada Pasien Nyeri Akut dengan Relaksasi Benson Madda, Hasmidah; Paridah, Paridah; Tukan, Ramdya Akbar; Ose, Maria Imaculata; Najihah, Najihah; Alfianur, Alfianur; lesmana, Hendy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14714

Abstract

ABSTRACT Pain is a sensory and emotional experience accompanied by a sense of discomfort due to actual and potential damage to body tissues Pain or soreness is the most frequent major complaint, leading individuals to seek help at health facilities Pain has been identified as the cause of poor sleep quality Therefore, pharmacological and non-pharmacological interventions were needed to overcome the problem Benson relaxation can be used as a non-pharmacological intervention to reduce pain and improve sleep quality. The purpose of this study was to identify the effectiveness of Benson relaxation intervention on improving sleep quality in acute pain patients. This research used a quasi-experimental method with a One-group pretest-posttest design. The sampling used Purposive Sampling (Judgmental Sampling) with a total sample of 47 respondents who were treated in Anggrek A room of RSUD dr. H Jusuf SK. The results of a statistical test using the Wilcoxon Signed Rank test obtained a value of p-0.001 It showed that there was a significant difference between respondents' sleep quality and acute pain before and after Benson relaxation intervention The conclusion of the study showed that Benson relaxation which was given 20 minutes for 3 days was effective for improving sleep quality in acute pain patients. Keywords: Acute Pain, Benson Relaxation Therapy, Insomnia, Sleep Quality  ABSTRAK Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik serta emosional disertai rasa ketidaknyamanan akibat rusaknya jaringan tubuh aktual dan potensial. Rasa sakit atau nyeri merupakan keluhan utama yang paling sering, membuat individu mencari bantuan ke fasilitas kesehatan. Nyeri telah diidentifikasi sebagai penyebab kualitas tidur yang buruk oleh karena itu dibutuhkan intervensi farmakologi dan non farmakologi untuk mengatasi masalah tersebut. Relaksasi Benson dapat digunakan sebagai intervensi non farmakologi untuk mengurangi nyeri dan menaikkan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi efektifitas intervensi relaksasi Benson terhadap peningkatan kualitas tidur pada pasien nyeri akut. Jenis penelitian ini menggambarkan metode quasi-exsperimen dengan desain One-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel mengunakan Purposive Sampling (Judgmental Sampling) dengan jumlah sampel 47 pasien yang dirawat di ruang Anggrek A RSUD dr. H Jusuf SK. Hasil uji statistic menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p=0,001, ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur pasien dengan nyeri akut sebelum dan setelah dilakukan intervensi relaksasi benson. Kesimpulan penelitian adalah relaksasi benson yang diberikan 20 menit selama 3 hari efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien nyeri akut. Kata Kunci:Benson Relaxation Therapy, Insomnia, Kualitas Tidur, Nyeri 
Transformasi Kesehatan dan Lingkungan melalui Edukasi Komprehensif di Desa Samaenre Semaja Gusni Fitri; Maria Imaculata Ose; Ahmat Pujianto; Khaerunnisa Khaerunnisa; Andre Nugraha; Salsabilla Salsabilla; Ardianus Gaspar Lili Purek; Risa Risa
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.2782

Abstract

Desa Samaenre Semaja menghadapi berbagai permasalahan yang memerlukan penanganan terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Berdasarkan hasil observasi, terdapat tiga masalah prioritas, yaitu kesehatan, lingkungan, dan pendidikan. Pada bidang kesehatan, keterbatasan sarana dan prasarana serta minimnya tenaga kesehatan menjadi kendala utama. Desa hanya memiliki Poskesdes dengan layanan bidan, sementara puskesmas berada pada jarak yang cukup jauh. Selain itu, pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan penanganan kegawatdaruratan masih rendah. Ditemukan pula kasus stunting pada lima anak. Pada bidang lingkungan, pengelolaan sampah serta limbah rumah tangga dan pertanian belum dilakukan secara optimal. Sementara itu, pada bidang pendidikan masih terdapat keterbatasan fasilitas belajar seperti ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium yang berdampak pada rendahnya variasi pembelajaran dan minat belajar siswa.Sebagai upaya penyelesaian, dilaksanakan Program Sentuhan Sehat: Transformasi Kesehatan dan Lingkungan melalui Edukasi Komprehensif di Desa Samaenre Semaja. Program ini meliputi tiga kegiatan utama, yaitu pembentukan masyarakat sehat melalui edukasi gizi, kegawatdaruratan, dan kesehatan keluarga; inovasi lingkungan melalui edukasi pengelolaan sampah, pembuatan pupuk cair, dan pemanfaatan pekarangan; serta petualangan ekologi bagi siswa sekolah dasar. Pelaksanaan program dilakukan melalui koordinasi dengan mitra, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan, lingkungan, dan pendidikan.
Kesadaran dan Kesiapsiagaan Bencana pada Masyarakat Pesisir Kalimantan Utara Ahmat Pujianto; Maria Imaculata Ose; Putri Intan Baydhuri; Mellisa Chelsea Azzahra Santoso Putri
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i1.1863

Abstract

The role of disaster awareness and preparedness in improving disaster preparedness in the community is vital. The relationship between disaster awareness and disaster preparedness in coastal communities has not been directly ascertained, so research is needed to assess the problem. The purpose of this study was to identify the relationship between disaster awareness and disaster preparedness in coastal communities. This study is a correlational and cross-sectional study. This study involved 100 respondents using an convenience sampling technique. This research was conducted in one of the coastal sub-districts of Tarakan City, North Kalimantan Province. The data collection process was carried out from October to November 2024. The disaster awareness and preparedness assessment instrument used a questionnaire from previous research. The Chi-Square test was used to see the relationship between disaster awareness and disaster preparedness. The results showed that most respondents were female (58%), worked as farmers/fishermen (33%), graduated from high school/vocational school (41%), the average age of respondents was 37.33 years with an average income of Rp1,626,000 per month. Most respondents with low disaster awareness also had low disaster preparedness (53%). The results of the Chi-Square test showed that there was a relationship between disaster awareness and disaster preparedness (p = 0.001). The low disaster awareness and disaster preparedness in coastal communities, it is necessary to provide disaster education to the community so that the community is ready to face disaster conditions, especially in coastal areas.
Co-Authors Agustin, Marlinda Ahmat Pujianto Ahmat Pujianto Ahmat Pujianto Aji Ega Akbar Tukan, Ramdya Alfianur Alfianur Alfianur Alfijanuanto, Dedek Dwi Alpiani, Citra Alpiani Amelia, Riya Ana Damayanti Andi Selamat Andini, Nenden Imas Andre Nugraha ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ardianus Gaspar Lili Purek Aris Junaidi Armanto, Armanto Astuti, Mira Baydhuri, Putri Intan Bayu Purnomo Cahyani, Reni Tri Choiriyah Choiriyah Choiroh Armah Cindy Arfina Citra Alpiani Damayanti, Ana Darni Darni Darni Darni Deby Deby Dewi Wijayanti DEWI WIJAYANTI Dewy Haryanti Parman Dewy Haryanti Parman Donny Tri Wahyudi Donny Tri Wahyudi Estania Megaputri Theovena Fitasari, Fitasari Fitria Handayani Fitriya Handayani Fitriya Handayani Fitriya Handayani Fitriya Handayani Fitriya Handayani Gusni Fitri Gusriani Gusriani Hadariah, Hadariah Hafifa, Nun Ayu Handayani Fitriya Handayani, Fitriya Handoko, Setiawan Tri Hasriana Hasriana Hasriana, Hasriana Hidaya, Nurman Indiriawati, Resty Iskandar, Ayuk Cucuk Jumriana Jumriana, Jumriana Kartanti, Natalia Ida Kemuning, Lely Putri Khaerunnisa Khaerunnisa Lesmana, Hendy Losong, Aprilisya Nensyiawati M Akbar Nugraha M. Akbar Nugraha Madda, Hasmidah Mangga, Mikael Manihuruk, Mellyani Boru Marnia Sulfiana Mega Octamelia Mellisa Chelsea Azzahra Santoso Putri Miti, Miti Najihah Najihah Najihah Najihah, Najihah Nani, Hasni Noor Ainah Nugraha, M Akbar Nur Abdiansyah, Dhanu Agung Nurman Hidaya Nurman Hidaya Nurman Hidaya Nursalehuddin, Nursalehuddin Nurtilawati, Sri octamelia, Mega Oktovianus, Enilin Paridah Paridah Parman, Dewy Haryanti Pujianto, Ahmat Putri Aulia Rohmadiana Putri Ayu Utami Putri Intan Baydhuri Renna Youfristiya Sari Retno Lestari Retty Ratnawati Rika Wahyuni Risa Risa Salsabilla Salsabilla Sugiyatmi, Tri Astuti Sulidah Sulidah Surani, Wahyu Tambunan, Santi Tandi, Herlina Tobing, Kurniaty Ika Sari Uhie Lewuk, Maria Ulfanti Ully, Sulidah Umami, Nurrahmi Utami, Putri Ayu Wahyudi, Donny Tri Yacoline Pailungan, Ferly Yuliana Yuliana Yusnia, Yusnia Zulfia, Rahmatuz