Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Guru dalam Menghadapi Gangguan Kosentrasi Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Lisa Damayanti; Arsan Shanie; Nayla Lutfiyah; Najwa Aulia Fatah; Muhammad Muhajirin; Eka Yogi Ulyatul Fatikah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i1.518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi yang digunakan guru dalam mengatasi gangguan konsentrasi siswa saat pembelajaran pendidikan islam di MI NU 09 Kauman Boja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa gangguan konsentrasi siswa dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri (seperti kelelahan dan kejenuhan) maupun dari luar (seperti lingkungan yang bising dan penggunaan gadget secara berlebihan). Dalam merespons hal tersebut, guru menerapkan berbagai strategi, seperti metode pembelajaran yang bervariasi, pemanfaatan media audio-visual, pendekatan emosional yang personal, serta pembiasaan nilai-nilai religius dalam kegiatan belajar. Penerapan strategi-strategi ini terbukti meningkatkan keterlibatan dan konsentrasi siswa. Penelitian ini memberikan sumbangsih bagi pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih responsif dan kontekstual dalam pendidikan Islam dasar, terutama melalui perspektif psikologi pendidikan Islam.
Permasalahan Psikologis Siswa dalam Memahami Materi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Laila Farikhatul Maulida; Arsan Shanie
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i1.519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan psikologis yang dialami siswa Sekolah Dasar dalam memahami materi Pendidikan Agama Islam (PAI), serta peran guru dalam mengatasinya. Penelitian dilakukan di SDN Tambakaji 04 Semarang dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap siswa kelas V dan guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami berbagai hambatan psikologis seperti kecemasan belajar, rendahnya kepercayaan diri, dan minimnya keterlibatan emosional. Faktor-faktor tersebut menghambat pemahaman siswa terhadap materi PAI, khususnya konsep-konsep abstrak seperti iman dan akhlak. Guru cenderung menggunakan metode ceramah dan hafalan yang kurang kontekstual, sehingga tidak menyentuh aspek afektif siswa. Namun, pendekatan kontekstual seperti cerita islami atau media visual terbukti mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya pembelajaran yang ramah psikologis untuk menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna, serta mendorong internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan siswa sehari-hari.
Pengaruh Keteladanan Guru Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Karakter Religius Siswa Rintan Febriyanti; Arsan Shanie
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i1.520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keteladanan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap pembentukan karakter religius siswa. Keteladanan guru memiliki peran penting dalam proses internalisasi nilai-nilai keagamaan pada diri siswa, terutama dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui angket yang disebarkan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keteladanan guru PAI dengan pembentukan karakter religius siswa. Guru yang mampu menjadi panutan dalam perilaku sehari-hari, seperti rajin beribadah, jujur, dan sopan, berkontribusi besar dalam membentuk sikap religius siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran guru sebagai model dalam pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
Dampak Rendahnya Kedisiplinan Siswa terhadap Perkembangan Akhlak dalam Konteks Psikologi Pendidikan Islam Abdur Rouf; Arsan Shanie
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i2.521

Abstract

Kedisiplinan merupakan fondasi penting dalam pembentukan akhlak siswa dalam pendidikan Islam, namun fenomena rendahnya kedisiplinan di MI Walisongo Semarang menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk kedisiplinan siswa, mengidentifikasi faktor-faktor psikologis yang memengaruhi rendahnya kedisiplinan, serta mengeksplorasi pendekatan psikologi pendidikan Islam dalam meningkatkan perilaku disiplin. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kedisiplinan siswa mencakup kehadiran tepat waktu, kepatuhan terhadap tata tertib, dan pelaksanaan ibadah rutin. Namun, kedisiplinan siswa dipengaruhi oleh motivasi belajar yang rendah, kurangnya pengendalian diri, tekanan sosial, serta lemahnya pemahaman spiritual. Pendekatan psikologi pendidikan Islam terbukti efektif melalui integrasi nilai spiritual, keteladanan guru, penguatan positif, dan kerja sama antara sekolah dan orang tua. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pembinaan kedisiplinan melalui pendekatan psikologi pendidikan Islam dapat membentuk akhlak siswa secara lebih holistik dan berkelanjutan, baik dalam konteks sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Upaya Membangun Kesehatan Mental Siswa Sekolah Dasar melalui Nilai Islam dalam Pembelajaran Dina Risma Faoziah; Arsan Shanie
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i3.536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai Islam diintegrasikan dalam pembelajaran untuk membangun kesehatan mental siswa Sekolah Dasar (SD). Latar belakang penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa kesehatan mental siswa sering kali kurang mendapat perhatian dalam pendidikan dasar, padahal kondisi psikologis yang sehat sangat penting untuk mendukung keberhasilan belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Islam seperti sabar, syukur, tawakal, ikhlas, dan husnuzan dalam kegiatan pembelajaran secara konsisten mampu membantu siswa mengelola emosi, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun ketahanan terhadap tekanan akademik dan sosial. Guru berperan penting sebagai fasilitator dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui keteladanan dan pendekatan kontekstual. Temuan ini memperkuat teori perkembangan psikososial Erikson dan konsep jiwa tenang (nafs muthmainnah) dalam psikologi Islam, yang menekankan pentingnya dukungan spiritual dalam pembentukan kesehatan mental anak. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai-nilai Islam diintegrasikan secara menyeluruh dalam semua mata pelajaran untuk membentuk lingkungan belajar yang mendukung kesehatan mental siswa secara holistik.
Implementasi Konseling Islam dalam Mengatasi Masalah Psikologis Siswa Madrasah Ibtidaiyah Amel Aulia; Arsan Shanie
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i3.541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi konseling Islam dalam mengatasi  permasalahan psikologis siswa di MI Nurussibyan Randugarut Semarang. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya jumlah siswa yang mengalami gangguan psikologis, seperti kecemasan belajar, kurangnya rasa percaya diri, hingga kesulitan dalam bersosialisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Psikologi Pendidikan Islam. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling Islam di MI Nurussibyan dilakukan secara informal oleh guru agama dan wali kelas melalui pendekatan spiritual, seperti dialog keagamaan, pembacaan ayat Al-Qur’an, doa, serta metode kisah Islami. Konseling ini efektif dalam meningkatkan  ketenangan jiwa dan motivasi belajar siswa. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru dalam konseling, dan belum adanya ruang khusus konseling.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun bersifat sederhana, implementasi konseling Islam dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental siswa.
Analisis Pola Asuh Orang Tua dan Perkembangan Moral Siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhamad Ilham Mabruri; Arsan Shanie
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i3.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pola asuh orang tua terhadap perkembangan moral anak di MI NU 68 Leban Boja Kendal. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas atas, orang tua, dan guru kelas yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola asuh yang dominan diterapkan oleh orang tua, yaitu pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis. Pola asuh otoriter cenderung menghasilkan anak yang patuh namun kurang percaya diri dan takut berinisiatif. Pola asuh permisif menyebabkan anak lebih bebas namun kurang disiplin dan tanggung jawab. Sementara itu, pola asuh demokratis terbukti memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan moral anak, seperti sikap jujur, tanggung jawab, sopan santun, dan empati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh orang tua memainkan peran penting dalam membentuk karakter moral anak sejak usia dini, khususnya di lingkungan pendidikan dasar. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi orang tua dan pendidik dalam menerapkan pola asuh yang tepat guna mendukung perkembangan moral anak secara optimal.
The Role of Student College in Moderating Religious Science in the Digital Era Alam, Muhammad Bachrul; Shanie, Arsan; Pratiwi, Dian; Liana Sinta , Mey; Hanifah, Najwa; Fajry , Nofyan
Jurnal Indonesia Studi Moderasi Beragama Vol. 1 No. 2 (2024): JISMB, Volume 1, Issue 2 (2024): October-March Period
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/jismb.v1i2.204

Abstract

Background: In the digital era, the rapid spread of religious content through online platforms presents both opportunities and challenges for maintaining religious harmony. The need for moderate, inclusive, and contextual religious understanding has become increasingly urgent, especially among younger generations. Objective: This study aims to explore the role of university students in moderating religious knowledge in the digital era. Method: This research uses a qualitative approach with a literature review method. Data were collected from various written sources such as books, scientific journals, articles, and relevant online sources. Data were analyzed using the content analysis method, which included data reduction, data presentation, interpretation, and conclusion drawing. Result: The results showed that students play a strategic role in moderating religious knowledge through social media engagement, dissemination of positive and educational religious content, formation of online interfaith communities, and collaboration with religious leaders and academics to promote religious moderation. Conclusion: University students have significant potential as agents of religious moderation in the digital era, using their digital literacy and social influence to counteract radical narratives and foster inclusive dialogue. Contribution: This research contributes to a deeper understanding of the proactive role of the younger generation, particularly university students, in maintaining religious harmony and promoting moderate religious discourse in the digital landscape.
Stimulasi Motorik Halus untuk Mencegah Disgrafia pada Anak Usia Dini Rahmawati Rena Wardani, Eka; Shanie, Arsan
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i2.4750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas stimulasi motorik halus dalam mencegah atau mengurangi kecenderungan disgrafia pada anak usia dini. Disgrafia merupakan gangguan dalam keterampilan menulis yang dapat memengaruhi perkembangan akademik anak, sehingga penting untuk dilakukan upaya pencegahan sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus utama penelitian adalah mengamati perubahan keterampilan menulis anak, khususnya pada aspek bentuk huruf, tekanan tulisan, dan konsistensi ukuran tulisan, sebelum dan sesudah diberikan stimulasi motorik halus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian stimulasi motorik halus yang dilakukan secara terstruktur, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan menulis. Selain memperbaiki kualitas tulisan anak, stimulasi ini juga berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri dan motivasi anak dalam kegiatan belajar, khususnya dalam keterampilan menulis. Dengan demikian, stimulasi motorik halus dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung perkembangan literasi awal dan mencegah gangguan disgrafia pada anak usia dini.
STRATEGI GURU DALAM MENUMBUHKAN SIKAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR shanie, Arsan; Rini Sugiarti; Erwin Erlangga
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25033

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh temuan yang mengindikasikan rendahnya kemandirian siswa di Sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam menumbuhkan kemandirian siswa, serta peluang dan hambatan dalam menjalankan strateginya. Jenis penelitian ini juga menggunakan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan yaitu, untuk meningkatkan kemandirian siswa sekolah dasar adalah dengan melaksanakan program PRP ( Pemberian tugas, Reward and panihment). Manfatnya atara lain; Peningkatan pemahaman siswa, menguatkan konsep pembelajaran, dan menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata. mendorong kemandirian siswa, mengajarkan mereka untuk mengatur waktu dan bekerja mandiri tanpa pengawasan langsung guru, membangun tanggung jawab siswa terhadap pekerjaan mereka, termasuk mematuhi batas waktu dan petunjuk yang diberikan. Selanjutnya, program pemberian Reward ini efektif meningkatkan motivasi belajar siswa, membentuk sikap positif terhadap pencapaian target akademis. Berperan sebagai pemicu motivasi bagi siswa yang kurang berprestasi, memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk merasakan keberhasilan dan tumbuh secara akademis dan bertanggung jawab terhadap tugas dan perilaku, Serta program pemberian Reward merangsang kreativitas siswa. Selanjutnya manfaaat Program pemberian punishment bagi siswa membawa beberapa manfaat signifikan. Pertama, program ini membantu siswa memahami konsekuensi dari perilaku melanggar aturan, mendorong kesadaran akan tanggung jawab atas tindakan mereka. Kedua, melalui pemberian hukuman, program ini berperan dalam membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab pada siswa, memotivasi siswa untuk memperbaiki tindakan mereka guna menghindari hukuman. Terakhir, aspek kesetaraan dan keadilan dalam pelaksanaan punishment memberikan pesan tentang perlakuan yang adil bagi semua siswa.  
Co-Authors A, Amilyasa A, Natasya Fadilla Abdillah, Nisa Ricma Abdur Rouf Abrini, Mintarsih Aida Hujjatul Maghfiroh Aini, Isfatul Ainurrohima, Afina Alam, Muhammad Bachrul Alawiyah, Alya Alhusaini, Rofi Ali Topan Alifia Putri, Nuris Salma Alvinzaenia Amalia Risfianti Amaliya, Izana Amel Aulia Arzalia, Firda Astuti, Arni Dwi Yuni Azka, Milatul Beuty Annisak Clarita Nur Fadhilah Dian Pratiwi Dina Risma Faoziah Dwi Retno Aryanti Eka Yogi Ulyatul Fatikah Ely Susanti Erwin Erlangga Eva Amalyah Fadillahi, Ramadhani Aura Wahyu Fahrurrozi Fahrurrozi Fajry , Nofyan Fawaid, M. Fendi Suhariadi Firman Shandy Dermawan Fitriana, Ellya Novia H, Nabila Mey Nur Hanifah, Najwa Imam Hafid Al Ghozali Imam Hafid Al-Ghazali Izzah, Fitria Minnatul Khadijah, Ananda Arjuni Khuzaima, Huriya Afrah Laila Farikhatul Maulida Lailatul Hidayah Lestari, Anggi Widya Liana Sinta , Mey Lina Nur Rahma Lisa Damayanti Maretta, Carina Winda Mari'a, Dina Haniam Mego Husodo Muarikhah, Rizqi Muda'im, Syarifah Muhamad Ifan Fauzi Muhamad Ilham Mabruri Muhammad Alif Jauhar Habib Muhammad muhajirin Mursid Mursid Mursid Musyarofah, Nurul Muthi'ah, Inna 'Ainul Najwa Aulia Fatah Nayla Lutfiyah Nazila, Roudlotul Nurmaghfiroh, Ariyani Nurrahma, Hanum Rahma Rachma Octavia Rahmawati Rena Wardani, Eka Rahmawati, Selfi Dewi Ramadhani, Kamalia Zuhriya Rini Sugiarti Rini Sugiarti Rintan Febriyanti Rita Istik Maliyah Romadiah Romadiah Rusdarti - Sa'adah, Aulia Muthiatus Sa'adah, Nila Lafifatus Safira, Dina Saputra, Maulana Arie Sayifullah, M. Faridh Septiyani Septiyani, Septiyani Siti Khoeriyah Sudardi, Zahra Adenia Sulistia Ningsih Suryaningtiyas, Sekar Totok Sumaryanto, Totok Tri Yulinar Ulia, Rizka Faridatul Wahyudin Wahyudin Wildah, Siti Ifroh Al Wirda, Lia Ya’la, Aida Nur Fatra Yulinar, Tri Yunita, Intan Zaina Maulani Fauziyah Latif Zulfa Shoviana Havidz