Program English Crush dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Haris Makassar sebagai upaya pemberdayaan santri untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara Bahasa Inggris. Pelatihan ini dirancang menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan metode pembelajaran berbasis komunitas melalui rangkaian kegiatan seperti confidence activation, pronunciation drills, peer mentoring, micro speaking practice, dan English Crush Challenge. Sebanyak 50 santri mengikuti program selama empat minggu dengan dua kali pertemuan setiap pekan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kepercayaan diri, kelancaran, ketepatan, pengucapan, serta intonasi. Selain dampak linguistik, program ini juga mendorong perubahan sosial yang terlihat melalui munculnya pemimpin lokal, terbentuknya kelompok belajar mandiri, serta meningkatnya budaya berbahasa Inggris di lingkungan pesantren. Temuan ini menunjukkan bahwa English Crush Program efektif sebagai model pelatihan berbasis komunitas yang tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara, tetapi juga memperkuat kapasitas sosial dan motivasi belajar santri.