Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penentuan Estimasi Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Tulang Ulna Pada Masyarakat Suku Makassar Putri, Andi Muthiah Hasani; Hamzah, Pratiwi Nasir; Gani, Azis Beru; Tahir, Akina Maulidhany; Surdam, Zulfiyah; Mathius, Denny
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9415

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan merupakan proses vital yang ditafsir dengan pengukuran tinggi badan dan merupakan penjumlahan dari panjang berbagai tulang yang membentuk proporsi tubuh dan total tinggi badan manusia. Proses identifikasi individu memanfaatkan penggunaan tinggi badan yang dapat diestimasi dengan mengukur bagian tubuh. Salah satu tulang panjang lengan bawah ialah ulna dan tumbuh secara konstan terhadap tinggi badan. Panjang tulang ulna diukur dari ujung proximal olecranon hingga ujung distal processus styloideus sambil siku difleksikan hingga tangan memegang bahu yang berada di sisi yang berlawanan. Tujuan: Untuk mengetahui estimasi tinggi badan berdasarkan panjang tulang ulna pada suku Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional dan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dimana pengambilan data dilakukan sekali saja dan penelitian variabel pada satu waktu . Hasil: Dari hasil pengukuran didapatkan rata-rata panjang tulang ulna sampel secara keseluruhan 25,19 cm ± 1,46, dan rerata tinggi badan 158,4 cm ± 7,93. Ditinjau berdasarkan jenis kelamin, rerata panjang tulang ulna laki-laki 26,16 cm ± 1,32 dengan rerata tinggi badan 163,9 cm ± 6,45. Sedangkan rerata panjang tulang ulna perempuan 24,22 cm ± 0,82 dengan rerata tinggi badan 152,8 cm ± 4,74. Tinggi badan dapat ditentukan dengan mengukur panjang tulang Ulna melalui persamaan regresi linear sebagai berikut: Tinggi Badan (Lk) cm = 79,4 + 3,2 (Tulang Ulna Laki-laki) cm dan Tinggi Badan (Pr) = 49,2 + 4,2 (Tulang Ulna Perempuan) cm. Kesimpulan: Diperoleh 2 formula regresi untuk menentukan tinggi badan laki-laki dan perempuan berdasarkan panjang tulang ulna pada suku Makassar.
Tinjauan Hukum Informed Consent dalam Kasus Malpraktek dalam Praktek Estetika Studi Kasus Dokter Estetik di Kota Makassar (Analisis Putusan Nomor 441/PID.SUS/2019/PN.MKS) S. Zulfikar G.Assegaf; AL, Suardi; N, Nur Abdi Fadya H.; Mathius, Denny; Mansyur, Mauluddin; Mutaher, Annisa Anwar
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v4i2.6012

Abstract

Malpractice has the potential to harm patients, change the perception of the public, especially patients, and ultimately lead to public demands for doctors to be held accountable for their actions because only certain acts can be punished. One of the malpractice cases that has been examined, decided and heard at the Makassar District Court is decision number 441/Pid.Sus/2019/PN.Mks. In the verdict, the defendant is suspected of having committed malpractice Article 79 letter c of Junto Article 51 letter a of Law of the Republic of Indonesia Number 29 of 2004 concerning Medical Practice and Article 360 paragraph (1) of the Criminal Code. One of the cases that attracted attention was a case involving dr. ES, a doctor who was proven to cause serious harm to patients due to negligence in providing informed consent. This study uses a qualitative approach with case studies to analyze legal decisions taken in malpractice cases. This malpractice case demonstrates the importance of the application of informed consent in any medical procedure, especially in aesthetic practices involving invasive procedures.
LAPORAN KASUS: PEMERIKSAAN FORENSIK PADA KASUS PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK Ilham, Ilham; Mauluddin, Mauluddin; Mathius, Denny; Assegaf, S. Zulfikar G
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v1i12.1034

Abstract

Latar Belakang:  Pelecehan seksual pada anak adalah setiap perkataan ataupun pemaksaan tindakan atau perilaku seksual terhadap anak yang menjadikan anak sebagai korban pelecehan seksual sehingga korban merasa tidak nyaman, trauma, merasa ketakutan, depresi ataupun mengalami luka secara fisik. Di Indonesia, kasus kejahatan seksual terhadap anak mulai marak diberitakan. Menurut kutipan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, berdasarkan laporan kekerasan terhadap anak pada tahun 2011, 58% dari 2.509 kasus kekerasan merupakan kekerasan seksual. Deskripsi Kasus: Kami melaporkan sebuah kasus kekerasan seksual seorang anak 14 tahun oleh pria dewasa berusia 24 tahun yang merupakan pacar korban yang dilakukan di area sekitar rumah korban. Dimana pada pemeriksaan forensik ditemukan (empat) buah robek baru pada selaput dara (hymen) masing-masing di arah jam sebelas, tiga, lima dan sembilan sampai dasar akibat persentuhan tumpul. Selain itu, pada kasus ini juga dilakukan pemeriksaan penunjang berupa tes kehamilan dan didapatkan hasil negative. Kesimpulan: Dalam kasus kejahatan seksual, dokter memiliki peran yang sangat penting. Sejak awal datangnya pasien mulai dari melakukan informed consent, melakukan anamnesis yang detail, pemeriksaan fisik yang baik dan menyeluruh yang dilakukan pada tubuh korban. Pada kasus ini, korban adalah anak perempuan berusia 14 tahun, dimana kekerasan dilakukan oleh orang lain di luar keluarga korban dalam hal ini pacar korban yang merupakan pria dewasa berusia 24 tahun dikategorikan dalam extra familial abuse. Pembuktian adanya pelecehan seksual dibuktikan dengan adanya trauma genital berupa 4 buah luka robek baru pada selaput dara (hymen) korban akibat persentuhan tumpul yang menunjukkan adanya kontak dan pelecehan seksual.
LAPORAN KASUS: KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Triadi, Irawan Ade; Mauluddin, Mauluddin; Mathius, Denny; Assegaf, S. Zulfikar
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v1i12.1091

Abstract

Latar Belakang: Seiring perkembangan zaman dan teknologi, muncul berbagai permasalahan hukum yang semakin kompleks. Salah satunya adalah masalah kekerasan, terutama kekerasan dalam rumah tangga, yang merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan bentuk diskriminasi. Data dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak menunjukkan bahwa sebagian besar kasus kekerasan (79,6%) menimpa perempuan. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin rasa aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan, dan Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) mengakui KDRT sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang harus dihapuskan. Oleh karena itu, memahami masalah KDRT adalah wujud kepedulian terhadap martabat manusia dan kemanusiaan. Deskripsi Kasus: Seorang perempuan berusia 48 tahun dengan inisial NAS dibawa ke Centra Visum RS Bhayangkara Kota Makassar pada tanggal 11 Oktober 2023 setelah mengalami kejadian kekerasan oleh suaminya. Pada tanggal 9 Oktober 2023, korban diserang oleh suaminya yang mencoba menabraknya dengan mobil hingga terseret dan terbentur pada tiang listrik. Korban mengungkapkan bahwa kekerasan ini telah berlangsung selama 20 tahun terkait utang piutang dan perselingkuhan dalam rumah tangganya. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan luka memar pada paha kanan dan betis sebelah kanan korban. Kesimpulan: Luka memar pada paha kanan dan betis sebelah kanan korban adalah bukti trauma atau benturan pada area tersebut, tanpa kerusakan pada kulit atau jaringan di bawahnya. Dalam konteks forensik, luka memar ini menunjukkan tindak kekerasan atau penganiayaan pada korban, yang memerlukan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap penyebabnya. Dalam proses pembuktian tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Undang-undang Pemberantasan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) memberikan kemudahan dengan memperbolehkan keterangan seorang saksi korban sebagai alat bukti sah, asalkan didukung oleh alat bukti sah lainnya. Dalam kasus yang dibahas, alat bukti yang digunakan mencakup keterangan saksi korban, saksi lain, keterangan terdakwa, dan Visum Et Repertum.
Gambaran Derajat Trauma dengan Menggunakan AIS dan ISS pada Korban Kecelakaan di RS Labuang Baji Sofyan, Riskawati Maulana; Anggraeni, Amelia Rezky; Sabiq, Mahmud; Mansyur, Mauluddin; Mathius, Denny; Assegaf, Zulfikar Gaffar
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 2 No. 1 (2025): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/d6rxs959

Abstract

Traffic accidents are a leading cause of injury and death, particularly among individuals of productive age. This study aims to analyze injury patterns among traffic accident victims at Labuang Baji General Hospital, Makassar, during December 2024, utilizing data from Visum et Repertum (VeR). The Abbreviated Injury Scale (AIS) assigns severity scores to injuries across different body regions, while the Injury Severity Score (ISS) aggregates these scores to assess overall trauma severity. A retrospective research method was employed, analyzing medical records of accident victims. Collected data included injury locations and types, as well as AIS and ISS scores. Findings indicate that the majority of accident victims were motorcyclists of productive age, who are at higher risk for severe trauma. The most common injury was head trauma. AIS scores varied, with some patients sustaining injuries ranging from minor to severe. The average ISS indicated a level of trauma severity with a favorable prognosis. In conclusion, the application of AIS and ISS systems is effective in evaluating trauma severity among accident victims at Labuang Baji General Hospital. This information is crucial for planning medical management and allocating resources necessary for treating patients with varying degrees of injury severity and and compliance with the Road Traffic and Transportation Law.
Autopsi Forensik pada Kasus Tenggelam: Mengungkap Peran Trauma Tumpul dan Perdarahan Subarachnoid sebagai Penyebab Kematian Ramadhan, Al-Fath; Mansyur, Mauluddin; Mathius, Denny; Assegaf, Zulfikar Gaffar
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 2 No. 3 (2025): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/aksioma.v2i3.1070

Abstract

Drowning-related deaths are often associated with asphyxia due to fluid aspiration into the airways. However, in some cases, the primary cause of death is not drowning itself but rather preceding trauma. This report discusses the case of a man found drowned, where forensic examination revealed extensive subarachnoid hemorrhage caused by severe blunt head trauma. External examination showed livor mortis that did not blanch with pressure, bruises on several parts of the body, and abrasions on the face and extremities. Internal examination revealed cerebral edema and increased intracranial pressure compressing the brainstem. Typical signs of drowning, such as abundant foam in the airways or significant pulmonary edema, were absent. Based on forensic findings, the primary cause of death was respiratory failure due to subarachnoid hemorrhage, rather than drowning. These results highlight the importance of further investigation to determine whether the trauma resulted from an accident or an act of violence before the victim entered the water.
Laporan Kasus: Kasus KDRT pada Anak Mulyadi, Alfiana; Ahdi, Ainun Amalia; Novitasari, Novitasari; Mansyur, Mauluddin; Mathius, Denny; Assegaf, S. Zulfikar
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 2 No. 6 (2025): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/aksioma.v2i6.1345

Abstract

Domestic violence (DV) is a human rights violation with potentially severe consequences, particularly for children. This article presents a case report of a 10-year-old girl who suffered physical and psychological abuse by her stepmother. The study employed a qualitative case study method with in-depth interviews. Findings revealed that the child sustained multiple burn injuries and psychological trauma due to repeated abuse. Child abuse impacts not only physical health but also disrupts the child’s mental, emotional, and social development. This study highlights the urgent need for early intervention, legal protection, and the termination of domestic violence cycles to safeguard children’s rights and their future well-being.
Laporan Kasus: Pemeriksaan Forensik pada Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Putra, Anugrah Pratama; Mansyur, Mauluddin; Mathius, Denny; Assegaf, S. Zulfikar
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 2 No. 6 (2025): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/aksioma.v2i6.1352

Abstract

Background: Domestic violence (DV) is a social and legal issue with far-reaching impacts on victims, including physical, psychological, and social consequences. Law No. 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence (DV Law) serves as the legal foundation for efforts to protect victims of domestic violence. However, its implementation in practice continues to face challenges and has not yet proven fully effective in comprehensively preventing and addressing such cases. According to data from the Ministry of Women Empowerment and Child Protection from January to June 2025, there were 11,343 reported cases of violence in Indonesia. Of these, 85% of the victims were women, and 61% of the incidents occurred within the domestic setting. The number of reported cases in 2024 stood at 31.947 cases, showing an increase from 29.883 cases in 2023. This annual rise in reported violence reflects the growing urgency of the issue. Therefore, understanding domestic violence is crucial as a reflection of concern for human dignity and humanitarian values. Case Description: An 18-year-old woman with initials SAS, was taken to Centra Visum of Bhayangkara Hospital Makassar on May 5, 2025 after being abused by her father. On the morning of May 5, 2025, the victim was pushed by her father, causing her to hit a wall, and was then dragged into the street with her hair pulled. The victim reported that this was the first incident of physical violence, although the relationship between her and the perpetrator had been strained for the past year. The perpetrator consumed methamphetamine and had not provided financial support to the family for the past year. Physical examination revealed a bruise wound on the left side of the head, brush abrasions wound beneath the left eye and lower left cheek, and the right wrist, and scratch abrasions wound on the left knee and the inner front side of the right knee.
Co-Authors 97, Komando Abdillah, Andi Rachmat Achmad, Djumadi Afdhaliyah, Nur Ahdi, Ainun Amalia Ahyar, Muammar AL, Suardi Alfiani, Andi Nadila Amir, Nur Ainun Anggraeni, Amelia Rezky Anugrah, Erza Assegaf, S. Zulfikar Assegaf, S. Zulfikar G Assegaf, Zulfikar Assegaf, Zulfikar Gaffar Asshidiq, Lutfillah As’ad, Andri Auliyah, Ummy Rezqiyah Awalia, Magfira Aziri, Muh Ahmad Aziz, Fachrul Maulana Azizah Alifuddin, Andi Nur Azizah, Ghina Bachtiar, Aisya Nanda Burhanuddin, Ammar Cahyana, Vivi D., Nurul Tasya Amalia Darwis, Muhammad Dhani Dase, Jerny Dirgahayu, Andi Millaty Haliah Dirgahayu, Andi Millaty Halifah Dzulhy, Muh Farel Fachry Abda El Rahman Farhan, Baso Farihal Gani, Azis Beru Gani, Aziz Beru Hadytiaz, Muhammad Farhan Hafid, Anugrah Dwitami Hamzah, Pratiwi Nasir Hane, Nuhalisa Hikmah, Dwi Ilham Ilham Indarwati, Rezky Putri Indrifah, Nurul Izzah, Andi Nurul Farah Khairun, Hafiz Khairun, Nadhifah Wasila Khoirunnisa, Nur Kusfaida, Andi Reski Lidiana, Lidiana Madani, Nurul Hidayah Makmun, Armanto Mansyur, Mauluddin Marwah, Sry Marzatillah, A. Nur Khalia Mauluddin, Mauluddin Mudhoffar, Muhammad Rifky Mulyadi, Alfiana Mutaher, Annisa Anwar Mut’mainnah, A. N, Nur Abdi Fadya H. Nabil, Muhammad Naufal Nafi’ah, St. Nur Ashilah Nahdia, Syarifa Trya Nur Natsir, Fanda Indiana Novita Novitasari Novitasari Nulanda, Mona Nurfalah, Sasya Zulian Nursandi, Kurnia Paradise, Novia Paramita Purnama, Indah Dian Puspitasari S, A.Yulia Putra, Anugrah Pratama Putri Andini, Putri Putri, Andi Muthiah Hasani Q., Maha Umami Putri Rahayu, Besse Resky Rahayu, Mika Rahmah R, Fauziah Rahman, Abdul Raqib Rahman, Andi Auliyah Anugrah Rahmat, Musdal Ramadhan, Al-Fath Ramadhan, Muh. Syahrir Raniyati, Wa Ode Rasmin, Siti Anisah Azzahrah Reskia Putri, Ayu Rezkyana, Aining Risal, Sri Rifca Redjeki Rizka Rizka, Rizka Rosdiana Rosdiana S. Zulfikar G.Assegaf Sabiq, Mahmud Sahabuddin, Shafira Salsabila, Lu’lu Luqyana Amirah Sam, Dhedie Prasatia Sofyan, Riskawati Maulana Sunio, Safira Stepan Surdam, Zulfiyah Surdam, Zuliyah Syatirah, Andi Bau Tahir, Akina Maulidhany Triadi, Irawan Ade Zakiyyah, Maghfirah Tara Zulfikar Assegaf, S.