Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL MAGISTER HUKUM UDAYANA

PENYELESAIAN SENGKETA PENCEMARAN LINGKUNGAN LAUT DALAM KASUS TUMPAHAN MINYAK MONTARA DI LAUT TIMOR Ni Putu Suci Meinarni
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.03 KB) | DOI: 10.24843/JMHU.2016.v05.i04.p14

Abstract

Diplomacy as a means of communication made by various parties, including the negotiations between representations who have been recognized or defined as well as the negotiations when it was not possible to see a bright spot, the one party or two countries who consider necessary, can choose the path of another in the settlement of disputes. Regarding the case Montara, Indonesia can choose the legal path is through ITLOS. When all lanes closed negotiations and diplomacy, international legal channels under the umbrella of ITLOS is open for the settlement of cases of oil spills in the Montara platform. If ITLOS considered too early to have as a line dispute resolution, since the country rarely choose ITLOS as a settlement of the dispute, as evidenced since it entry into force (between 1994 to 2006), only 13 cases were handled by ITLOS, and in UNCLOS itself is possible for more flexible judicial selection and Arbitration still in the high demand. Diplomasi sebagai suatu cara komunikasi yang dilakukan oleh berbagai pihak termasuk negosiasi antara wakil-wakil yang sudah diakui atau yang diartikan pula sebagai perundingan-perundingan ketika sudah tidak memungkinkan untuk menemui titik terang maka salah satu pihak maupun kedua negara yang mengganggap perlu, dapat memilih jalur lain dalam penyelesaian sengketa. Berkaitan dengan kasus Montara, Indonesia dapat memilih jalur hukum yaitu melalui ITLOS. Bila semua jalur negosiasi dan diplomasi tertutup, jalur hukum internasional dibawah payung ITLOS terbuka untuk penyelesaian kasus tumpahan minyak di sumur Montara. Apabila ITLOS dianggap terlalu dini untuk dipilih sebagai jalur penyelesaian sengketa, karena memang negara jarang sekali memilih ITLOS sebagai tempat penyelesaian sengketa, terbukti sejak entry into force (diantara tahun 1994 sampai dengan tahun 2006), hanya 13 kasus yang di tangani ITLOS di dalam UNCLOS masih memungkinkan adanya pilihan peradilan yang lebih fleksbel dan lebih diminati oleh negara-negara yaitu Arbitrase.
Implementasi Perlindungan Hukum Atas Pemutusan Hubungan Kerja Terhadap Pekerja Pelaku Industri Pariwisata Bali Akibat Dampak Covid-19 Ni Putu Suci Meinarni; Emmy Febriani Thalib
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMHU.2021.v10.i02.p12

Abstract

The purpose of this study is to analyze the provision regarding the Termination of Employment and see its effectiveness in the field, especially with the current regulations regarding the current regulations concerning the Protection and the Business Continuity of Worker / Labor in related to the Prevention and Control of Covid-19 outbreaks. This research is using sociological juridical research with a statute approach and an approach called Live Case Study. The research show, these current regulations could not force employers to minimize the employment termination yet many of formal employees being laid off and terminated without any severance payment. Therefore, the government should coordinate with relevant ministries / institutions, especially the Ministry of Manpower as well the Ministry of Tourism and Creative Economy in order to prioritize in providing protection and assistance of government programs for employers and employees to minimize cases in term of the Termination of Employment. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis ketentuan mengenai Pemutusan Hubungan Kerja serta melihat efektifitasnya di lapangan terlebih dengan adanya regulasi terkini tentang Perlindungan dan Kelangsungan Usaha Pekerja / Tenaga Kerja terkait Pencegahan dan Pengendalian wabah Covid-19 khususnya untuk Provinsi Bali yang selalu mengandalkan industri Pariwisata sebagai komoditas utamanya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis-sosiologis dengan pendekatan Peraturan perundang-undangan dan Live Case Study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan normatif yang berlaku tidak dapat memaksa para pelaku usaha untuk meminimalkan pemutusan hubungan kerja, namun banyak tenaga kerja yang terkena PHK dan diberhentikan tanpa pembayaran pesangon. Oleh karena itu, pemerintah perlu berkoordinasi dengan kementerian / lembaga terkait, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar dapat memprioritaskan dalam memberikan perlindungan dan bantuan program pemerintah kepada pengusaha dan pegawai untuk meminimalisir kasus PHK tersebut.
Co-Authors A.A. Tri Wulandari Mayun Agus Ari Iswara, Agus Ari alit I Nyoman Alit Arsana Amer, Nabih Anggarawati, Putu Ratna Ardinata, I Putu Adi Ariana, Anak Agung Gde Bagus Aristamy, I Gusti Ayu Agung Mas Arta, I Putu Utama Asana, I Made Dwi Putra Atmaja, Ketut Jaya Baehaqi Bhawanaputra, I Gusti Made Ngurah Ari Devi Valentino Waas Devi Valentino Waas Dewa Ayu Pargita Apsari Dewa Ayu Putri Wulandari Dewi, Ni Luh Ervina Sunari Eddy Hartono Ekayana, Anak Agung Gede Febyanti, Putu Ayu Gede Willdahlia, Ayu Gede Wirya Wardhana Grenaldo Ginting Happy Budyana Sari I Dewa Gede Dana Sugama I Gede Iwan Sudipa I Gede Made Swantika Pradnyana I Kadek Dwi Gandika Supartha I Kadek Dwi Mahendra Putra I Komang Arya Ganda Wiguna I Made Adi Swardana I Made Dwi Putra Asana I Nyoman Widhi Adnyana I Putu Agus Eka Darma Udayana, I Putu Agus Eka I Putu Hendika Permana I Wayan Yoga Widya Putra Ida Bagus Ary Indra Iswara Ida Bagus Darma Wiryatama Ida Bagus Komang Darma Wiryatama Ida Bagus Satriya Wibawa Indra Pratistha Jasmiari, I Gusti Ayu Karyana, I Putu Ditha Kerlania, I Gusti Ayu Agung Randhika Komang Ari Prasetia Komang Redy Winatha Kristina, Ni Made Yuli Lis Julianti Luh Anastasia Trisna Dewi Luh Anastasia Trisna Dewi Made Suci Ariantini Mahardika, Putu Arya Aditya Mohamad Hidayat Muhtar Muni, Gede Dharma Sahasra Murpratiwi, Santi Ika Netty Amelia Ni Kadek Ariasih Ni Kadek Ariasih, Ni Kadek Ni Kadek Nita Noviani Pande Ni Luh Putu Agetania NI LUH PUTU MERY MARLINDA Ni Putu Ayu Siska Wulantari Ni Putu Candra Eka Susanti Ni Putu Ratih Pradnya Dewi Ni Putu Yeny Nirmalasari Ningsih, Ni Made Ayu Priska Cahya Parmana, I Putu Gede Briand Permana, I Kadek Adi Pertiwi, Ni Nyoman Sucianta Priadinata, I Putu Bramasta Putra, Putu Satria Udyana Putri, Viorizza Suciani Putu Wirayudi Aditama Radhitya, I Made Leo Rismayanti, Ni Putu Indah Rizkita Ayu Mutiarani Rizkita Ayu Mutiarani Sandhiyasa, I Made Subrata Sanjaya, Wayan Putra Adi Sari, Happy Budyana Sari, Ni Wayan Yunita Sastaparamitha, Ni Nyoman Ayu J. Semara, Arya Aditya Widya Sephiarini, Ni Putu Satya Sutriasih, Ni Kadek Thalib, Emmy Febriani Utama, Liza Wayan Eny Mariani Wayan Gede Suka Parwita Wiguna, I Kadek Artha Wiguna, I Komang Arya Ganda Wijaya, I Nyoman Saputra Wahyu Willdahlia, Ayu Gede Willdahlia, Ayu Gede Willdahlia, Ni Putu Ayu Gede Winatha, Komang Redy Yasa, I Putu Pedro Kastika Yoga, I Gede Putra Sedana