Claim Missing Document
Check
Articles

NON-FUNGIBLE TOKEN (NFT) SEBAGAI ASET DIGITAL: SEBUAH FENOMENA DAN PERLINDUNGAN HUKUM KEKAYAAN INTELEKTUAL DI INDONESIA Emmy Febriani Thalib; Ni Putu Suci Meinarni
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i2.1842

Abstract

Non-Fungible Token (NFT) has recently become a social phenomenon as a new form of digital asset that is currently popular. In Indonesia itself, the development of NFT is fast in line with the development of the industry at the global level. Along with the more open and increasing understanding of block-chain, cryptocurrency trading or cryptocurrencies, as well as technological infrastructure that is increasingly supporting. The basic technical composition of the NFT is closely related to protecting the work from manipulation, duplication and reproduction. NFT technology is still very new and therefore, much of the scope of NFT is still unclear in terms of legal regulations in Indonesia. In terms of Intellectual Property, this study aims to determine the basic understanding of NFT and the Legal Protection of an NFT digital asset for creators, sellers and buyers. This article can also provide insight about NFT to the wider community so that they can read opportunities but can avoid the problem of copyright infringement and damage the concept of ownership in a work of art.
Diplomacy and International Law ASEAN's Role in the South China Sea Conflict Amer, Nabih; Ginting, Grenaldo; Muhtar, Mohamad Hidayat; Putri, Viorizza Suciani; Utama, Liza; Suci Meinarni, Ni Putu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kekuatan geopolitik Indonesia dalam menghadapi sengketa Laut Cina selatan dalam persepsi kekuatan dan diplomasi militer. Penelitian ini merupakan sebuah kajian pustaka metode kualitatif dengan menggunakan teknik historis di mana data penelitian didapatkan dari berbagai literatur dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, laporan dan sumber-sumber lainnya yang dipublikasi baik secara domestik maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia bukan termasuk sebagai negara claimant dalam sengketa Laut Cina Selatan, sebagai negara bagian dari ASEAN dengan ketertarikan nasional di wilayah Laut Cina Selatan, Indonesia berperan aktif dalam mengawasi kedaulatan negara, terutama pada kasus kedaulatan Laut Natuna Utara. Pemerintah Indonesia beserta seluruh jajaran pertahanan yang terlibat terus memantau dinamika yang terjadi di Laut China Selatan serta mendorong perdamaian negara-negara ASEAN melalui upaya diplomasi perdamaian di tingkat bilateral dan regional dalam penyelesaian sengketa Laut China Selatan dalam rangka melindungi kestabilan keamanan. Tindakan diplomatik dan militer Indonesia dapat dikatakan berhasil seiring dengan hasil signifikan dari Kerjasama bilateral dan internasional dalam menghadapi ketegangan di Laut China Selatan. Kedepannya, koordinasi antar institusi nasional Indonesia terus ditingkatkan guna melindungi kepentingan nasional Indonesia. Upaya penyelesaian sengketa Laut China Selatan dapat dipusatkan pada upaya bilateral, regional (pertemuan Menteri Luar Negeri maupun melalui aktor legislatif seperti ASEAN Inter-Parlimentary Assembly dan forum internasional dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian di ASEAN.
PKM Industri Rumah Tangga Jajanan Khas Bali Di Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali Iswara, Ida Bagus Ary Indra; Wijaya, I Nyoman Saputra Wahyu; Willdahlia, Ni Putu Ayu Gede; Meinarni, Ni Putu Suci
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.787 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1039

Abstract

ABSTRAK Usaha jajanan Bali traditional Dana Asih dan Riko Kaliadrem adalah industri rumah tangga (IRT) yang berlokasi di Br. Pengembungan, Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Kedua industri tersebut menyediakan berbagai jajanan khas Bali yang digunakan untuk upacara dan dikonsumsi. Jajanan khas Bali yang diproduksi adalah jaja uli, jaja begina dan jaja kaliadrem. Kegiatan bisnis yang dijalani kedua IRT ini diantaranya menerima pesanan jajanan khas Bali, memproduksi secara konvensional dari pemilihan bahan, kuantitas bahan yang digunakan, pengolahan bahan, pengemasan jajanan serta memasarkan hasil produksi. Produk yang dihasilkan oleh mitra adalah jajanan kering khas Bali. Produk tersebut dikemas kedalam plastik flip tanpa memberikan desain kemasan yang dapat menjadi identitas industri. Mitra mengakui produk yang mereka dijual di pasaran tidak dikenali oleh konsumen karena banyak produk yang sama. Hal tersebut mempengaruhi promosi yang diinginkan oleh mitra. Jajanan khas Bali yang dibuat tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga diperlukan kemasan yang kedap udara agar produk dapat bertahan lebih lama. Permasalahan yang dialami mitra adalah pemasaran produk atau promosi serta pencatatan penjualan. Solusi yang diberikan adalah dengan merancang kemasan produk yang menarik dan kedap udara, memberikan pelatihan membuat jajanan khas Bali dengan resep baru yang lebih tahan lama, menyediakan sebuah website e-commerce serta mitra diberikan pelatihan menggunakan media sosial. Produk dapat dikenal pada khalayak umum dengan identitas pada kemasan serta masa kadaluarsa produk lebih lama. Varian rasa dari produk bertambah dengan harapan lebih diminati masyarakat. Kemampuan memanfaatkan teknologi juga meningkat yang dapat berpengaruh kepada peningkatan produktivitas.Kata kunci : jajanan, kemasan, promosi, e-commerceABSTRACT Traditional Balinese snacks are home industries businesses located in Br. Pengembungan, Tegal Jadi Village, Marga District, Tabanan Regency. Both industries has some kind of Balinese snacks that are used for ceremonies and also to consume. They are Jaja Uli, Jaja Begina and Jaja Kaliadrem. The business activities undertaken by these two home industries start from receiving orders for the snacks, producing conventionally, from selecting the ingredients, measuring the quantity of materials used, processing of materials, wrapping the snacks and selling of these products. These products can be classified into bali dry snacks. It is wrapped into a flip plastic that can be bought on the market without using special design for the packaging, which is it can be an industrial identity. Partners acknowledge that the products they sell on the market cannot be recognized by consumers because many other industry players sell the similar products. This will probably affects the promotion desired by partners. In addition, typical Balinese snacks that are made do not use preservatives, so airtight packaging is needed so that the product can last longer. The main problems experienced by partners and closely related to the packaging are product selling or promotion. The selling process carried out by partners (some sellers) is done conventionally. Partners keep their products limited in traditional markets. The impact that occurs in this marketing way is the demand for products does not increase. The next problem is recording sales. So far, business partners do not record sales in any form so that it cannot be clearly seen how many products have been sold and in what time period and cannot calculate the total profits that have been obtained. The solution offered is to design attractive and airtight product packaging, make recipes and provide training for recipes, provide an e-commerce website that can help the promotion process and record sales. Some courses will also be provide to partners for example the course about using social media. As the aim, the products will be famous into public. And the packaging design hopefully will give an identity that is including the product expiry date as a trustworthy product. The flavor variant of the product increases with the hope that the community is more interested. The ability to use technology also increases which can affect productivity.Key words : snacks, packaging, promotion, e-commerce
Co-Authors A.A. Tri Wulandari Mayun Agus Ari Iswara, Agus Ari alit I Nyoman Alit Arsana Amer, Nabih Anggarawati, Putu Ratna Ardinata, I Putu Adi Aristamy, I Gusti Ayu Agung Mas Arta, I Putu Utama Asana, I Made Dwi Putra Devi Valentino Waas Devi Valentino Waas Dewa Ayu Pargita Apsari Dewa Ayu Putri Wulandari Dewi, Ni Luh Ervina Sunari Eddy Hartono Febyanti, Putu Ayu Gede Willdahlia, Ayu Gede Wirya Wardhana Grenaldo Ginting Happy Budyana Sari I Dewa Gede Dana Sugama I Gede Iwan Sudipa I Gede Made Swantika Pradnyana I Kadek Dwi Gandika Supartha I Kadek Dwi Mahendra Putra I Komang Arya Ganda Wiguna I Made Adi Swardana I Made Dwi Putra Asana I Nyoman Widhi Adnyana I Putu Agus Eka Darma Udayana, I Putu Agus Eka I Putu Hendika Permana I Wayan Yoga Widya Putra Ida Bagus Ary Indra Iswara Ida Bagus Darma Wiryatama Ida Bagus Komang Darma Wiryatama Ida Bagus Satriya Wibawa Indra Pratistha Jasmiari, I Gusti Ayu Karyana, I Putu Ditha Kerlania, I Gusti Ayu Agung Randhika Komang Ari Prasetia Komang Redy Winatha Kristina, Ni Made Yuli Lis Julianti Luh Anastasia Trisna Dewi Luh Anastasia Trisna Dewi Mahardika, Putu Arya Aditya Mohamad Hidayat Muhtar Muni, Gede Dharma Sahasra Murpratiwi, Santi Ika Netty Amelia Ni Kadek Ariasih Ni Kadek Ariasih, Ni Kadek Ni Kadek Nita Noviani Pande Ni Luh Putu Agetania NI LUH PUTU MERY MARLINDA Ni Putu Ayu Siska Wulantari Ni Putu Candra Eka Susanti Ni Putu Ratih Pradnya Dewi Ni Putu Yeny Nirmalasari Ningsih, Ni Made Ayu Priska Cahya Parmana, I Putu Gede Briand Permana, I Kadek Adi Priadinata, I Putu Bramasta Putra, Putu Satria Udyana Putri, Viorizza Suciani Putu Wirayudi Aditama Radhitya, I Made Leo Rismayanti, Ni Putu Indah Rizkita Ayu Mutiarani Rizkita Ayu Mutiarani Sandhiyasa, I Made Subrata Sanjaya, Wayan Putra Adi Sari, Happy Budyana Sari, Ni Wayan Yunita Sastaparamitha, Ni Nyoman Ayu J. Semara, Arya Aditya Widya Sephiarini, Ni Putu Satya Sutriasih, Ni Kadek Thalib, Emmy Febriani Utama, Liza Wayan Eny Mariani Wayan Gede Suka Parwita Wiguna, I Komang Arya Ganda Wijaya, I Nyoman Saputra Wahyu Willdahlia, Ayu Gede Willdahlia, Ni Putu Ayu Gede Winatha, Komang Redy Yasa, I Putu Pedro Kastika Yoga, I Gede Putra Sedana