Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DALAM PENINGKATAN PROMOSI PADA GALLERY I WAYAN MUKA MASK PRODUCT Aditama, Putu Wirayudi; Mutiarani, Rizkita Ayu; Meinarni, Ni Putu Suci; Parmana, I Putu Gede Briand; Yoga, I Gede Putra Sedana; Karyana, I Putu Ditha
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.116

Abstract

Pengabdian ini mengeksplorasi penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) untuk mendukung upaya rebranding dan promosi pada I Wayan Muka Mask Product, sebuah UMKM di Bali yang memproduksi topeng tradisional. Teknologi AR diterapkan untuk meningkatkan visualisasi dan interaktivitas produk, memberikan informasi yang lebih mendalam tentang makna dan filosofi topeng Bali, serta menarik perhatian generasi muda. Penerapan AR memungkinkan pengguna untuk melihat visualisasi 3D dari topeng-topeng yang dibuat, memahami detail setiap topeng melalui hologram interaktif, dan mendapatkan e-sertifikat kepemilikan yang unik. Inovasi ini bertujuan untuk menciptakan produk yang lebih menarik dan berbeda, membantu UMKM ini memperluas pasar dan memperkuat brand awareness mereka. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan mitra UMKM mengenai branding dan hak kekayaan intelektual (HKI). Melalui pelatihan dan pendampingan, mitra UMKM belajar tentang pentingnya branding yang efektif dan proses pendaftaran HKI untuk melindungi produk mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AR berdampak positif pada peningkatan diversitas dan diferensiasi produk, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat kesadaran merek. Program ini juga berhasil meningkatkan pengetahuan mitra UMKM tentang teknologi informasi dan branding, yang pada gilirannya menciptakan nilai tambah bagi produk mereka dan meningkatkan kebanggaan komunitas lokal terhadap seni dan budaya tradisional Bali. Dengan demikian, implementasi AR pada I Wayan Muka Mask Product bukan hanya meningkatkan daya tarik dan penjualan produk, tetapi juga memberdayakan UMKM dengan pengetahuan dan alat yang dibutuhkan untuk bersaing di era digital. Upaya ini menunjukkan bagaimana teknologi modern dapat digunakan untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya tradisional, sambil menghadirkan inovasi yang relevan dan menarik bagi pasar saat ini.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM MENINGKATKAN PELESTARIAN RIAS PENGANTIN BALI Meinarni, Ni Putu Suci; Mutiarani, Rizkita Ayu; Aristamy, I Gusti Ayu Agung Mas; Anggarawati, Putu Ratna; Mahardika, Putu Arya Aditya; Sanjaya, Wayan Putra Adi
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.141

Abstract

Budaya Bali memiliki kekayaan adat yang unik, termasuk variasi riasan pengantin yang berbeda-beda di setiap daerah. Gianyar, Buleleng, dan Badung dikenal dengan karakteristik riasan pengantin yang mencerminkan identitas lokal dan keunikan budaya masing-masing. Dalam upaya melestarikan dan memperkenalkan tradisi ini, teknologi Augmented Reality (AR) dimanfaatkan untuk menyajikan riasan pengantin Bali secara interaktif kepada masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan untuk menciptakan aplikasi berbasis AR yang mendukung pelestarian dan promosi riasan pengantin di tiga kabupaten tersebut, bekerja sama dengan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI). Metode yang digunakan mencakup identifikasi kebutuhan, pengumpulan data aset 3D, pengolahan data aset, desain UI/UX, pengembangan aplikasi, dan pengujian. Aplikasi AR yang dihasilkan memungkinkan pengguna berinteraksi dengan model 3D riasan pengantin melalui marker khusus. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital ini berhasil meningkatkan apresiasi, pelestarian, dan promosi riasan pengantin Bali. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) juga memberikan nilai tambah pada produk budaya ini. Program ini menegaskan bahwa penerapan teknologi digital yang tepat dapat membantu melestarikan dan mempromosikan tradisi budaya di tengah arus modernisasi. Di era globalisasi, teknologi seperti AR menawarkan peluang besar dalam mendukung pelestarian budaya tradisional, seperti riasan pengantin Bali, melalui pengalaman interaktif yang menarik.
DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN LAUT TERHADAP INDONESIA AKIBAT TUMPAHAN MINYAK MONTARA DI LAUT TIMOR Suci Meinarni, Ni Putu
Jurnal Komunikasi Hukum Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Komunikasi Hukum
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jkh.v2i2.8415

Abstract

Dalam pembahasan tentang aturan internasional dan legislasi nasional untuk mencegah, mengurangi, dan mengendalikan pencemaran lingkungan laut, Pasal 207-212 UNCLOS 1982 menyebutkan secara khusus enam jenis pencemaran laut, yaitu: pencemaran dari sumber daratan, pencemaran dari aktivitas dasar laut yang termasuk dalam yurisdiksi nasional, pencemaran dari aktivitas dalam area terkait, pencemaran oleh dumping, pencemaran dari kapal, dan pencemaran dari atau melalui atmosfer.Banyak negara yang melakukan eksploitasi berlebih, tanpa memperhatikan kelestarian laut dan sumber daya yang ada di dalamnya. Ditambah lagi, tindakan-tindakan pelestarian dan perlindungan lingkungan laut seringkali diabaikan dan tidak dilaksanakan secara optimal. Tindakan-tindakan semacam ini tidak hanya merugikan negara terkait, melainkan juga negara lain yang terletak di sekitar negara terkait. Lebih lanjut lagi, kondisi tersebut memicu terjadinya sengketa antara negara atau pihak yang disinyalir sebagai penyebab kerusakan atau pencemaran dengan negara atau pihak lain yang terkena imbas kerusakan atau pencemaran tersebut.Menurut Pemerintah Republik Indonesia, Kasus Minyak Montara yang terjadi di Laut Timor juga berakibat pada wilayah perairan Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hanya saja, PTTEP Australasia, berdasarkan partnership research dengan beberapa perguruan tinggi di Australia, menyatakan bahwa dampak dari Kasus Minyak Montara tidak menimbulkan dampak negatif ke wilayah perairan Indonesia.Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat memberikan saran sebagai berikut : sebaiknya dibentuk suatu konvensi internasional atau aturan hukum internasional yang khusus berkaitan dengan pencemaran lingkungan laut akibat pengeboran minyak lepas pantai. Seperti contohnya MARPOLyang khusus mengatur mengenai pencemaran minyak dari Kata kunci : Pencemaran Lingkungan, Kasus Minyak Montara, Perairan Indonesia.
HAMBATAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA KASUS MINYAK MONTARA Suci Meinarni, Ni Putu
Jurnal Komunikasi Hukum Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Komunikasi Hukum
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jkh.v3i2.11826

Abstract

Pemerintah Indonesia tidak dapat memaksakan ketaatan PTTEP Australasia untuk membayar ganti rugi kepada Pemerintah Indonesia. Sebab, berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Australia, dampak dari ledakan minyak Montara sama sekali tidak signifikan dan aman bagi seluruh flora dan fauna yang ada disekitar wilayah laut terjadinya ledakan minyak. Hambatan dalam penyelesaian Kasus Minyak Montara, antara lain : belum adanya aturan hukum internasional yang khusus mengatur pencemaran akibat kegiatan eksploitasi minyak lepas pantai, kurangnya koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, perusahaan pengeboran minyak lepas pantai PTTEP Australasia merupakan perusahaan berbendera Thailand yang beroperasi di wilayah Australia, pihak PTTEP menyatakan bahwa Ledakan Minyak Montara tidak berdampak terhadap Indonesia.
LITERASI MEDIA BARU DAN PENYEBARAN BERITA HOAX (STUDI KASUS MAHASISWA STMIK STIKOM INDONESIA) Gede Willdahlia, Ayu; Suci Meinarni, Ni Putu
Jurnal Komunikasi Hukum Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Komunikasi Hukum
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jkh.v5i1.16751

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi, bermunculan media-media baru seperti media sosial dan lain-lain. Mahasiswa yang juga merupakan bagian dari masyarakat juga sangat membutuhkan informasi untuk mempermudah pencarian materi dalam tugas perkuliahan atau mendapatkan beragam informasi yang diinginkan. Perkembangan dunia teknologi dan informasi tersebut menjadikan kemudahan dalam berbagi informasi harus diperhatikan keamanan dan keakuratan dari informasi yang didapatkan. Hoaxmerupakan salah satu dampak negatif dari penyebaran informasi yang dapat terjadi secara bebas di media sosial dan sangat mudah diakses oleh masyarakat termasuk mahasiswa. Penyebaran informasi Hoaxsangat cepat dan mudah terjadi karena pengguna media sosial bisa sangat dengan mudah membagikan informasi Hoaxyang didapatkan tersebut. Tidak semua kalangan masyarakat termasuk mahasiswa memiliki literasi media yang baik sehingga dapat memanfaatkan media sosial dengan baik dan tidak dengan mudah membagikan informasi Hoaxkepada pengguna media sosial lainnya. Jika literasi media baru yang baik telah dimiliki, maka penyebaran informasi Hoaxdapat dihindarkan dan mengurangi dampak negatif dari penggunaan media sosial dalam perkembangan dunia teknologi informasi. Kemampuan mahasiswa di STMIK STIKOM Indonesia dalam pemanfaatkan media sosial dan penerimaan berita Hoax perlu diamati guna mendapatkan informasi akurat tetang hubungan yang erat antara literasi media dengan penyebaran informasi Hoaxdi kalangan masyarakat.  Kata Kunci: Literasi, Media, Penyebaran Hoax.
E-Budgeting ATK pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Gianyar Jasmiari, I Gusti Ayu; Parwita, Wayan Gede Suka; Meinarni, Ni Putu Suci
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 2 No 3 (2019)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v2i3.21

Abstract

Financial Management and District Asset Agency of Gianyar District is an official government agent of Gianyar District that has the authority to execute the district autonomy in terms of income, financial management, and asset administration. The agency has faced the difficulties in budgeting process of stationary which is not transparent, that will be lead to misappropriation of the budget and there is no clear and detail of the budget of the stationary. This condition will cause inefficient of budgeting for the stationary. The purpose of this research is to build an e-budgeting of stationary on Financial Management and District Asset Agency of Gianyar District that has the correlation with budgeting plan of stationary where a system can be used to manage the budget of the stationary in terms of additional transaction or deduction of stationary. In this research, there are four methods used, those are interview, observation, documentation and literary research. The design of the system is done by analyzing the needs system and was designed by using Data Flow Diagram (DFD) in order to design system and data flow. In this design, the system has been made and a trial of functional system has been done by using Blackbox Testing Method using 24 scenario of trial system, which from that trial showed can be concluded that the system was done appropriately based on the design system.
NON-FUNGIBLE TOKEN (NFT) SEBAGAI ASET DIGITAL: SEBUAH FENOMENA DAN PERLINDUNGAN HUKUM KEKAYAAN INTELEKTUAL DI INDONESIA Emmy Febriani Thalib; Ni Putu Suci Meinarni
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i2.1842

Abstract

Non-Fungible Token (NFT) has recently become a social phenomenon as a new form of digital asset that is currently popular. In Indonesia itself, the development of NFT is fast in line with the development of the industry at the global level. Along with the more open and increasing understanding of block-chain, cryptocurrency trading or cryptocurrencies, as well as technological infrastructure that is increasingly supporting. The basic technical composition of the NFT is closely related to protecting the work from manipulation, duplication and reproduction. NFT technology is still very new and therefore, much of the scope of NFT is still unclear in terms of legal regulations in Indonesia. In terms of Intellectual Property, this study aims to determine the basic understanding of NFT and the Legal Protection of an NFT digital asset for creators, sellers and buyers. This article can also provide insight about NFT to the wider community so that they can read opportunities but can avoid the problem of copyright infringement and damage the concept of ownership in a work of art.
Diplomacy and International Law ASEAN's Role in the South China Sea Conflict Amer, Nabih; Ginting, Grenaldo; Muhtar, Mohamad Hidayat; Putri, Viorizza Suciani; Utama, Liza; Suci Meinarni, Ni Putu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kekuatan geopolitik Indonesia dalam menghadapi sengketa Laut Cina selatan dalam persepsi kekuatan dan diplomasi militer. Penelitian ini merupakan sebuah kajian pustaka metode kualitatif dengan menggunakan teknik historis di mana data penelitian didapatkan dari berbagai literatur dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, laporan dan sumber-sumber lainnya yang dipublikasi baik secara domestik maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia bukan termasuk sebagai negara claimant dalam sengketa Laut Cina Selatan, sebagai negara bagian dari ASEAN dengan ketertarikan nasional di wilayah Laut Cina Selatan, Indonesia berperan aktif dalam mengawasi kedaulatan negara, terutama pada kasus kedaulatan Laut Natuna Utara. Pemerintah Indonesia beserta seluruh jajaran pertahanan yang terlibat terus memantau dinamika yang terjadi di Laut China Selatan serta mendorong perdamaian negara-negara ASEAN melalui upaya diplomasi perdamaian di tingkat bilateral dan regional dalam penyelesaian sengketa Laut China Selatan dalam rangka melindungi kestabilan keamanan. Tindakan diplomatik dan militer Indonesia dapat dikatakan berhasil seiring dengan hasil signifikan dari Kerjasama bilateral dan internasional dalam menghadapi ketegangan di Laut China Selatan. Kedepannya, koordinasi antar institusi nasional Indonesia terus ditingkatkan guna melindungi kepentingan nasional Indonesia. Upaya penyelesaian sengketa Laut China Selatan dapat dipusatkan pada upaya bilateral, regional (pertemuan Menteri Luar Negeri maupun melalui aktor legislatif seperti ASEAN Inter-Parlimentary Assembly dan forum internasional dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian di ASEAN.
PKM Industri Rumah Tangga Jajanan Khas Bali Di Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali Iswara, Ida Bagus Ary Indra; Wijaya, I Nyoman Saputra Wahyu; Willdahlia, Ni Putu Ayu Gede; Meinarni, Ni Putu Suci
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.787 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1039

Abstract

ABSTRAK Usaha jajanan Bali traditional Dana Asih dan Riko Kaliadrem adalah industri rumah tangga (IRT) yang berlokasi di Br. Pengembungan, Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Kedua industri tersebut menyediakan berbagai jajanan khas Bali yang digunakan untuk upacara dan dikonsumsi. Jajanan khas Bali yang diproduksi adalah jaja uli, jaja begina dan jaja kaliadrem. Kegiatan bisnis yang dijalani kedua IRT ini diantaranya menerima pesanan jajanan khas Bali, memproduksi secara konvensional dari pemilihan bahan, kuantitas bahan yang digunakan, pengolahan bahan, pengemasan jajanan serta memasarkan hasil produksi. Produk yang dihasilkan oleh mitra adalah jajanan kering khas Bali. Produk tersebut dikemas kedalam plastik flip tanpa memberikan desain kemasan yang dapat menjadi identitas industri. Mitra mengakui produk yang mereka dijual di pasaran tidak dikenali oleh konsumen karena banyak produk yang sama. Hal tersebut mempengaruhi promosi yang diinginkan oleh mitra. Jajanan khas Bali yang dibuat tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga diperlukan kemasan yang kedap udara agar produk dapat bertahan lebih lama. Permasalahan yang dialami mitra adalah pemasaran produk atau promosi serta pencatatan penjualan. Solusi yang diberikan adalah dengan merancang kemasan produk yang menarik dan kedap udara, memberikan pelatihan membuat jajanan khas Bali dengan resep baru yang lebih tahan lama, menyediakan sebuah website e-commerce serta mitra diberikan pelatihan menggunakan media sosial. Produk dapat dikenal pada khalayak umum dengan identitas pada kemasan serta masa kadaluarsa produk lebih lama. Varian rasa dari produk bertambah dengan harapan lebih diminati masyarakat. Kemampuan memanfaatkan teknologi juga meningkat yang dapat berpengaruh kepada peningkatan produktivitas.Kata kunci : jajanan, kemasan, promosi, e-commerceABSTRACT Traditional Balinese snacks are home industries businesses located in Br. Pengembungan, Tegal Jadi Village, Marga District, Tabanan Regency. Both industries has some kind of Balinese snacks that are used for ceremonies and also to consume. They are Jaja Uli, Jaja Begina and Jaja Kaliadrem. The business activities undertaken by these two home industries start from receiving orders for the snacks, producing conventionally, from selecting the ingredients, measuring the quantity of materials used, processing of materials, wrapping the snacks and selling of these products. These products can be classified into bali dry snacks. It is wrapped into a flip plastic that can be bought on the market without using special design for the packaging, which is it can be an industrial identity. Partners acknowledge that the products they sell on the market cannot be recognized by consumers because many other industry players sell the similar products. This will probably affects the promotion desired by partners. In addition, typical Balinese snacks that are made do not use preservatives, so airtight packaging is needed so that the product can last longer. The main problems experienced by partners and closely related to the packaging are product selling or promotion. The selling process carried out by partners (some sellers) is done conventionally. Partners keep their products limited in traditional markets. The impact that occurs in this marketing way is the demand for products does not increase. The next problem is recording sales. So far, business partners do not record sales in any form so that it cannot be clearly seen how many products have been sold and in what time period and cannot calculate the total profits that have been obtained. The solution offered is to design attractive and airtight product packaging, make recipes and provide training for recipes, provide an e-commerce website that can help the promotion process and record sales. Some courses will also be provide to partners for example the course about using social media. As the aim, the products will be famous into public. And the packaging design hopefully will give an identity that is including the product expiry date as a trustworthy product. The flavor variant of the product increases with the hope that the community is more interested. The ability to use technology also increases which can affect productivity.Key words : snacks, packaging, promotion, e-commerce
Music-Structure Segmentation in Balinese Gamelan (Tabuh Lelambatan) with SSM, Checkerboard Novelty, and HMM Pertiwi, Ni Nyoman Sucianta; Ariana, Anak Agung Gde Bagus; Meinarni, Ni Putu Suci; Willdahlia, Ayu Gede; Ariantini, Made Suci
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 10 No. 1 (2026): Article Research January 2026
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/sinkron.v10i1.15494

Abstract

This study aims to automatically segment the musical structure of Balinese gamelan by combining the Self-Similarity Matrix (SSM) method, the Checkerboard Novelty kernel, and Hidden Markov Models (HMM). Balinese gamelan has a complex musical structure that is cyclical and based on a colotomik system, requiring an adaptive analytical approach to repetitive patterns and transitions between musical sections. The research data consists of 30 Tabuh Lelambatan gamelan audio recordings obtained from public digital sources and validated through expert annotation to produce ground truth. The segmentation process was carried out through feature extraction using Constant-Q Transform (CQT), SSM formation to detect acoustic similarity patterns, application of the checkerboard kernel to mark transitions between segments, and temporal sequence modeling using HMM to refine boundary detection. System performance evaluation was carried out by comparing the segmentation results with ground truth using precision, recall, and F1-score metrics. The test results showed an average macro precision value of 0.998, a recall of 0.705, and an F1-score of 0.818, indicating that this method is capable of detecting the main boundaries of musical structures with high accuracy and consistent stability. However, the model still tends to miss gradual micro transitions. This research contributes to the field of Music Information Retrieval (MIR) and supports efforts to preserve traditional Balinese music through data-based analysis and the development of music computing technology.
Co-Authors A.A. Tri Wulandari Mayun Agus Ari Iswara, Agus Ari Amer, Nabih Anggarawati, Putu Ratna Ardinata, I Putu Adi Ariana, Anak Agung Gde Bagus Aristamy, I Gusti Ayu Agung Mas Arta, I Putu Utama Asana, I Made Dwi Putra Atmaja, Ketut Jaya Baehaqi Bhawanaputra, I Gusti Made Ngurah Ari Devi Valentino Waas Devi Valentino Waas Dewa Ayu Pargita Apsari Dewa Ayu Putri Wulandari Dewi, Ni Luh Ervina Sunari Eddy Hartono Ekayana, Anak Agung Gede Febyanti, Putu Ayu Gede Willdahlia, Ayu Gede Wirya Wardhana Grenaldo Ginting Happy Budyana Sari Happy Budyana Sari I Dewa Gede Dana Sugama I Gede Iwan Sudipa I Gede Made Swantika Pradnyana I Kadek Dwi Gandika Supartha I Kadek Dwi Mahendra Putra I Komang Arya Ganda Wiguna I Made Adi Swardana I Made Dwi Putra Asana I Nyoman Alit Arsana I Nyoman Widhi Adnyana I Putu Agus Eka Darma Udayana, I Putu Agus Eka I Putu Hendika Permana I Wayan Yoga Widya Putra Ida Bagus Ary Indra Iswara Ida Bagus Darma Wiryatama Ida Bagus Komang Darma Wiryatama Ida Bagus Satriya Wibawa Indra Pratistha Iswardani, Putu Risanti Jasmiari, I Gusti Ayu Karyana, I Putu Ditha Kerlania, I Gusti Ayu Agung Randhika Komang Ari Prasetia Komang Redy Winatha Kristina, Ni Made Yuli Lis Julianti Lis Julianti Luh Anastasia Trisna Dewi Luh Anastasia Trisna Dewi Made Suci Ariantini Mahardika, Putu Arya Aditya Mohamad Hidayat Muhtar Muni, Gede Dharma Sahasra Murpratiwi, Santi Ika Netty Amelia Ni Kadek Ariasih Ni Kadek Ariasih, Ni Kadek Ni Kadek Nita Noviani Pande Ni Luh Putu Agetania NI LUH PUTU MERY MARLINDA Ni Made Ayu Priska Cahya Ningsih Ni Made Yuli Kristina Ni Putu Ayu Siska Wulantari Ni Putu Candra Eka Susanti Ni Putu Indah Rismayanti Ni Putu Ratih Pradnya Dewi Ni Putu Yeny Nirmalasari Ningsih, Ni Made Ayu Priska Cahya Parmana, I Putu Gede Briand Permana, I Kadek Adi Pertiwi, Ni Nyoman Sucianta Priadinata, I Putu Bramasta Putra, Putu Satria Udyana Putri, Viorizza Suciani Putu Wirayudi Aditama Radhitya, I Made Leo Rismayanti, Ni Putu Indah Rizkita Ayu Mutiarani Rizkita Ayu Mutiarani Sandhiyasa, I Made Subrata Sanjaya, Wayan Putra Adi Sari, Happy Budyana Sari, Ni Wayan Yunita Sastaparamitha, Ni Nyoman Ayu J. Semara, Arya Aditya Widya Sephiarini, Ni Putu Satya Sutriasih, Ni Kadek Thalib, Emmy Febriani Utama, Liza Wayan Eny Mariani Wayan Gede Suka Parwita Wiguna, I Kadek Artha Wiguna, I Komang Arya Ganda Wijaya, I Nyoman Saputra Wahyu Willdahlia, Ayu Gede Willdahlia, Ayu Gede Willdahlia, Ni Putu Ayu Gede Winatha, Komang Redy Yasa, I Putu Pedro Kastika Yoga, I Gede Putra Sedana