Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Comprehensive Study of Licensing Policy and Benefits of Danantara in The Perspective of Human Rights and Maqashid Syari'ah Muhammad Salman Alfansuri Jacob; R.Asep Hamdan Munawar; Muflih Adi Laksono; Yusuf; Nilfatri
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 7 No. 3 (2025): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v7i3.9675

Abstract

This research is qualitative research with a descriptive approach, namely an approach that aims to comprehensively describe DANATARA, Human Rights, and Maqashid Sharia one by one. The data used in this study is secondary data that the researcher obtained indirectly from scientific articles in scientific magazines and credible websites. The conclusion in this article show that the existence of Danatara is in line with the principles contained in human rights and maqashid syari'ah because it aims to manage state assets optimally which can ultimately prosper the people and create problems. The welfare of the people is an achievement of a country as well as a concrete form of protecting the right to life of the people. From the perspective of maqashid syari'ah, the welfare of the people is also one of the maslahah referred to by syahtibi and loved by Allah SWT.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Pemberian Layanan Ambulans Gratis oleh PAC Partai Gerindra Mendahara Ulu Samsir; Musthofa, M. Arif; Okva Marwendi, Reza; Sunarti, Zeni; Nilfatri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1314

Abstract

Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, salah satu organisasi non pemerintah yang telah memberikan pelayanan ambulans gratis kepada masyarakat adalah dari PAC Partai Gerindra Mendahara Ulu, di mana dalam program kerjanya memberikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Pelayanan ambulans gratis yang dilakukan oleh PAC Partai Gerindra Mendahara Ulu adalah pelayanan sosial yang bergerak di bidang kesehatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan terdiri sumber data primer dan sumber data sekunder. Prosedur pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui editing, rekonstruksi dan sistematika data. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian adalah: pertama, pelaksanaan pemberian layanan ambulans gratis oleh PAC Partai Gerindra Mendahara Ulu untuk melayani dan membantu masyarakat yang jauh dengan akses puskesmas atau rumah sakit maupun daerah-daerah yang rawan kesehatan. Bentuk kegiatannya dengan mobil keliling (ambulans) yang digunakan untuk melayani pengobatan, konsultasi, antar jemput jenazah serta penyuluhan kesehatan secara gratis. Kedua, tinjauan hukum Islam terhadap pemberian layanan ambulans gratis oleh PAC Partai Gerindra Mendahara Ulu berdasarkan metode yang digunakan, dapat dijelaskan bahwa program layanan ambulans gratis yang dikelola oleh PAC Partai Gerindra Mendahara Ulu sudah sejalan dengan hukum Islam melalui teori maslahah. Hal ini terlihat sudah sesuai dengan teori kemashlahatan di mana dalam implementasinya tidak ada unsur-unsur yang bertentangan dengan syariat Islam dan justru sangat membantu dalam meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah berupa sakit atau kemalangan. Di dalamnya terdapat unsur saling tolong menolong (ta’awun) dan saling berbagi.
Efektivitas Program Rumah Restorative Justice Desa dalam Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu) Syafi’i, Muhammad; Musthofa, M. Arif; Okva Marwendi, Reza; M Yusuf; Nilfatri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Program Rumah Restorative Justice dalam mencegah dan menangani konflik sosial di Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu serta menelaah kesesuaiannya dengan perspektif hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini efektif dalam menurunkan angka konflik hingga 87% selama periode 2018–2024, dengan tingkat keberhasilan mediasi 90% dan kepuasan masyarakat mencapai 82%. Integrasi nilai hukum Islam seperti prinsip ishlah (perdamaian), ‘adl (keadilan), syura (musyawarah), dan tasamuh (toleransi) menjadi landasan utama pelaksanaan program. Meski terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan mediator dan anggaran, program ini terbukti mampu memulihkan hubungan sosial dan memperkuat kohesi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan dukungan anggaran agar program lebih optimal. Dengan demikian, Program Rumah Restorative Justice merupakan model penyelesaian konflik sosial yang efektif dan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam.
Praktik Pembayaran Upah Jasa Make Up Ditinjau dari Perspektif Fiqh Muamalah pada Salon Lidya Talang Babat Pulma Sari, Lili; Nilfatri; Pitri, Alisyah; Kurniawan; Karang, Lisa
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pembayaran upah jasa make up di Salon Lidya Talang Babat dari perspektif fiqh muamalah. Dalam konteks muamalah, transaksi jasa seperti make up harus memenuhi rukun dan syarat akad ijarah (sewa jasa) agar dianggap sah menurut hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi langsung, wawancara dengan pemilik dan pelanggan salon, serta telaah dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembayaran upah jasa make up di Salon Lidya dilakukan secara tunai setelah jasa diberikan, dengan kesepakatan harga yang telah disetujui di awal antara kedua belah pihak. Dari perspektif fiqh muamalah, praktik tersebut telah memenuhi unsur kerelaan, kejelasan akad, dan manfaat yang halal, sehingga dapat dikategorikan sebagai akad ijarah yang sah. Namun, perlu peningkatan dalam dokumentasi tertulis sebagai bentuk kehati-hatian dalam bermuamalah. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pemahaman prinsip-prinsip fiqh muamalah dalam praktik usaha jasa agar tetap sejalan dengan nilai-nilai syariah.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik Jual Beli Karung Bekas di Toko Bilqis Jaya Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu Jamiah; Musthofa, M Arif; Wulandari, Triyana; Sunarti, Zeni; Kartika Devi, Erwina; Alisyah; Nilfatri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1333

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik jual beli karung bekas di Toko Bilqis Jaya Desa Pematang Rahim dalam perspektif hukum Islam, dengan fokus pada thaharah dan pemanfaatan karung bekas untuk produk pangan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris, hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembersihan karung bekas di toko tersebut belum memenuhi standar thaharah, terutama pada karung bekas pupuk dan bahan kimia. Meskipun akad jual beli sah, penggunaan karung bekas untuk produk pangan membutuhkan pembersihan lebih lanjut. Pemanfaatan karung bekas untuk produk pangan harus memperhatikan jenis karung, tingkat kontaminasi, dan efektivitas pembersihan. Karung bekas yang terkontaminasi bahan kimia atau pestisida sebaiknya tidak digunakan untuk produk pangan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan proses pembersihan, transparansi informasi, pemilahan karung berdasarkan risiko kontaminasi, dan penggunaan pelindung tambahan untuk mencegah kontaminasi produk pangan.
Inovasi dan Strategi Adaptif dalam Pengelolaan Burung Walet untuk Penguatan Ekonomi Desa: Studi di Simpang Datuk : Penelitian Reliyanti; Haeran; Hasna Dewi; Sitti Fatimah; Nilfatri; Alisyah Pitri; Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2099

Abstract

Indonesia holds significant potential for the development of the edible bird’s nest industry, particularly in rural areas rich in natural resources and local wisdom. This study aims to examine the management strategies of swiftlet farming in enhancing community income in Simpang Datuk Village, Nipah Panjang Subdistrict, East Tanjung Jabung Regency. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that management strategies are implemented systematically and adaptively, including the construction of buildings that mimic the natural habitat of swiftlets, the use of acoustic attractants, and pest control measures. These strategies have had a significant impact on increasing community income, although the outcomes vary depending on the effectiveness of individual management practices. The study also highlights the importance of integrating spiritual values and Islamic business ethics, as well as the need for mitigation of inhibiting factors such as pests and environmental disturbances. These findings present a novel contribution by integrating local, technical, social, and spiritual approaches, and may serve as a foundation for the formulation of equitable and sustainable policy development in the bird’s nest industry.
EDUKASI PROGRAM SIMPAN PINJAM PEREMPUAN TERHADAP PENINGKATAN USAHA MIKRO DI DESA DENDANG Nurul Arika; Nilfatri; Wandi; Alisyah Pitri
Swakarya: Jurnal Penelitian Sosial dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Swakarya: Jurnal Penelitian Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) merupakan salah satu upaya strategis dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi program Simpan Pinjam Perempuan terhadap peningkatan usaha mikro di Desa Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap anggota kelompok perempuan penerima program SPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan melalui program SPP tidak hanya meningkatkan pemahaman perempuan tentang pengelolaan keuangan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha mikro. Dampak positif yang terlihat antara lain meningkatnya pendapatan keluarga, bertambahnya keterampilan manajemen usaha, serta tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan perempuan desa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi program SPP berperan penting dalam memperkuat kapasitas perempuan sebagai pelaku ekonomi produktif sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
PENDAMPINGAN MANAGEMENT BISNIS TOKO PERABOTAN BERBASIS EKONOMI SYARIAH Uswatun Khasanah; Alisyah Pitri; Pini Susanti; Nilfatri; Susilo
Swakarya: Jurnal Penelitian Sosial dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Swakarya: Jurnal Penelitian Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen bisnis Toko Perabotan melalui pendekatan ekonomi syariah. Permasalahan utama yang dihadapi pemilik toko adalah keterbatasan pengetahuan mengenai pencatatan keuangan, pengelolaan stok, dan penerapan prinsip-prinsip bisnis syariah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan langsung, dan pendampingan praktik manajemen usaha. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kemampuan pencatatan dan pengelolaan persediaan sebesar 80%, serta pemahaman tentang prinsip ekonomi syariah meningkat 75%. Pendampingan ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan usaha mikro yang sesuai dengan nilai-nilai syariah dan berkelanjutan.
Peningkatan Literasi Digital Masyarakat di Era Transformasi Teknologi: Penelitian Rince Tambunan; Alisyah Pitri; Andalia; Muhammad Maulana; Nilfatri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan sikap masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara kritis, aman, dan produktif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi tahap persiapan dan analisis kebutuhan, penyusunan materi dan modul pelatihan, pelaksanaan sosialisasi dan rekrutmen peserta, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, monitoring, evaluasi, serta tindak lanjut dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program peningkatan literasi digital memberikan dampak positif dan signifikan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat. Masyarakat tidak hanya mengalami peningkatan pengetahuan, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku dalam memanfaatkan teknologi secara lebih kritis, aman, dan produktif. Kemampuan memilah informasi dan menangkal disinformasi meningkat melalui penerapan verifikasi sederhana dan kesadaran terhadap pengaruh algoritma media sosial. Dari sisi keterampilan, masyarakat lebih mampu mengelola penggunaan perangkat, keamanan, dan privasi data, serta mulai memanfaatkan teknologi untuk kegiatan ekonomi dan sosial. Program ini juga menumbuhkan sikap adaptif dan motivasi belajar sepanjang hayat serta membentuk jejaring komunitas literasi digital yang mendukung keberlanjutan dampak program. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi positif dalam meningkatkan kapasitas individu dan ketahanan komunitas dalam menghadapi tantangan era digital.
The Law of Guardianship in Marriage According to Madhhab Scholars Tang, Muhammad; Nilfatri
Zabags International Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Zabags Qu Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61233/zijis.v2i1.12

Abstract

Guardianship in the marriage contract is one of the key elements in Islamic marriage law and serves as a main differentiator between the views of various scholarly schools of thought (madhhabs). The presence of a guardian (wali) is seen as a form of protection for women in a sacred contract that has significant implications for marital life. This article examines the views of the four major Islamic legal schools—Hanafi, Maliki, Shafi’i, and Hanbali—on the legal status of the wali in marriage, including the form and conditions of guardianship, as well as the legal consequences if a marriage contract is conducted without a wali. Using a literature review methodology on classical and contemporary texts, this study finds a significant difference between the Hanafi madhhab, which allows adult women to marry without a wali, and the other madhhabs, which require the presence of a wali for the validity of the marriage contract. These differences arise not only from divergent legal reasoning but also from differing views on women's autonomy and the concept of protection in Islamic law. This study highlights the importance of understanding madhhab differences as a rich source of Islamic legal heritage, as well as the urgency of ijtihad in responding to contemporary social and legal needs.