Claim Missing Document
Check
Articles

Pasien Congestive Heartfailure (CHF) dengan Pemberian Oksigen Nasal Kanul di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan Heri Siswanto; Resmi Pangaribuan; Jemaulana Tarigan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.679 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i1.8565

Abstract

ABSTRACT An emergency is a life-threatening situation that must be taken immediately to avoid disability and even death. Congestive Heart Failure (CHF) is a type of heart disease, in which the heart cannot pump enough blood to meet metabolic needs throughout the body due to abnormalities in heart function. To find out how the description of Emergency Nursing Care in Congestive Heart Failure (CHF) Patients With Nasal Cannula Oxygen Administration. Methodology: This research is a descriptive study with a case study design conducted on two patients with the same diagnosis, namely Congestive Heart Failure (CHF) with impaired oxygenation. This study uses a nursing process approach which includes the following stages: Assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation and evaluation. Results and Discussion: After the authors conducted a case study on client 1 and client 2 with a diagnosis of Congestive Heart Failure (CHF) at TK II Putri Hijau Medan Hospital for 4 days each in case 1 from February 9 2022 to February 12 2022, while case 2 from 16 June 2022 to 19 June 2022 was carried out in cases of application in nursing practice. By administering a nasal cannula, oxygenation needs can be met. Conclusions and suggestions: After the researchers conducted a case study of meeting oxygenation needs, the researchers could conclude that the ineffectiveness of airway clearance was resolved. Keywords: Emergency nursing care, Congestive Heart Failure (CHF), Oxygen Nasal Cannula ABSTRAK Gawat darurat adalah keadaan yang mengancam nyawa yang harus dilakukan tindakan segera untuk menghindari kecacatan bahkan kematian korban. Congestive Heart Failure (CHF) merupakan salah satu jenis penyakit jantung, yang mana jantung tidak dapat memompa darah dengan cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik keseluruh tubuh akibat adanya kelainan pada fungsi jantung. Tujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran Asuhan Keperawatan Gawatdarurat Pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Dengan Pemberian Oksigen Nasal Kanul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus yang dilakukan pada dua orang pasien dengan diagnosa yang sama yaitu Congestive Heart Failure (CHF)  dengan gangguan Oksigenasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan proses keperawatan meliputi tahapan sebagai berikut: Pengkajian, Diagnosa keperawatan, intervensi, Implementasi dan evaluasi. Hasil dan Setelah penulis melakukan studi kasus pada klien 1 dan klien 2 dengan diagnosa Congestive Heart Failure (CHF) di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan selama masing-masing 4 hari pada kasus 1 mulai tanggal 9 Februari 2022 s/d 12 Februari 2022 sedangkan kasus 2 mulai tanggal 16 Juni 2022 s/d 19 Juni 2022 dilaksanakan pada kasus penerapan di praktik keperawatan. Dengan pemberian  Nasal kanul pemenuhan kebutuhan oksigenasi dapat terpenuhi. Setelah peneliti melakukan studi kasus pemenuhan kebutuhan oksigenasi, maka peneliti dapat menyimpulkan ketidakefektifan bersihan jalan napas teratasi. Kata Kunci: Asuhan keperawatan gawatdarurat, Congestive Heartfailure (CHF), Oksigen Nasal Kanul
MOBILITAS FISIK PADA STROKE NON HAEMORAGIK EKSTERMITAS ATAS DENGAN ROM AKTIF CYLINDRICAL GRIP DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI Resmi Pangaribuan; Yuri Sutri Manjani; Jemaulana Tarigan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jpk.v10i2.2679

Abstract

Stroke or Cerebrovascular Accident or CVA is a disease that attacks anyone with a very sudden occurrence and can increase with age. Growing old is a natural process of a person after going through several stages, ie neonates, toddler, praschool, adolescents, adults and the elderly. Cylindrical Grip is a functional hand exercise by gripping a cylindrical object. The study used descriptive case study method. The subjects of the study were conducted in two patients with the same case, specifically the elderly patients who had non hemorrhagic stroke with physical mobility problem. The results of the study was obtained in both patients with the decreased of physical mobility in the upper extremities of the right and the left hand. Nursing intervention and implementation were carried out by monitoring the patient blood pressure, determining the factors that related to the patient general condition, providing range of motion exercise or Cylindrical Grip by placing a roll of tissue paper to the patient who had the hand grip weakness, monitoring muscle strength, and taking the collaboration with the doctors and other health team or physiotherapist for stroke.The evaluation was carried out for 3 days and the result obtained by doing Cylindrical Grip for 3 days, namely 2 times a day, and it was found that the physical weakness of the patients with stroke were partially resolved. It is recommended to another researchers to examine more deeply about the effectiveness of providing Cylindrical Grip in accordance with the Standard Operating Procedure or SOP in the orphanages.
SENAM LANSIA PADA REUMATOID ARTHRITIS DENGAN NYERI LUTUT DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI Resmi Pangaribuan; Nina Olivia
Indonesian Trust Health Journal Vol 3 No 1 (2020): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v3i1.46

Abstract

Elderly is someone who has reached the age of 60 years and over. Responding to an illness, but it is a process that gradually replaces cumulative changes, is a process of decreasing the body's resistance in dealing with stimuli from inside and outside the body. Many of the elderly are still productive and able to be active in social, national and state life. Efforts to Increase the social welfare of the elderly is essentially a preservation of the religious and cultural values ​​of the nation. Aging or growing old is a condition that occurs in human life. Growing old is a natural process which means that a person has gone through three lives, namely child, adult and old. Knee pain is a regenerative disease of the joints and one of the signs and symptoms of rheumatoid arthritis. One effort to reduce pain with the help of elderly gymnastics. The aim of the study is to provide the implementation of elderly exercise in elderly rheumatoid arthritis with knee pain to reduce knee pain. The benefits of research are joint skills training and reducing the scale of care in the elderly. This research method is quantitative with experimental type and one group pre-post test design. The population in this study are elderly both men and women in the UPT Binjai Elderly Services unit. An instrument or tool that uses a scale forgetting the Analog Analog Scale (VAS) and an observation sheet. The exercise of elderly exercise can be done in the morning before absorption for approximately 15-45 minutes. Instrument or tool that uses the Wilcoxon statistical test. The results of the study address the significant value of knee pain in the elderly. And elderly exercise is effective for reducing knee pain in elderly rheumatoid arthtritis in UPT Binjai Elderly Services. Abstrak Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Menua bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan proses yang berangsur-angsur mengakibatkan perubahan kumulatif, merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh. Banyak diantara lanjut usia yang masih produktif dan mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia pada hakikatnya merupakan pelestarian nilai-nilai keagamaan dan budaya bangsa. Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan. Menjadi tua merupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupan, yaitu anak, dewasa dan tua. Nyeri lutut merupakan suatu penyekit regeneratif sendi dan salah salah satu tanda dan gejala dari rheumatoid arthritis. Salah satu upaya untuk menurangi nyeri lutut adalah dengan dengan pemberian senam lansia. Tujuan penelitian adalah memberikan implementasi senam lansia pada lansia rheumatoid arthtritis dengan nyeri lutut untuk mengurangi nyeri lutut. Manfaat penelitian adalah untuk melatih kemampuan otot sendi dan mengurangkan skala nyeri pada lansia. Metode penelitian ini adalah kuanitatif dengan jenis eksperimental dan design one group pre-post test design. Populasi pada penelitian ini adalah lansia baik laki-laki maupun wanita di unit UPT Pelayanan Lanjut Usia Binjai. Instrumen atau alat yang di gunakan berupakan skala nyeri Visual Analog scale (VAS) dan lembar observasi.. Pelaksanaan senam lansia dapat dilakukan pada pagi hari sebelum serapan selama kurang lebih 15-45 menit. Instrument atau alat yang di gunakan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian menujukan bahwa nilai signifikan menurun pada nyeri lutut lansia, dan disimpulkan bahwa senam lansia efektif untuk mengurangi rasa nyeri lutut pada lansia rheumatoid arthtritis di UPT Pelayanan Lanjut Usia Binjai.
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN KELEBIHAN CAIRAN DI RUANG HEMODIALISA Miftak Nurmaula Dewi; Resmi Pangaribuan; Jemaulana Tarigan
Jurnal Nurse Vol. 7 No. 1 (2024): Januari: Jurnal Nurse
Publisher : STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/nurse.v7i1.183

Abstract

Background: Emergency Nursing (Emergency Nursing) is a comprehensive nursing given to patients with acute injuries or life threatening illness. Based on a preliminary survey conducted by researchers at the Putri Hijau Medan Kindergarten II Hospital, obtained medical record data from January to October, the number of patients who went to the Putri Hijau Medan Kindergarten II Hospital totaled 31 people consisting of outpatients and inpatients, the number of outpatient treatment was 12 people and 19 people were hospitalized. Objective: To provide emergency nursing care for chronic kidney failure with excess fluid at TK II Putri Hijau Medan Hospital. Research Methodology: This research is a descriptive study with a case study design conducted on two patients with the same diagnosis, namely the treatment of patients with Chronic Kidney Failure with fluid overload. This study uses a nursing process approach which includes the following stages: Assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation and evaluation. Results and discussion: After taking action on the implementation of nursing care on client 1 and client 2, the evaluation stage of some problems was partially resolved on the fourth day and some others were resolved on the fourth day for each client. During 4 days of treatment for client 1 and for 4 days treatment of client 2  then the excess fluid problem can be evaluated resolved. Conclusions and suggestions: The researchers concluded that case studies of fulfilling nursing care in patients with chronic kidney failure at Hemodialysis Hospital TK II Putri Hijau Medan were able to overcome the problem of excess fluid.
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA GANGGUAN PERSEPSI PENDENGARAN: PRESBIKUSIS DENGAN TEHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI UPT PELAYANAN SOSIAL BINJAI Rindiani, Rindiani; Pangaribuan, Resmi; Tarigan, Jemaulana
Jurnal Nurse Vol. 6 No. 2 (2023): Juli: Jurnal Nurse
Publisher : STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/nurse.v6i2.184

Abstract

Pelayanan kesehatan pada lansia masih sangat terbatas, baik dari segi jenis dan cukupnya. Gangguan persepsi adalah ketidakmampuan manusia dalam membedakan antara langsung timbul dari sumber internal (pikiran, perasaan) dan stimulus eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan gerontik pada pasien pemenuhan kebutuhan komunikasi non verbal pada lansia dengan presbikusis di UPT pelayanan sosial lanjut usia Binjai.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus yang dilakukan pada dua orang pasien dengan diagnosa yang sama yaitu Presbiakusis dengan gangguan komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan proses keperawatan meliputi tahapan sebagai berikut: Pengkajian, Diagnosa keperawatan, intervensi, Implementasi dan evaluasi. Hasil dan Pembahasan:  Pada kasus 1 dengan masalah keperawatan ganguan pendengaran komunikasi teraupetik dengan susah mendengar suara. Dikatakan teratasi sebagaian karena dilihat dari pernyataan klien dan observasi perawat yaitu data subjektif klien mengatakan susah mendengar suara klien mengatakan kepala sering tiba-tiba pusing dan kuping tiba-tiba berdengung, kemudian dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital TD:130/80 mmhg N: 88x/menit R: 22x/menit S:36˚C. Pada kasus 2 masalah keperawatan dengan gangguan pendengaraan komunikasi, klien mengatakan tidak mendengar jika diajak berbicara dengan suara dan nada biasa. Klien memohon kepada mahasiswa untuk meningkatkan nada bicara TTV TD:120/70 mmhg N:80x/menitR: 24x/menit, S:36˚C. Kesimpulan dan saran:  Setelah peneliti melakukan studi kasus pada klien kurang komunikasi teraupetik pada gangguan persepsi pendengaran pada Ny. N dan Ny. R di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, maka peneliti dapat menyimpulkan masalah teratasi sebagian hal ini karena keterbatasan waktu peneliti dan responden.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA Kusumawardani, Emi; Herniyatun, Herniyatun; Amin, Hadriyani; Pangaribuan, Resmi; Perestroika, Grhasta Dian
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Edisi 2 April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i3.2317

Abstract

Sexual behavior is any behavior driven by sexual desire, either with the opposite sex or with the same sex. Initial data survey conducted at SMA N 12 Pekanbaru from 15 respondents, 15 of them claimed to have dated, and 10 of them were currently dating, 9 respondents considered that dating was a natural thing, 8 respondents claimed to be dating under the age of 15, 7 respondents were known by their parents to have a boyfriend, even their boyfriend had visited their house and vice versa they had also visited their boyfriend's house, 6 respondents claimed to have embraced their boyfriend, and they considered it a natural thing to do. The purpose of the study was to determine the Factors Associated with Sexual Behavior in Class XI Adolescents at SMAN 12 Pekanbaru in 2022.  The type of research is quantitative using a cross sectional design on a sample of 108. The sampling technique used proportionate stratified random sampling. The results of the study were there was a relationship between knowledge (p value 0.026; POR 2.6), peers (p value 0.005; POR 4.3) and family harmony (p value 0.032; POR 2.5) with sexual behavior in adolescents. It is suggested that there is a need for programs that can increase knowledge such as counseling, disseminating correct sexual information and increasing parental supervision efforts for teenagers.Keywords: Family Harmony, Knowledge, Adolescents, Peers
ANALISIS FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS Santoso, Raden Bagus Edy; Djafar, Tanwir; Sulistiyani, Sulistiyani; Pangaribuan, Resmi; Lellu, Amos
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 4 (2024): Vol. 6 No. 4 Edisi 3 Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i4.2606

Abstract

Tuberculosis (TB) according to the World Heallth Orgalnizaltion (WHO) as the second deadly disease in the world in 2021 after Covid-19, and became the 13th (thirteen) as the main cause of death worldwide. Indonesia is ranked third in the world with the highest burden of TB cases after India and China. The trend of tuberculosis case finding rates for all types per 100,000 population in Lampung Province during 2016-2020 tends to increase. The purpose of the study was to determine the relationship of socioeconomic and environmental factors to the incidence of tuberculosis. The type of research was quantitative with a case control approach. The research was conducted in September-October 2023 at UPTD Puskesmas Tanjung Agung. The sample amounted to 58 respondents (29 case groups and 29 control groups). The sampling technique used purposive sampling. The research instrument consisted of a questionnaire sheet. The results showed that there was a relationship between economic status (p value: 0.009) and home hygiene (p value: 0.001). It is recommended that the Health Office carry out early detection of pulmonary tuberculosis problems routinely, in addition to carrying out preventive, promotive efforts in preventing pulmonary tuberculosis. The government, in this case the UPTD Puskesmas Tanjung Agung, conducts counseling about pulmonary tuberculosis and the dangers of smoking. The government also tries to implement programs to improve the economic status of the community as a priority or program.
EDUKASI PENANGANAN CEDERA RINGAN DAN HAND HYGIENE DI LINGKUNGAN SEKOLAH UPT SD NEGERI 068474 KEC. MEDAN LABUHAN Pangaribuan, Resmi; Khairani, Ade Irma; Juwita, Arni; Antika, Rindi; Aritonang, Richardo Hasudungan; Barasa, Dita
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 01 (2025): JANUARI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edukasi tentang penanganan cedera ringan dan kebersihan tangan (hand hygiene) merupakan aspek penting dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan siswa di lingkungan sekolah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang penanganan cedera ringan serta pentingnya kebersihan tangan kepada siswa di UPT SD Negeri 068474 Kecamatan Medan Labuhan. Kegiatan edukasi ini dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan yang melibatkan siswa/siswi SD kelas VI. Materi yang disampaikan meliputi cara-cara penanganan cedera ringan seperti luka gores, keseleo, dan cedera lainnya, serta langkah-langkah praktis dalam menjaga kebersihan tangan untuk mencegah penyebaran penyakit. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai cara penanganan cedera ringan dan pentingnya kebersihan tangan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan dengan adanya edukasi ini, siswa dapat lebih mandiri dalam menghadapi cedera ringan dan lebih disiplin dalam menjaga kebersihan diri, sehingga dapat mengurangi risiko kesehatan di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan aman bagi seluruh civitas akademika. Evaluasi yang di dapat yaitu adanya peningkatan pengetahuan siswa dalam memerikan pertolongan terhadap cedera ringan di lingkungan sekolahnya dengan simulasi yang dibuat oleh pengabdi masyarakat.
Komunikasi Verbal pada Stroke Non Hemoragik di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Resmi Pangaribuan; Melinda Ayu Pratiwi; Jemaulana Tarigan
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v8i2.934

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Stroke non hemoragik merupakan serangan pada jaringan otak yang terjadi secara mendadak dan menyebabkan kelumpuhan atau cacat menetap pada bagian tubuh. Apabila stroke menyerang otak kiri maka akan mengenai pusat bicara, kemungkinan pasien akan mengalami gangguan bicara. Salah satu cara dalam mengembalikan kemampuan bicara dapat dilakukkan terapi komunikasi verbal dengan menyebutkan huruf vocal yaitu huruf A, I, U, E, O. Tujuan: untuk mengetahui penerapan asuhan keperawatan pada pasien stroke non haemoragik yang mengalami gangguan komunikasi yang dapat dilakukan dengan terapi huruf vokal A, I, U, E, O untuk kemampuan bicara pasien stroke non hemoragik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian dilakuan pada 2 orang pasien dengan kasus yang ama yaitu pasien stroke yang mengalami gangguan komunikasi verbal. Hasil:stroke non hemoragik berhubungan dengan kerusakan komunikasi verbal. Intervensi dan implementasi keperawatan yaitu mengkaji kadaan umum pasien, membedakan antara afasia dan disartria, mengkatakan secara langsung dengan pasien perlahan dan dengan tenang, mengatakan dengan nada normal dan hindari percakapan yang cepat, meminta klien untuk mengikuti perintah sederhana, mengucapkan huruf vokal seperti A, I, U, E, O. Kesimpulan: Evaluasi dilakukan selama 3 hari dan didapatkan hasil pasien dapat mengucapkan huruf vokal AIUEO tetapi masih kurang jelas. ABSTRACT Introduction: Non-hemorrhagic stroke is an attack on brain tissues that occurs suddenly and could cause paralysis or permanent disability in any part of the body. Health issues that arise due to stroke vary widely. If the stroke occurs in the left side of the brain it will affect the speech, the patient will experience speech disorders. One way to restore speech ability could be implemented by using verbal communication therapy by mentioning vowels. Objective: The study aimed to determine the application of nursing care to the patients with non-hemorrhagic stroke who experienced speech disorders and which can be done by implementing speech therapy vowels on the communication ability of patients with non-hemorrhagic stroke. The method used a descriptive case study. The subject of the study was conducted on 2 patients with the same case who experienced speech disorders. Results: The results showed that non-hemorrhagic stroke was associated with impaired verbal communication. The intervention and implementation were performed by analyzing the general condition of the patients, distinguishing between aphasia and dysarthria, speaking directly to the patient slowly and calmly, communicating in a normal tone and avoiding fast conversation, asking to follow a simple command, and pronouncing the vowels such. Conclusion: The evaluation was carried out for 3 days and found that the patient could pronounce the vowels but it's still unclear.
EDUKASI HIDUP SEHAT DENGAN MENJAGA FUNGSI GINJAL DAN CEGAH CHORIONIC KIDNEY DISEASE PADA REMAJA Resmi Pangaribuan; Almina Rospitaria Tarigan; Elis Anggeria; Kimberley Maharani Maulibulung Hutapea
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v8i2.4046

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah salah satu masalah kesehatan serius yang dapat muncul pada anak-anak dan orang dewasa. Kebiasaan hidup yang tidak sehat, kurangnya kebersihan diri, konsumsi makanan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik adalah salah satu faktor risiko utamanya. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang hidup sehat dengan menjaga fungsi ginjal dan cegah chorionic kidney disease. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok. Ada 26 siswa mengikuti kegiatan dengan baik. Siswa mengetahui cara pemelihaaraan ginjal yang sehat. Sebelum edukasi, tes dilakukan sebelum dan setelah penyuluhan kesehatan. Remaja SMP sangat antusias dengan kegiatan pendidikan yang diberikan oleh penyuluh. Pengetahuan remaja tentang hidup sehat setelah dilakukan dengan media kertas meningkat dengan hasil pengetahuan cukup 27% dan pengetahuan baik 73%. Hasil kegiatan ini disimpulkan bahwa edukasi merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang hidup sehat dengan menjaga fungsi ginjal dan cegah chorionic kidney disease
Co-Authors ade Putri Ramadhani Alfi Syahrin, Alfi Allyah Annisa Almina Rospitaria Tarigan Amelia Kartika Putri Amin, Hadriyani Antika, Rindi Aritonang, Richardo Hasudungan Arni Juwita Arta Siahaan Arwanda, Elsa Asima Sirait Astuti Rofida Atsnia Ayu Wandari Barasa, Dita Barus, Tantiyani Cinsih Rotua Lubis Diana Lase Dinda Yovanda Djafar, Tanwir Doni Matondang Dwi Pasma Elis Anggeria Elsa Arwand Elsa Refany Elvipson Sinaga Erita Gustina Evamona Sinuraya Ezra Inawati Barus Fadli Siregar Fentiana, Nina Firdayani Sianturi Fourina Gultom Gabrielle Cristin Purba Gea, Handerman Vitu Ginting, Iir tirana a. Girsang, Ermi Grhasta Dian Perestroika Hamdan Hamdan Hanna M. Karo Karo Hanna Maria Sirega Hasudungan, Richard Henrianto Karolus Siregar Heri Siswanto Herniyatun, Herniyatun Heryn Tiwa Novelin T Hotman Geovani Siahaan Ika Ariyanti Immanuel. T Indri Greace Naibaho Jemaulana Purba Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Juwita, Arni Khairani, Ade Irma Khairunnisa Batubara Kimberley Maharani Maulibulung Hutapea Kusumawardani, Emi Laila Nazmi Putri Nasution Lellu, Amos Lisa Ariana Marliani Marliani Mayusra, Melvianda Melinda Ayu Pratiwi Miftak Nurmaula Dewi Mindo Tua Siagian Muchti Yuda Pratama Muhammad Untung Ritonga Nadia Maulina Nadila Putri Nana Dwiyanti Natasya Sianipar Nengsi Rajagukguk Nina Olivia Panjaitan, Renarti Purba, Josia Purwaningsih R. Sri Rezeki Sijabat Raden Bagus Edy Santoso Rani Valencia Bangun Renarti Panjaitan Rindiani, Rindiani Rizka, Fakhiru Saharman Gea Sari, Putri Nanda Sefriwan Zebua Siagian, Mindo Tua Sianipar, Sabrina Sijabat, R. Sri Rezeki Simangunsong, Roida Kharlina Simanjuntak, Saskia Simorangkir, Nadya Sio Citra Manurung Sirait, Cantiqah Puteri Siregar, Hanna Maria Sonia Angelina Sonia Anjelina SULISTIYANI SULISTIYANI T, Lamria Meilina Tantiyani Barus Tarigan, Almina Rospitaria Tarigan, Jemaulana Virginia Syafrinanda Wandari, Ayu Yuri Sutri Manjani