Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA TENTANG STUNTING DALAM PEMENUHAN GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN DELI Pangaribuan, Resmi; Wandari, Ayu; Gustina, Erita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32216

Abstract

World Health Organization (2014) angka kejadian stunting sebanyak 162 juta terjadi pada anak dibawah umur 5 tahun dan diproyeksikan sekitar 127 juta anak di bawah umur 5 tahun akan terhambat di tahun 2025. Riskesdas  juga menunjukkan bahwa masih terdapat masalah gizi lain yang terkait erat dengan stunting yakni ibu anemia ibu hamil (48,9%), BBLR (6,2%), balita kurus atau wasting (10,2%) dan anemia balita. Penelitian yang dilakukan Devi Savitri (2020) tentang Pendidikan gizi seimbang untuk mencegah stunting dengan menggunakan media video dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dalam pencegahan stunting. Tujuan penelitian ini untuk memberikan Pendidikan Kesehatan pada Keluarga tentang Stunting dalam pemenuhan Gizi pada balita di Puskesmas Medan Deli. Penelitian ini merupakan deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Studi kasus pada penelitian ini menerapkan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi  implementasi dan  evaluasi tindakan keperawatan. Instrumen Penelitian yaitu kuesioner diambil dari penelitian sebelumnya oleh Mutia Iffatul (2022). Hasil penelitian ini dengan dilakukannya proses keperawatan pada kedua kasus keluarga Tn. K dan keluarga Tn. M pendidikan kesehatan menggunakan media   promosi kesehatan leafleat tentamh stunting selama empat hari durasi 40 menit pada tiap keluarga dapat meningkatkan pengetahuan pasien. Hal ini dapat dilihat keluarga mampu menjelaskan tentang stunting di keluarga. Kesimpulan  penelitian  ini yaitu pengetahuan merupakan faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan promosi kesehatan masyarakat di Puskesmas Medan Deli.
Asuhan Keperawatan Gawat Darurat pada Pasien Pneumonia dengan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di Rumah Sakit Tk. II Putri Hijau Medan T, Lamria Meilina; Tarigan, Jemaulana; Pangaribuan, Resmi
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v2i3.463

Abstract

Asuhan Keperawatan adalah seluruh rangkaian proses keperawatan yang diberikan kepada pasien yang berkesinambungan dengan kiat-kiat keperawatan yang dimulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi adalah usaha memperbaiki ataupun memelihara derajat kesehatan yang optimal. Pnemonia adalah infeksi inflamasi akut pada jaringan paru-paru atau parenkim yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, ataupun parasit dengan tanda dan gejala seperti batuk dan sesak nafas. Bersihan jalan nafas tidak efektif merupakan suatu masalah yang sering terjadi pada pasien pneumonia, Batuk efektif dan Nebulizer merupakan metode efektif untuk membantu mencehah terjadinya bersihan jalan nafas tidak efektif. Tujuan Penelitian: Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien pneumonia dalam bersihan jalan nafas tidak efektif di Rumah Sakit TK II Putri Hijau. Metode Penelitian: Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus, partisipan pada kasus ini dilakukan pada 2 klien pneumonia dengan masalah bersihan jalan nafas tidak efektif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil pengkajian keperawatan didapatkanperbedaan adanya suara nafas ronchi dan wheezing dan perbedaan lain pada kedua klien yaitu, klien 1 mengeluhkan sesak, batuk berdahak dan demam RRP: 24x/m GCS: 13 sedangkan klien 2 mengeluhkan sesak,batuk berdahak, tidak nafsu makan RR: 28x/m GCS: 12. Kesimpulan: Berdasarkan evaluasi keperawatan pada klien 1 dan 2 hari pertama sampai hari ketiga sudah teratasi dengan menunjukkan kemajuan yang signifikan dan perkembangan kesehatan klien jauh lebih membaik
PELATIHAN PENANGANAN CEDERA RINGAN BAGI SISWA KELAS IX DI SMP NUR CAHAYA MEDAN Resmi Pangaribuan; Jemaulana Tarigan; Arni Juwita; Cinsih Rotua Lubis; Atsnia
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 04 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera dapat menyerang hampir seluruh bagian tubuh, biasanya anak anak apabila dihadapkan dengan suatu permainan mereka lupa bahwa mereka dibatasi dengan aturan supaya mereka tidak sampai mengalami cedera. Hal tersebut dapat berdampak buruk terhadap fisik dan juga mentalnya, apalagi untuk anak pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena mereka masih dalam tahap pertumb uhan dan perkembangan yang sangat baik. Penyebab cedera bisa disebabkan oleh faktor eksternal (dari luar pelaku) dan faktor internal (dari dalam diri pelaku). Metode:  Metode yang digunakan adalah adalah one groups Pretest-Posttest design. Dilakukan pada 26 orang siswa kelas IX-1. Kegiatan  yang  digunakan  dalam  program  pengabdian  masyarakat  ini  berupa penyuluhan  dan  simulasi  Pelatihan pertolongan  Cedera Ringan bagi siswa kelas IX SMP Nur Cahaya Medan. Hasil:  Siswa Kelas IX  yang  mengikuti  kegiatan  penyuluhan  dan  simulasi ini memahami tentang cara pertolongan Cedera Ringan bagi siswa kelas IX SMP Nur Cahaya mampu meningkatkan pengetahuan siswa kelas IX tentang  bagaimana  cara  melakukan  pertolongan  yang mengalami  cedera ringan. Kesimpulan: Kegiatan  ini  dapat  meningkatkan  pengetahuan  siswa  tentang pertolongan cedera ringan.
PENANGANAN AWAL KEGAWATDARURATAN DENGAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA SISWA KELAS X DI SMK GELORA JAYA NUSANTARA MEDAN Pangaribuan, Resmi; Ika Ariyanti; Arni Juwita; Cinsih Rotua Lubis; Hanna M. Karo Karo
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 01 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gawat Darurat adalah keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera untuk penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan. Bantuan Hidup Dasar adalah Serangkaian usaha awal untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan atau sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti nafas dan atau henti jantung (cardiacarrest). Umumnya kecelakaan terjadi secara tiba-tiba, tanpa diduga sebelumnya dan akibat yang ditimbulkan sangat bervariasi, bisa berupa cedera ringan, sedang, berat, bahkan sampai meninggal dunia. Berdasarkan jumlah korban, kecelakaan bisa terjadi dengan satu korban, banyak korban (musibah) atau sangat banyak korban (bencana). Metode: Metode yang digunakan adalah adalah one groups Pretest-Posttest design. Dilakukan pada 30 orang siswa kelas X. Kegiatan yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan dan simulasi Pelatihan pertolongan awal kegawatdaruratan dengan bantuan hidup dasar bagi siswa kelas X SMK Gelora Jaya Nusantara Medan. Hasil: Siswa Kelas X yang mengikuti kegiatan penyuluhan dan simulasi ini memahami tentang cara pertolongan awal kegawatdaruratan dengan bantuan hidup dasar bagi siswa kelas X SMK Gelora Jaya Nusantara Medan mampu meningkatkan pengetahuan siswa kelas X tentang bagaimana cara melakukan pertolongan yang mengalami henti nafas henti jantung. Kesimpulan: Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang pertolongan awal gawatdarurat dengan bantuan hidup dasar.
PENYULUHAN TENTANG HEAD STROKE UNTUK PARA KEPALA DUSUN KELURAHAN DESA SEI MENCIRIM Purwaningsih; Resmi Pangaribuan; Doni Matondang
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 06 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Head stroke dan kematian akibat paparan panas yang berlebihan, lebih sering terjadi selama musim panas dengan gelombang panas yang berkepanjangan. Selama gelombag panas tahun 1980 (rekor tahun panas di Amerika Serikat), 1.700 kematian yang terjadi, berkaitan dengan panas, meningkat dibandingkan dengan 148 kematian yang dikaitkan dengan panas tahun sebelumnya. Head stroke dan kematian akibat paparan panas yang berlebihan, lebih sering terjadi selama musim panas dengan gelombang panas yang berkepanjangan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan quasi eksperimen (pre dan post) dan menggunakan metode demostrasi. Demosntrasi yang dilakukan yaitu pertolongan pertama pada korban yang mengalami head stroke. Kegiatan Pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan Kepala Dusun Kelurahan Desa Sei Mencirim dalam melakukan Pelaksanaan Tindakan penanganan Head Stroke yang mengalami Head Stroke Desa Sei Mencirim. Pelatihan ini terlaksana dengan baik dan dapat mencapai target baik secara kuantitas maupun kualitas. Dengan dilakukannya pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan para kepala dusun di desa seimencirim.
PENYULUHAN DAN SIMULASI PERTOLONGAN PERTAMA PADA ANAK DENGAN TERSEDAK DI DUSUN II DESA SEI MENCIRIM KAB. DELISERDANG Resmi Pangaribuan; Jemaulana Tarigan; Indri Greace Naibaho; Immanuel. T; Arta Siahaan
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 2 (2023): JULI 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tersedak merupakan kegawat daruratan yang sangat berbahaya, karena hanya beberapa menit anak akan mengalami kekurangan oksigen bahkan kematian dari batang otak. Sehingga orang tua perlu memahami berbagai jenis pertolongan pertama yang dapat diberikan pada anak yang tersedak. Kejadian tersedak memerlukan perhatian khusus karena dapat menyebabkan kekurangan oksigen bahkan kematian jika tidak cepat ditangani. Tersedak kebanyakan terjadi pada usia tiga tahun ke bawah karena sifatnya yang mengeksplorasi benda dengan menggunakan mulut. Metode: kegiatan yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan dan simulasi pertolongan pertama pada anak dengan tersedak di dusun II Desa Sei Mencirim Kab. Deliserdang. Hasil: Ibu-ibu yang mengikuti kegiatan penyuluhan dan simulasi ini memahami tentang cara pertolongan pertama pada anak dengan tersedak  mampu meningkatkan pengetahuan ibu tentang bagaimana cara melakukan pertolongan pertama pada anak-anak yang mengalami tersedak. Kesimpulan: Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang pertolongan pertama pada anak dengan tersedak.
PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS (TEKANAN DARAH, KADAR GULA DARAH, DAN ASAM URAT) DAN EDUKASI HIPERTENSI, DIABETES MELITUS, ASAM URAT DI LINGKUNGAN XVI KELURAHAN BESAR MARTUBUNG Resmi Pangaribuan; Diana Lase; Lisa Ariana; Nengsi Rajagukguk; Hanna Maria Sirega; ade Putri Ramadhani; Alfi syahrin; Allyah Annisa; Ayu Wandari; Dinda Yovanda; Dwi Pasma; Elsa Arwand; Ezra Inawati Barus; Firdayani Sianturi; Heryn Tiwa Novelin T; Hotman Geovani Siahaan; Muhammad Untung Ritonga; Rani Valencia Bangun; Renarti Panjaitan; Sonia Anjelina
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 03 (2024): MEI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan kesehatan (check up) adalah salah satu upaya mendeteksi adanya kelainan pada tubuh. Mengecek kesehatan sebaiknya dilakukan secara rutin dengan tujuan pencegahan serta pengobatan lebih dini. Penyebab kematian utama penduduk semua golongan umur pada saat ini disebabkan oleh penyakit tidak menular secara berurutan yaitu stroke, hipertensi, diabetes mellitus, tumor ganas/kanker, penyakit jantung, pernafasan kronik. Metode: Kegiatan yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini berupa pemeriksaan kesehatan, demonstrasi dan penyuluhan kesehatan Hipertensi, Diabetes melitus dan Asam urat. Hasil: Setelah dilakukan pelayanan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, pemeriksaan asam urat serta dilaksanakannya penyuluhan kesehatan tentang Hipertensi, D Pemeriksaan kesehatan (check up) adalah salah satu upaya mendeteksi adanya kelainan pada tubuh. Mengecek kesehatan sebaiknya dilakukan secara rutin dengan tujuan pencegahan serta pengobatan lebih dini. Penyebab kematian utama penduduk semua golongan umur pada saat ini disebabkan oleh penyakit tidak menular secara berurutan yaitu stroke, hipertensi, diabetes mellitus, tumor ganas/kanker, penyakit jantung, pernafasan kronik. Metode: Kegiatan yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini berupa pemeriksaan kesehatan, demonstrasi dan penyuluhan kesehatan Hipertensi, Diabetes melitus dan Asam urat. Hasil: Setelah dilakukan pelayanan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, pemeriksaan asam urat serta dilaksanakannya penyuluhan kesehatan tentang Hipertensi, Diabetes Melitus dan Asam urat di lingkungan xvi kelurahan besar Martubung dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan tentang Hipertensi, Diabetes Melitus dan Asam urat pada masyarakat dengan mengolah yang ada di lingkungan masyarakat seperti pemberian jus timun, rebusan daun salam untuk menurunkan tekanan darah, latihan range of motion untuk mengurangi nyeri pada asam urat dan latihan buerger allen exercise untuk penderita DM. Evaluasi dilakukan dengan diberikannya jus timun, rebusan daun salam dapat menurunkan tekanan darah pada hipertensi, latihan range of motion dapat mengurangi nyeri pada asam urat dan latihan buerger allen exercise untuk meningkatan perfusi perifer pada penderita diabetes mellitus. iabetes Melitus dan Asam urat di lingkungan xvi kelurahan besar Martubung dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan tentang Hipertensi, Diabetes Melitus dan Asam urat pada masyarakat dengan mengolah yang ada di lingkungan masyarakat seperti pemberian jus timun, rebusan daun salam untuk menurunkan tekanan darah, latihan range of motion untuk mengurangi nyeri pada asam urat dan latihan buerger allen exercise untuk penderita DM. Evaluasi dilakukan dengan diberikannya jus timun, rebusan daun salam dapat menurunkan tekanan darah pada hipertensi, latihan range of motion dapat mengurangi nyeri pada asam urat dan latihan buerger allen exercise untuk meningkatan perfusi perifer pada penderita diabetes mellitus.
EDUKASI KESEHATAN KELUARGA PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) TERHADAP BALITA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS (ISPA) DI PUSKESMAS PULO BRAYAN Barasa, Dita; Irma, Ade; Pangaribuan, Resmi
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.165

Abstract

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) adalah penyakit menular yang dapat menyerang saluran pernapasan atas dan bawah, umumnya disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus dan bakteri. Pendidikan kesehatan memainkan peran penting dalam meningkatkan pengetahuan keluarga tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk pencegahan ISPA pada balita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dalam perawatan keperawatan keluarga, yang meliputi penilaian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan pada dua responden dari keluarga yang memiliki pengetahuan terbatas tentang BPH dalam pencegahan URTI pada balita. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah keluarga dengan balita berusia 1-5 tahun yang didiagnosis menderita URTI dan memiliki kekurangan pengetahuan. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Pusat Kesehatan Pulo Bruyan melalui tiga pertemuan. Alat pengumpulan data meliputi formulir penilaian keluarga, kuesioner, dan media leaflet. Hasil menunjukkan bahwa setelah memberikan pendidikan kesehatan tentang CHLB untuk balita dengan URTI, terdapat peningkatan pengetahuan. Hal ini dibuktikan dengan kedua keluarga (Pasien 1 dan Pasien 2) menerapkan dan mempraktikkan perilaku seperti mencuci tangan dengan sabun, menjauhkan balita dari asap rokok, menjaga kebersihan rumah, dan membuka jendela setiap pagi. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mencegah URTI dengan menerapkan praktik CHLB.
RANGE OF MOTION SPHERICAL GRIP UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT STROKE NON HEMORAGIK Nadila Putri; Pangaribuan, Resmi; Irma, Ade
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke non-hemoragik dapat menyebabkan kelemahan otot, terutama pada ekstremitas atas, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari pasien. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke adalah melalui latihan genggaman bola dengan rentang gerak (ROM), yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dalam perawatan keperawatan keluarga, mencakup penilaian, diagnosis, intervensi, implementasi; dan evaluasi. Subjek penelitian meliputi dua keluarga dengan anggota yang mengalami stroke non-hemoragik dan menunjukkan tingkat kekuatan otot berkisar antara skala 0 hingga 3. Studi ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut di area kerja UPT Puskesmas Medan Deli. Intervensi terdiri dari pendidikan dan praktik langsung latihan genggaman bola ROM, dengan setiap sesi berlangsung 15 menit, dua kali sehari. Hasil menunjukkan peningkatan kekuatan otot pada hari kedua dan ketiga intervensi. Pasien I mengalami peningkatan kekuatan otot dari skala 2 menjadi skala 4, sementara pasien 2 menunjukkan perbaikan dari skala 1 menjadi skala 2. Analisis menunjukkan bahwa latihan genggaman bola ROM efektif dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik dan memperkuat peran keluarga dalam proses perawatan. Kesimpulannya, penerapan latihan genggaman bola ROM, jika dilakukan secara teratur selama tiga hari berturut-turut, dapat meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik.Kesimpulannya, pelaksanaan latihan genggaman bola ROM secara teratur selama tiga hari berturut-turut dapat meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik dan mendukung upaya pemulihan mandiri di rumah.
PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA AMAN NYAMAN NYERI KEPALA PADA HIPERTENSI DENGAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI Fadli Siregar; Resmi Pangaribuan; Jemaulana Purba
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Lansia merupakan seseorang yang beranjak pada usia 60 tahun atau bisa lebih, dikarenakan factor-faktor tertentu yang akan terjadi tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya baik secara jasmani, rohani maupun sosialnya. Teknik relaksasi otot progresif adalah memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot, dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk mendapatkan perasaan relaks. Teknik relaksasi otot progresif dilakukan dengan cara mengendorkan atau mengistirahatkan otot-otot, pikiran dan mental dan bertujuan untuk mengurangi kecemasan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik relaksasi otot progresif terhadap lansia untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di UPT pelayanan unit sosial lanjut usia Binjai.  Metode Penelitian: Metode   penelitian   ini   adalah   deskriptif   dengan   pendekatan   proses Keperawatan. Subjek  penelitian  dilakukan  pada  2  orang  pasien  dengan  kasus  yang sama yaitu pada pasien yang mengalami gangguan rasa aman dan nyaman nyeri pada lansia Hipertensi. Hasil: Dengan dilakukannya tehnik relaksasi otot progresif) selama 3 hari dengan frekuensi 1 kali sehari dengan 10-30 menit pada lansia Hipertensi pada kedua orang pasien tersebut dapat mengikuti latihan tehnik relaksasi otot progresif. Kesimpulan: Dengan dilakukannya tehnik relaksasi otot progresif pada lansia Hipertensi masalah pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman neri kepala dapat teratasi.
Co-Authors ade Putri Ramadhani Alfi Syahrin, Alfi Allyah Annisa Almina Rospitaria Tarigan Amelia Kartika Putri Amin, Hadriyani Antika, Rindi Aritonang, Richardo Hasudungan Arni Juwita Arta Siahaan Arwanda, Elsa Asima Sirait Astuti Rofida Atsnia Ayu Wandari Barasa, Dita Barus, Tantiyani Cinsih Rotua Lubis Diana Lase Dinda Yovanda Djafar, Tanwir Doni Matondang Dwi Pasma Elis Anggeria Elsa Arwand Elsa Refany Elvipson Sinaga Erita Gustina Evamona Sinuraya Ezra Inawati Barus Fadli Siregar Fentiana, Nina Firdayani Sianturi Fourina Gultom Gabrielle Cristin Purba Gea, Handerman Vitu Ginting, Iir tirana a. Girsang, Ermi Grhasta Dian Perestroika Hamdan Hamdan Hanna M. Karo Karo Hanna Maria Sirega Hasudungan, Richard Henrianto Karolus Siregar Heri Siswanto Herniyatun, Herniyatun Heryn Tiwa Novelin T Hotman Geovani Siahaan Ika Ariyanti Immanuel. T Indri Greace Naibaho Jemaulana Purba Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Juwita, Arni Khairani, Ade Irma Khairunnisa Batubara Kimberley Maharani Maulibulung Hutapea Kusumawardani, Emi Laila Nazmi Putri Nasution Lellu, Amos Lisa Ariana Marliani Marliani Mayusra, Melvianda Melinda Ayu Pratiwi Miftak Nurmaula Dewi Mindo Tua Siagian Muchti Yuda Pratama Muhammad Untung Ritonga Nadia Maulina Nadila Putri Nana Dwiyanti Natasya Sianipar Nengsi Rajagukguk Nina Olivia Panjaitan, Renarti Purba, Josia Purwaningsih R. Sri Rezeki Sijabat Raden Bagus Edy Santoso Rani Valencia Bangun Renarti Panjaitan Rindiani, Rindiani Rizka, Fakhiru Saharman Gea Sari, Putri Nanda Sefriwan Zebua Siagian, Mindo Tua Sianipar, Sabrina Sijabat, R. Sri Rezeki Simangunsong, Roida Kharlina Simanjuntak, Saskia Simorangkir, Nadya Sio Citra Manurung Sirait, Cantiqah Puteri Siregar, Hanna Maria Sonia Angelina Sonia Anjelina SULISTIYANI SULISTIYANI T, Lamria Meilina Tantiyani Barus Tarigan, Almina Rospitaria Tarigan, Jemaulana Virginia Syafrinanda Wandari, Ayu Yuri Sutri Manjani