Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI KESEHATAN KELUARGA PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) TERHADAP BALITA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS (ISPA) DI PUSKESMAS PULO BRAYAN Barasa, Dita; Irma, Ade; Pangaribuan, Resmi
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.165

Abstract

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) adalah penyakit menular yang dapat menyerang saluran pernapasan atas dan bawah, umumnya disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus dan bakteri. Pendidikan kesehatan memainkan peran penting dalam meningkatkan pengetahuan keluarga tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk pencegahan ISPA pada balita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dalam perawatan keperawatan keluarga, yang meliputi penilaian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan pada dua responden dari keluarga yang memiliki pengetahuan terbatas tentang BPH dalam pencegahan URTI pada balita. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah keluarga dengan balita berusia 1-5 tahun yang didiagnosis menderita URTI dan memiliki kekurangan pengetahuan. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Pusat Kesehatan Pulo Bruyan melalui tiga pertemuan. Alat pengumpulan data meliputi formulir penilaian keluarga, kuesioner, dan media leaflet. Hasil menunjukkan bahwa setelah memberikan pendidikan kesehatan tentang CHLB untuk balita dengan URTI, terdapat peningkatan pengetahuan. Hal ini dibuktikan dengan kedua keluarga (Pasien 1 dan Pasien 2) menerapkan dan mempraktikkan perilaku seperti mencuci tangan dengan sabun, menjauhkan balita dari asap rokok, menjaga kebersihan rumah, dan membuka jendela setiap pagi. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mencegah URTI dengan menerapkan praktik CHLB.
RANGE OF MOTION SPHERICAL GRIP UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT STROKE NON HEMORAGIK Nadila Putri; Pangaribuan, Resmi; Irma, Ade
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke non-hemoragik dapat menyebabkan kelemahan otot, terutama pada ekstremitas atas, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari pasien. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke adalah melalui latihan genggaman bola dengan rentang gerak (ROM), yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dalam perawatan keperawatan keluarga, mencakup penilaian, diagnosis, intervensi, implementasi; dan evaluasi. Subjek penelitian meliputi dua keluarga dengan anggota yang mengalami stroke non-hemoragik dan menunjukkan tingkat kekuatan otot berkisar antara skala 0 hingga 3. Studi ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut di area kerja UPT Puskesmas Medan Deli. Intervensi terdiri dari pendidikan dan praktik langsung latihan genggaman bola ROM, dengan setiap sesi berlangsung 15 menit, dua kali sehari. Hasil menunjukkan peningkatan kekuatan otot pada hari kedua dan ketiga intervensi. Pasien I mengalami peningkatan kekuatan otot dari skala 2 menjadi skala 4, sementara pasien 2 menunjukkan perbaikan dari skala 1 menjadi skala 2. Analisis menunjukkan bahwa latihan genggaman bola ROM efektif dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik dan memperkuat peran keluarga dalam proses perawatan. Kesimpulannya, penerapan latihan genggaman bola ROM, jika dilakukan secara teratur selama tiga hari berturut-turut, dapat meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik.Kesimpulannya, pelaksanaan latihan genggaman bola ROM secara teratur selama tiga hari berturut-turut dapat meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik dan mendukung upaya pemulihan mandiri di rumah.
PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA AMAN NYAMAN NYERI KEPALA PADA HIPERTENSI DENGAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI Fadli Siregar; Resmi Pangaribuan; Jemaulana Purba
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Lansia merupakan seseorang yang beranjak pada usia 60 tahun atau bisa lebih, dikarenakan factor-faktor tertentu yang akan terjadi tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya baik secara jasmani, rohani maupun sosialnya. Teknik relaksasi otot progresif adalah memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot, dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk mendapatkan perasaan relaks. Teknik relaksasi otot progresif dilakukan dengan cara mengendorkan atau mengistirahatkan otot-otot, pikiran dan mental dan bertujuan untuk mengurangi kecemasan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik relaksasi otot progresif terhadap lansia untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di UPT pelayanan unit sosial lanjut usia Binjai.  Metode Penelitian: Metode   penelitian   ini   adalah   deskriptif   dengan   pendekatan   proses Keperawatan. Subjek  penelitian  dilakukan  pada  2  orang  pasien  dengan  kasus  yang sama yaitu pada pasien yang mengalami gangguan rasa aman dan nyaman nyeri pada lansia Hipertensi. Hasil: Dengan dilakukannya tehnik relaksasi otot progresif) selama 3 hari dengan frekuensi 1 kali sehari dengan 10-30 menit pada lansia Hipertensi pada kedua orang pasien tersebut dapat mengikuti latihan tehnik relaksasi otot progresif. Kesimpulan: Dengan dilakukannya tehnik relaksasi otot progresif pada lansia Hipertensi masalah pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman neri kepala dapat teratasi.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA DI UPT PELAYANA SOSIAL LANJUT USIA BINJAI Nana Dwiyanti; Resmi Pangaribuan
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuan merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari berjalan terus-menerus dan berkesinambungan, menyebabkan perubahan anatomia fisiologis dan kemampuan secata keseluruhan. Gout arthritis (asam urat) peradangan pada sendi akibat adanya endapan kristal asam urat pada sendi, manifestasi gout: bagian sendi yang bengkak, merah, hangat, nyeri. Sudah tentu banyak yang menjadi target masyarakat pada umumnya lah saah satunya, banyak juga yg menjadi media pendidikan kesehatan. Berdasarkan  penelitian Simamora (2018) Asam urat disebut juga arthritis gout termasuk suatu penyakit degenerative yang menyerang persendian, dan paling sering dijumpai dimasyarakat terutama dialami oleh lanjut usia (lansia). Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mengaplikasikan asuhan keperawatan pada pasien asam urat pada lansia di UPT pelayanan lanjut usia Binjai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus yang dilakukan pada dua orang pasien dengan diagnosa medis yang sama yaitu kurang pengetahuan tentang asam urat. Penelitian ini menggunakan pendekatan proses keperawatan meliputi tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian ini menerangkan bahwasanya dengan dilakukannya proses keperawatan pada kedua kasus keluarga Ny . N dan keluarga Ny. A dengan pendidikan kesehatan menggunakan media   promosi kesehatan leafleat. Topik  pendidikan kesehatan yang dilaksanakan tentang gout arthitis  dilaksakan selama empat hari durasi 40 menit pada kedua pasien, pelaksanaan dapat meningkatkan pengetahuan pasien lansia. Hal ini terbukti dengan pasien mampu menjelaskan tentang gout arthitis. Kesimpulan penelitian  ini yaitu pengetahuan merupakan faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan promosi kesehatan masyarakat di UPT Pelayanan Sosial Lanjut usia Binjai.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA LANSIA KOMORBID HIPERTENSI DI UPT PELAYANANSOSIAL BINJAI Gabrielle Cristin Purba; Resmi Pangaribuan; Jemaulana Tarigan
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi didalam kehidupan manusia. Penanganan dan pencegahan kasus pandemi COVID-19 ini  sudah dilakukan dengan berbagai cara, baik secara global maupun nasional atau wilayah. Berbagai upaya telah dilakukan dalam menurunkan tingkat penyebaran COVID-19 pada lansia, upaya yang dilakukan adalah upaya promotive, kuratif dan rehabilitattif dan salah satunya upaya preventif. Upaya preventif dalam protokol kesehatan yang diterapkan masyarakat dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 pada masa New Normal yaitu dengan membiasakan diri memakai masker, mencuci tangan pakai sabun (hand sanitizer), menjaga jarak (sosial distancing), menjauhi keramaian dan menghindari berpergian ke luar daerah, terutama daerah-daerah yang sudah dinyatakan sebagai zona merah. Tujuan: Memberikan gambaran Pendidikan Kesehatan tentang Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19 pada Lansia Komorbid Hipertensi di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Metode Penelitian: Metode   penelitian ini adalah deskriptif dengan   pendekatan   proses Keperawatan. Subjek  penelitian  dilakukan  pada  2  orang  pasien  dengan  kasus  yang sama yaitu pada pasien yang mengalami ketidakpatuhan pada lansia comorbid hipertensi. Hasil: Dengan dilakukannya pendidikan kesehatan kepatuhan protokol kesehatan covid 19 pada lansia comorbid hipertensi selama 3 hari selama 60 menit pada lansia comorbid hipertensi dan pada kedua orang pasien tersebut dapat mengetahui tentang kepatuhan protokol kesehatan tentang covid 19 seperti kepatuhan menggunakan masker, mencuci tangan, sosial distancing. Ke dua pasien tersebut mau melakukannya di wisma UPT Binjai.  Kesimpulan: Dengan dilakukannya pendidikan kesehatan tentang kepatuhan protokol kesehatan covid 19 pada lansia comorbid hipertensi masalah ketidakpatuhan dan kurang pengetahuan dapat teratasi.
PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI PADA CEDERA KEPALA SEDANG DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF Sianipar, Sabrina; Pangaribuan, Resmi; Tarigan, Jemaulana
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 03 (2025): JULI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan frekuensi pernapasan dapat menyebabkan saturasi oksigen dalam darah dan perfusi jaringan otak menurun. Perburukan kondisi pasien dengan cedera kepala dapat terjadi jika perfusi jaringan ke otak rendah, sehingga pasien memiliki outcomes yang buruk. Cedera kepala adalah gangguan pada bagian otak diakibatkan oleh kekuatan atau benturan dari luar tubuh yang sifatnya lebih keras.Cedera kepala mengakibatkan penderita mengalami penurunan kesadaran, kerusakan saraf, kerusakan pembuluh darah, pembendungan cairan otak, kecacatan permanen hingga kematian. Pemenuhan kebutuhan oksigenasi adalah pemberian oksigen untuk membebaskan jalan nafas dan mencegah terjadinya kematian sel otak apabila lebih dari 4 menit orang tidak mendapatkan oksigen maka akan berakibat pada kerusakan otak yang tidak mampu diperbaiki atau mengakibatkan kematian. Tujuan:   Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memberikan Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Dengan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Cedera Kepala Sedang Dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di Rumah Sakit Putri Hijau Medan. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui gambaran Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Cedera Kepala Sedang Dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif. Hasil: Dengan dilakukanya pemberian oksigen 3-4 l/menit selama 3 hari pada kedua pasien tersebut dari hasil obsevasi dapat diperoleh hasil SPO2 98% dan masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif  telah teratasi. Kesimpulan: Dengan dilakukanya Pemenuhan Oksigenasi Pada Cedera Kepala Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif telah Teratasi.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DALAM PENERAPAN PROLANIS EXERCISE  UNTUK MENURUNKAN  KADAR GULA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE 2DI UPT PUSKESMAS PULO BRAYAN Sirait, Cantiqah Puteri; Pangaribuan, Resmi; Khairani, Ade Irma
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 04 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (Hiperglikemia). Prolanis Exercise dirancang untuk pengidap Diabetes Melitus, tujuannya untuk mengatur kadar gula darah. Metode Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan keluarga meliputi pengkajian keperawatan keluarga, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Kriteria inklusi penelitian yaitu bersedia menjadi responden, usia > 45 tahun, berjenis kelamin wanita dan belum pernah menggikuti Prolanis Exercise di Puskesmas Pulo Brayan. Penelitian dilaksanakan di UPT Puskesmas Pulo Brayan, selama 1 minggu dengan 3 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah format pengkajian keperawatan keluarga, glukometer, stetoskop. Hasil: Penelitian ini dilakukan kepada  2 orang responden anggota keluarga yang mengalami Diabetes melitus atau  ketidakstabilan kadar gula darah. Implementasi yang dilakukan untuk menurukan kadar gula darah pasien dengan terapi non farmakologis Prolanis Exercise selama 30 menit kepada kedua responen. Diperoleh hasil dari kedua pasien adanya penurunan kadar gula darah pasien 1 menurun 48 mg/dl dari nilai 391 mg/dl dan pasien 2 menurun 55 mg/dl dari nilai 306 mg/dl. Analisa Hasil penelitian menunjukkan  bahwa Prolanis Exercise efektif dalam menurunkan kadar gula darah dan diperlukan peran keluarga dalam perawatan pasien Diabetes Melitus. Kesimpulan dan Saran Peran aktif keluarga serta intervensi non-farmakologis yang dilakukan secara rutin efektif membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan kenyamanan selama proses keperawatan dirumah. Saran untuk keluarga diharapkan dapat berperan aktif membantu merawat anggota keluarga yang mengalami      Diabetes Melitus supaya kadar gula darahnya dapat terkontrol.
IMPLEMENTASI   PENDIDIKAN   KESEHATAN   KELUARGA TENTANG MANFAAT DAN CARA PEMBERIAN MPASI PADA BAYI  UNTUK PENCEGAHAN  STUNTING DI UPT PUSKESMAS PULO BRAYAN MEDAN Mayusra, Melvianda; Khairani, Ade Irma; Pangaribuan, Resmi
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i11.1973

Abstract

  ABSTRACT Complementary feeding (MP-ASI) refers to foods or drinks with specific nutritional content and value provided to infants or children as an addition to breast milk after the age of six months to meet their nutritional needs. The provision of complementary feeding contributes to stunting, particularly when nutritional intake is inadequate. Therefore, it is important to understand the benefits and appropriate methods of providing complementary feeding to ensure adequate nutrition for infants. Health education plays a vital role in improving family knowledge regarding the benefits and methods of complementary feeding. This study used a descriptive research design with a family gursing care case study approach, including assessment, nursing diagnosis. intervention, implementation, and evaluation. The study involved two respondents whose families had limited knowledge about the benefits and methods of providing complementary feeding. The inclusion criteria were families with infants aged 6-12 months and families with low knowledge levels (50%). The research was conducted in the working area of Pulo Brayan Health Center over three days, using leaflet media and questionnaires as instruments. The results showed an increase in knowledge after health education on the benefits and methods of complementary feeding. In case 1. the family reported that they understood and comprehended the benefits and proper methods of complementary feeding. In case 2. the family also reported improved understanding and had begun to apply appropriate complementary feeding practices. The conclusion and recommendation of this study is that health education is effective in increasing family knowledge about the benefits and methods of complementary feeding for infants.   ABSTRAK MP-ASI (Makanan pendamping air susu ibu) merupakan jenis makanan atau minuman yang memiliki kandungan nutrisi tertentu dan nilai gizi yang diberikan kepada bayi atau anak sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka selain ASI setelah bayi berusia 6 bulan. Pemberian MP-ASI adalah salah satu hal yang berkontribusi pada stunting, terutama jika pemberian gizi tidak memadai. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi agar gizi bayi tercukupi dengan baik. Pendidikan kesehatan yang diberikan sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan keluarga tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Penelitian dilakukan terhadap 2 responden dengan keluarga yang memiliki pengetahuan kurang tentang manfaat dan cara dan pemberian MP-ASI pada bayi. Bayi merupakan anak yang baru lahir sampai berusia 1 tahun dan mengalami proses tumbuh kembangnya Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah keluarga yang memiliki bayi usia 6-12 bulan dan keluarga dengan pengetahuan kurang (50%). Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pulo Brayan selama 3 hari, dengan menggunakan instrumen media leaflet dan kuesioner. Hasil penelitian setelah dilakukan pendidikan kesehatan keluarga tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi didapatkan adanya peningkatan pengetahuan, pada pasien 1 keluarga mengatakan sudah mengerti dan paham tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayinya dan pada kasus 2 keluarga mengatakan sudah paham dan mulai menerapkan cara pemberian MP-ASI pada bayinya. Kesimpulan dan saran pendidikan kesehatan efektif dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi.  
Co-Authors Ade Irma ade Putri Ramadhani Alfi Syahrin, Alfi Allyah Annisa Almina Rospitaria Tarigan Amelia Kartika Putri Amin, Hadriyani Antika, Rindi Aritonang, Richardo Hasudungan Ariyanti, Ika Arni Juwita Arta Siahaan Arwanda, Elsa Astuti Rofida Atsnia Ayu Wandari Barasa, Dita Barus, Tantiyani Cinsih Rotua Lubis Diana Lase Dinda Yovanda Djafar, Tanwir Doni Matondang Dwi Pasma Elis Anggeria Elsa Arwand Elsa Refany Elvipson Sinaga Erita Gustina Evamona Sinuraya Ezra Inawati Barus Fadli Siregar Fentiana, Nina Firdayani Sianturi Fourina Gultom Gabrielle Cristin Purba Gea, Handerman Vitu Ginting, Iir tirana a. Girsang, Ermi Grhasta Dian Perestroika Hamdan Hamdan Hanna M. Karo Karo Hanna Maria Sirega Hasudungan, Richard Henrianto Karolus Siregar Heri Siswanto Herniyatun, Herniyatun Heryn Tiwa Novelin T Hotman Geovani Siahaan Ika Ariyanti Immanuel. T Indri Greace Naibaho Jemaulana Purba Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Juwita, Arni Khairani, Ade Irma Khairunnisa Batubara Kimberley Maharani Maulibulung Hutapea Kusumawardani, Emi Laila Nazmi Putri Nasution Lellu, Amos Lisa Ariana Marliani Marliani Mayusra, Melvianda Melinda Ayu Pratiwi Miftak Nurmaula Dewi Mindo Tua Siagian Muchti Yuda Pratama Muhammad Untung Ritonga Nadia Maulina Nadila Putri Nana Dwiyanti Natasya Sianipar Nengsi Rajagukguk Nina Olivia Panjaitan, Renarti Purba, Josia Purwaningsih R. Sri Rezeki Sijabat Raden Bagus Edy Santoso Rani Valencia Bangun Renarti Panjaitan Rindiani, Rindiani Saharman Gea Sari, Putri Nanda Sefriwan Zebua Siagian, Mindo Tua Sianipar, Sabrina Sijabat, R. Sri Rezeki Simangunsong, Roida Kharlina Simorangkir, Nadya Sio Citra Manurung Sirait, Asima Sirait, Cantiqah Puteri Siregar, Hanna Maria Sonia Angelina Sonia Anjelina SULISTIYANI SULISTIYANI T, Lamria Meilina Tantiyani Barus Tarigan, Almina Rospitaria Tarigan, Jemaulana Virginia Syafrinanda Wandari, Ayu Yuri Sutri Manjani