Claim Missing Document
Check
Articles

PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA AMAN NYAMAN NYERI KEPALA PADA HIPERTENSI DENGAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI Fadli Siregar; Resmi Pangaribuan; Jemaulana Purba
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Lansia merupakan seseorang yang beranjak pada usia 60 tahun atau bisa lebih, dikarenakan factor-faktor tertentu yang akan terjadi tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya baik secara jasmani, rohani maupun sosialnya. Teknik relaksasi otot progresif adalah memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot, dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk mendapatkan perasaan relaks. Teknik relaksasi otot progresif dilakukan dengan cara mengendorkan atau mengistirahatkan otot-otot, pikiran dan mental dan bertujuan untuk mengurangi kecemasan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik relaksasi otot progresif terhadap lansia untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di UPT pelayanan unit sosial lanjut usia Binjai.  Metode Penelitian: Metode   penelitian   ini   adalah   deskriptif   dengan   pendekatan   proses Keperawatan. Subjek  penelitian  dilakukan  pada  2  orang  pasien  dengan  kasus  yang sama yaitu pada pasien yang mengalami gangguan rasa aman dan nyaman nyeri pada lansia Hipertensi. Hasil: Dengan dilakukannya tehnik relaksasi otot progresif) selama 3 hari dengan frekuensi 1 kali sehari dengan 10-30 menit pada lansia Hipertensi pada kedua orang pasien tersebut dapat mengikuti latihan tehnik relaksasi otot progresif. Kesimpulan: Dengan dilakukannya tehnik relaksasi otot progresif pada lansia Hipertensi masalah pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman neri kepala dapat teratasi.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA DI UPT PELAYANA SOSIAL LANJUT USIA BINJAI Nana Dwiyanti; Resmi Pangaribuan
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuan merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari berjalan terus-menerus dan berkesinambungan, menyebabkan perubahan anatomia fisiologis dan kemampuan secata keseluruhan. Gout arthritis (asam urat) peradangan pada sendi akibat adanya endapan kristal asam urat pada sendi, manifestasi gout: bagian sendi yang bengkak, merah, hangat, nyeri. Sudah tentu banyak yang menjadi target masyarakat pada umumnya lah saah satunya, banyak juga yg menjadi media pendidikan kesehatan. Berdasarkan  penelitian Simamora (2018) Asam urat disebut juga arthritis gout termasuk suatu penyakit degenerative yang menyerang persendian, dan paling sering dijumpai dimasyarakat terutama dialami oleh lanjut usia (lansia). Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mengaplikasikan asuhan keperawatan pada pasien asam urat pada lansia di UPT pelayanan lanjut usia Binjai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus yang dilakukan pada dua orang pasien dengan diagnosa medis yang sama yaitu kurang pengetahuan tentang asam urat. Penelitian ini menggunakan pendekatan proses keperawatan meliputi tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian ini menerangkan bahwasanya dengan dilakukannya proses keperawatan pada kedua kasus keluarga Ny . N dan keluarga Ny. A dengan pendidikan kesehatan menggunakan media   promosi kesehatan leafleat. Topik  pendidikan kesehatan yang dilaksanakan tentang gout arthitis  dilaksakan selama empat hari durasi 40 menit pada kedua pasien, pelaksanaan dapat meningkatkan pengetahuan pasien lansia. Hal ini terbukti dengan pasien mampu menjelaskan tentang gout arthitis. Kesimpulan penelitian  ini yaitu pengetahuan merupakan faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan promosi kesehatan masyarakat di UPT Pelayanan Sosial Lanjut usia Binjai.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA LANSIA KOMORBID HIPERTENSI DI UPT PELAYANANSOSIAL BINJAI Gabrielle Cristin Purba; Resmi Pangaribuan; Jemaulana Tarigan
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi didalam kehidupan manusia. Penanganan dan pencegahan kasus pandemi COVID-19 ini  sudah dilakukan dengan berbagai cara, baik secara global maupun nasional atau wilayah. Berbagai upaya telah dilakukan dalam menurunkan tingkat penyebaran COVID-19 pada lansia, upaya yang dilakukan adalah upaya promotive, kuratif dan rehabilitattif dan salah satunya upaya preventif. Upaya preventif dalam protokol kesehatan yang diterapkan masyarakat dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 pada masa New Normal yaitu dengan membiasakan diri memakai masker, mencuci tangan pakai sabun (hand sanitizer), menjaga jarak (sosial distancing), menjauhi keramaian dan menghindari berpergian ke luar daerah, terutama daerah-daerah yang sudah dinyatakan sebagai zona merah. Tujuan: Memberikan gambaran Pendidikan Kesehatan tentang Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19 pada Lansia Komorbid Hipertensi di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Metode Penelitian: Metode   penelitian ini adalah deskriptif dengan   pendekatan   proses Keperawatan. Subjek  penelitian  dilakukan  pada  2  orang  pasien  dengan  kasus  yang sama yaitu pada pasien yang mengalami ketidakpatuhan pada lansia comorbid hipertensi. Hasil: Dengan dilakukannya pendidikan kesehatan kepatuhan protokol kesehatan covid 19 pada lansia comorbid hipertensi selama 3 hari selama 60 menit pada lansia comorbid hipertensi dan pada kedua orang pasien tersebut dapat mengetahui tentang kepatuhan protokol kesehatan tentang covid 19 seperti kepatuhan menggunakan masker, mencuci tangan, sosial distancing. Ke dua pasien tersebut mau melakukannya di wisma UPT Binjai.  Kesimpulan: Dengan dilakukannya pendidikan kesehatan tentang kepatuhan protokol kesehatan covid 19 pada lansia comorbid hipertensi masalah ketidakpatuhan dan kurang pengetahuan dapat teratasi.
PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI PADA CEDERA KEPALA SEDANG DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF Sianipar, Sabrina; Pangaribuan, Resmi; Tarigan, Jemaulana
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 03 (2025): JULI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan frekuensi pernapasan dapat menyebabkan saturasi oksigen dalam darah dan perfusi jaringan otak menurun. Perburukan kondisi pasien dengan cedera kepala dapat terjadi jika perfusi jaringan ke otak rendah, sehingga pasien memiliki outcomes yang buruk. Cedera kepala adalah gangguan pada bagian otak diakibatkan oleh kekuatan atau benturan dari luar tubuh yang sifatnya lebih keras.Cedera kepala mengakibatkan penderita mengalami penurunan kesadaran, kerusakan saraf, kerusakan pembuluh darah, pembendungan cairan otak, kecacatan permanen hingga kematian. Pemenuhan kebutuhan oksigenasi adalah pemberian oksigen untuk membebaskan jalan nafas dan mencegah terjadinya kematian sel otak apabila lebih dari 4 menit orang tidak mendapatkan oksigen maka akan berakibat pada kerusakan otak yang tidak mampu diperbaiki atau mengakibatkan kematian. Tujuan:   Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memberikan Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Dengan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Cedera Kepala Sedang Dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di Rumah Sakit Putri Hijau Medan. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui gambaran Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Cedera Kepala Sedang Dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif. Hasil: Dengan dilakukanya pemberian oksigen 3-4 l/menit selama 3 hari pada kedua pasien tersebut dari hasil obsevasi dapat diperoleh hasil SPO2 98% dan masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif  telah teratasi. Kesimpulan: Dengan dilakukanya Pemenuhan Oksigenasi Pada Cedera Kepala Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif telah Teratasi.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DALAM PENERAPAN PROLANIS EXERCISE  UNTUK MENURUNKAN  KADAR GULA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE 2DI UPT PUSKESMAS PULO BRAYAN Sirait, Cantiqah Puteri; Pangaribuan, Resmi; Khairani, Ade Irma
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 04 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (Hiperglikemia). Prolanis Exercise dirancang untuk pengidap Diabetes Melitus, tujuannya untuk mengatur kadar gula darah. Metode Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan keluarga meliputi pengkajian keperawatan keluarga, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Kriteria inklusi penelitian yaitu bersedia menjadi responden, usia > 45 tahun, berjenis kelamin wanita dan belum pernah menggikuti Prolanis Exercise di Puskesmas Pulo Brayan. Penelitian dilaksanakan di UPT Puskesmas Pulo Brayan, selama 1 minggu dengan 3 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah format pengkajian keperawatan keluarga, glukometer, stetoskop. Hasil: Penelitian ini dilakukan kepada  2 orang responden anggota keluarga yang mengalami Diabetes melitus atau  ketidakstabilan kadar gula darah. Implementasi yang dilakukan untuk menurukan kadar gula darah pasien dengan terapi non farmakologis Prolanis Exercise selama 30 menit kepada kedua responen. Diperoleh hasil dari kedua pasien adanya penurunan kadar gula darah pasien 1 menurun 48 mg/dl dari nilai 391 mg/dl dan pasien 2 menurun 55 mg/dl dari nilai 306 mg/dl. Analisa Hasil penelitian menunjukkan  bahwa Prolanis Exercise efektif dalam menurunkan kadar gula darah dan diperlukan peran keluarga dalam perawatan pasien Diabetes Melitus. Kesimpulan dan Saran Peran aktif keluarga serta intervensi non-farmakologis yang dilakukan secara rutin efektif membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan kenyamanan selama proses keperawatan dirumah. Saran untuk keluarga diharapkan dapat berperan aktif membantu merawat anggota keluarga yang mengalami      Diabetes Melitus supaya kadar gula darahnya dapat terkontrol.
IMPLEMENTASI   PENDIDIKAN   KESEHATAN   KELUARGA TENTANG MANFAAT DAN CARA PEMBERIAN MPASI PADA BAYI  UNTUK PENCEGAHAN  STUNTING DI UPT PUSKESMAS PULO BRAYAN MEDAN Mayusra, Melvianda; Khairani, Ade Irma; Pangaribuan, Resmi
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i11.1973

Abstract

  ABSTRACT Complementary feeding (MP-ASI) refers to foods or drinks with specific nutritional content and value provided to infants or children as an addition to breast milk after the age of six months to meet their nutritional needs. The provision of complementary feeding contributes to stunting, particularly when nutritional intake is inadequate. Therefore, it is important to understand the benefits and appropriate methods of providing complementary feeding to ensure adequate nutrition for infants. Health education plays a vital role in improving family knowledge regarding the benefits and methods of complementary feeding. This study used a descriptive research design with a family gursing care case study approach, including assessment, nursing diagnosis. intervention, implementation, and evaluation. The study involved two respondents whose families had limited knowledge about the benefits and methods of providing complementary feeding. The inclusion criteria were families with infants aged 6-12 months and families with low knowledge levels (50%). The research was conducted in the working area of Pulo Brayan Health Center over three days, using leaflet media and questionnaires as instruments. The results showed an increase in knowledge after health education on the benefits and methods of complementary feeding. In case 1. the family reported that they understood and comprehended the benefits and proper methods of complementary feeding. In case 2. the family also reported improved understanding and had begun to apply appropriate complementary feeding practices. The conclusion and recommendation of this study is that health education is effective in increasing family knowledge about the benefits and methods of complementary feeding for infants.   ABSTRAK MP-ASI (Makanan pendamping air susu ibu) merupakan jenis makanan atau minuman yang memiliki kandungan nutrisi tertentu dan nilai gizi yang diberikan kepada bayi atau anak sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka selain ASI setelah bayi berusia 6 bulan. Pemberian MP-ASI adalah salah satu hal yang berkontribusi pada stunting, terutama jika pemberian gizi tidak memadai. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi agar gizi bayi tercukupi dengan baik. Pendidikan kesehatan yang diberikan sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan keluarga tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Penelitian dilakukan terhadap 2 responden dengan keluarga yang memiliki pengetahuan kurang tentang manfaat dan cara dan pemberian MP-ASI pada bayi. Bayi merupakan anak yang baru lahir sampai berusia 1 tahun dan mengalami proses tumbuh kembangnya Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah keluarga yang memiliki bayi usia 6-12 bulan dan keluarga dengan pengetahuan kurang (50%). Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pulo Brayan selama 3 hari, dengan menggunakan instrumen media leaflet dan kuesioner. Hasil penelitian setelah dilakukan pendidikan kesehatan keluarga tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi didapatkan adanya peningkatan pengetahuan, pada pasien 1 keluarga mengatakan sudah mengerti dan paham tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayinya dan pada kasus 2 keluarga mengatakan sudah paham dan mulai menerapkan cara pemberian MP-ASI pada bayinya. Kesimpulan dan saran pendidikan kesehatan efektif dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi.  
EFEKTIVITAS SIMULASI BALUTAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN CEDERA RINGAN Pangaribuan, Resmi; Khairani, Ade Irma; Barasa, Dita; Simanjuntak, Saskia
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera ringan merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan memerlukan penanganan awal yang tepat untuk mencegah komplikasi. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama, khususnya teknik balutan, masih menjadi permasalahan yang banyak ditemukan. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam penanganan cedera ringan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan balutan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi diberikan melalui simulasi balutan cedera ringan dengan metode pembelajaran aktif dan praktik langsung. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired samples t-test untuk variabel pengetahuan dan uji Wilcoxon signed-rank test untuk variabel keterampilan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan setelah intervensi simulasi balutan (p < 0,001). Selain itu, keterampilan siswa dalam melakukan teknik balutan juga mengalami peningkatan yang bermakna secara statistik (p <0,001).Kesimpuan: Simulasi balutan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait pertolongan pertama pada cedera ringan. Metode ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan di sekolah guna meningkatkan kesiapsiagaan siswa terhadap kejadian cedera.
Pengalaman Keluarga dalam Membantu Aktivitas Fisik Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang Menjalani Hemodialisis Resmi Pangaribuan; Ermi Girsang; Elis Anggeria
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v11i1.27409

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a growing global health problem. Patients undergoing hemodialysis frequently experience decreased physical capacity, fatigue, and limitations in daily activities. Physical activity has proven physiological and psychological benefits; however, its implementation largely depends on family support as primary caregivers. To date, limited studies have deeply explored family experiences in supporting physical activity among hemodialysis patients in the Indonesian healthcare context. To explore and gain an in-depth understanding of family experiences in supporting physical activity among CKD patients undergoing hemodialysis. A qualitative study with a phenomenological approach was conducted at Tk. II Putri Hijau Hospital Medan in September 2025. Ten family members were recruited using purposive sampling based on inclusion criteria. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and analyzed using thematic. Analysis based on Colaizzi’s approach. Trustworthiness was ensured through source and method triangulation, member checking, and audit trail. Six major themes emerged: (1) the meaning of physical activity in patient recovery, (2) family support during hemodialysis sessions, (3) simple home-based physical activities, (4) physical and psychological barriers, (5) emotional burden of caregivers, and (6) the importance of healthcare professional education. Families played an active role in motivating, assisting, and adapting physical activities to patients’ conditions. Family experiences indicate that emotional, motivational, and educational support are key factors in promoting physical activity among hemodialysis patients. These findings highlight the importance of family-centered nursing interventions in CKD rehabilitation programs.
PEMBERDAYAAN REMAJA DENGAN EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA HEAT STROKE UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN KEGAWATDARURATAN Resmi Pangaribuan; Nina Fentiana; Nita Mayrani Siregar; Eriwanto Silaban; Rudi Setiawan
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v5i2.2244

Abstract

Heat stroke adalah keadaan darurat medis yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh yang ekstrim dan memerlukan penanganan segera. Remaja, sebagai kelompok dengan aktivitas luar ruangan yang tinggi, mempunyai risiko lebih besar; Namun, kesiapan mereka dalam memberikan pertolongan pertama masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam melakukan pertolongan pertama heat stroke melalui metode edukasi dan simulasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif dengan desain pre-post, dilaksanakan melalui pendidikan kesehatan, diskusi, dan simulasi berdasarkan experiential learning. Program ini dilakukan terhadap 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Delitua. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan proporsi pengetahuan baik meningkat dari 28,12% menjadi 78,13%, sedangkan pengetahuan buruk menurun dari 37,5% menjadi 3,13%. Keterampilan praktis peserta dalam memberikan pertolongan pertama juga meningkat. Program ini menyoroti integrasi simulasi kontekstual berbasis sekolah dalam pendidikan pertolongan pertama untuk serangan panas di kalangan remaja, sehingga meningkatkan kompetensi kognitif dan praktis. Kesimpulannya, pendidikan berbasis simulasi efektif dalam meningkatkan kesiapan remaja menghadapi keadaan darurat serangan panas dan direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
KETERAMPILAN PENANGANAN GAWAT DARURAT PERDARAHAN MELALUI METODE SIMULASI PADA REMAJA DI SMA KARTIKA 1-2 MEDAN Resmi Pangaribuan; Muchti Yudha Pratama; Jefriani Gauria; Ernawati Sollin
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdarahan akibat trauma merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah apabila dilakukan penanganan awal secara cepat dan tepat. Remaja sebagai kelompok usia yang aktif berisiko mengalami cedera dan perdarahan di lingkungan sekolah, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam penanganan gawat darurat perdarahan melalui metode simulasi di SMA Kartika 1–2 Medan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan simulasi praktik penanganan perdarahan yang melibatkan 35 siswa kelas XII. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi dan simulasi. Sebelum intervensi, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan cukup (43%) dan kurang (37%), sedangkan setelah intervensi mayoritas peserta berada pada kategori baik (80%) dan tidak ditemukan lagi peserta dengan kategori kurang. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik dasar pengendalian perdarahan seperti balut tekan, balut cepat, dan penggunaan torniket dengan baik. Metode simulasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja mengenai penanganan gawat darurat perdarahan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Co-Authors Ade Irma Khairani - ade Putri Ramadhani Agus Prasetyo Alfi Syahrin, Alfi Allyah Annisa Almina Rospitaria Tarigan Amelia Kartika Putri Amin, Hadriyani Antika, Rindi Aritonang, Richardo Hasudungan Arni Juwita Arta Siahaan Arwanda, Elsa Asima Sirait Astuti Rofida Atsnia Ayu Wandari Barasa, Dita Barus, Tantiyani Cinsih Rotua Lubis Diana Lase Dinda Yovanda Djafar, Tanwir Doni Matondang Dwi Pasma Elis Anggeria Elis Anggeria Elsa Arwand Elsa Refany Elvipson Sinaga Erita Gustina Eriwanto Silaban Ermi Girsang Ernawati Sollin Evamona Sinuraya Ezra Inawati Barus Fadli Siregar Fakhiru Rizka Firdayani Sianturi Fourina Gultom Gabrielle Cristin Purba Gea, Handerman Vitu Ginting, Iir tirana a. Girsang, Ermi Grhasta Dian Perestroika Hamdan Hamdan Hanna M. Karo Karo Hanna Maria Sirega Hasudungan, Richard Henrianto Karolus Siregar Heri Siswanto Herniyatun, Herniyatun Heryn Tiwa Novelin T Hotman Geovani Siahaan Ika Ariyanti Immanuel. T Indri Greace Naibaho Jefriani Gauria Jemaulana Tarigan Juwita, Arni Khairunnisa Batubara Kimberley Maharani Maulibulung Hutapea Kusumawardani, Emi Laila Nazmi Putri Nasution Lellu, Amos Lisa Ariana M Zainal Abidin Marliani Marliani Mayusra, Melvianda Melinda Ayu Pratiwi Miftak Nurmaula Dewi Mindo Tua Siagian Mu&#039;awanah Mu&#039;awanah Muchti Yuda Pratama Muhammad Untung Ritonga Nadia Maulina Nadila Putri Nana Dwiyanti Natasya Sianipar Nengsi Rajagukguk Nina Fentiana Nina Olivia Nita Mayrani Siregar Novita, Sri Panjaitan, Renarti Purba, Josia Purwaningsih R. Sri Rezeki Sijabat Raden Bagus Edy Santoso Ramanda Setiawan Rani Valencia Bangun Renarti Panjaitan Rindiani, Rindiani Roida Kharlina Simangunsong Rudi Setiawan Saharman Gea Sari, Putri Nanda Saskia Marulina Simanjuntak Sefriwan Zebua Siagian, Mindo Tua Sianipar, Sabrina Sijabat, R. Sri Rezeki Simanjuntak, Saskia Simorangkir, Nadya Sio Citra Manurung Sirait, Cantiqah Puteri Siregar, Hanna Maria Sonia Angelina Sonia Anjelina SULISTIYANI SULISTIYANI T, Lamria Meilina Tantiyani Barus Tarigan, Almina Rospitaria Virginia Syafrinanda Wandari, Ayu Yuri Sutri Manjani