Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA DI UPT PELAYANA SOSIAL LANJUT USIA BINJAI Nana Dwiyanti; Resmi Pangaribuan
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuan merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari berjalan terus-menerus dan berkesinambungan, menyebabkan perubahan anatomia fisiologis dan kemampuan secata keseluruhan. Gout arthritis (asam urat) peradangan pada sendi akibat adanya endapan kristal asam urat pada sendi, manifestasi gout: bagian sendi yang bengkak, merah, hangat, nyeri. Sudah tentu banyak yang menjadi target masyarakat pada umumnya lah saah satunya, banyak juga yg menjadi media pendidikan kesehatan. Berdasarkan  penelitian Simamora (2018) Asam urat disebut juga arthritis gout termasuk suatu penyakit degenerative yang menyerang persendian, dan paling sering dijumpai dimasyarakat terutama dialami oleh lanjut usia (lansia). Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mengaplikasikan asuhan keperawatan pada pasien asam urat pada lansia di UPT pelayanan lanjut usia Binjai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus yang dilakukan pada dua orang pasien dengan diagnosa medis yang sama yaitu kurang pengetahuan tentang asam urat. Penelitian ini menggunakan pendekatan proses keperawatan meliputi tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian ini menerangkan bahwasanya dengan dilakukannya proses keperawatan pada kedua kasus keluarga Ny . N dan keluarga Ny. A dengan pendidikan kesehatan menggunakan media   promosi kesehatan leafleat. Topik  pendidikan kesehatan yang dilaksanakan tentang gout arthitis  dilaksakan selama empat hari durasi 40 menit pada kedua pasien, pelaksanaan dapat meningkatkan pengetahuan pasien lansia. Hal ini terbukti dengan pasien mampu menjelaskan tentang gout arthitis. Kesimpulan penelitian  ini yaitu pengetahuan merupakan faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan promosi kesehatan masyarakat di UPT Pelayanan Sosial Lanjut usia Binjai.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA LANSIA KOMORBID HIPERTENSI DI UPT PELAYANANSOSIAL BINJAI Gabrielle Cristin Purba; Resmi Pangaribuan; Jemaulana Tarigan
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi didalam kehidupan manusia. Penanganan dan pencegahan kasus pandemi COVID-19 ini  sudah dilakukan dengan berbagai cara, baik secara global maupun nasional atau wilayah. Berbagai upaya telah dilakukan dalam menurunkan tingkat penyebaran COVID-19 pada lansia, upaya yang dilakukan adalah upaya promotive, kuratif dan rehabilitattif dan salah satunya upaya preventif. Upaya preventif dalam protokol kesehatan yang diterapkan masyarakat dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 pada masa New Normal yaitu dengan membiasakan diri memakai masker, mencuci tangan pakai sabun (hand sanitizer), menjaga jarak (sosial distancing), menjauhi keramaian dan menghindari berpergian ke luar daerah, terutama daerah-daerah yang sudah dinyatakan sebagai zona merah. Tujuan: Memberikan gambaran Pendidikan Kesehatan tentang Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19 pada Lansia Komorbid Hipertensi di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Metode Penelitian: Metode   penelitian ini adalah deskriptif dengan   pendekatan   proses Keperawatan. Subjek  penelitian  dilakukan  pada  2  orang  pasien  dengan  kasus  yang sama yaitu pada pasien yang mengalami ketidakpatuhan pada lansia comorbid hipertensi. Hasil: Dengan dilakukannya pendidikan kesehatan kepatuhan protokol kesehatan covid 19 pada lansia comorbid hipertensi selama 3 hari selama 60 menit pada lansia comorbid hipertensi dan pada kedua orang pasien tersebut dapat mengetahui tentang kepatuhan protokol kesehatan tentang covid 19 seperti kepatuhan menggunakan masker, mencuci tangan, sosial distancing. Ke dua pasien tersebut mau melakukannya di wisma UPT Binjai.  Kesimpulan: Dengan dilakukannya pendidikan kesehatan tentang kepatuhan protokol kesehatan covid 19 pada lansia comorbid hipertensi masalah ketidakpatuhan dan kurang pengetahuan dapat teratasi.
PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI PADA CEDERA KEPALA SEDANG DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF Sianipar, Sabrina; Pangaribuan, Resmi; Tarigan, Jemaulana
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 03 (2025): JULI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan frekuensi pernapasan dapat menyebabkan saturasi oksigen dalam darah dan perfusi jaringan otak menurun. Perburukan kondisi pasien dengan cedera kepala dapat terjadi jika perfusi jaringan ke otak rendah, sehingga pasien memiliki outcomes yang buruk. Cedera kepala adalah gangguan pada bagian otak diakibatkan oleh kekuatan atau benturan dari luar tubuh yang sifatnya lebih keras.Cedera kepala mengakibatkan penderita mengalami penurunan kesadaran, kerusakan saraf, kerusakan pembuluh darah, pembendungan cairan otak, kecacatan permanen hingga kematian. Pemenuhan kebutuhan oksigenasi adalah pemberian oksigen untuk membebaskan jalan nafas dan mencegah terjadinya kematian sel otak apabila lebih dari 4 menit orang tidak mendapatkan oksigen maka akan berakibat pada kerusakan otak yang tidak mampu diperbaiki atau mengakibatkan kematian. Tujuan:   Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memberikan Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Dengan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Cedera Kepala Sedang Dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di Rumah Sakit Putri Hijau Medan. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui gambaran Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Cedera Kepala Sedang Dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif. Hasil: Dengan dilakukanya pemberian oksigen 3-4 l/menit selama 3 hari pada kedua pasien tersebut dari hasil obsevasi dapat diperoleh hasil SPO2 98% dan masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif  telah teratasi. Kesimpulan: Dengan dilakukanya Pemenuhan Oksigenasi Pada Cedera Kepala Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif telah Teratasi.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DALAM PENERAPAN PROLANIS EXERCISE  UNTUK MENURUNKAN  KADAR GULA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE 2DI UPT PUSKESMAS PULO BRAYAN Sirait, Cantiqah Puteri; Pangaribuan, Resmi; Khairani, Ade Irma
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 04 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (Hiperglikemia). Prolanis Exercise dirancang untuk pengidap Diabetes Melitus, tujuannya untuk mengatur kadar gula darah. Metode Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan keluarga meliputi pengkajian keperawatan keluarga, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Kriteria inklusi penelitian yaitu bersedia menjadi responden, usia > 45 tahun, berjenis kelamin wanita dan belum pernah menggikuti Prolanis Exercise di Puskesmas Pulo Brayan. Penelitian dilaksanakan di UPT Puskesmas Pulo Brayan, selama 1 minggu dengan 3 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah format pengkajian keperawatan keluarga, glukometer, stetoskop. Hasil: Penelitian ini dilakukan kepada  2 orang responden anggota keluarga yang mengalami Diabetes melitus atau  ketidakstabilan kadar gula darah. Implementasi yang dilakukan untuk menurukan kadar gula darah pasien dengan terapi non farmakologis Prolanis Exercise selama 30 menit kepada kedua responen. Diperoleh hasil dari kedua pasien adanya penurunan kadar gula darah pasien 1 menurun 48 mg/dl dari nilai 391 mg/dl dan pasien 2 menurun 55 mg/dl dari nilai 306 mg/dl. Analisa Hasil penelitian menunjukkan  bahwa Prolanis Exercise efektif dalam menurunkan kadar gula darah dan diperlukan peran keluarga dalam perawatan pasien Diabetes Melitus. Kesimpulan dan Saran Peran aktif keluarga serta intervensi non-farmakologis yang dilakukan secara rutin efektif membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan kenyamanan selama proses keperawatan dirumah. Saran untuk keluarga diharapkan dapat berperan aktif membantu merawat anggota keluarga yang mengalami      Diabetes Melitus supaya kadar gula darahnya dapat terkontrol.
IMPLEMENTASI   PENDIDIKAN   KESEHATAN   KELUARGA TENTANG MANFAAT DAN CARA PEMBERIAN MPASI PADA BAYI  UNTUK PENCEGAHAN  STUNTING DI UPT PUSKESMAS PULO BRAYAN MEDAN Mayusra, Melvianda; Khairani, Ade Irma; Pangaribuan, Resmi
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i11.1973

Abstract

  ABSTRACT Complementary feeding (MP-ASI) refers to foods or drinks with specific nutritional content and value provided to infants or children as an addition to breast milk after the age of six months to meet their nutritional needs. The provision of complementary feeding contributes to stunting, particularly when nutritional intake is inadequate. Therefore, it is important to understand the benefits and appropriate methods of providing complementary feeding to ensure adequate nutrition for infants. Health education plays a vital role in improving family knowledge regarding the benefits and methods of complementary feeding. This study used a descriptive research design with a family gursing care case study approach, including assessment, nursing diagnosis. intervention, implementation, and evaluation. The study involved two respondents whose families had limited knowledge about the benefits and methods of providing complementary feeding. The inclusion criteria were families with infants aged 6-12 months and families with low knowledge levels (50%). The research was conducted in the working area of Pulo Brayan Health Center over three days, using leaflet media and questionnaires as instruments. The results showed an increase in knowledge after health education on the benefits and methods of complementary feeding. In case 1. the family reported that they understood and comprehended the benefits and proper methods of complementary feeding. In case 2. the family also reported improved understanding and had begun to apply appropriate complementary feeding practices. The conclusion and recommendation of this study is that health education is effective in increasing family knowledge about the benefits and methods of complementary feeding for infants.   ABSTRAK MP-ASI (Makanan pendamping air susu ibu) merupakan jenis makanan atau minuman yang memiliki kandungan nutrisi tertentu dan nilai gizi yang diberikan kepada bayi atau anak sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka selain ASI setelah bayi berusia 6 bulan. Pemberian MP-ASI adalah salah satu hal yang berkontribusi pada stunting, terutama jika pemberian gizi tidak memadai. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi agar gizi bayi tercukupi dengan baik. Pendidikan kesehatan yang diberikan sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan keluarga tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Penelitian dilakukan terhadap 2 responden dengan keluarga yang memiliki pengetahuan kurang tentang manfaat dan cara dan pemberian MP-ASI pada bayi. Bayi merupakan anak yang baru lahir sampai berusia 1 tahun dan mengalami proses tumbuh kembangnya Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah keluarga yang memiliki bayi usia 6-12 bulan dan keluarga dengan pengetahuan kurang (50%). Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pulo Brayan selama 3 hari, dengan menggunakan instrumen media leaflet dan kuesioner. Hasil penelitian setelah dilakukan pendidikan kesehatan keluarga tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi didapatkan adanya peningkatan pengetahuan, pada pasien 1 keluarga mengatakan sudah mengerti dan paham tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayinya dan pada kasus 2 keluarga mengatakan sudah paham dan mulai menerapkan cara pemberian MP-ASI pada bayinya. Kesimpulan dan saran pendidikan kesehatan efektif dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi.  
PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA TENTANG MANFAAT IMUNISASI BACILLUS CALMETTE GUERIN (BCG) PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI UPT PUSKESMAS MEDAN DELI Rizka, Fakhiru; Khairani, Ade Irma; Pangaribuan, Resmi
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i1.2268

Abstract

Health education is an effort to deliver health information to individuals or communities with the aim of improving their knowledge regarding health. One of the mandatory basic immunizations is the Bacillus Calmette—Guérin (BCG) vaccine, which serves to prevent tuberculosis. Based on information gathered in the community, there remains a lack of uniform understanding regarding immunization, resulting in many infants not receiving immunization services. This study aims to apply family nursing care by providing health education on the benefits of BCG imntunizationfor infants aged 0—12 months in the working area of Medan Deli Community Health Center. The research employed a descriptive method with a case study approach, involving two families with infants aged 0—12 months. Data were collected through interviews, observations, and the delivery of health education using leaflets. The intervention was carried out to improve family knowledge regarding the benefits of BCG immunization as well as the importance of completing basic immunizations for infants. The results showed that prior to receiving health education, the families ' level ofknowledge was low, and there were concerns about the side effects of immunization. After the health education was provided, there was an increase in family understanding of the benefits of BCG immunization. Families also demonstrated positive changes in attitude toward the implementation of health education delivered to them. Conclusion: Health education is effective in improving family knowledge regarding the benefits of BCG immunization. It is expected that healthcare workers continue to provide consistent and ongoing education to ensure adequate immunization coverage in the community
EFEKTIVITAS SIMULASI BALUTAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN CEDERA RINGAN Pangaribuan, Resmi; Khairani, Ade Irma; Barasa, Dita; Simanjuntak, Saskia
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera ringan merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan memerlukan penanganan awal yang tepat untuk mencegah komplikasi. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama, khususnya teknik balutan, masih menjadi permasalahan yang banyak ditemukan. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam penanganan cedera ringan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan balutan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi diberikan melalui simulasi balutan cedera ringan dengan metode pembelajaran aktif dan praktik langsung. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired samples t-test untuk variabel pengetahuan dan uji Wilcoxon signed-rank test untuk variabel keterampilan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan setelah intervensi simulasi balutan (p < 0,001). Selain itu, keterampilan siswa dalam melakukan teknik balutan juga mengalami peningkatan yang bermakna secara statistik (p <0,001).Kesimpuan: Simulasi balutan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait pertolongan pertama pada cedera ringan. Metode ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan di sekolah guna meningkatkan kesiapsiagaan siswa terhadap kejadian cedera.
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN RASA NYAMAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN TINDAKAN FINGERHOLD DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Sonia Angelina; Syafrinanda, Virginia; Fentiana, Nina; Pangaribuan, Resmi
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/g9rgzm65

Abstract

Introduction: Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal which results in an increase in morbidity and mortality. WHO shows that around 1.13 billion people in the world suffer from hypertension, the number of people with hypertension continues to increase every year, it is estimated that in 2025 there will be 1.5 billion people with hypertension, and it is estimated that every year 10.44 million people die from hypertension and its complications. Research Objective: Implementing nursing care in the form of providing fingerhold actions to hypertensive patients who experience discomfort. Method: This research is descriptive with a case study approach of nursing care starting from assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation, which was carried out on two respondents aged >18 years who suffered from hypertension with discomfort. Fingerhold actions were carried out for 3 days on both patients at the Putri Hijau Class II Hospital, Medan, using nursing interventions according to SIKI (2018). Research Results: It was found that the provision of fingerhold action can reduce discomfort in hypertensive patients, after the action was carried out for 3 days on client 1 before the action was carried out with a pain scale of 6 (moderate), and after the action became 3 (mild). While in client 2, pain was obtained in the nape of the head before the action was carried out with a pain scale of 6 (moderate), and after the action became 3 (mild). Conclusion: The provision of fingerhold action carried out for 3 days can reduce discomfort in patients suffering from hypertension. Suggestion: Can increase knowledge in hypertensive patients about handling discomfort disorders.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KETIDAKPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Nadia Maulina; Fentiana, Nina; Syafrinanda, Virginia; Pangaribuan, Resmi
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/bckzxt74

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang penyebabnya adalah gangguan fungsi ginjal yang sudah menahun, berlangsung secara progresif dan juga bersifat irreversible yang harus dilakukan tindakan hemodialisa, pengaturan diet, dan pembatasan cairan yang masuk. Tujuan Penelitian: melakukan pendidikan kesehatan tentang ketidak patuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang pembatasan cairan. Metode: deskriptif dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah dengan pendekatan asuhan keperawatan dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi, yang dilakukan pada dua pasien dengan kriteria inklusi penderita GGK yang menjalani hemodialisa yang bersedia menjadi responden, pasien gagal ginjal kronis yang sedang menjalani hemodialisa, pasien gagal ginjal kronik yang minimal sudah 3 kali hemodialisa, serta umur pasien 45-70 tahun dan kriteria eksklusi penderita GGK yang tidak bersedia menjadi responden, penderita GGK yang tidak sedang menjalani hemodialis, jenis kelamin penderita laki-laki dan perempuan. Serta intervensi keperawatan menurut SIKI (2018). Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa ketidakpatuhan pembatasan cairan teratasi dimana pasien 1 dengan tingkat pengetahuan 80 (10-100) menjadi 90 (10-100) termasuk dalam kategori patuh sedangkan pada pasien 2 dengan tingkat pengetahuan 80 (10-100) menjadi 90 (10-100) termasuk dalam kategori patuh. Kesimpulan: pemberian pendidikan kesehatan tentang ketidak patuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa efektif dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dalam ketidakpatuhan pembatasan cairan. Saran: Dapat menambah pengetahuan pada penderita hendaknya menambah keleluasan ilmu dan teknologi dalam bidang keperawatan terutama dalam asuhan keperawatan medikal bedah pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN RESIKO PERILAKU KEKERASAN DENGAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM Simangunsong, Roida Kharlina; Gustina, Erita; Pangaribuan, Resmi
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/dwhyyj71

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan individu yang mengalami gangguan dalam berfikir, berperilaku, dan berperasaan yang ditandai dengan gejala/perubahan perilaku yang bermakna, serta menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia. Resiko perilaku kekerasan merupakan perilaku seseorang yang menunjukkan bahwa ia dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain atau lingkungan, baik secara fisik, emosional, seksual dan verbal. Relaksasi otot progresif adalah salah satu cara dari teknik relaksasi mengombinasikan latihan napas dalam dan serangkaian seri kontraksi dan relaksasi otot tertentu untuk mengontrol marah pada pasien resiko perilaku kekerasan, dimana teknik ini merupakan suatu latihan yang memusatkan perhatian pada aktifitas otot, dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk mendapatkan perasaan relaks. Metode penelitian ini menggunakan me tode deskriptif dengan studi kasus, melibatkan 2 pasien dewasa yang mengalami resiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem. Hasil penelitian dari kedua responden selama dilakukan terapi relaksasi otot progresif selama 3 hari dengan 6 kali pertemuan didapatkan kedua responden mampu melakukan SP 1 sampai SP 5 untuk mengontrol marah. Kesimpulan dengan pemberian terapi relaksasi otot progresif pada pasien resiko perilaku kekerasan berhasil mengontrol marahnya. Saran penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan penelitian lanjutan pada keperawatan jiwa, resiko perilaku kekerasan dengan terapi relaksasi otot progresif.
Co-Authors ade Putri Ramadhani Alfi Syahrin, Alfi Allyah Annisa Almina Rospitaria Tarigan Amelia Kartika Putri Amin, Hadriyani Antika, Rindi Aritonang, Richardo Hasudungan Arni Juwita Arta Siahaan Arwanda, Elsa Asima Sirait Astuti Rofida Atsnia Ayu Wandari Barasa, Dita Barus, Tantiyani Cinsih Rotua Lubis Diana Lase Dinda Yovanda Djafar, Tanwir Doni Matondang Dwi Pasma Elis Anggeria Elsa Arwand Elsa Refany Elvipson Sinaga Erita Gustina Evamona Sinuraya Ezra Inawati Barus Fadli Siregar Fentiana, Nina Firdayani Sianturi Fourina Gultom Gabrielle Cristin Purba Gea, Handerman Vitu Ginting, Iir tirana a. Girsang, Ermi Grhasta Dian Perestroika Hamdan Hamdan Hanna M. Karo Karo Hanna Maria Sirega Hasudungan, Richard Henrianto Karolus Siregar Heri Siswanto Herniyatun, Herniyatun Heryn Tiwa Novelin T Hotman Geovani Siahaan Ika Ariyanti Immanuel. T Indri Greace Naibaho Jemaulana Purba Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Jemaulana Tarigan Juwita, Arni Khairani, Ade Irma Khairunnisa Batubara Kimberley Maharani Maulibulung Hutapea Kusumawardani, Emi Laila Nazmi Putri Nasution Lellu, Amos Lisa Ariana Marliani Marliani Mayusra, Melvianda Melinda Ayu Pratiwi Miftak Nurmaula Dewi Mindo Tua Siagian Muchti Yuda Pratama Muhammad Untung Ritonga Nadia Maulina Nadila Putri Nana Dwiyanti Natasya Sianipar Nengsi Rajagukguk Nina Olivia Panjaitan, Renarti Purba, Josia Purwaningsih R. Sri Rezeki Sijabat Raden Bagus Edy Santoso Rani Valencia Bangun Renarti Panjaitan Rindiani, Rindiani Rizka, Fakhiru Saharman Gea Sari, Putri Nanda Sefriwan Zebua Siagian, Mindo Tua Sianipar, Sabrina Sijabat, R. Sri Rezeki Simangunsong, Roida Kharlina Simanjuntak, Saskia Simorangkir, Nadya Sio Citra Manurung Sirait, Cantiqah Puteri Siregar, Hanna Maria Sonia Angelina Sonia Anjelina SULISTIYANI SULISTIYANI T, Lamria Meilina Tantiyani Barus Tarigan, Almina Rospitaria Tarigan, Jemaulana Virginia Syafrinanda Wandari, Ayu Yuri Sutri Manjani