Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemanfaatan Kulit Semangka (Citrullus Lanatus) sebagai Bahan Baku Pembuatan Kimchi dan Karakteristik Organoleptiknya Selama Fermentasi Dhiva Dwi Handayani; Desti Isna Danias; Noviyanti Sutisna; Desti Novia Salsabilla; Saphira Aulia Effendi; Siti Nurjannah; Intan kusumaningrum; Tiara Amanda Lestari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25420

Abstract

Kulit semangka (Citrullus lanatus) menyusun ±30% bobot buah dan kaya senyawa bioaktif seperti L-citrullin, arginin, flavanol, dan fenolik, namun umumnya dibuang sebagai limbah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kimchi berbahan dasar kulit semangka dan mengamati perubahan karakteristik organoleptiknya selama fermentasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengamatan empat parameter sensori (warna, rasa, tekstur, aroma) oleh enam (6) pengamat, pada hari ke-0 hingga ke-3 menggunakan skala deskriptif terstruktur. Warna konsisten pada skor +2 (merah) sepanjang fermentasi akibat dominasi cabai bubuk dan likopen alami kulit semangka. Rasa berkembang dari +1 (sangat tidak asam) pada hari ke-0 menjadi +4 (sangat asam) sejak hari ke-2 dan bertahan hingga hari ke-3, mencerminkan aktivitas BAL yang cepat difasilitasi oleh kadar air dan karbohidrat substrat yang tinggi. Aroma mengalami dinamika paling menonjol dengan lonjakan ke +4 (sangat beraroma khas kimchi) pada hari ke-1, lalu menstabil di +3 hingga akhir pengamatan. Tekstur tidak berubah dan konsisten di skor +2 (keras), diduga akibat struktur jaringan kulit semangka yang memperlambat laju osmosis garam. Penelitian ini terbatas tanpa analisis fisikokimia, durasi fermentasi lebih panjang, serta pengukuran pH dan total asam diperlukan. Kulit semangka terbukti dapat difermentasi secara asam laktat menghasilkan kimchi dengan perubahan organoleptik nyata, menjadikannya bahan baku alternatif yang potensial sekaligus solusi valorisasi limbah agroindustri.
Pengolahan Limbah Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus) menjadi Minuman Probiotik Tepache Melda Putri Rahayu; Sabila Anisa Rullia; Arlita Nada Putri; Ashila Maziyya Fairuz Firdaus; Gita Nur Eriani; Amanda Artatia Putri; Intan Kusumaningrum; Tiara Amanda Lestari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25425

Abstract

Nanas (Ananas comosus) merupakan salah satu jenis buah yang umum dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia, yang dapat tumbuh dengan baik di lingkungan tropis negara ini. Salah satu hasil sampingan yang dihasilkan dalam jumlah banyak dari pengolahan buah nanas adalah kulitnya, meskipun bagian ini masih mengandung beragam senyawa bioaktif dan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional. Senyawa bioaktif yang terdapat dalam kulit nanas sangat bervariasi dan melimpah, termasuk flavonoid, bromelin, tanin, oksalat, dan pitat. Bromelin, yang merupakan enzim pengurai protein, berfungsi untuk memecah molekul protein dan menghambat pertumbuhan mikroba dengan cara memutus ikatan protein di dalam bakteri. Tahapan yang dilakukan meliputi fermentasi kulit nanas dengan penambahan gula dan air selama tiga hari (72 jam), diikuti dengan pengamatan organoleptik terhadap warna, rasa, aroma, dan pembentukan buih. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa selama proses fermentasi, karakteristik larutan berubah dari jernih menjadi kuning keruh, dengan rasa yang beralih dari manis menjadi manis asam, muncul aroma khas fermentasi, dan terlihat adanya buih serta sedikit karbonasi. Perubahan ini terjadi akibat aktivitas mikroorganisme, terutama bakteri asam laktat, yang mengubah gula menjadi asam laktat, etanol, karbon dioksida, serta menghasilkan energi. Dengan demikian, kulit nanas memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku untuk minuman probiotik yang bernilai tambah sekaligus membantu mengurangi limbah di sektor agroindustri.
Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas sebagai Bahan Baku Pembuatan Cuka Fermentasi: Kajian Proses, Faktor Fermentasi, dan Potensi Fungsional Alysa Nursafa; Anisyah Arivianti; Desi Nurlitasari; Putri Nur Sabila; Naura Nadhzifatul Bilbina; Intan Kusumaningrum; Tiara Amanda Lestari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25565

Abstract

Peningkatan produksi dan pengolahan nanas di Indonesia menghasilkan limbah kulit nanas dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara optimal. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis potensi limbah kulit nanas sebagai bahan baku pembuatan cuka fermentasi serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi proses fermentasi dan kualitas produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan berupa studi literatur dengan menganalisis berbagai hasil penelitian terkait fermentasi kulit nanas. Proses pembuatan cuka dilakukan melalui dua tahap, yaitu fermentasi alkohol oleh Saccharomyces cerevisiae dan fermentasi asam asetat oleh Acetobacter aceti. Hasil kajian menunjukkan bahwa kulit nanas memiliki kandungan gula dan senyawa bioaktif yang mendukung proses fermentasi. Faktor seperti jenis mikroorganisme, konsentrasi gula, pH, suhu, lama fermentasi, dan ketersediaan oksigen berpengaruh terhadap kadar asam asetat yang dihasilkan. Pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi cuka fermentasi berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Pemanfaat Limbah Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) sebagai Minuman Fermentasi Menggunakan Starter Yogurt Culture Live Detya Zalfa; Andita Nurintania M; Rizka Rahmania; Syifa Fauziyah Febriyani; Siti Anisa; Intan Kusumaningrum; Tiara Amanda Lestari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25610

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan limbah agroindustri yang memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti betasianin, polifenol, flavonoid, dan serat pangan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan minuman fermentasi berbahan dasar kulit buah naga merah menggunakan yogurt culture live sebagai starter fermentasi serta mengamati karakteristik produk yang dihasilkan selama fermentasi 48 jam. Bahan yang digunakan terdiri atas 100 g kulit buah naga merah, 500 mL air, 50 g gula pasir, dan 3 sendok makan yogurt culture live. Fermentasi dilakukan pada suhu ruang (±28–32°C) selama 48 jam dengan pengamatan pada jam ke-24 dan ke-48 meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, pembentukan endapan, gelembung/busa, serta keberadaan jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi menghasilkan perubahan karakteristik sensoris berupa peningkatan aroma dan rasa asam khas yogurt, terbentuknya gelembung sebagai indikator aktivitas bakteri asam laktat, serta pemisahan fasa (sineresis) dan gumpalan putih akibat koagulasi protein kasein. Tidak ditemukan pertumbuhan jamur selama fermentasi. Setelah pengocokan, produk menghasilkan minuman berwarna merah muda homogen dengan aroma dan cita rasa fermentasi yang khas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kulit buah naga merah berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman fermentasi fungsional yang bernilai tambah dan ramah lingkungan, meskipun masih diperlukan analisis fisikokimia, mikrobiologi, dan organoleptik yang lebih komprehensif untuk mendukung pengembangan produk.