Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Strategi Green Computing Untuk Optimalisasi Sumber Daya Digital dan Reduksi Limbah Kertas di Era Transformasi Digital Aulia, Arinda; Lestari, Tiara Amanda; Afandi, Falah; Tanjung, Dewi Aulia; Dedek
Jurnal Pembina Vol. 1 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : CV. Multimedia Teknologi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65230/pembina.v1i2.90

Abstract

Transformasi digital mendorong peningkatan penggunaan perangkat dan infrastruktur teknologi yang berdampak pada konsumsi energi tinggi dan pemanfaatan sumber daya digital yang belum efisien. Pada saat yang sama, penggunaan kertas masih dominan dalam berbagai aktivitas operasional. Green computing menjadi pendekatan penting untuk mengurangi dampak lingkungan melalui efisiensi energi, pengelolaan teknologi yang bijak, dan penerapan sistem kerja digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi green computing yang dapat mendukung optimalisasi sumber daya digital serta mengurangi limbah kertas di era transformasi digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap publikasi ilmiah lima tahun terakhir terkait green IT, efisiensi energi, dan digitalisasi proses kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi efektif mencakup: (1) penggunaan infrastruktur hemat energi seperti virtualisasi dan cloud computing; (2) pengelolaan perangkat keras berstandar energi efisien dan manajemen e-waste; (3) digitalisasi dokumen untuk mendukung sistem paperless; dan (4) penerapan kebijakan organisasi yang mendorong budaya kerja ramah lingkungan. Implementasi strategi tersebut terbukti meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya, dan mengurangi jejak karbon organisasi.
Implementasi Algoritma Convolutional Neural Network (CNN) Untuk Pengenalan Angka Tulisan Tangan Amanda Lestari, Tiara; Aulia Tanjung, Dewi; Sofinah Harahap, Lailan; Rahma Kesuma , Mahfuzhah
Data Sciences Indonesia (DSI) Vol. 5 No. 2 (2025): Article Research Volume 5 Issue 2, Desember 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dsi.v5i2.7357

Abstract

Pengenalan pola merupakan salah satu bidang penting dalam kecerdasan buatan, khususnya dalam identifikasi karakter tulisan tangan. Tantangan utama dalam proses ini terletak pada variasi bentuk tulisan setiap individu yang sering menyebabkan kesalahan dalam pengenalan karakter. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengimplementasikan algoritma  Convolutional Neural Network (CNN) yang dikenal efektif dalam mengekstraksi  fitur visual secara bertingkat melalui operasi konvolusi dan pooling. Menggunakan dataset MNIST yang terdiri atas 60.000 data latih dan 10.000 data  uji, model CNN yang dibangun mampu mencapai akurasi sebesar 98–99% dalam mengenali angka tulisan tangan. Hasil ini menunjukkan bahwa CNN memiliki kemampuan yang sangat efektif dan dapat diandalkan untuk tugas pengenalan pola angka tulisan tangan secara otomatis.
Karakteristik Kimia Permen Keras dengan Penambahan Ekstrak Putik Bunga Saffron (Crocus sativus L.) Wilna Iznilillah; Arti Hastuti; Tiara Amanda Lestari; Sri Rejeki Retna Pertiwi; Muhammad Rifqi; Tresna Ligar Aphafield
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i1.22353

Abstract

Permen keras merupakan kategori produk pangan yang memiliki tingkat penerimaan luas di berbagai segmen konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan ekstrak putik bunga saffron (Crocus sativus L.) sebagai komponen fungsional dalam formulasi permen keras, dengan fokus pada kontribusi senyawa bioaktifnya terhadap peningkatan aktivitas antioksidan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan dua ulangan, yang terdiri atas empat tingkat konsentrasi ekstrak saffron, yaitu 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%. Parameter yang dianalisis mencakup aktivitas antioksidan, kadar air, dan kadar abu sebagai dasar penetapan perlakuan terbaik, diikuti oleh analisis kadar gula reduksi dan sakarosa pada perlakuan terpilih. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan pada tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak saffron pada konsentrasi 7,5% menghasilkan formulasi permen keras dengan karakteristik paling unggul. Formulasi ini memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 47,16 µg/mL, kadar air sebesar 0,76%, kadar abu 0,72%, kadar gula reduksi 15,22%, dan kadar sakarosa 60,12%. Secara keseluruhan, penambahan ekstrak putik bunga saffron terbukti berpengaruh signifikan terhadap karakteristik kimia permen keras. Temuan ini menegaskan potensi saffron sebagai bahan fungsional dalam pengembangan produk permen keras dengan nilai tambah bioaktif.
Sistem Higiene dan Sanitasi pada Proses Produksi Mi Instan di PT X Ciawi-Bogor Ajriani Dainita Pajrin; Tiara Amanda Lestari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24538

Abstract

Mi instan merupakan salah satu produk pangan dengan tingkat konsumsi tinggi di Indonesia sehingga aspek keamanan dan sanitasi dalam proses produksinya menjadi sangat penting. Penerapan sistem higiene dan sanitasi di industri pangan bertujuan untuk mencegah kontaminasi fisik, kimia, dan mikrobiologis serta menjamin mutu produk yang dihasilkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji penerapan sistem higiene dan sanitasi pada proses produksi mi instan di PT X berdasarkan prinsip Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Metode yang digunakan adalah praktik kerja lapang dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara, pencatatan kegiatan, serta studi literatur sebagai pembanding teori dan kondisi aktual di lapangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa PT X telah menerapkan sistem pengelolaan air bersih yang terkontrol dan memenuhi standar mutu, personal higiene pekerja yang disiplin melalui penggunaan alat pelindung diri dan pemeriksaan kesehatan berkala, sanitasi mesin dan peralatan produksi yang dilakukan secara terjadwal sesuai karakteristik alat, serta sanitasi ruang produksi yang memenuhi persyaratan struktural dan teknis untuk mencegah kontaminasi silang. Pengendalian hama juga dilaksanakan secara terpadu dengan pemantauan rutin dan dokumentasi yang sistematis. Secara keseluruhan, penerapan higiene dan sanitasi di PT X telah memenuhi delapan aspek utama SSOP dan mendukung terjaganya keamanan serta mutu produk mi instan, meskipun evaluasi dan peningkatan berkelanjutan tetap diperlukan untuk menjaga konsistensi efektivitas sistem.
Sistem Pengendalian Mutu Proses Produksi Mi Instant Varian Goreng Gaga 100 Extra Pedas di PT XYZ Ciawi-Bogor Anisa Aulia Rahma; Tiara Amanda Lestari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24539

Abstract

Industri mi instan merupakan sektor pangan dengan tingkat konsumsi tinggi di Indonesia, sehingga menuntut penerapan sistem pengendalian mutu khusus untuk menjamin keamanan dan kualitas produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sistem pengendalian kualitas pada proses produksi mi instan varian Goreng Gaga 100 Extra Pedas di PT XYZ, Ciawi-Bogor. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung selama kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL), wawancara dengan tenaga kerja, serta studi dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi terdiri dari sejumlah tahapan utama, seperti pencampuran (mixing), pembentukan (sheeting dan slitting), pemasakan (steaming), pemotongan, penggorengan (frying), pendinginan (cooling), dan pengemasan (packing). Pengendalian kualitas mutu dilakukan secara komprehensif dari tahap bahan baku sampai produk jadi.. Tahap penggorengan diidentifikasi sebagai Critical Control Point (CCP) karena berpengaruh terhadap kadar air, kualitas minyak, dan umur simpan produk. Penerapan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), Good Manufacturing Practices (GMP), dan ISO 22000 terbukti efektif dalam mengendalikan potensi bahaya serta menjaga konsistensi mutu produk. Dengan demikian, sistem pengendalian mutu yang diterapkan mampu menjamin keamanan pangan dan meningkatkan daya saing produk di pasar.
Isolasi dan Karakterisasi Mikroorganisme Potensial dari Sumber Alami serta Evaluasi Aktivitas Fungsionalnya Syifa Dwi Spirulina; Syifa Nuraulia; Mila Azkia; Adhelya Rahmadhani Suryadi; Weni Sumirat; Tiara Amanda Lestari; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24761

Abstract

Mikroorganisme berperan penting dalam berbagai aplikasi bioteknologi, terutama pada proses fermentasi dan produksi senyawa bernilai guna. Meskipun demikian, pemanfaatan mikroorganisme dari sumber lokal masih terbatas akibat kurangnya informasi mengenai karakteristik serta potensi fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi, mengidentifikasi, dan menilai kemampuan mikroorganisme yang berasal dari sumber alami. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimental dengan analisis deskriptif secara kuantitatif dan kualitatif. Sampel diperoleh dari sumber alami, kemudian diproses melalui teknik pengenceran bertingkat, inokulasi pada media selektif, serta pemurnian isolat. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan morfologi koloni, uji Gram, dan pengujian aktivitas biologis, yang selanjutnya dianalisis secara statistik sederhana dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32 isolat awal diperoleh 14 isolat potensial berdasarkan karakteristik pertumbuhan. Mayoritas isolat termasuk dalam kelompok Gram positif dengan bentuk sel basil dan kokus. Pengujian aktivitas menunjukkan adanya perbedaan kemampuan antar isolat, dengan dua isolat unggul memiliki diameter zona hambat hingga 14,2 mm dan indeks aktivitas enzim mencapai 72%. Variasi ini mencerminkan perbedaan kemampuan adaptasi dan potensi biologis mikroorganisme. Penelitian ini masih terbatas pada identifikasi konvensional dan skala laboratorium, namun memberikan dasar awal dalam pemanfaatan mikroorganisme lokal untuk pengembangan bioteknologi.
Perbandingan Penggunaan Direct Vat Set (DVS) dan Bulk Starter dalam Industri Fermentasi Susu: Literature Review Detya Zalfa; Andita Nurintania M; Rizka Rahmania; Syifa Fauziyah Febriyani; Siti Anisa; Tiara Amanda Lestari; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24764

Abstract

Fermentasi susu merupakan salah satu teknologi pengolahan pangan yang telah berkembang pesat, khususnya dalam penggunaan kultur starter untuk produksi yogurt, keju, dan produk susu fermentasi lainnya. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk membandingkan secara komprehensif dua sistem starter utama dalam industri fermentasi susu, yaitu Direct Vat Set (DVS) dan bulk starter, dari aspek teknologi produksi, kualitas produk, risiko kontaminasi, keunggulan fungsional, dan pertimbangan ekonomis. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah 10 tahun terakhir (2015–2025). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa DVS menawarkan kemudahan penggunaan, konsistensi kualitas produk, dan perlindungan lebih baik terhadap kontaminasi bakteriofag, sementara bulk starter lebih ekonomis pada skala produksi besar dengan infrastruktur memadai. Inovasi teknologi freeze-drying dan optimasi krioprotektan terbukti meningkatkan viabilitas sel DVS secara signifikan. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi industri susu nasional dalam memilih sistem starter yang tepat sesuai kapasitas produksi dan tujuan mutu produk. Kesimpulan tinjauan ini menegaskan bahwa pemilihan jenis starter harus mempertimbangkan skala produksi, kapasitas sumber daya manusia, dan infrastruktur laboratorium yang tersedia.
Review Artikel: Pengaruh Komposisi Media Fermentasi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Metabolit Mikroba Desti Isna Danias; Dhiva Dwi Handayani; Noviyanti Sutisna; Desti Novia Salsabilla; Saphira Aulia Effendi; Siti Nurjannah; Tiara Amanda Lestari; Intan kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24769

Abstract

Komposisi media fermentasi merupakan faktor kunci yang menentukan pertumbuhan mikroba dan produksi metabolit dalam proses fermentasi industri. Review artikel ini mengkaji berbagai penelitian terkini mengenai pengaruh komponen media seperti sumber karbon, nitrogen, mineral, dan faktor fisikokimia terhadap kinerja fermentasi mikroba. Berdasarkan analisis literatur dari 10 jurnal terindeks internasional periode 2016-2026, ditemukan bahwa optimasi komposisi media menggunakan metode statistik seperti Response Surface Methodology (RSM) dan Plackett-Burman Design dapat meningkatkan produksi metabolit hingga 200-300%. Sumber karbon kompleks seperti molase, pati, dan limbah agroindustri terbukti lebih ekonomis dibandingkan glukosa murni. Sumber nitrogen organik seperti yeast extract dan pepton memberikan hasil lebih baik untuk produksi metabolit sekunder. Konsentrasi fosfat, magnesium, dan trace elements juga mempengaruhi jalur metabolisme mikroba. Pendekatan machine learning dan metabolomics mulai digunakan untuk memprediksi formulasi media optimal. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemilihan dan optimasi komposisi media yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi produksi fermentasi dan menurunkan biaya produksi.
Kajian Teknologi Pemisahan dalam Pengolahan Produk Pangan Fermentasi: Perbandingan Metode Filtrasi, Sentrifugasi, dan Flokulasi Ashila Maziyya Fairuz Firdaus; Melda Putri Rahayu; Sabila Anisa Rullia; Arlita Nada Putri; Gita Nur Eriani; Amanda Artatia Putri; Tiara Amanda Lestari; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.24796

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas tiga teknologi pemisahan dalam pengolahan produk pangan fermentasi, yaitu filtrasi, sentrifugasi, dan flokulasi. Tujuan utama adalah membandingkan efektivitas dan keunggulan masing-masing metode berdasarkan aspek efisiensi pemisahan, kualitas produk akhir, dan kondisi proses yang diterapkan. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka dengan pengumpulan data sekunder dari berbagai artikel ilmiah selama sepuluh tahun terakhir. Filtrasi membran merupakan metode yang efektif untuk memperoleh produk jernih tanpa merusak komponen bioaktif, meskipun rentan terhadap fouling membrane dan tidak cocok untuk mikroorganisme berukuran sangat kecil. Sentrifugasi menawarkan keunggulan dalam kecepatan dan kualitas pemisahan, terutama untuk memisahkan biomassa dari cairan, namun membutuhkan biaya operasional tinggi dan peralatan khusus. Flokulasi merupakan alternatif ekonomis dan efisien untuk volume besar, tetapi memerlukan kontrol ketat terhadap kondisi proses dan bahan kimia. Pemilihan teknologi yang tepat harus disesuaikan dengan karakteristik produk, skala produksi, dan efisiensi biaya untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan dalam pengolahan pangan fermentasi.
Evaluasi Penanganan Proses Produksi Stik Yoghurt dengan Penambahan Jelly sebagai Minuman Probiotik di PT. XYZ Dewi Sulastri; Tiara Amanda Lestari
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa bagaimana stik yoghurt dibuat dengan tambahan jeli sebagai minuman probiotik di PT. XYZ. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati secara saksama, berdiskusi yang sebagian sudah direncanakan, dan membaca makalah tentang cara pembuatannya serta aturan mutu perusahaan. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat apakah tindakan perusahaan sesuai dengan aturan Cara Pembuatan yang Baik (GMP) dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar tahapan proses produksi telah sesuai dengan literatur dan standar industri, seperti suhu fermentasi 38℃ selama 20 jam yang berada dalam rentang optimum (35–46℃). Namun, terdapat ketidaksesuaian pada tahap pasteurisasi, di mana perusahaan menggunakan suhu 85℃ selama 30 menit, melebihi suhu standar metode Low Temperature Long Time (LTLT) yaitu 63℃. Meskipun suhu tersebut masih dalam batas yang dapat diterima dalam pasteurisasi tinggi, potensi dampak terhadap mutu gizi susu perlu diperhatikan. Proses sterilisasi alat, penambahan bahan tambahan pangan (BTP), serta pengemasan telah dilakukan dengan prosedur yang memenuhi standar keamanan pangan. Dengan demikian, proses produksi stik yoghurt jelly di PT. XYZ secara umum sudah baik, namun perlu perbaikan pada pengendalian suhu pasteurisasi agar lebih sesuai dengan prinsip perlindungan mutu produk.