Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Proses Perbaikan Kapal Kayu di Daerah Pasir Panjang Sapto Wiratno Satoto; Hendra Saputra; Nidia Yuninarsih; Hanifah Widiastuti; James Siregar; Naufal Abdurrahman Prasetyo; Mufti Fathonah M; Nurman Pamungkas; Sriyanto Sriyanto; Meida Perwira Antartika; Yogantara Yogantara
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimas.v1i1.1161

Abstract

Perbaikan dan perawatan kapal merupakan proses yang dilakukan pemilik kapal agar kondisi kapal yang diunakan selalu dalam kondisi prima. Masyarakat pesisir melakukan perbaikan kapal berdasar atas pengalaman yang biasanya diperoleh secara turun temurun. Dalam proses tersebut banyak masyarakat yang kurang peduli dengan resiko keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini bisa terjadi karena msyarakat sering berikir bahwa selama ini kegiatan tersebut tidak masalah sebab mereka tidak pernah sakit. Dengan kurang awamnya masyarakat terhadap masalah tersebut maka perlu diberikan sebuah penyuluhan serta langkah aman dalam melakukan perbaikan kapal yang pasti akan mereka lakukan.
Desain dan Pembuatan Faceshield Sebagai Alat Perlindungan Diri Penyebaran Covid19 Cahyo Budi Nugroho; Muhammad Ismail; Gawan Sagoro; Abulija Maskarai; Muhammad Syafei Gozali; Asrafi Asrafi; Sapto Wiratno Satoto; Randy Saputra; Chandra Defta Rusdwinanto; Sriyanto Sriyanto; Naufal Abdurrahman Prasetyo; Meida Perwira Antartika
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimas.v2i1.1995

Abstract

The need for personal protective equipment (PPE) in the form of face protection has increased sharply since the spread of the covid19. Viruses that can be transmitted through droplet media can endanger health or personal who interact directly with sufferers of diseases caused by covid19. The existence of a face shield, even though it is not the only one protective device, is needed to support other equipment. Without the face shield, it will increase the likelihood the transmission of virus. The purpose of writing this journal is to explain the process of design, manufacture and planning of PPE distribution to the public From the process carried out it can be concluded that the production process goes through several stages involving human resources with product design, managerial, packaging ability and also diverse tool resources including pneumatic, CNC machines, laser cutting and computer. In terms of distribution, delivery of equipment is carried out using a variety of land, sea and air expeditions with location areas in several provinces including Central Java, East Java, West Java, West Sumatra and Riau Islands.
Pengendalian Penularan COVID-19 Melalui Penerapan Non Medical Infant Face Shield (Nomifes) Nidia Yuniarsih; Nurul Laili Arifin; Hanifah Widiastuti; Nugroho Pratomo Ariyanto; Nurul Ulfah; Widodo Widodo; Budi Baharudin; Aulia Fajrin; Muhammad Ismail; Nur Fitria Pujo Leksonowati; Domi Kamsyah; James Siregar; Nurman Pamungkas; Sapto Wiratno Satoto; Mufti Fathonah Muvariz
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimas polibatam.v3i1.2618

Abstract

Personel Protective Equipment (PPE), as prevention to curb COVID-19 transmission which mainly via droplet, is a mandatory protocol as rising COVID-19 confirmed case. Face shield can protect face from droplet exposure. Besides health care professionals, pregnant women and newborn infants are susceptible population to exposure of SARS-CoV-2. Infant under two years is not recommended to use face mask due to breahing difficulty which can lead to mortality. Therefore, face shield is recommended for infant to give protection from virus transmission. As part of community service, Politeknik Negeri Batam produces Non Medical Infant Face Shield for infant and toddler to curb COVID-19 transmission. The program aims at community health centers (Puskesmas) of Batu Aji, Tanjung Uncang, Sekupang, and Kampong Jabi Nongsa. These partners value highly the community service program in terms of simplicity, clear working instruction, comfortability, recurring sterilization, and product quality. Moreover, high demand of face shield in Puskesmas that use face shield more than three times a day, indicates benefit of the community service in providing PPE for medical treatment at Puskesmas
Penerapan IbM: Pembuatan Studi Kelayakan Rute Pelayaran Batam Marine Ambulance Muhammad Zainuddin Lubis; Rahman Hakim; Hanifah Widiastuti; Lalu Giat Juangsa Putra; Sapto Wiratno Satoto; Benny Haddli Irawan; Ihsan Saputra; Naufal Abdurrahman; Budi Baharudin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimas polibatam.v4i1.3592

Abstract

Kegiatan pengabdian dengan ambulans Marine sangat mendukung kegiatan penanggulangan dalam mengatasi gawat darurat terutama di wilayah kepulauan Riau, Batam. Pengabdian ambulans marine ini melakukan beberapa metode pendekatan, yaitu melakukan a. Manajemen Resiko kegiatan, b. Studi Literatur dan Identifikasi Masalah, c. Studi Lapangan dan Pengumpulan Data, d. Analisa dan Pembahasan, dan e. Pembahasan dan kesimpulan. Kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan lanjutan yang sudah dilakukan saat tahun 2020 oleh tim pengerjaan ambulans marine sebelumnya. Kegiatan ini juga melakukan perencanaan alur untuk pengantaran via laut/ perairan yang ada di Kepulauan Riau. Kegiatan perawatan juga dilakukan dalam kegiatan pengabdian, sehingga wahana atau ambulans dapat diketahui kondisi kelistrikan, permesinan, serta kegiatan pengabdian ini juga melakukan sosialisasi menggunakan media video, sehingga masyarakat dapat mengetahui kegiatan ini, dan juga menjadi implementasi kegiatan Batam tanggap cepat gawat darurat.
Studi Perhitungan Tahanan Kapal Kontainer 8500 DWT Mufti Fathonah Muvariz; Sulistyo Wibowo; Naufal Abdurrahman; Hendra Saputra; Sapto Wiratno Satoto; Nidia Yuniarsih; Nurman Pamungkas
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - June 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1645.785 KB) | DOI: 10.30871/jatra.v1i1.1333

Abstract

Negara Indonesia adalah negara maritim, Negara yang mempunyai banyak sungai dan lautnya. Dalam proses transportasi antar pulau yang terpisahkan oleh peraiaran, sarana transportasi laut dan sungai sangat dibutuhkan. Untuk menunjang perekonomian negara dan juga sarana transportasi hasil bumi, salah satu alat yang dibutuhkan adalah kapal kontainer. Kapal kontainer adalah kapal yang didesain khusus dan digunakan hanya untuk mengangkut kontainer. Kapal kontainer memiliki desain khusus sesuai ukuran peti kemas yang sudah distandarkan. Untuk menentukan nilai hambatan dan nilai data hidrostatiknya perlu dilakukan pemodelan desain lambung kapal 3D menggunakan bantuan software perkapalan. Metode yang digunakan dalam perancangan desain 3D lambung kapal adalah menggunakan bantuan software maxsurf enterprise v8i. Tujuan dari perancangan kapal ini adalah untuk mengetahui data hidrostatik dan besar hambatan dari bentuk kapal. Dari Perhitungan didapatkan nilai-nilai sebagai berikut : Cb = 0,74, Cm = 0,99, Cwl = 0,844, Cp = 0,7515, Cpv = 0,8815. Diperoleh juga nilai dari Volume Displacement = 9699,37 m3, Besar Displacement = 9941,87 ton dan juga nilai Hambatan Kapal sebesar 221,182 kN.
Perbandingan Teknis Ukuran Utama dan Hambatan Kapal Pada Lambung Kapal Wisata Pulau Petong Sapto Wiratno Satoto; Naufal Abdurrahman P; Hendra Saputra
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - June 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.083 KB) | DOI: 10.30871/jatra.v1i1.1336

Abstract

Lambung kapal wisata pulau Petong direncanakan akan dibuat dari lambung kapal Pancung lokal yang terdapat di dekitar kepulauan Batam. Alasan penggunaan lambung kapal lokal adalah untuk memunculkan kearifan lokal serta meningkatkan produksi kapal lokal di sekitar pulau Batam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lambung kapal yang ada di sekitar pulau Batam untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan lambung kapal wisata. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data kapal yang terdapat di sekitar pulau Batam kemudian dibandingkan antara satu dan yang lainnya. Dari 6 kapal yang kemudian dipilih 3 kapal yang memiliki kesamaan bentuk, terdapat 1 kapal yang memiliki karakteristik yang dianggap sesuai untuk kebutuhan kapal wisata. Karakteristiknya adalah dengan ukuran kapal yang panjang, serta lebar, namun memiliki hambatan dan kebutuhan power yang walaupun nilainya tidak paling kecil maupun besar, tapi dianggap sesuai untuk memenuhi kebutuhan kapal.
Perhitungan Hambatan pada Perahu Tradisional Mufti Fathonah Muvariz; Nidia Yuniarsih; Sapto Wiratno Satoto; Naufal Abdurrahman Prasetyo; Nurman Pamungkas
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - December 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.867 KB) | DOI: 10.30871/jatra.v1i2.1797

Abstract

Nama lain perahu di Batam disebut dengan boat atau pancung. Masyarakat belakang padang, moda transportasi boat ini merupakan sarana utama penyebrangan menuju pulau Batam. Boat dibuat dari bahan utama kayu. Saat ini boat yang terbuat dari bahan utama kayu beralih menjadi berbahan fiberglass. Bagian perahu yang utama adalah bagian lambung. Untuk perahu tradisional, terutama untuk yang berbahan kayu, lambung perahu dibuat dengan keahlian teknis dan pengalaman dari pekerja galangan, tidak dilakukan perhitungan secara numerik untuk membangun kapal tersebut. Maka diperlukan analisa perhitungan numerik pada desain kapal dari galangan tradisional. Perahu tradisional di desain berdasarkan data survey lapangan. Pemodelan perahu, perhitungan hidrostatik, dan perhitungan hambatan menggunakan aplikasi Maxsurf. Hasil yang didapat adalah harga displacement kapal sebesar 1.814 ton. Besarnya hambatan dan powernya adalah 0.090 kN dan 0.299 kW pada saat kecepatan kapal 4.985 knots.
A 3 Ft Gurindam Unmanned Surface Vehicle (USV) Stability Hullform Performance Sapto Wiratno Satoto; Naufal Abdurrahman Prasetyo; Anauta Lungiding Angga Risdianto
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - December 2020
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jatra.v2i2.2059

Abstract

3 ft Gurindam Unmanned Surface Vehicle (USV) showed unmaximal performance when it tested on the water. Uncalm movement, unmaximal speed indicated that something need to be checked and make sure to the USV so that it can maximize the performance. The USV is owned by Politeknik Negeri Batam, it’s 3 feet long, with single hull type, fuel engine motor and almost 8kg weight. This research aims is to get the stability analytical data so that the researche can collected some data which is will used to maximize the USV performance. From the research it can concluded that the USV has a maximal GZ 9,56cm at 48.2 deg in mimimal weight and maximal GZ 8.88cm at 48.2 deg at the maximall weight of the ship. From this result, it can concluded that the more weight added on the fuel tank (front position) the more unstable condition of the ship. Or, it’s need a fixed ballast on the AP area to get the more stability on the USV. Hopefully this reasearh followed by the owner and tested so that the performace of the ship will be maximal.
Karakteristik Lambung Kapal Gurindam Fuel Engine Politeknik Negeri Batam Sapto Wiratno Satoto; Nidia Yuniarsih; Hendra Saputra; Mufti Fathonah Muvariz; Naufal Abdurrahman Prasetyo; Nurman Pamungkas
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - June 2021
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jatra.v3i1.3055

Abstract

The character of the ship's hull will determine the speed and movement of the ship. Ship engine power to overcome resistance is influenced by the hull of the ship so that in doing the design it is necessary to calculate precisely. This research is a further study related to the installation of wireless control devices and the design of unmanned hulls but with a different hull and engine shape. The conclusions obtained from this study are the main size of the ship are as follows: LWL = 66.74 cm; B = 32.07 cm; T = 4.91cm; Cb = 0.338. The ship has pre planning at speed: 2.5 - 4.75 knots with 6.09 – 19.6 N resistance and froud number values between 1.028 – 1.952, then experience planning at a speed of 3.5 knots with resistance values starting at 5.59 N with froud number starting at 1.439. To reach the speed of 10 knots, the ship needs around 102 W of power. The object of the ship investigated above is the Batam State Polytechnic Gurindam ship, where the ship was once used for the national fast boat contest in Indonesia. Hopefully with this research, it can provide a knowledge related to the resistance that occur and, in the future, will be used as the basis for the development of the ship to be better designed.
Studi Kekuatan Pressure Vessel Dengan Menggunakan Material SA-106 Grade B dan SA-516-70N Silvia Uli Arta Lubis; Mufti Fathonah Muvariz; Nurul Fadilah; Naufal Abdurrahman Prasetyo; Sapto Wiratno Satoto; Nidia Yuniarsih
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - December 2021
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jatra.v3i2.3652

Abstract

A Pressure Vessel is a container for storing liquid and gas fluid shaped like a cylinder that can produce pressure from outside or inside. Almost all oil and gas industries often use this object to collect and separate water and oil from offshore exploration. This study aims to determine the strength of a Pressure Vessel and determine which is more economical by comparing two types of materials, namely SA-106 Grade B and SA-516-70N, with the same thickness of 12.7 mm. Simulations are carried out on the shell using SolidWorks software to find out the strength of each material. The data used in this study refer to one of the Pressure Vessels from the company with the basic design following ASME section VIII Div.1 standard 2007, document name "Cartridge Filter C027-S-U13000-01 A / B" and document number 6522 -XXX-C027-ISGP-U40300-MX-4018-00XXX with a design pressure of 10 bar, a design temperature of 121 ° C, an inner diameter of 444.5 mm, a corrosion factor of 3 mm. From the calculations and simulations that have been carried out, the values ​​obtained from the maximum pressure on the SA-516-70N material are 34.10 Bar, and the SA-106 Grade B material is 16.90 Bar. The voltage received from the pressure vessel is based on the analysis of the SolidWorks software with the same value for both materials at 1758 psi / 121 Bar. This study also proved that SA-106 Grade B material is far more economical, with an estimated budget of Rp6,531,951 for one 10m long pipe.
Co-Authors Abda Abda Abulija Maskarai Abyad, Muliawan Nur Achmad Ducha Juli Ardianto Adhe Aryswan Adi Syahputra Purba Adietya, Berlian Arswendo Ahmad Fauzan Zakki Aisyi, Rahadatul Anauta Lungiding Angga Risdianto Annisa Fyona Ardian Budi Kusuma Atmaja Ari Wibowo Asrafi Asrafi Aulia Fajrin Benny Hadli Irawan Berlian Arswendo Adietya Budi Baharudin Budi Baharudin Cahyo Budi Nugroho Caniago, Fahlan Parezki Chandra Defta Rusdwinanto Danang Ariyanto Danang Ariyanto Danang Ariyanto Danang Ariyanto Danang Ariyanto Danang Cahyagi Didi Istardi Domi Kamsyah Dwi Budi Santoso Dwiky Pangestu Eko Wahyu Haryanto Fajrin, Aulia Farell Elghifari Putratama Fedia Restu Gawan Sagoro Good Rindo Good Rindo Gustin, Oktaviano Hanifah Widiastuti Hardi Radesha Haris Susmana Hendra Saputra Hendra Saputra Hendra Saputra Hendra Saputra Hendra Saputra Heri Yanto Ihsan Musyary Ihsan Saputra Irawan, Benny Haddli Irdia Raihan, Haura James Siregar Juliarni Kholilur Rahman, Kholilur Laila Febrina Lalu Giat Juangsa Putra Lisa Novianty Louisa Riaunal Sitompul, Dharma Lutfi Maulana Meida Perwira Antartika Mufti Fathonah Mufti Fathonah M Mufti Fathonah Muvariz Muhammad Andi Nova Muhammad Fauzan Nurja Hafizhsyach Muhammad Ismail Muhammad Nurmansyah Muhammad Regie Muhammad Syafei Gozali Muhammad Zainuddin Lubis Muliawan Nur Abiyad Muslim Syaifullah Rifai Natanael Tampubolon, Franssius Naufal Abdurrahman Naufal Abdurrahman Naufal Abdurrahman Naufal Abdurrahman Naufal Abdurrahman P Naufal Abdurrahman Prasetyo Nauval Abdurahman Nidia Yuniarsih Nidia Yuninarsih Nugroho Pratomo Ariyanto Nur Abiyad, Muliawan Nur Fitria Pujo Leksonowati Nurman Pamungkas Nurul Fadilah Nurul Fadilah, Nurul Nurul Laili Arifin Nurul Ulfah Nurul Ulfah Oktavianto Gustin Parlindungan Manik Putratama, Farell Elghifari Putri, Dina Indriana Rahman Hakim Rahman Hakim Rahman Hakim Randy Saputra Ranjit Ranjit Ranjit Regie, Muhammad Rifel Landong Rindo, Good Rita Handayani, Rita Sagoro, Gawan Saputra, Randy Saragih, Anre Silvia Uli Arta Lubis Sugeng Santoso Sulistyo Wibowo Surya Lesmana Susmana, Haris Tian Havwini Tri Ramadani Arjo Wahyudi Wahyudi Wanda Cantika Putri Widodo Widodo Yogantara Yogantara Yogantara Yogantara Yusri Aksyaputra, Muhammad Zakki, Ahmad Fauzan