Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L.) UNTUK LUKA BAKAR PADA KELINCI NEW ZEALAND WHITE Wardani, Lydia Puspita; Luthfiyanti, Niken; Fitriawati, Anna
Jurnal Delima Harapan Vol 12 No 2 (2025): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v12i2.325

Abstract

Latar Belakang: Penelitian terhadap aktivitas penyembuhan luka bakar ekstrak daun ubi jalar ungu ( Ipomoea batatas L.) dalam bentuk ekstrak secara langsung dengan bentuk sediaan gel yang diujikan pada kelinci New Zealand White . Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun ubi jalar ungu ( Ipomoea batatas L.) dapat digunakan sebagai penyembuhan terhadap luka bakar pada kelinci. Serta untuk mengetahui apakah formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun ubi jalar ungu ( Ipomoea batatas L.) berpotensi dalam penyembuhan luka bakar pada kelinci yang diinduksikan logam. Metode: Pada penelitian ini ekstrak daun ubi jalar ungu diperoleh melalui metode maserasi dan diformulasikan dengan konsentrasi 25%, 35% dan 45%. Basis gel digunakan sebagai kontrol negatif yaitu Karbopol 940 serta gel Bioplacenton® dipakai sebagai kontrol positif, yang diaplikasikan pada luka bakar di punggung kelinci New Zealand White dengan diameter 2 cm . Hasil: Uji aktivitas gel ekstrak daun ubi jalar ungu dilakukan pada 3 kelinci yang setiap formulasinya dilakukan replikasi sebanyak 3 kali dan pengukuran diameter luka diukur setiap hari. Presentasi data penyembuhan luka bakar dijelaskan secara statistik dengan metode One-Way ANOVA . Simpulan: Analisis Berdasarkan One Way ANOVA dari semua perlakuan yang paling efektif adalah ekstrak daun ubi jalar ungu dengan konsentrasi 45.
Comparison of Antioxidant Activity Tests Using the DPPH, ABTS, and FRAP Methods on Ethanol Extracts of Cherry Leaves (Muntingia calabura L.) and Total Flavonoids Alya Atla Lidya; Anna Fitriawati; Bagas Ardiyantoro
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 3 (2025): IJHET SEPTEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the antioxidant activity of ethanol extracts of Muntingia calabura L. leaves using DPPH, ABTS, and FRAP methods. The background emphasizes increasing environmental pollution and free radical-induced oxidative stress, which contribute to degenerative diseases and aging. The research aims to compare the sensitivity and effectiveness of these three assays in evaluating the antioxidant potential of cherry leaves and to quantify their total flavonoid content. The study employs a comparative descriptive design with samples collected from Sukoharjo, Indonesia. Instruments used include spectrophotometers, rotary evaporators, and standard reagents. Data analysis involves IC50 calculation and statistical comparison of the methods. Results show that the ethanol extract exhibited high antioxidant activity with IC50 values below 50 μg/mL across all methods, with the highest sensitivity observed in the FRAP assay. The total flavonoid content was approximately 47.2 mgQE/g. The conclusion indicates that Muntingia calabura leaves possess potent antioxidant activity and high phenolic compounds, supporting their potential as natural antioxidant sources. Future research should explore different extraction techniques and in vivo assessments.
SYSTEMATIC REVIEW : EFEK ANTIOKSIDAN DAN ANTIINFLAMASI DARI SPESIES TUMBUHAN SURUHAN (PEPEROMIA PELLUCIDA L.) Fitriawati, Anna; Indrayudha, Peni
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2865

Abstract

Sel manusia memiliki potensi antioksidan yang rendah dan menghasilkan lebih banyak spesies oksigen reaktif. Spesies reaktif yang berlebihan dapat menyebabkan stres oksidatif lokal dan cedera jaringan, sehingga menimbulkan beberapa penyakit. Suruhan (Peperomia pellucida L) merupakan tanaman herba yang memiliki kegunaan etnomedisin. Tinjauan literatur ini dilakukan untuk menilai data yang diterbitkan menyelidiki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi Peperomia pellucida L untuk mendukung desain penelitian masa depan. Tinjauan ini dilakukan dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Informasi diperoleh melalui database elektronik PubMed, Google Scholar, dan Science Direct sejak 2017 hingga Maret 2022. Kandungan fitokimia Peperomia pellucida antara lain alkaloid, flavonoid, sterol, tanin, gula pereduksi, asam amino, saponin, triterpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan. dalam menghambat pembentukan radikal bebas. Dan pengujian efek anti inflamasi menggunakan metode ANTI-LOX (anti-Lipoxygenase enzyme). Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan makromolekul seperti protein (enzim), lipid dan DNA yang mengarah pada kondisi stres oksidatif sehingga menimbulkan patogenesis berbagai penyakit, termasuk peradangan. Hasil tinjauan sistematis ini menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dan aktivitas antiinflamasi, sehingga memberikan perspektif untuk penelitian selanjutnya. Peperomia pellucida L sebagai sumber suplemen antioksidan dan anti-inflamasi yang potensial.
PROFILING MARKER AKTIF SIANIDIN-3-O-GLUKOSIDA PADA EKSTRAK ETANOL BEKATUL BERAS HITAM DAN BEKATUL BERAS MERAH Rahmatillah, Annie; Fitriawati, Anna; Sari, Sindy Avita
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3880

Abstract

Bekatul beras merupakan salah satu bahan obat alam yang telah terbukti memiliki berbagai aktivitas farmakologi secara in vitro dan in vivo. Bekatul beras kaya akan serat, tocopherol, tocotrienol, oryzanol, vitamin B kompleks dan berbagai macam senyawa fenolik seperti antosianin. Aktivitas farmakologi bekatul beras dipengaruhi oleh kadar senyawa yang bertanggung jawab didalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Analisis kualitatif dengan membandingkan waktu retensi senyawa target dan standar yang berada antara 2,0-2,1 menit. Kuantifikasi kadar didasarkan pada kurva baku dari isolat sianidin-3-O-glukosida dari range 2.10-4 – 1.10-3 % b/v, didapatkan koefisisen korelasi lebih dari 0.99. Didapatkan konsentrasi sianidin-3-O-glukosida didalam ekstrak etanol BBH dan BBM secara berturut-turut 0.012 %b/b dan 1.38x10-3 %b/b. Terbukti bahwa kandungan sianidin-3-O-glukosida dalam ekstrak BBH lebih besar dari ekstrak BBM. Pada ekstrak etanol, kadar antosianin total paling tinggi terdapat pada bekatul beras hitam, yaitu 328,4 ±34,76 mg/100g ekstrak, sedangkan untuk ekstrak etanol bekatul beras merah hanya sebesar 214,3 ±17,39 mg/100g ekstrak.
KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KANEGARAN KOTA PROBOLINGGO JAWA TIMUR Pratama, Kharisma Jayak; Fitriawati, Anna; Hendra, Naufal Dhuha
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3928

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi di dunia. Prevalensi hipertensi semakin meningkat setiap tahunnya diIndonesia berada di angka 32% dari total penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien hipertensi terhadap pengobatannya dengan menggunakan kuesioner Eight-Item Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), dilakukan pada bulan Desember–Februari 2024 di Puskesmas Kanigaran Kota Probolinggo. Sejumlah 137 responden terlibat dalam penelitian ini. Responden mengisi mengisi kuesioner MMAS-8 versi Bahasa Indonesia yang telah divalidasi setelah menandatangani informed consent terlebih dahulu. Hasil penelitian menunjukan mayoritas pasien yang berobat di Puskesmas Kanigaran Probolinggo berusia dewasa dengan rentang usia 44-54 tahun sedangkan tingkat kepatuhan paling tinggi berdasarkan usia adalah pasien dengan rentang usia 50-80 tahun yaitu (80%), tingkat kepatuhan berdasarkan jenis kelamin paling tinggi adalah perempuan, yaitu (67,9%), dari segi pendidikan sebagian besar pasien memiliki tingkat kepatuhan tinggi pada jenjang pendidikan S1 sejumlah (66%). Berdasarkan tingkat pekerjaan, tingkat kepatuhannya tinggi adalah PNS. Hasil penelitian tingkat kepatuhan pasien bahwa sebanyak 13,9% dari responden memiliki tingkat kepatuhan rendah, 47,4% dari responden memiliki tingkat kepatuhan sedang, dan 38,7% dari responden memiliki tingkat kepatuhan tinggi. Tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di puskesmas kanigaran kota probolinggo memiliki tingkat kepatuhan yang sedang terhadap pengobatannya dengan rate kepatuhan pasien hipertensi terhadap pengobatannya sebesar 47,4%.
Optimasi Sediaan Lotion dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Ningrum, Della Puspita; Fitriawati, Anna; Ardiyantoro, Bagas
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.21940

Abstract

Penelitian Antioksidan dan Optimasi formula lotion
OPTIMIZATION OF CLAY MASK FORMULA FROM LEAF SI KEJUT (Mimosa pudica L.) EXRACT USING SIMPLEX LATTICE DESIGN METHOD Fitriawati, Anna; Rahmatillah, Annie; Agustiningrum, Nurul
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/bss4fn77

Abstract

Clay mask is a facial mask used to remove dirt and blackheads from the skin. It is particularly suitable for acne-prone skin, as clay masks provide a refreshing sensation, absorb excess oil, and help manage blackheads. Mimosa pudica, commonly known as the "Sensitive Plant" or "Touch-me-not," contains bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins. According to a study by Utami et al. (2021), Mimosa pudica L. leaves exhibit strong inhibitory effects against Propionibacterium acnes, the primary bacterium responsible for acne. The objective of this research is to determine the optimal formulation of ethanol extract from Mimosa pudica leaves in a clay mask using the Simplex Lattice Design (SLD) method. Optimization was performed by comparing two clay base formulations—kaolin and bentonite. Physical quality testing included organoleptic evaluation, homogeneity, adhesion strength, spreadability, pH testing, and drying time. The results of the physical quality tests were analyzed using Design Expert software. Through the Simplex Lattice Design (SLD) method, the optimal formula was identified as Formula I, containing 34.75% kaolin and 6.25% bentonite.
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi n-Heksan, Etil Asetat, dan Air Ekstrak Daun Jambu Air (Syzygium aqueum) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis ATCC 12238 Adhe Wibawa Mahardika Putra; Tatiana Siska Wardani; Anna Fitriawati
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i4.866

Abstract

This study aimed to evaluate the antibacterial activity of water apple (Syzygium aqueum) leaf extract against Staphylococcus epidermidis. The leaves were collected from Pranan Village, Sukoharjo District. After proper botanical identification (determination) at B2P2TOOT Karanganyar, the leaves were dried, ground into simplicia powder, and extracted using 70% ethanol through maceration. The ethanol extract was then fractionated based on solvent polarity using n-hexane (nonpolar), ethyl acetate (semipolar), and water (polar). Antibacterial testing was conducted using various concentrations (25%, 12.5%, 6.25%, 3.125%, and 1.565%), with clindamycin as a positive control and DMSO as a negative control. The study assessed antibacterial effectiveness through inhibition zone measurements, Minimum Inhibitory Concentration (MIC), and Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Results demonstrated that both the ethanol extract and ethyl acetate fraction exhibited antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis. The 25% concentration of the ethyl acetate fraction produced the largest inhibition zone (27.57 mm), followed by the ethanol extract (21.53 mm). Both the ethanol extract and the most active fraction showed MIC values of 1.565%, with the MBC of the ethyl acetate fraction also at 1.565%. These findings suggest that water apple leaves possess promising antibacterial properties, especially in the ethyl acetate fraction, against Staphylococcus epidermidis.leaves (Syzygium aqueum) against the growth of Staphylococcus epidermidis ATCC 12238.
UJI MUTU FISIK DAN OPTIMASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA L.) MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Fitriawati, Anna; Olga Nordeka, Marcela
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 1 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki potensi sebagai antiinflamasi dan antimikroba. Untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitasnya, ekstrak etanol daun kirinyuh diformulasikan dalam bentuk krim. Sediaan krim memiliki keuntungan berupa kemudahan aplikasi, pelepasan bahan aktif yang terkontrol, serta kemampuan memberikan hidrasi pada kulit. Namun, formulasi sediaan krim memerlukan optimasi untuk menghasilkan produk dengan mutu fisik yang baik. Formulasi optimal krim ini ditentukan menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD). Metode penelitian ini mencakup ekstraksi etanol daun kirinyuh menggunakan metode maserasi, formulasi sediaan krim dengan bahan dasar Asam stearat, setil alkohol, sorbitol, propilen glikol, trietanolamin, methyl paraben, parfum, Optimasi formulasi menggunakan SLD (Simplek Lattice Design) dengan membandingkan dua variabel antara asam stearat dan trietanolamin yang berfungsi sebagai pengemulsi. Uji mutu fisik dilakukan untuk parameter viskositas, pH, daya sebar, daya lekat, dan stabilitas selama penyimpanan 28 hari. Hasil yang didapatkan dari kombinasi formulasi optimal terdiri dari asam stearat 18% dan TEA 2%, menghasilkan krim dengan viskositas 2.48334 cp, pH 7,15, daya sebar 5,38 cm, daya lekat 5,716 detik, dan stabilitas baik tanpa perubahan signifikan dalam warna, bau, atau viskositas. Kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) contain active compounds such as flavonoids, tannins, and saponins that have the potential as anti-inflammatory and antimicrobial. To increase its stability and effectiveness, ethanol extract of kirinyuh leaves is formulated in the form of a cream. Cream preparations have the advantages of ease of application, controlled release of active ingredients, and the ability to provide hydration to the skin. However, the formulation of cream preparations requires optimization to produce products with good physical quality. The optimal formulation of this cream is determined using the Simplex Lattice Design (SLD) method. This research method includes ethanol extraction of kirinyuh leaves using the maceration method, formulation of cream preparations with basic ingredients of stearic acid, cetyl alcohol, sorbitol, propylene glycol, triethanolamine, methyl paraben, perfume, Optimization of formulation using SLD (Simplex Lattice Design) by comparing two variables between stearic acid and triethanolamine which function as emulsifiers. Physical quality tests were conducted for viscosity, pH, spreadability, adhesion, and stability parameters during 28 days of storage. The results obtained from the optimal formulation combination consisted of 18% stearic acid and 2% TEA, producing a cream with a viscosity of 2.48334 cp, pH 7,15, spreadability of 5.38 cm, adhesion of 5,716 seconds, and good stability without significant changes in color, odor, or viscosity.
Optimasi Sediaan Lotion dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Ningrum, Della Puspita; Fitriawati, Anna; Ardiyantoro, Bagas
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.21940

Abstract

Penelitian Antioksidan dan Optimasi formula lotion