p-Index From 2021 - 2026
6.856
P-Index
This Author published in this journals
All Journal jurnal niara International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR) Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Journal of Governance and Public Administration Jembatan Hukum: Kajian Ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, Dan Kebijakan Publik Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik International Journal of Law, Crime and Justice An International Journal Tourism and Community Review Parlementer : Jurnal Studi Hukum Dan Administrasi Publik International Journal of Humanities and Social Sciences Reviews International Journal of Social Science and Humanity Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Konstitusi: Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi Journal of Studies in Academic, Humanities, Research, and Innovation Dynamics Social : International Journal of Social Sciences and Communication Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara Perspektif Administrasi Publik dan hukum Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora International Journal of Social Welfare and Family Law International Journal of Multidisciplinary Reseach Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary

Pemberdayaan Sdm Lokal Untuk Implementasi Konsep Smart Village Di Kawasan Perdesaan (Studi Kasus Di Desa Balongtunjung Kabupaten Gresik Eko Budianto; Sri Kamariyah; Ika Devy Pramudiana
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i84
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Desa Pintar merupakan pendekatan baru dalam pembangunan pedesaan yang mengintegrasikan teknologi digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, keberhasilan pelaksanaannya sangat bergantung pada kesiapan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan SDM lokal dalam mendukung implementasi konsep Smart Village di Desa Balongtunjung, Kabupaten Gresik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan berbasis digital. Analisis ini menggunakan teori Soeharto (2005) tentang pemberdayaan masyarakat, yang mencakup lima pendekatan utama: enablement, Empowering, protecting, supporting, dan fostering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah melakukan berbagai inisiatif pemberdayaan melalui pemberian akses informasi dan pelatihan teknologi dasar. Pemberdayaan dilakukan melalui peningkatan kapasitas pelaku pemuda dan UMKM untuk dapat memanfaatkan platform digital. Perlindungan kelompok rentan mulai dipertimbangkan melalui pendampingan dan edukasi digital. Dukungan diberikan dalam bentuk pendampingan teknologi dan kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti perguruan tinggi dan relawan digital. Sementara itu, pembinaan diwujudkan melalui pembentukan forum digital desa dan integrasi program Desa Pintar ke dalam perencanaan desa. Terlepas dari kemajuan, masih ada tantangan dalam hal pemerataan akses, literasi digital bagi kelompok rentan, keberlanjutan program, dan regenerasi sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif yang lebih sistematis agar pemberdayaan masyarakat benar-benar mendorong kemandirian dan keberlanjutan Desa Pintar di pedesaan
Implementasi Program Beasiswa Gerbang Cerdas Mahulu (GCM) sebagai Kebijakan Afirmasi Pendidikan 3T di Kabupaten Mahakam Ulu Frenky Egiazer Boimau; Sri Kamariyah; Nihayatus Sholihah
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i84
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Beasiswa Gerbang Cerdas Mahulu (GCM) sebagai kebijakan afirmasi pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan studi kasus di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Mahakam Ulu merupakan daerah perbatasan yang memiliki tantangan geografis dan sosial yang kompleks, sehingga akses pendidikan menjadi persoalan mendesak. Program GCM, yang diluncurkan pada tahun 2018, merupakan inisiatif lokal untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat terpencil melalui bantuan beasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dan analisis data sekunder. Analisis dilakukan menggunakan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn (1975) yang mencakup enam variabel utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi GCM telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS), jumlah lembaga pendidikan, jumlah tenaga pendidik, serta Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS). Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan tinggi. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi penguatan kebijakan afirmatif berbasis lokal yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di wilayah 3T.
Strategi Pemerintah Daerah dalam Menyelaraskan Pembangunan Transportasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Sepanjang Aliran Sungai Mahakam Ulu Mikhael Maniley; Sri Roekminiati; Sri Kamariyah
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i84
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan transportasi sungai memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, dimana lebih dari 70% desa masih bergantung pada jalur air sebagai akses utama. Namun, upaya pembangunan infrastruktur tanpa pemberdayaan masyarakat berisiko menghambat keberlanjutan program tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi Pemerintah Daerah Mahakam Ulu dalam menyelaraskan pembangunan transportasi sungai dengan pemberdayaan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada pejabat pemerintah, tenaga kesehatan, aktivis masyarakat, dan warga pengguna transportasi, serta analisis dokumen resmi seperti RPJMD dan laporan dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan revitalisasi dermaga, normalisasi alur sungai, serta memberikan subsidi perahu motor dan pelatihan teknis kepada masyarakat. Meskipun demikian, tantangan utama seperti keterbatasan anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan fasilitas, serta dampak lingkungan akibat pengerukan sungai masih menghambat keberlanjutan program. Partisipasi aktif masyarakat, penguatan kapasitas lokal, dan inovasi pembiayaan menjadi faktor kunci untuk keberlanjutan pembangunan transportasi sungai yang berdaya guna. Penelitian ini merekomendasikan perlunya integrasi antara pembangunan fisik dan pemberdayaan sosial untuk mewujudkan transportasi sungai yang inklusif dan berkelanjutan.
Transparansi Dan Akuntabilitas Penggunaan Dana Desa Dalam Program Penurunan Stunting: Studi Kasus Di Desa Balong Mojo Benjeng Gresik Sutikno; Sri Kamariyah; Ika Devy Pramudiana; Nihayatus Sholichah
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i84
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik akuntabilitas dan transparansi dalam penggunaan Dana Desa pada program penurunan stunting di Desa Balong Mojo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif diterapkan untuk memahami secara mendalam dinamika pengelolaan dana desa, menggunakan teknik wawancara, observasi partisipatif, serta analisis dokumen. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dari segi prosedural, pemerintah desa telah melaksanakan proses perencanaan dan pelaksanaan program sesuai dengan regulasi, namun secara substansial masih terdapat kekurangan dalam transparansi informasi publik, partisipasi masyarakat, serta laporan berbasis kinerja. Perencanaan program biasanya bersifat elit dan tidak melibatkan banyak pihak, sedangkan pelaksanaan kegiatan kurang didasari oleh indikator pencapaian yang jelas. Pengawasan masyarakat juga masih terbatas karena minimnya akses informasi anggaran dan kurangnya kapasitas aktor lokal dalam melaksanakan kontrol sosial. Diskusi dengan sudut pandang administrasi publik mengungkapkan bahwa praktik di lapangan belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip good governance, akuntabilitas berbasis kinerja, dan akuntabilitas horizontal. Faktor penghambat utama mencakup keterbatasan kapasitas lembaga, budaya paternalistik, dan kurang maksimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem pelaporan desa. Studi ini menyarankan penguatan kapasitas pegawai desa, pengembangan sistem informasi digital yang inklusif, serta penciptaan forum pengawasan berbasis komunitas yang partisipatif. Penemuan ini memberikan sumbangan signifikan dalam pengembangan model pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel untuk mendukung keberhasilan program prioritas nasional, terutama dalam percepatan penurunan stunting di tingkat lokal.