Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Fraksi Ukuran dan pH Pada Flotasi Mineral Sulfida Subandrio Subandrio; Christin Palit; Irfan Marwanza; Emmy Fatmi B. I.; Muhammad Idris Juradi
Jurnal Geomine Vol 10, No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i4.978

Abstract

The ore used in this study is galena ore (PbS) which is a type of sulfide mineral. In this experiment, several variations of important variables were carried out. The variables that were varied namely: feed size fraction with a range of 140 - 325 mesh (105 - 44 microns), pulp pH between 7 – 11, and retention time between 3 - 8 minutes. The experimental results show that the smaller the feed size, the Pb content (%) tends to increase, For the pH of the pulp, the best Pb content was at pH 9.5. The higher the pH the bubbles formed tended to be stable so that the material was perfectly lifted to the surface. The best flotation time was obtained at 6.5 minutes. Retention time greatly affects the effectiveness of the reagents used in the flotation process. Best on experiments, The best condition is at the size of -200 + 230 mesh, pH of the pulp 9,5 with retention time 6,5 minutes with a Pb content of 27%. 
Effect of Leaching Time on Dissolution of Gold Metal (Au) in Gold Ore Deposits by Hydrometallurgical Process Nurliah Jafar; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Firdaus F; Muhammad Idris Juradi; Andi Artiningsih; Mubdiana Arifin; Suriyanto Bakri
Jurnal Geomine Vol 10, No 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i2.1144

Abstract

One of Indonesia’s potential gold ore deposits is found in the Bolaang Mongondow area of North Sulawesi Province. This research is one of the initial studies conducted to determine the metal content of gold in ore deposits based on the results of Au extraction using aqua regia. It is known that several operating parameters determine the success rate of the leaching process. One of these parameters is the leaching time. The leaching time ranges used in the study were 5, 10, 20, 60, and 120 minutes. Based on the variation of the leaching time applied to the leaching process, it will also be known how much mass of dissolved Au metal is. The leached filtrate obtained was then analyzed for its concentration using AAS (Atomic Absorption Spectrometry) instrument. The AAS data were then processed using x and y curves to obtain the optimum leaching time, and the mass of dissolved Au metal was obtained using the equation. The results showed that the optimal time for the hydrometallurgical process in gold ore deposits was 120 minutes with an Au concentration of 1.67 mg/L.   
Analisis Penggunaan Balldeck pada Kegiatan Peledakan untuk Meminimalisir Flyrock Arif Nurwaskito; Rahmat Agam Putra; Abdul Salam Munir; Habibie Anwar; Firman Nullah Yusuf; Muhammad Idris Juradi; Suriyanto Bakri; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Citra Aulia Khalik; Nur Asmiani; Mubdiana Arifin; Jamal Rauf Husain
Jurnal Geomine Vol 10, No 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i3.1462

Abstract

Kegiatan peledakan akan menimbulkan dampak yang berisiko bagi lingkungan sekitar, salah satunya flyrock (batu terbang) hasil ledakan. Lemparan fragmen batuan yang melewati radius aman dapat merusak peralatan, mengakibatkan cidera, dan kehilangan nyawa pada manusia. Oleh karena itu digunakan balldeck sebagai instrumen tambahan untuk meminimalisir flyrock. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran geometri peledakan yang digunakan, mengetahui cara meminimalisir flyrock pada saat peledakan, dan mengetahui cara perhitungan hasil lemparan maksimal flyrock secara teoritis dengan penggunaan balldeck. Metode penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data berupa geometri peledakan, data jarak lemparan maksimum flyrock  sebelum dan setelah menggunakan balldeck. Hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata volume geometri peledakan yaitu 46.231,94 BCM, hasil rata-rata lemparan maksimum flyrock sebelum menggunakan balldeck 149,1 m, hasil rata-rata lemparan maksimum flyrock menggunakan balldeck 58,7 m, dan hasil rata-rata jarak lemparan maksimum flyrock menggunakan balldeck berdasarkan teori Richard and Moore, yaitu 80,43 m (Face Burst) dan 59,54 m (Cratering ). Adapun faktor yang meminimalisir flyrock yaitu kedalaman lubang tidak dangkal, kolom stemming tidak pendek, dan juga penggunaan balldeck di dalam lubang bor. 
Benefisiasi Bijih Kromit Daerah Paludda Dengan Metode Konsentrasi Gravitasi Suriyanto Bakri; Mohammad Iqbal; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Muhammad Idris Juradi; Hasbi Bakri
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 2 (February 2023)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i2.7309

Abstract

Daerah Palludda Barru terdapat bijih kromit dengan kadar rendah atau belum bisa dimanfaatkan lebih lanjut. Metode yang cocok untuk bijih kromit adalah metode konsentrasi gravitasi dengan meja goyang. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besar peningkatan kadar dan perolehan bijih kromit asal Palludda Barru menggunakan meja goyang dengan menvariasikan sudut kemiringan. Hasil penelitian didapatkan kemiringan optimum pada sudut 10° dengan kadar 35,89% dan recovery 59,06%.
Pelatihan Teknologi Berbasis Software ArcGIS Untuk Pembuatan Peta Wilayah Bagi Taruna-Taruni SMK Techno Terapan Makassar Muhammad Idris Juradi; Suriyanto Bakri; Alam Budiman Thamsi
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.564

Abstract

SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar merupakan salah satu sekolah kejuruan yang memiliki kompetensi keahlian teknik geologi pertambangan dengan salah satu keahlian yang wajib peserta didik miliki adalah memiliki kemampuan dalam mengoperasikan software ArcGIS. Program PKM ini bertujuan untuk peningkatan kualitas layanan mitra sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi/skill keterampilan bagi peserta didik dalam mengoperasikan software ArcGIS. Metode pelaksanaan yang ditawarkan pada mitra adalah dengan memberikan materi dasar penggunaan software ArcGIS, petunjuk penggunaan alat berupa GPS dan pengolahan data dengan menggunakan perangkat komputer/laptop. Hasil penilaian kegiatan pelatihan yang dilakukan melalui survey kuisioner memperlihatkan terjadi perubahan tingkat pemahaman kepada 21 peserta, pada pretest sebelumnya peserta dengan tingkat pemahaman yang sangat rendah berada pada persentase 39% dan setelah dilakukan kegiatan pelatihan terjadi penurunan dan berada di kisaran 6,5%. Begitupun dengan tingkat pemahaman dengan kategori sangat tinggi, terjadi perubahan persentase yang sangat signifikan, dimana sebelumnya pada post test tingkat pemahaman dengan kategori sangat tinggi hanya berada dikisaran 8,5% dan setelah dilakukan pelatihan terjadi peningkatan dengan persentase 25,5%. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan yang telah dilakukan dimana peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan mengalami perubahan tingkat pemahaman terhadap materi yang diberikan berdasarkan survey penilaian yang diberikan baik sebelum maupun setelah kegiatan pelatihan dilakukan, peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan telah mampu membuat dan mendesain peta wilayah berdasarkan pengamatan tim PkM selama mengikuti pelatihan.
Studi Penurunan Kadar Bijih Nikel pada Blok C PT Jagad Rayatama Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Juradi, Muhammad Idris; Bakri, Suriyanto; Takur, Takur
Geosapta Vol 10, No 2 (2024): JULI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i2.14936

Abstract

Sektor pertambangan merupakan salah satu bisnis yang paling berisiko, padat modal, dan berteknologi maju. Oleh karena itu, setiap tindakan yang diambil di sektor ini harus dipikirkan dengan matang. Ketika material non-bijih (limbah) bercampur dengan material bijih selama operasi penambangan, efeknya adalah pengenceran, yang meningkatkan tonase sekaligus menurunkan kadar rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi dilusi dan apa saja faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya dilusi kadar bijih nikel dan berapa persentase penurunan kadar. Metode penelitian yang saya gunakan adalah metode pengambilan sampel kemudian dilakukan proses preparasi dan dilanjutkan proses analisis. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa, setelah pembukaan lahan selama tahap persiapan penambangan, pencampuran tanah pucuk dan material lapisan tanah penutup yang tertinggal di lokasi front penambangan merupakan penyebab terjadinya pengenceran. Pengenceran dapat terjadi selama operasi pengumpulan bijih karena ekskavator yang digunakan untuk membuang limbah dan material overburden adalah ekskavator yang sama, yang dapat mempengaruhi pengenceran. Karena alat pemuatan excavator menggunakan material bijih sebagai titik tumpu untuk memuat bijih, maka proses pemuatan bijih dapat mengakibatkan pengenceran. Kesimpulan penelitian ini adalah pada kegitan penambangan pada Blok C PT Jagad Rayatama mengalami penurunan kadar dengan faktor terjadinya dilusi disebabkan oleh alat yang digunakan dan Persentase penurunan kadar antara sampel produksi dan sampel stockpile sebesar 0,22%.
Analisis Laju Reaksi Pembentukan Air Asam Tambang Dengan Metode Uji Kinetik Pada Disposal Bijih Besi Daerah Tanjung Sulawesi Selatan Juradi, Muhammad Idris; Jafar, Nurliah; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Yusuf, Firman Nullah; Mubarak, Syahran
Geosapta Vol 9, No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i1.12545

Abstract

Air asam tambang (AMD) merupakan salah satu masalah lingkungan yang terkait dengan penambangan bijih besi. Dalam lingkungan berair, mineral sulfida tertentu dalam batuan, yang bereaksi dengan oksigen di udara, teroksidasi membentuk air. Drainase asam tambang tidak dapat dihindari selama operasi penambangan. Sebab, pada intinya, penambangan adalah proses pengambilan mineral dari batuan induk agar dapat diangkut, diolah, dan digunakan dalam proses penambangan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  unsur logam dan laju reaksi pembentukan air asam tambang  pada lahan bekas tambang bijih besi. Pengambilan sampel dilkukan dengan menggunakan metode probability sampling kemudian sampel di analisis menggunakan metode  XRF (X-Ray flourescene) untuk mengetahui kandungan unsur logam pada sampel dan dilakukan simulasi potensi air asam tambang dengan metode kinetik.hasil dari penelitian ini yaitu unsur logam pada sampel batu lahan bekas tambang  bijih besi yaitu, Fe2O3 Besi Oksida, SiO2 Silikon Dioksida, dan  Sulfur trioksida yang tinggi serta didapatkan laju reaksi pembentukan air asam tambang pada disposal 2 lebih cepat dibandingkan dengan disposal 1.
Analisis Kestabilan Lereng Daerah Lonjoboko Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Dengan Metode Bishop Juradi, Muhammad Idris; Budiman, Agus Ardianto; Akbar, Alfian Dwi
Geosapta Vol 9, No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i1.12547

Abstract

Permukaan tanah tidak selalu rata atau memiliki perbedaan elevasi yang menyebabkannya miring di tempat yang berbeda. Salah satu bencana alam yang sering terjadi pada lereng buatan maupun alam adalah tanah longsor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai faktor keamanan (FK) dan sifat material sampel tanah untuk analisis stabilitas lereng. Program komputer GeoStudio digunakan dalam studi analisis faktor lereng aman dengan memasukkan data geometri lereng dan parameter yang diperoleh dari uji laboratorium. Pengolahan data menggunakan uji laboratorium untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik tanah yang meliputi berat jenis, compaction standard proctor dan unit weight. Hasil uji laboratorium dari sifat mekanik tanah yaitu uji kuat geser (direct shear). Keadaan geometri lereng memiliki panjang toe 8 m, panjang crest 10 m, tinggi lereng 7 m dan kemiringan lereng 85˚. Material propertis dari geometri lereng terdiri dari kohesi 0,161 kg/cm2, sudut geser dalam 3,8˚ dan gsat sebesar 1,263 gr/cm3. Hasil analisis faktor keamanan (FK) dari penggunaan metode bishop menghasilkan nilai faktor keamanan 0,126.  Ketidakstabilan lereng dipengaruhi oleh lebih besarnya gaya penggerak dibanding gaya penahan sehingga dapat berpotensi terjadinya longsor. Hasil dari perolehan yang didapat dikatakan bahwa lereng daerah penelitian memiliki kerentanan gerakan tanah yang tinggi karena nilai faktor keamanan ≤1,2 menurut Ward. R, 1987 dalam SNI 13-7124-2005.
STUDI UKURAN FRAKSI PARTIKEL TERHADAP KADAR NIKEL DAN KANDUNGAN AIR PADA BIJIH NIKEL LATERIT Bakri, Suriyanto; Ardana, Muhammad Fabio; Juradi, Muhammad Idris; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Mundiana, Arifin
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.324 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.271

Abstract

PT Vale Indonesia Tbk. melakukan penambangan dan pengolahan bijih nikel laterit di daerah Sorowako Sulawesi Selatan. Bijih nikel laterit yang ditambang dan diolah lebih lanjut umumnya bijih nikel pada zona saprolit yang memiliki kadar Ni yang memenuhi Cut Off Grade (COG) tertentu. Ukuran fraksi partikel pada zona saprolit cukup beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kadar Ni dan H2O pada bijih nikel berdasarkan ukuran fraksi partikel zona saprolit pada blok barat area pertambangan PT Vale Indonesia Tbk. Secara umum metode penelitian yang digunakan adalah metode sampling. Pengambilan sampel pada dryer kiln product (DKP), kemudian sampel dibawa ke laboratorium untuk dipreparasi dan dianalisis kadarnya dengan menggunakan alat x-ray fluorescence (XRF) dan data-data yang dihasilkan dianalisis sehingga didapatkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran fraksi partikel sangat mempengaruhi kandungan Ni dan H2O pada bijih nikel laterit zona saprolit. Ukuran fraksi partikel berbanding lurus dengan kadar Ni yang diperoleh, semakin kecil ukuran fraksi partikel maka semakin besar kadar Ni yang diperoleh. Semakin kecil ukuran fraksi partikel maka semakin besar kandungan H2O yang diperoleh.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Asam Organik Terhadap Nilai Recovery Nikel Pada Proses Leaching Nikel Laterit Arifin, Mubdiana; Bakhri, Syamsul; Juradi, Muhammad Idris; Bakri, Suriyanto; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Angga Mulia, Muhammad Ilham
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.624

Abstract

Nikel merupakan salah satu hasil pertambangan yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan. Nikel digunakan sebagai bahan paduan logam dan pelapis logam. Proses pengolahan nikel dari bijih nikel laterit jenis limonit dengan metode Atmospheric Pressure Acid Leaching (APAL) dinilai lebih murah dibandingkan metode hidrometalurgi lainnya, karena konsumsi energi dan biaya operasionalnya cukup rendah, sehingga dapat dijadikan salah satu metode pengolahan nikel alternatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi pelarut asam organik terhadap persen perolehan nikel. Media pelarut yang digunakan adalah larutan asam asetat (CH3COOH). Sebelum proses pelindian, dilakukan uji karakterisasi awal menggunakan analisis XRD, XRF dan AAS untuk mengetahui komposisi mineralogi dan kimia sampel bijih nikel yang akan digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan konsentrasi asam asetat yaitu 2,5, 5, 7,5, dan 10 M, ukuran partikel -200 mesh, suhu operasi 90°C, kecepatan pengadukan 200 rpm, dan waktu pelindian selama 120 menit. Analisa kandungan nikel setelah proses pelindian menggunakan analisis AAS, kemudian dihitung persen pereolehan nikelnya. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi asam asetat berpengaruh terhadap perolehan nikel. Peningkatan konsentrasi asam asetat juga meningkatkan persentase perolehan nikel. Hasil terbaik pada proses pelindian yaitu pada konsentrasi asam asetat 10 M dengan perolehan nikel sebesar 96,159%.