Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Butir terhadap Recovery MnO pada Pemisahan Bijih Mangan Oksida Menggunakan Magnetic Separator Bakri, Suriyanto; Juradi, Muhammad Idris; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Furkani, Dian
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.7562

Abstract

Abstract. Indonesia has considerable manganese ore reserves, particularly in South Sulawesi, such as in Barru and Bone Regencies. However, most of these manganese ores still contain many impurities and have relatively low MnO content. Various beneficiation methods have been studied in recent years. This study aims to examine the effectiveness of separating manganese oxide ore using a magnetic separator with varying particle sizes. This study aims to evaluate the effect of particle size variation on the separation of manganese oxide (MnO) ore from the Ponre area, using a magnetic separator method with a primary focus on determining the MnO mineral content and recovery in each particle size fraction after the magnetic separation process. The research method used manganese ore samples that had been dried and crushed using a jaw crusher and roll crusher. The samples were then ground using a ball mill to obtain the appropriate particle size fractions. For separation purposes, the samples were classified into several size fractions: +80 mesh; -80 +100 mesh; -100 +150 mesh and -150+200 mesh. The results of manganese oxide (MnO) ore separation show that finer particle sizes do not increase MnO mineral content, nor do they increase recovery rates. Optimum recovery is achieved with MnO mineral content of 49.78% and only a 3.09% increase in MnO content for particle sizes of -100+150 mesh. Abstrak. Indonesia memiliki cadangan bijih mangan yang cukup besar, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Barru dan Kabupaten Bone. Namun demikian, sebagian besar bijih mangan tersebut masih mengandung banyak mineral pengotor, serta memiliki kadar MnO yang relatif rendah. Berbagai metode benefisiasi telah dikaji dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji efektivitas pemisahan bijih mangan oksida menggunakan magnetic separator dengan variasi ukuran butir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi ukuran butir terhadap hasil pemisahan bijih mangan oksida (MnO) asal daerah Ponre, menggunakan metode magnetic separator dengan fokus utama untuk mengetahui kadar dan recovery mineral MnO pada setiap ukuran fraksi partikel setelah proses pemisahan magnetik. Metode penelitian menggunakan sampel bijih mangan yang telah kering dihancurkan menggunakan jaw crusher dan roll crusher. Selanjutnya digerus menggunakan ball mill hingga diperoleh fraksi ukuran partikel yang sesuai. Untuk keperluan pemisahan, sampel diklasifikasikan menjadi beberapa fraksi ukuran: +80 mesh; -80 +100 mesh; -100 +150 mesh dan -150+200 mesh. Hasil pemisahan bijih mangan oksida (MnO) menunjukkan bahwa ukuran fraksi partikel yang semakin halus tidak memberikan kadar mineral MnO semakin meningkat dan begitupun juga dengan recovery yang didapatkan. Recovery optimum diperoleh kadar mineral MnO sebesar 49,78% dengan hanya diperoleh peningkatan kadar MnO sebesar 3,09% pada ukuran fraksi partikel -100+150 mesh.
Benefisiasi Pasir Besi Pantai Karsut Daerah Jeneponto Dengan Metode Konsentrasi Magnetic Separator Bakri, Suriyanto; Mursit, Mursalat; Juradi, Muhammad Idris; Arifin, Mubdiana
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i1.53438

Abstract

Pasir besi pada umumnya merupakan pasir besi pantai yang banyak tersebar di Indonesia khususnya di Sulawesi selatan. Pasir besi yang mengandung persentase kadar besi yang memenuhi syarat dapat langsung digunakan sebagai bahan campuran, namun berbeda halnya pasir besi yang mengandung kadar besi yang kurang. Daerah sepanjang Pantai Karsut Daerah Jeneponto terdapat pasir besi dengan persentase kandungan Fe di bawah 45%. Kandungan besi yang rendah pada pasir besi dapat ditingkatkan kadarnya dengan pemisahan antara mineral magnetic dengan mineral non magnetiknya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar dan recovery besi pada bijih besi asal Pantai Karsut Daerah Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel awal dianalisis menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF). Percobaan konsentrasi pasir besi menggunakan magnetic separator dengan variasi kecepatan putar drum yaitu pada kecepatan 200 rpm, 250 rpm, 300 rpm. Produk berupa konsentrat dilakukan analisis XRF dan dilakukan perhitungan kadar dan recovery. Hasil penelitian terhadap sampel pasir besi asal Pantai Karsut Daerah Jeneponto menggunakan magnetic separator diperoleh peningkatan kadar mineral besi oksida Fe2O3 rata-rata sebesar 8,05% untuk masing-masing variasi kecepatan putar drum. Kadar Fe2O3 meningkat seiring meningkatnya nilai kecepatan putar drum, begitupun recovery yang diperoleh. Dihasilkan kadar Fe2O3 tertinggi pada kecepatan 300 rpm dengan recovery 80,88%.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL PADA PROSES PENINGKATAN KADAR DAN PEROLEHAN BIJIH BESI BONTOCANI MENGGUNAKAN DRY INTENSITY DRUM MAGNETIC SEPARATOR Juradi, Muhammad Idris; Umar, Emi Prasetyawati; ., Alimuddin; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Bakri, Suriyanto; Arifin, Mubdiana
Jurnal Pertambangan Vol. 5 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i4.328

Abstract

Ketersediaan bijih besi daerah Bontocani Kabupaten Bone belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Hal tersebut dipengaruhi oleh nilai kadar yang masih cukup rendah sehingga perlunya dilakukan peningkatan kadar bijih besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar bijih besi daerah Bontocani dengan XRF dan XRD serta mengetahui pengaruh ukuran fraksi terhadap peningkatan kadar besi dengan proses dry low intensity drum magnetic separator. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif berbasis percobaan laboratorium. Pada percobaan ini dilakukan variasi ukuran partikel -100 mesh, -150 mesh dan -200 mesh dengan kondisi percobaan intensitas magnet 0,5 T, umpan 500 gr, kecepatan putar drum 400 rpm dan waktu pemisahan 15 menit. Hasil analisis XRD (X-Ray Diffraction) mengindikasikan sampel bijih besi tersusun oleh mineral kuarsa, geotit, magnetit dan hematit sedangkan hasil analisis XRF (X-Ray Fluorescence) menunjukkan komposisi kimia bijih besi terdiri dari Fe2O3 70,098%, SiO2 18,678%, SO3 5,504%, CaO 3,389%, MnO 1,222%, CuO 0,090% dan Cr2O3 0,019%. Proses konsentrasi menggunakan magnetic separator tipe dry-low intensity drum dengan berat umpan 500 gr pada masing-masing fraksi ukuran -100 mesh, -150 mesh dan -200 mesh menghasilkan berat konsentrat 332,5 gr, 323,1 gr dan 341,5 gr dengan berat tailing 90 gr, 125,7 gr dan 30,3 gr. Kadar Fe2O3 dalam konsentrat tiap fraksi yaitu, 82,138%, 86,116% dan 90,098% dengan perolehan masing-masing 77,992%, 79,386% dan 87,787%. Berdasarkan hasil percobaan disimpulkan bahwa semakin kecil ukuran partikel, semakin meningkatkan persentase nilai kadar dan perolehan, dimana persentase kadar Fe2O3 dan perolehan yang paling optimal didapatkan pada fraksi ukuran butir -200 mesh.
STUDI PENGARUH MEDIA PENGGERUS TERHADAP NILAI P80 PADA BIJIH KROMIT Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Jafar, Nurliah; Thamsi, Alam Budiman; Juradi, Muhammad Idris; Firdaus, F.; Bakri, Suriyanto
Jurnal Pertambangan Vol. 5 No. 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.463

Abstract

Bijih kromit merupakan salah satu bahan galian yang memiliki kekerasan tertinggi dan berpengaruh pada kemampuan tergerusnya. Semakin keras suatu mineral maka semakin sulit untuk digerus. Penggerusan merupakan proses kominusi yang menggunakan energi terbesar dan memberikan pengaruh pada karakteristik benefisiasi mineral dalam pemrosesan selanjutnya. Berhasilnya suatu proses penggerusan bergantung pada pemilihan kondisi operasi yang sesuai. Salah satu parameter operasi yang mempengaruhi kinerja penggerusan ball mill adalah media penggerusan. Oleh karena itu tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media penggerus pada proses reduksi ukuran bijih kromit yang ditinjau dari nilai P80. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu memodifikasi penggunaan media penggerus pada ball mill skala laboratorium, sehingga terdapat dua perlakuan yang berbeda pada sampel. Proses penggerusan dilakukan selama 15 menit. Pada percobaan pertama, dilakukan penggerusan menggunakan media penggerus berupa bola-bola baja dan sekat (lined). Sedangkan percobaan kedua dilakukan hanya menggunakan media penggerusan bola-bola baja, tanpa sekat (lined). Hasil percobaan tersebut menunjukkan bahwa penggerusan dengan menggunakan dua media penggerus yaitu bola-bola baja dan sekat (lined) memberikan ukuran produk yang lebih halus dengan nilai P80 yaitu 2,888 mm dibandingkan dengan penggerusan yang menggunakan satu media penggerus yaitu 4,276 mm.