Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Benefisiasi Pasir Besi Pantai Karsut Daerah Jeneponto Dengan Metode Konsentrasi Magnetic Separator Bakri, Suriyanto; Mursit, Mursalat; Juradi, Muhammad Idris; Arifin, Mubdiana
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i1.53438

Abstract

Pasir besi pada umumnya merupakan pasir besi pantai yang banyak tersebar di Indonesia khususnya di Sulawesi selatan. Pasir besi yang mengandung persentase kadar besi yang memenuhi syarat dapat langsung digunakan sebagai bahan campuran, namun berbeda halnya pasir besi yang mengandung kadar besi yang kurang. Daerah sepanjang Pantai Karsut Daerah Jeneponto terdapat pasir besi dengan persentase kandungan Fe di bawah 45%. Kandungan besi yang rendah pada pasir besi dapat ditingkatkan kadarnya dengan pemisahan antara mineral magnetik dengan mineral non magnetiknya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar dan recovery besi pada bijih besi asal Pantai Karsut Daerah Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel awal dianalisis menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF). Percobaan konsentrasi pasir besi menggunakan magnetic separator dengan variasi kecepatan putar drum yaitu pada kecepatan 200 rpm, 250 rpm, 300 rpm. Produk berupa konsentrat dilakukan analisis XRF dan dilakukan perhitungan kadar dan recovery. Hasil penelitian terhadap sampel pasir besi asal Pantai Karsut Daerah Jeneponto menggunakan magnetic separator diperoleh peningkatan kadar mineral besi oksida Fe2O3 rata-rata sebesar 8,05% untuk masing-masing variasi kecepatan putar drum. Kadar Fe2O3 meningkat seiring meningkatnya nilai kecepatan putar drum, begitupun recovery yang diperoleh. Dihasilkan kadar Fe2O3 tertinggi pada kecepatan 300 rpm dengan recovery 80,88%.
Study of Coal Ash Content Separation in Mallawa Area using The Dense Medium Separation Method Arifin, Mubdiana; Bakri, Suriyanto; Juradi, Muhammad Idris; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Zulkarnaen, Dina
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 5, No 2 (February 2025)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v5i2.14029

Abstract

Coal remains a major energy source globally, particularly for power generation and industries like iron, steel, chemicals, and cement. Indonesia's coal reserves are widespread, spanning regions such as Aceh, South Sumatra, East Kalimantan, and South Kalimantan. The Mallawa Formation in South Sulawesi also has coal, but it is of low quality due to high ash content, which lowers the calorific value and increases environmental pollution. Therefore, beneficiation is necessary to reduce ash content. The Dense Medium Separation method effectively separates coal from impurity minerals based on density. This study aims to evaluate ash reduction and separation yield across various coal fraction sizes. The coal washing process was conducted on fractions -60+80, -80+100, -100+150, and -150+200 mesh, using a perchloroethylene solution with a density of 1.6 g/ml as the separation medium. Initial coal sample analyses included proximate, calorific value, total sulfur, and mineral matter. Results showed Mallawa coal has 2.94% moisture, 40.60% volatile matter, 47.39% fixed carbon, 9.07% ash, 2.41% total sulfur, and 7053 kcal/kg calorific value, containing quartz, pyrite, calcite, and chlorite minerals. The DMS process on the -150+200 mesh fraction gave the best outcomes, with 50.39% ash elimination and 30.7% yield, making it the optimum size for ash separation in Mallawa coal.
STUDI PEMISAHAN SiO2 PADA PASIR SILIKA MENGGUNAKAN SHAKING TABLE Bakri, Suriyanto; Abdullah, Muh. Agung; Juradi, Muhammad Idris; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jipl.v3i2.34225

Abstract

Indonesia memiliki potensial sumber daya alam bahan baku pembuatan silika murni yaitu pasir kuarsa yang telah banyak dimanfaatkan dalam dunia industri. Di daerah Sidenreng Rappang terdapat pasir silika persentase kadar mineral diperoleh SiO2 sebesar 69,14%, sehingga perlu ditingkatkan kadarnya agar bisa maksimal pemanfaatannya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh kemiringan deck shaking table terhadap kadar dan recovery. Variasi kemiringan deck yaitu 30, 50,80, dan 100. Tahapan pengambilan data penelitian dibagi menjadi empat tahapan yaitu tahap preparasi sampel pasir silika asal Sidenreng Rappang, tahap konsentrasi dengan shaking table, tahap analisis sampel dengan X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF) dan tahap perhitungan kadar dan recovery. Analisis sampel awal menggunakan XRD diperoleh kandungan mineral yang didominasi oleh mineral kuarsa, disusul oleh mineral microline dan kalsit sedangkan XRF diperoleh persentase SiO2 sebesar 88,94%, KAlSi3O8 sebesar 8,45% dan CaCO3 sebesar 2,61%. Setelah melakukan percobaan pemisahan SiO2 menggunakan shaking table dengan variasi kemiringan deck, maka dapat disimpulkan bahwa besarnya kemiringan deck tidak mempengaruhi besarnya recovery yang dihasilkan. Recovery optimum pemisahan SiO2 berada pada kemiringan deck 30 dengan nilai recovery 60,21% dan kadar 92,24%.
Study of The Effect of Leaching Time of Manganese Ore from Pujananting District, Barru Regency Using The Hydrometallurgical Method Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Muhammad Fajrul; Muhammad Idris Juradi; Mubdiana Arifin; Suriyanto Bakri
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v10i1.1584

Abstract

In the mining industry, increasing the content of valuable minerals in the ore levels needs to be done to add economic value. One of the methods to increase copper ore levels is leaching using a sulfuric acid solution. The purpose of this study is to determine the effect of leaching time variations on manganese gain. Lysis was carried out using a sulfuric acid solution of 30 ml per leach, a sample weight of 20 gr for each leach, a grain size of -150 mesh, a stirring speed of 200 rpm with variations in leaching time of 90 minutes, 120 minutes, 150 minutes, 180 minutes. The filtrate results from the leachate were then analyzed using the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results of this study obtained the dissolved Mn at a 90-minute runtime of 14.4045902%, at a 120-minute runtime of 14.4221077%, at a 150-minute runoff time of 14.4173441% and at a 180-minute runoff time of 14.4244638%. Based on the results of the study, the optimal time was obtained the highest dissolved Mn is at 180 minutes of leaching.
Pengaruh Ukuran Butir terhadap Recovery MnO pada Pemisahan Bijih Mangan Oksida Menggunakan Magnetic Separator Bakri, Suriyanto; Juradi, Muhammad Idris; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Furkani, Dian
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.7562

Abstract

Abstract. Indonesia has considerable manganese ore reserves, particularly in South Sulawesi, such as in Barru and Bone Regencies. However, most of these manganese ores still contain many impurities and have relatively low MnO content. Various beneficiation methods have been studied in recent years. This study aims to examine the effectiveness of separating manganese oxide ore using a magnetic separator with varying particle sizes. This study aims to evaluate the effect of particle size variation on the separation of manganese oxide (MnO) ore from the Ponre area, using a magnetic separator method with a primary focus on determining the MnO mineral content and recovery in each particle size fraction after the magnetic separation process. The research method used manganese ore samples that had been dried and crushed using a jaw crusher and roll crusher. The samples were then ground using a ball mill to obtain the appropriate particle size fractions. For separation purposes, the samples were classified into several size fractions: +80 mesh; -80 +100 mesh; -100 +150 mesh and -150+200 mesh. The results of manganese oxide (MnO) ore separation show that finer particle sizes do not increase MnO mineral content, nor do they increase recovery rates. Optimum recovery is achieved with MnO mineral content of 49.78% and only a 3.09% increase in MnO content for particle sizes of -100+150 mesh. Abstrak. Indonesia memiliki cadangan bijih mangan yang cukup besar, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Barru dan Kabupaten Bone. Namun demikian, sebagian besar bijih mangan tersebut masih mengandung banyak mineral pengotor, serta memiliki kadar MnO yang relatif rendah. Berbagai metode benefisiasi telah dikaji dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji efektivitas pemisahan bijih mangan oksida menggunakan magnetic separator dengan variasi ukuran butir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi ukuran butir terhadap hasil pemisahan bijih mangan oksida (MnO) asal daerah Ponre, menggunakan metode magnetic separator dengan fokus utama untuk mengetahui kadar dan recovery mineral MnO pada setiap ukuran fraksi partikel setelah proses pemisahan magnetik. Metode penelitian menggunakan sampel bijih mangan yang telah kering dihancurkan menggunakan jaw crusher dan roll crusher. Selanjutnya digerus menggunakan ball mill hingga diperoleh fraksi ukuran partikel yang sesuai. Untuk keperluan pemisahan, sampel diklasifikasikan menjadi beberapa fraksi ukuran: +80 mesh; -80 +100 mesh; -100 +150 mesh dan -150+200 mesh. Hasil pemisahan bijih mangan oksida (MnO) menunjukkan bahwa ukuran fraksi partikel yang semakin halus tidak memberikan kadar mineral MnO semakin meningkat dan begitupun juga dengan recovery yang didapatkan. Recovery optimum diperoleh kadar mineral MnO sebesar 49,78% dengan hanya diperoleh peningkatan kadar MnO sebesar 3,09% pada ukuran fraksi partikel -100+150 mesh.
Benefisiasi Pasir Besi Pantai Karsut Daerah Jeneponto Dengan Metode Konsentrasi Magnetic Separator Bakri, Suriyanto; Mursit, Mursalat; Juradi, Muhammad Idris; Arifin, Mubdiana
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i1.53438

Abstract

Pasir besi pada umumnya merupakan pasir besi pantai yang banyak tersebar di Indonesia khususnya di Sulawesi selatan. Pasir besi yang mengandung persentase kadar besi yang memenuhi syarat dapat langsung digunakan sebagai bahan campuran, namun berbeda halnya pasir besi yang mengandung kadar besi yang kurang. Daerah sepanjang Pantai Karsut Daerah Jeneponto terdapat pasir besi dengan persentase kandungan Fe di bawah 45%. Kandungan besi yang rendah pada pasir besi dapat ditingkatkan kadarnya dengan pemisahan antara mineral magnetic dengan mineral non magnetiknya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar dan recovery besi pada bijih besi asal Pantai Karsut Daerah Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel awal dianalisis menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF). Percobaan konsentrasi pasir besi menggunakan magnetic separator dengan variasi kecepatan putar drum yaitu pada kecepatan 200 rpm, 250 rpm, 300 rpm. Produk berupa konsentrat dilakukan analisis XRF dan dilakukan perhitungan kadar dan recovery. Hasil penelitian terhadap sampel pasir besi asal Pantai Karsut Daerah Jeneponto menggunakan magnetic separator diperoleh peningkatan kadar mineral besi oksida Fe2O3 rata-rata sebesar 8,05% untuk masing-masing variasi kecepatan putar drum. Kadar Fe2O3 meningkat seiring meningkatnya nilai kecepatan putar drum, begitupun recovery yang diperoleh. Dihasilkan kadar Fe2O3 tertinggi pada kecepatan 300 rpm dengan recovery 80,88%.