Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hambatan Kapasitas dan Institusional UMKM Lokal dalam Integrasi ke Rantai Pasok Ritel Modern: Studi kasus Indomaret Cabang Klaten Rio Setiawan; Albert Gamot Malau
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.18491

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, terutama sebagai penyerap tenaga kerja dan penyedia berbagai kebutuhan konsumsi masyarakat. Meskipun demikian, keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok ritel modern masih menghadapi berbagai tantangan yang menghambat perluasan akses pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang dihadapi UMKM lokal dalam menjalin kemitraan dengan ritel modern, khususnya Indomaret Cabang Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pelaku UMKM, manajemen ritel, serta instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama yang dihadapi UMKM meliputi keterbatasan kapasitas produksi, ketidakkonsistenan standar kualitas produk, rendahnya kemampuan manajerial, keterbatasan pemanfaatan teknologi informasi, serta kurangnya pemahaman terhadap prosedur administrasi dan persyaratan regulasi ritel modern. Selain itu, faktor institusional seperti terbatasnya akses pembiayaan, lemahnya dukungan pemerintah daerah, dan minimnya pendampingan usaha turut memperlambat proses integrasi UMKM ke dalam rantai pasok ritel modern. Temuan penelitian menegaskan bahwa peningkatan daya saing UMKM tidak hanya memerlukan penguatan kapasitas internal usaha, tetapi juga dukungan ekosistem yang kondusif melalui kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan sektor ritel. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami tantangan integrasi UMKM ke pasar modern sekaligus menjadi dasar bagi perumusan strategi pengembangan kemitraan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Clustering dengan Menggunakan K-Means untuk Analisa Dampak Banjir Sigit Supriyadi; Albert Gamot Malau
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i9.6998

Abstract

Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak signifikan pada infrastruktur, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Analisis pola dampak banjir diperlukan untuk mendukung perencanaan mitigasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan wilayah terdampak banjir berdasarkan tingkat dampaknya menggunakan algoritma K-Means Clustering. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2019–2024. Sebanyak 150 kejadian banjir dianalisis berdasarkan lima variabel: kedalaman banjir, lama genangan, jumlah korban, kerusakan infrastruktur, dan kerugian ekonomi. Data diproses menggunakan algoritma K-Means untuk membentuk klaster dampak banjir. Analisis berhasil mengidentifikasi tiga klaster utama, yaitu dampak rendah (62 kejadian), dampak sedang (54 kejadian), dan dampak tinggi (34 kejadian). Klaster dampak tinggi ditandai dengan kedalaman banjir rata-rata 150 cm, lama genangan 6,5 hari, dan kerugian ekonomi rata-rata Rp 25 miliar. Kedalaman banjir dan lama genangan terbukti menjadi variabel paling dominan dalam menentukan tingkat dampak. K-Means Clustering efektif untuk memetakan tingkat dampak banjir secara multidimensi. Hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan mitigasi yang tepat sasaran, khususnya dalam mengalokasikan sumber daya untuk wilayah dengan kategori dampak tinggi. Implikasinya, pendekatan ini dapat meningkatkan efektivitas penanggulangan banjir dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
ANALISIS HUBUNGAN KONSUMSI LISTRIK DAN PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN DI WILAYAH KABUPATEN KENDAL PROVINSI JAWA TENGAH Moch Hasan Basri; Albert Gamot Malau
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/rve3qr74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana konsumsi listrik berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Kendal. Penelitian dilakukan dengan 4 tahapan analisis yaitu analisis pertumbuhan ekonomi, analisis hubungan dengan korelasi Pearson, analisis regresi linear sederhana, dan yang terakhir melakukan uji statistik. Pendekatan kuantitatif digunakan sebagai metode dengan data sekunder yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik selama enam tahun yaitu periode 2019-2024 untuk mengetahui konsumsi listrik berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kendal Jawa Tengah. Hasil analisis menunjukkan pemakain listrik memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan ekonomi sangat kuat dan positif, terlihat dari nilai korelasi 0,876 yang berada pada kategori sangat kuat, sehingga peningkatan konsumsi listrik cenderung diikuti oleh naiknya pertumbuhan ekonomi. Persamaan regresi linear juga memperlihatkan bahwa setiap tambahan konsumsi listrik sebesar 1 GWh dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,13457%. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 76,7% menunjukkan bahwa sebagian besar variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh perubahan konsumsi listrik. Uji t mengonfirmasi bahwa konsumsi listrik berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan uji F menunjukkan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan dan layak digunakan untuk menggambarkan hubungan antara kedua di Kabupaten Kendal. Penelitian lanjutan disarankan untuk menambah variabel lain seperti jumlah penduduk, investasi, tingkat pendidikan, dan infrastruktur, guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Analisis Disparitas Ekonomi di Jawa Timur pada Masa Pandemi dan Pascapandemi Covid-19 Tahun 2020-2025 Sasy Kirana Prabowo; Albert Gamot Malau
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat disparitas ekonomi antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur selama periode pandemi dan pascapandemi COVID-19 tahun 2020–2025. Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan tingkat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi antarwilayah yang berpotensi menimbulkan kesenjangan kesejahteraan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi lembaga statistik dan instansi terkait. Objek penelitian mencakup 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Analisis dilakukan menggunakan Indeks Williamson untuk mengukur tingkat disparitas ekonomi antarwilayah serta Tipologi Klassen untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan dan tingkat pendapatan daerah berdasarkan klasifikasi kuadran pembangunan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat disparitas ekonomi antar kabupaten/kota di Jawa Timur tergolong sangat tinggi dan cenderung meningkat selama periode pengamatan. Nilai Indeks Williamson tercatat sebesar 0,97 pada tahun 2020 dan terus meningkat hingga mencapai 1,0 pada tahun 2024 dan 2025. Kondisi tersebut mengindikasikan semakin lebarnya kesenjangan ekonomi antarwilayah pada masa pemulihan pascapandemi. Berdasarkan hasil analisis Tipologi Klassen, pada masa pandemi sebagian besar wilayah, yaitu 25 kabupaten/kota, berada dalam kategori daerah relatif tertinggal (Kuadran IV). Memasuki periode pascapandemi terjadi perubahan struktur pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya jumlah daerah maju dan cepat tumbuh (Kuadran I) menjadi 7 kabupaten/kota. Meskipun demikian, wilayah relatif tertinggal masih mendominasi dengan jumlah 17 kabupaten/kota. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak pandemi COVID-19 tidak hanya menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperlebar disparitas antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, merata, dan berorientasi pada pengurangan kesenjangan ekonomi antardaerah di Provinsi Jawa Timur.
Hambatan Kapasitas dan Institusional UMKM Lokal dalam Integrasi ke Rantai Pasok Ritel Modern: Studi kasus Indomaret cabang Klaten Rio Setiawan; Albert Gamot Malau
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.17969

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan penyediaan produk konsumsi masyarakat. Namun, integrasi UMKM lokal ke dalam rantai pasok ritel modern masih menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek kapasitas usaha maupun institusional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang dihadapi UMKM lokal dalam menjalin kemitraan dengan ritel modern, khususnya Indomaret Cabang Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM, pihak manajemen ritel, serta instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama UMKM meliputi keterbatasan kapasitas produksi, standar kualitas produk yang belum konsisten, rendahnya kemampuan manajerial, keterbatasan akses teknologi informasi, serta minimnya pemahaman terhadap prosedur administrasi dan regulasi ritel modern. Selain itu, faktor institusional seperti lemahnya dukungan pemerintah daerah, keterbatasan akses pembiayaan, dan kurangnya pendampingan usaha turut memperlambat integrasi UMKM ke rantai pasok modern. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas usaha, digitalisasi manajemen rantai pasok, serta kolaborasi multipihak guna meningkatkan daya saing UMKM lokal di pasar ritel modern.
CONDITIONS OF CAPTURE FISHERIES IN THE COASTAL AREA OF BATAM ISLAND KEPULAUAN RIAU PROVINCE Angga Sucitra Hendrayana; T. Ersti Yulika Sari; Albert Gamot Malau; Arthur Brown; Donwill Panggabean; Rauzatul Nazzla
Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i1.1375

Abstract

The coastal area of Batam Island have a fairly high potential for capture fisheries and contribute to the community's economy, especially in coastal areas. Capture fisheries businesses must pay attention to economic and ecological sustainability. The purpose of this study is to analyze the sustainability of the capture fisheries business on Batam Island based on bio-economic aspects in order to provide an overview of fisheries business management. The analysis was carried out descriptively through the Gordon-Schaefer model approach with the Gordon logistics growth function. The analysis was carried out on three management conditions, namely Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), and Open Access Equilibrium (OAE). The results of the study show that the optimal utilization of capture fisheries in the coastal area of Batam Island is around 7,823 units of fishing vessels every year. The production of catch in the Maximum Sustainable Yield condition is around 36,982 tons, in the the Maximum Economic Yield condition is around 36,977 tons, while in the Open Access Equilibrium condition is only around 1,646 tons.