Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid 19 Pada Perawat Di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar Mahadjani, Febryani; Suarnianti; Restika BN, Indah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 3 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid 19 Pada Perawat Di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan menggunakan metode analitik korelasional. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel yang di dapatkan sebanyak 68 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner self justification. Pengukuran enactment menggunakan kuesioner information seeking, obtaining remedies dan taking action. Analisis data menggunakan SPSS 25 dengan uji statistik Chi-Square di dapatkan terdapat Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan (Information Seeking) dengan nilai p= 0.010. Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan (Obtaining Remedies) dengan nilai p= 0.024. Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan (Taking Action) dengan nilai p= 0.023 Hal ini berarti bahwa adanya Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid 19 Pada Perawat Di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar
PENGARUH SELF COMMITMENT DAN LABELLING TERHADAP TINDAKAN PENGURANGAN RISIKO PENULARAN COVID-19 PADA PERAWAT Karlina, Ninis; Suarnianti, Suarnianti; Khalid, Nur
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v17i2.1029

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang paling sering kontak atau terlibat secara langsung dengan pasien selama 24 jam sehingga memiliki risiko tertular Covid-19. Perawat perlu menguatkan persepsi atau pengakuan dalam dirinya (labelling) untuk memunculkan self commitment atau komitmen tinggi dari awal sehingga dapat menerapkan keputusan atau tindakan yang baik terhadap tindakan pengurangan risiko penularan penyakit khususnya di Rumah Sakit. Jenis Penelitian ini menggunakan Desain penelitan Cross-Sectional dengan teknik Non-Probability Sampling dan dihitung menggunakan rumus Slovin, sehingga didapatkan 136 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan dan kemudian data yang dikumpul diolah dengan munggunakan master tabel. Dari hasil uji Chi Square mengenai self commitment terhadap tindakan pengurangan risiko penularan (Information Seeking, Obtaining Remedies dan Taking Action) adalah p<0,05, Sedangkan dari hasil uji Chi-Square labelling terhadap tindakan pengurangan risiko penularan (Information Seeking, Obtaining Remedies dan Taking Action) adalah p<0,05. Kesimpulan ada Pengaruh Self Commitment dan Labelling Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Pada Perawat di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin.
Hubungan Treatment Seeking Behavior Dengan Quality Of Life Penderita Tuberculosis Paru Andani Mone, Ketrin Revita; Suarnianti, Suarnianti; Fajriansi, Andi
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i1.1358

Abstract

Tuberculosis paru masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia karena terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pasien Tuberculosis paru menderita bukan hanya karena gejala penyakit, tetapi juga karena penurunan kualitas hidup (quality of life) secara umum. Salah satu langkah yang baik dilakukan untuk dalam meningkatkan taraf kualitas hidup dengan memperbaiki perilaku pencarian pengobatan (treatment seeking behavior). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan treatment seeking behavior dengan quality of life penderita Tuberculosis Paru pada Masyarakat NTT di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kupang Nusa Tenggara timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 89 penderita TB paru yang Berdomisili di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki treatment seeking behavior baik berjumlah 46 responden, dimana terdapat 40,4% memiliki quality of life yang baik dan 11,2% memiliki quality of life yang kurang, sedangkan responden yang memiliki treatment seeking behavior kurang berjumlah 43 responden, dimana terdapat 22,5% memiliki quality of life yang baik dan 25,8% memiliki quality of life yang kurang. Hasil uji statistik dengan Chi-square diperoleh nilai ρ=0,02. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang cukup signifikan antara treatment seeking behavior dengan quality of life penderita Tuberculosis paru pada Masyarakat NTT di wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kupang Nusa Tenggara Timur.
ANALISIS BEHAVIOR BASED SAFETY PERAWAT BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN DI RSUD KOTA MAKASSAR Abdillah; Suarnianti; Hasriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 1 No 1 (1): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v1i1.492

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu hal yang paling penting karena merupakan faktor yang berhubungan dengan kesehatan dari pekerja itu sendiri. Kejadian kecelakaan sering dialami oleh petugas kesehatan sehingga menimbulkan luka ataupun cedera. Hal ini disebabkan karena kegiatan rumah sakit yang memiliki risiko bahaya yang cukup tinggi. Perawat merupakan salah satu pekerja yang rentan dengan cedera tertusuk jarum dan benda tajam medis lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Behavior Based Safety Perawat dengan Tingkat Pendidikan di RSUD Kota Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang bekerja di ruangan interna, bedah, kelas I dan VIP sebanyak 66 responden. Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling dengan jumlah responden 57 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi program microsoft excel dan program statistic (SPSS) versi 22. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji statistik Chi Square (p<0,05) untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini tidak ada hubungan antara Behavior Based Safety Perawat dengan Tingkat Pendidikan.
PENGARUH INTERVENSI TEKNIK BATUK EFEKTIF DENGAN PENGELUARAN SPUTUM PADA PASIEN TUBERKULOSIS Maulana, Ahmad; Azniah; Suarnianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 1 No 1 (1): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v1i1.498

Abstract

Tuberculosis Paru merupakan penyakit radang parenkim paru karena infeksi kuman Mycobakterium Tuberculosis. Batuk merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada pasien tuberkulosis. Batuk efektif dapat membantu pasien mengoptimalisasi pengeluaran dahak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik batuk efektif terhadap pengeluaran sputum pada pasien tuberculosis paru. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental) dengan rancangan penelitian pra-test dan post-test dengan pemelihan. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Analisis data menggunakan uji Paired Sampel T-test (p > 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pemberian terapi batuk efektif terhadap pengeluaran sputum  didapatkan dari 15 responden terdapat 12 responden yang dapat mengeluarkan sputum secara efektif menggunakan uji paired T-test diperoleh nilai p=0.001. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa sebelum diberikan intervensi teknik batuk efektif pada kelompok perlakuan seluruh responden tidak dapat mengeluarkan sputum secara efektif, dan setelah diberikan intervensi teknik batuk efektif sebagian besar responden menunjukkan perubahan yaitu sebanyak 12 (80%) responden dapat mengeluarkan sputum secara efektif, berbeda dengan kelompok control yang tidak menghasilkan perubahan dalam pengeluaran sputum.
Pengaruh Self-Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan COVID-19 pada Perawat Di Rumah Sakit Pelamonia Makassar FARILA, RILA; Suarnianti; Fajriansi, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 1 No 6 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v1i6.676

Abstract

Latar Belakang Desember tahun 2019, muncul penyakit baru yang kemudian dikenal dengan nama COVID-19. COVID-19 pertama kali diidentifikasi di pasar Wuhan, China lalu menyebar ke berbagai dunia dan tanggal 30 Januari 2020 WHO, mengumumkan keadaan darurat kesehatan global. Perawat adalah tim kekuatan sentral untuk mencegah dan merespon pandemi apapun, termasuk COVID-19. Sehingga perawat harus mampu meningkatkan Self-Justification nya baik yang berasal dari dalam diri maupun dari luar dirinya, agar perawat mampu melakukan tindakan untuk mengurangi risiko penularan COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Self- Justification terhadap tindakan pengurangan risiko penularan COVID-19 pada perawat di rumah sakit Pelamonia Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan menggunakan metode analitik korelasional. Pengambilan sampel menggunakan judgement sampling, didaptkan 56 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Self-Justification, information seeking, obtaining remedies, dan taking action. Analisis data menggunakan SPSS 22 dengan uji statistik Chi Square. Hasil Penelitian terdapat Pengaruh Self-Justification Terhadap Tindakan (Information Seeking) dengan nilai p= 0,005, Obtaining Remedies p= 0,023, dan Taking Action p= 0,005. Kesimpulan terdapat Pengaruh Self-Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan COVID-19 pada Perawat Di Rumah Sakit Pelamonia Makassar.
Rahmah Wahyuni Pengaruh Labeling dan Self Commitment Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid-19 pada Perawat di RSUP Dr. Tadjuddin CHalid Makassar Wahyuni, Rahmah; Suarnianti; Khalid, Nur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v2i1.700

Abstract

COVID-19 adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang bernama SARS-CoV-2 (Servere Actu Respiratory Syndrome Coronavirus-2). Dalam penanganan Covid-19 membutuhkan Labelingi/ pelabelan diri pada perawat bahwa sangat berisiko tertular Covid-19 dan membutuhkan juga Self Commitment yang baik bagi seorang perawat dalam mencegah pengurangan risiko penularan Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Labeling dan Self Commitment terhadap tindakan pengurangan risiko penularan Covid-19 pada perawat di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Jenis Penelitian ini menggunakan Desain penelitan Cross-Sectional dengan teknik Non-Probability Sampling dan dihitung menggunakan rumus Slovin, sehingga didapatkan 100 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan dan kemudian data yang dikumpul diolah dengan munggunakan master tabel. Dari hasil uji Chi Square mengenai self commitment terhadap tindakan pengurangan risiko penularan (Information Seeking, Obtaining Remedies dan Taking Action) adalah p<0,05, Sedangkan dari hasil uji Chi-Square labelling terhadap tindakan pengurangan risiko penularan (Information Seeking, Obtaining Remedies dan Taking Action) adalah p<0,05. Kesimpulan ada Pengaruh Self Commitment dan Labelling Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Pada Perawat di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid.
Rahmaniar pengaruh self justification terhadap tindakan pengurangan risiko penularan covid 19 pada perawat di RSUP Dr. tadjuddin chalid makassar niar, rahma; Suarnianti; Khalid, Nur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v2i1.701

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berada di garis terdepan dalam penanganan, pencegahan maupun pearwatan pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Self Justificaton Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan COVID-19 Pada Perawat Di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makasssar.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pengambilan data menggunakan lembaran kuesioner dan observasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengunakan metode korelasi dengan pendekatan Cross sectional.Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 Responden. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan, disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan aplikasi SPSS 25 dengan uji Chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh self justification terhadap tindakan (information seeking) pengurangan resiko penularan covid 19 pada perawat didapatkan nilai p<α(0,019<0,05), sementara dari pengaruh Sel-justification terhadap tindakan (obtaining remedies) pengurangan resiko penularan COVID-19 pada perawat disimpulkan pengaruh self justification terhadap tindakan pengurangan resiko penularan COVID-19 pada perawat di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid.
“Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid-19 Pada Perawat Di rumah Sakit Universitas Hasanuddin Elisabeth, Nadya; Suarnianti; Anisa, Nurul Reski
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v2i2.705

Abstract

Petugas kesehatan sangat berpotensi memiliki risiko penularan penyakit jika tidak memperhatikan keselamatannya dalam bekerja. Di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin diperoleh salah satu penyakit yang sedang terjadi saat ini yaitu covid 19 yang meningkat setiap hari, sehingga petugas kesehatan yang berada pada lingkungan tersebut perlu memperhatikan risiko penularannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh self justification terhadap tindakan pengurangan risiko penularan covid-19 pada perawat di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Jenis Penelitian ini menggunakan desain penelitian rancangan kuantitatif observasional dengan menggunakan desaian penelitian Cross Sectional dengan teknik Purposive Sampling dan dihitung menggunakan rumus Slovin, sehingga didapatkan 136 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Analisa data dilakukan dengan spss. Hasil penelitian menunjukan dengan uji Chi square di dapatkan adanya pengaruh antara self justification dengan perilaku pengurangan risiko penularan covid 19 pada perawat melalui tiga tindakan pengurangan, (Information Seeking) dengan nilai p=0.000, (Obtaining Remedies) dengan nilai p=0,000, dan (Taking Action) dengan nilai p=0,001 dengan nilai a=0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa ada pengaruh antara pembenaran diri dengan perilaku pengurangan risiko penularan covid 19 pada perawat. Maka dari itu, perawat perlu menerapkan self justification untuk mencegah terjadinya risiko penularan covid 19.
pengaruh peningkatan gula darah sewaktu terhadap tingkat kecemasan pasien DM tipe 2 dimasa covid-19 di wilayah kerja puskesmas tamalanrea jaya kota makassar Heatubun, Gretzia; Wahyuni, Sri; Suarnianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v2i2.737

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Kebijakan lockdown telah mempengaruhi suplai injeksi insulin dan kurangnya dukungan tim perawatan diabetes, berkurangnya akses ke layanan kesehatan, serta kurangnya dukungan sosial ini membuat orang lebih rentan mengalami stres dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh peningkatan gula darah sewaktu terhadap tingkat kecemasan pasien DM tipe 2 dimasa covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya, 2021. Metode penelitian ini menggunakan desai penelitian Eksperimen Semu (Quasi Experiment) dengan bentuk desain yang dipakai peneliti adalah Post Test-Only Non Equivalent Control Grup. Sampel penelitian terdiri dari 39 sampel. Analisis untuk menguji hipotesis menggunakan uji Normalitas dan uji T Paired Sampel T-Test dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh peningkatan gula darah sewaktu terhadap tingkat kecemasan pasien DM tipe 2 dengan nilai signifika pengaruh peningakatan gula darah sewaktu terhadap tingkat kecemasan sebesar 0.000. Hal ini berarti H0 ditolak karena nilai signifikan <0.05 dan Ha di terima. Dengan nilai t hitung –28.476 dan nilai t tabel (df) yaitu 38. Sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh peningkatan gula darah sewaktu terhadap tingkat kecemasan pasien DM tipe 2 dimasa covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya.