Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SELF COMMITMENT DAN LABELLING TERHADAP TINDAKAN PENGURANGAN RESIKO PENULARAN COVID-19 PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PELAMONIA Jannah R.S, Raodhatul; suarnianti, suarnianti; restika, indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v1i3.744

Abstract

Virus Corona (Covid-19) adalah virus yang menyebabkan penyakit menular kesehatan. Virus yang muncul pada akhir 2019 pertama kali di Wuhan yang saat ini menyebabkan pandemic hampir di seluruh dunia. Gejala utama penyakit Covid-19 yaitu batuk, demam, dan sesak napas. Akibat virus ini berdampak besar kepada tenaga tenaga kesehatan termasuk perawat yang menangani langsung pasien covid, dimana perawat adalah individu yang dilabelling berisiko untuk tertular penyakit akibat pekerjaannya. Maka di haruskan perawat memiliki komitmen yang tinggi dan pengetahuan tentang risiko penularan covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self commitment dan labelling terhadap tindakan pengurangan risiko penularan covid-19 pada perawat di Rumah Sakit TK II Pelamonia. Metode penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional study, dengan melibatkan sampel 56 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan SPSS dan penyajian data dalam bentuk table menggunakan uji chi-square dengan kemaknaan α=0.05. Hasil penelitian ini didapatkan pada variable Commitment terhadap risiko penularan covid-19 (information seeking) diperoleh nilai p=0,005. Sedangkan, pada variabel commitment terhadap risiko penularan covid-19 (obtaining remedies) diperoleh nilai 0.001. Dan pada variabel commitment terhadap risiko penularan covid-19 (taking action) di dapatkan nilai p=0.005. Sedangkan pada variabel labelling terhadap (information seeking) diperoleh nilai p=0.002, dan variabel labelling terhadap risiko penularan covid-19 (obtaining remedies) didapatkan nilai p=0.000, dan pada variabel labelling terhadap risiko penularan covid-19 (taking action) di dapatkan nilai p= 0.002 dengan nilai Chi-Square < (p,α=0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Self Commitment dan Labelling terhadap risiko penularan covid-19 pada Perawat di Rumah Sakit TK II Pelamonia.
ASSESMENT QUALITY OF LIFE (QOL) DENGAN KETERPAPARAN COVID-19 DI PUSKESMAS PACCERAKANG EMILIA; Suarnianti, Suarnianti; Khalid, Nur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 2 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v2i3.888

Abstract

Covid-19 telah menjadi salah satu masalah kesehatan dunia yang meningkat dari beberapa bulan yang lalu. Peningkatana ini diikuti dengan berbagai masalah diantaranya quality of life. Pencegahan merupakan langkah pertama untuk memanilisir peningkatan angka kejadian Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan quality of life dengan keterpaparan covid-19 di Puskesmas Paccerakkang. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang berupa pertanyaan tentang quality of life yang dianalisis dengan chi square (p <0,05). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 responden dengan keterpaparan Covid-19 wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar dengan metode non probability sampling menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara quality of life dengan keterpaparan covid-19 (p = 0,02). Diharapakan bagi penderita covid-19 dapat meningkatkan kesadaran untuk mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat seperti, mematuhi anjuran protokol kesehatan, menjaga asupan energy yang masuk kedalam tubuh, untuk mencegah terjadinya Covid-19. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara quality of life dengan keterpaparan Covid-19 di Puskesmas Paccerakkang, dimana quality of life merupakan faktor paling dominan berhubungan dengan keterpaparan covid-19.
PENGARUH SENAM KAKI DIABETES TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DM TIPE 2 DI PUSKESMAS PACCERAKKANG Khatimah, Husnul; Mutmainna, Amriati; Suarnianti, Suarnianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 2 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v2i3.911

Abstract

Pada saat ini, banyak penderita diabetes mellitus mengutamakan penanganan dalam DM yaitu diet dan mengkonsumsi obat-obatan. Namun penanganan diet belum menjamin kestabilan kadar glukosa darah pentingnya penanganan diet diseimbangi dengan latihan fisik yang sesuai jika penderita tidak melakukan latihan fisik sepertis enam kaki maka dapat menyebabkan penumpukan glukosa dalam darah. Tujuan Penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di Wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang Makassar dengan sampel 35 orang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yaitu quasyekpremental, dengan menggunakan pendekatan pretest-posttest control group design responden diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobesrvasi kembali setelah dilaksanakan intervensi. Hasil analisis menunjukkan setelah dilakukan intervensi senam kaki dengan presentase 100% Uji satistik Wilcoxon Sign Rank Test Menunjuk kannilai p = 0,000< a = 0,05hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya dapat diartikan ada pengaruh yang signifikan senam kaki terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ada pengaruh senam kaki terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar dengan nilai sginifikan p Value= 0,000.
Hubungan Antara Self-Efficacy Dengan Nurse Anxiety Level Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar Setiawati, Diana; Fajriansi, Andi; Suarnianti, Suarnianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i4.917

Abstract

Virus COVID-19 pada tahun 2020 memberikan dampak yang luar biasa hampir pada semua bidang, salah satunya pada bidang kesehatan. Peran tenaga medis ataupun paramedis khususnya perawat sebagai garda terdepan dalam menangani kasus pandemi COVID-19 saat ini menjadi sangat penting. Hal tersebut tentu membuat perawat sebagai tenaga kesehatan memiliki beban kerja yang lebih dan akan rentan mengalami masalah psikologis berupa kecemasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan nurse anxiety level pada masa pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 74 perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki self efficacy tinggi berjumlah 69 responden, dimana terdapat 11,6% yang tidak mengalami kecemasan, 36,2% yang mengalami cemas ringan, 30,4% yang mengalami cemas sedang, dan 21,7% yang mengalami cemas berat, sedangkan responden yang memiliki self efficacy rendah berjumlah 5 responden, dimana terdapat 0,0% yang tidak mengalami kecemasan, 0,0% yang mengalami cemas ringan, 0,0% yang mengalami cemas sedang, dan 100,0% yang mengalami cemas berat. Hasil uji statistik dengan Chi-square diperoleh nilai ρ=0,002. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara self-efficacy dengan nurse anxiety level pada masa pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN NURSE ANXIETY LEVEL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT DR. TADJUDDIN CHALID MAKASSAR Setiawati, Diana; Fajriansi, Andi; Suarnianti, Suarnianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v2i3.922

Abstract

Virus COVID-19 pada tahun 2020 memberikan dampak yang luar biasa hampir pada semua bidang, salah satunya pada bidang kesehatan. Peran tenaga medis ataupun paramedis khususnya perawat sebagai garda terdepan dalam menangani kasus pandemi COVID-19 saat ini menjadi sangat penting. Hal tersebut tentu membuat perawat sebagai tenaga kesehatan memiliki beban kerja yang lebih dan akan rentan mengalami masalah psikologis berupa kecemasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan nurse anxiety level pada masa pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 74 perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki self efficacy tinggi berjumlah 69 responden, dimana terdapat 11,6% yang tidak mengalami kecemasan, 36,2% yang mengalami cemas ringan, 30,4% yang mengalami cemas sedang, dan 21,7% yang mengalami cemas berat, sedangkan responden yang memiliki self efficacy rendah berjumlah 5 responden, dimana terdapat 0,0% yang tidak mengalami kecemasan, 0,0% yang mengalami cemas ringan, 0,0% yang mengalami cemas sedang, dan 100,0% yang mengalami cemas berat. Hasil uji statistik dengan Chi-square diperoleh nilai ρ=0,002. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara self-efficacy dengan nurse anxiety level pada masa pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.
Analisis Hubungan Self Efficacy dan Behavioral Factor dengan Kejadian TB Paru di Puskesmas Tamalanrea Sudirman, Jausmira; Suarnianti, Suarnianti; A Sabil, Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 2 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v2i3.932

Abstract

Tuberkulosis (TB paru) merupakan penyakit infeksi bakteri menahun yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, suatu basil tahan asam yang ditularkan melalui udara. Tuberkulosis dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui transmisi udara (droplet dahak pasien penderita tuberkulosis). Berdasarkan data WHO, menunjukkan bahwa pada tahun 2020, diperkirakan 10 juta orang jatuh sakit tuberkulosis (TB) di seluruh dunia. Banyak faktor resiko yang mampu memicu timbulnya kejadian tuberkulosis, beberapa diantaranya adalah faktor lingkungan, agen, dan pejamu. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan self efficacy dengan kejadian TB Paru di Puskesmas Tamalanrea. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 47 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki self efficacy tinggi berjumlah 37 responden, dimana terdapat 43,2% yang mengalami suspek TB paru dan 56,8% yang mengalami TB paru BTA (+), sedangkan responden yang memiliki self efficacy rendah berjumlah 10 responden, dimana terdapat 0,0% yang mengalami suspek TB paru dan 100,0% yang mengalami TB paru BTA (+). Hasil uji statistik dengan Fisher Exact Test diperoleh nilai ρ=0,009. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan self efficacy dengan kejadian TB Paru di Puskesmas Tamalanrea.
Pengaruh Intervensi Gate Control : Massase Terhadap Intesitas Nyeri Pada Pasie OP Apendisitis di Ruang Bedah RSUD Syekh YUsuf Gowa Rismawati; Fajriansi, Andi; Suarnianti, Suarnianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v2i3.956

Abstract

Apendisitis akut merupakan kegawatdaruratan bedah abdomen yang paling sering ditemukan. Apendisitis akut merupakan peradangan pada apendiks yang timbul mendadak dan dicetuskan berbagai faktor. Diantaranya hiperplasia jaringan limfe, fekalith, tumor Apendiks dan parasit yang dapat menimbulkan penyumbatan. Sebagaimana diketahui pada pasien post op Apendisitis dapat merasakan nyeri hebat oleh karena itu perawat perlu menguasai tehnik nonfarmakologi dalam mengurangi rasa nyeri agar klien dapat merasakan nyaman selama proses penyembuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi gate control: massase terhadap intensitas nyeri pada pasien post op apendisitis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 22 pasien. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dianalisa menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai mean ± SD variabel intensitas nyeri sebelum intervensi gate control: massase yaitu 4,32 ± 0,780, sedangkan sesudah intervensi gate control: massase yaitu 3,64 ± 1,049. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Z sebesar -3,873 dan nilai ρ=0,000, demikian hipotesis alternatif diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh intervensi gate control: massase terhadap intensitas nyeri pada pasien post op apendisitis di Ruang Bedah RSUD Syekh Yusuf Gowa.
Analisis Disparitas Prevalensi Tuberculosis Paru Di Tinjau Dari Psikologikal Distress Dan Indikator Status Gizi (Body Mass Index, Lingkar Perut, Lila) Di Puskesmas Antang Kota Makassar Mutmainna, Mutmainna; Suarnianti, Suarnianti; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i3.1079

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang infeksinya dapat disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis dan sering ditemukan menyerang paru-paru namun dapat juga menyerang organ lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Disparitas Prevelensi Tuberkulosis Paru. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitaif, dengan rancangan survei yang menggunakan desain penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Antang dan Puskesmas Perumnas Antang pada tanggal 06 Juni – 8 Juli 2022.Populasi dalam penelitian ini yang didapatkan sebesar 42 pasien yang melakukan pengobatan Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Antang Kota Makassar dan 39 pasien dan 39 pasien di Puskesmas Antang Perumnas Kota Makassar.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru yang berobat di Puskesmas Antang Kota Makassar yaitu 42 pasien dan Pusksesmas Antang Perumnas yaitu 39 pasien.Pengumpulan data dengan metode ini menggunakan kuesioner.Pada hasil penelitian ini, 81 responden yang bervariasi dari tingkat tidak distress sampai distress berat. Tingkat stress dengan nilai tertinggi yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 45.7% pada distress ringan. 81 responden yang bervariasi dari kurus sampai obesitas. IMT dengan nilai tertinggi yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 55.6% responden yang mengalami Kurus atau underweight. Lingkar perut dengan nilai tertinggi yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 54.3% responden yang mengalami lingkar perut Abnormal. LiLA dengan nilai tertinggi yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 76.5 % responden yang mengalami Kurus atau underweight. Kesimpulannya Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara Tuberculosis Paru dengan tingkat psikologikal distress.
Analisis Disparitas Prevalensi Tuberculosis Paru Di Tinjau Dari Faktor Sosiodemografi nurhalisah, nurhalisah; Suarnianti, Suarnianti; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i3.1080

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian dan pembunuh utama penderita HIV di seluruh dunia, Bakteri penyebab tuberkulosis bisa hidup tahan lama di ruangan berkondisi gelap, lembab, dingin, dan tidak memiliki ventilasi yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui disparitas prevalensi tuberculosis paru, kaitannya dengan faktor sosiodemografi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, didapatkan 65 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kueioner dan lembar observasional dan dianalisis dengan T test. Hasil analisis menunjukkan disparitas yang signifikan ( p = 0.001) prevalensi TB paru ditinjau dari faktor sosiodemografi berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan, terdapat disparitas yang signifikan ( p = 0.001) Kesimpulan dalam penelitian ini adalah disparitas prevalensi tuberculosis paru, kaitannya dengan faktor sosiodemografi. Disparitas prevalensi di tinjau dari faktor sosiodemografi berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan terdapat hasil yang signifikan.
Hubungan Treatment Seeking Behavior Dengan Quality Of Life Penderita Tuberculosis Paru Pada Masyarakat Ntt Di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kupang Nusa Tenggara Timur Mone, Ketrin; Suarnianti; Fajriansi, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i1.1280

Abstract

TB paru masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia karena terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pasien TB paru menderita bukan hanya karena gejala penyakit, tetapi juga karena penurunan kualitas hidup (quality of life) secara umum. Salah satu langkah yang baik dilakukan untuk dalam meningkatkan taraf kualitas hidup dengan memperbaiki perilaku pencarian pengobatan (treatment seeking behavior). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan treatment seeking behavior dengan quality of life penderita Tuberculosis Paru pada Masyarakat NTT di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kupang Nusa Tenggara timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 89 penderita TB paru yang Berdomisili di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki treatment seeking behavior baik berjumlah 46 responden, dimana terdapat 40,4% memiliki quality of life yang baik dan 11,2% memiliki quality of life yang kurang, sedangkan responden yang memiliki treatment seeking behavior kurang berjumlah 43 responden, dimana terdapat 22,5% memiliki quality of life yang baik dan 25,8% memiliki quality of life yang kurang. Hasil uji statistik dengan Chi-square diperoleh nilai ρ=0,02. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang cukup signifikan antara treatment seeking behavior dengan quality of life penderita TB paru pada Masyarakat NTT di wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kupang Nusa Tenggara Timur Kata kunci: Treatment Seeking Behavior, Quality of Life, Tuberculosis Paru