Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar Izah, Nur Ifatul; Suarnianti, Suarnianti; Reski Anisa, Nurul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i4.1493

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, dengan menyebabkan sekitar 25% dari semua orang di dunia terinfeksi. Ada beberapa faktor seperti ketidakpatuhan penggunaan masker oleh penderita saat berada di rumah, tidak menutup mulut saat batuk atau bersin, serta membuang dahak sembarangan. Tujuan Untuk mengetahui determinan perilaku pencarian pengobatan pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar. Metode jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil Berdasarkan hasil uji statistic dengan chi-square di peroleh nilai information seeking dengan perilaku pencarian pengobatan p 0,001 maka Ha di terima, nilai Dukungan Keluarga dengan perilaku pencarian pengobatan p 0,004 maka Ha di terima, nilai Persepsi Penyakit dengan perilaku pencarian pengobatan p 0,003 maka Ha di terima. Kesimpulan, ada hubungan antara information seeking, Dukungan Keluarga, Persepsi Penyakit dengan perilaku pencarian pengobatan pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar.
Determinan Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Penderita Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Raya Khoirunnisa, Hana; Suarnianti; Fauzia, Liza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i1.1502

Abstract

Perilaku pencarian pengobatan merupakan salah satu usaha seseorang dalam mengatasi masalah penyakitnya. Pengobatan yang dilakukan penderita TB belum memenuhi target, dimana ada beberapa faktor yang menyebabkan perilaku pencarian pengobatan penderita TB. Pertama, penderita TB perlu mencari informasi tentang penyakitnya (information seeking) untuk memudahkan dalam mencari pengobatan. Kedua, penderita TB perlu memahami dengan betul akan penyakit yang dialaminya. Dan yang ketiga, dukungan keluarga juga perlu pada penderita TB untuk meningkatkan motivasi dalam melakukan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan information seeking, persepsi penyakit, dan dukungan keluarga terhadap perilaku pencarian pengobatan pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas sudiang raya. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross-Sectional dengan teknik Probability Sampling. Populasi penderita TB Paru berjumlah 111 di puskesmas sudiang raya, kemudian dihitung menggunakan rumus slovin dan didapatkan 87 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan dan kemudian diolah menggunakan master tabel. Dari hasil uji Chi Square mengenai Information seeking dengan perilaku pencarian pengobatan adalah p= 0,000<0,05, persepsi penyakit dengan perilaku pencarian pengobatan adalah p=0,000<0,05, dan dukungan keluarga dengan perilaku pencarian pengobatan adalah p=0,000<0,05. Kesimpulan ada hubungan Information seeking, persepsi penyakit, dan dukungan keluarga dengan perilaku pencarian pengobatan pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Raya.
Determinan Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Penderita TB Paru Di Puskesmas Mamajang Kota Makassar Dewi, Ajidaradewi; Suarnianti, Suarnianti; Sari Wijayaningsi, Kartika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i4.1530

Abstract

Tuberkulosis Paru (TB Paru), disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, adalah penyakit menular yang terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan global. Dengan lebih dari 10 juta kasus baru setiap tahunnya, TB Paru menyebabkan lebih dari 1,6 juta kematian, terutama di negara-negara berkembang.Upaya global untuk memerangi TB Paru telah menyelamatkan jutaan nyawa, tetapi tantangan tetap ada, termasuk di Indonesia yang melaporkan lebih dari 969.000 kasus pada tahun 2021. Untuk mencapai eliminasi TB Paru pada tahun 2030, peran pemerintah, profesional medis, dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kepatuhan pengobatan sangat krusial.Tujuan dalam penelitian ini Untuk mengetahui Determinan perilaku pencarian informasi, dukungan keluarga, presepsi penyakit berpengaru terhadap pencarian pengobatan tuberkolosis paru di Puskesmas Mamajang Kota Makassar. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanaakan di di Puskesmas Mamajang Kota Makassar dengan jumlah populasi 50 responden dan jumlah sampel menggunakan teknik random sampling, didapatkan 42 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kueioner dan lembar observasional dan dianalisis dengan Uji Chi-Square Test Analisis. Hasil berdasarkan analisis determinan perilaku Pencarian Pengobatan Pada Penderita Tb Paru Variabel Information Seeking terhadap  Treatment Seeking Behavior  menunjukkan Nilai p-value yang dihasilkan dari analisis statistik adalah 0,002, pada persepsi penyakit Nilai p-value yang dihasilkan dari analisis statistik adalah 0,000, dan pada dukungan keluarga analisis statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Perilaku pencarian pengobatan, kaitannya dengan faktor information seeking, persepsi penyaki dan dukungan keluarga terdapat hasil yang signifikan.
Hubungan Peran Kelompok Teman Sebaya Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja Di SMA Negeri 21 Makassar Tiara Ramadani; Suarnianti, Suarnianti; Fajriansih, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i4.1565

Abstract

Kelompok teman sebaya memainkan peran penting dalam memungkinkan remaja mengekspresikan ide, perasaan, dan kemampuan memecahkan masalah mereka. Pengaruh kelompok teman sebaya dapat menimbulkan perilaku bullying karena adanya ketertarikan dari kelompok teman sebaya, karena individu dapat merasakan adanya kesamaan dengan anggota kelompok yang melakukan intimidasi. Besar kecilnya dukungan dari kelompok teman sebaya dapat diamati dan dirasakan berdasarkan dukungan yang diterima ketika bullying terjadi Penelitian  ini  untuk mengetahui hubungan peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja di SMA Negeri 21 Makassar. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 21 Makassar. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental, yaitu peneliti ingin melihat adakah pengaruh antara peran kelompok teman sebaya dan perilaku bullying pada remaja. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi responden di SMA Negeri 21 Makassar sebanyak 1241 orang. Responden terdiri dari 92 orang dengan teknik pengambilan dengan cara random sampling. Pengumpulan penelitian ini menggunakan data kuesioner. Hasil Penelitian uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan nilai (ρ = 0,000) yang berarti Ha di terima atau ada pengaruh yang signifikan antara peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja di SMA Negeri 21 Makassar. Kesimpulan Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja di SMA Negeri 21 Makassar
Hubungan Pengetahuan Tentang Menstruasi Dengan Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi SD Negeri Sipala I Makassar Sudirman, Jumruspita; Suarnianti, Suarnianti; Fajriansi, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i4.1572

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama sering kali dimulai antara usia 10 hingga 16 tahun. Usia remaja pertama kali menstruasi tidak semua sama, beberapa dimulai pada usia 8 tahun sementara yang lain berusia 12 tahun. Kurangnya pengetahuan merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi remaja pada saat menarche, sehingga remaja putri tidak siap menghadapi menarche akan muncul reaksi negatif seperti kecemasan, kesedihan, kebingungan, ketakutan, merasa terkekang dalam beraktivitas dan menganggap menarche sebagai beban dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi di SD Negeri Sipala I Makassar. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 siswi perempuan kelas 4, 5 dan 6 yang belum mengalami menarche dengan teknik sampling menggunakan total sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi-square test (p < 0,05). Hasil penelitian diperoleh dari 56 sampel, siswi yang pengetahuan tentang menstruasi kurang cenderung memiliki kesiapan menghadapi menarche yang tidak siap sebanyak 31 responden. Hasil uji chi-square test menunjukkan ρ- value 0,000 <0,05. Kesimpulan ada hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi di SD Negeri Sipala I Makassar. Semakin banyak remaja putri memahami dan memiliki pengetahuan tentang menstruasi maka semakin siap menghadapi menarche, begitupun sebaliknya semakin kurangnya pengetahuan maka semakin tidak siap dalam menghadapi menarche.
Hubungan Antara Aktivitas Fisik, Pola Makan, Dan Status Gizi Dengan Kejadian Premenstrual Syndrom Pada Remaja Putri Di SMAS Kristen Elim Makassar Adhar, Siti Khadijah; Suarnianti, Suarnianti; Fajriansi, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i4.1573

Abstract

Premenstrual syndrom adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, emosional yang dialami banyak wanita setelah ovulasi dan sebelum dimulainya periode atau dapat dikatakan premenstrual syndrom adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan dengan siklus menstruasi wanita. Menstruasi merupakan peristiwa penting yang terjadi pada remaja putri pada masa pubertas sebagai penanda biologis. Menstruasi biasanya terjadi pada usia 12-15 tahun dan akan berhenti pada usia 40-50 tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian premenstrual syndrom antara lain faktor hormon, kimiawi, psikologi, genetik, makanan, gaya hidup, usia menarche, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, pola makan, dan status gizi dengan kejadian premenstrual syndrom. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 120 siswi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan dianalisa menggunakan uji spearman’s rho. Hasil uji spearman’s rho menunjukkan nilai sig = 0,037 untuk variabel aktivitas fisik, nilai sig = 0,029 untuk variabel pola makan, dan nilai sig = 0,042 untuk variabel status gizi karena nilai signifikansi ketiga variabel tersebut < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan dari penelitian ini terdapat hubungan antara aktivitas fisik, pola makan, dan status gizi dengan kejadian premenstrual syndrom pada remaja putri di smas kristen elim makassar.
Hubungan Gaya Hidup Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja UPT Blud Puskesmas Bajoe Kab.Bone Mustika, Mustika; Suarnianti, Suarnianti; Fajriansih, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i4.1574

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pancreas tidak mampu lagi memproduksi insulin atau ketika tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang dihasilkannya. Ketidakmampuan penderita diabetes dalam memperbaiki gaya hidup dapat mempengaruhi kualitas hidup dari segi kesehatan fisik, kesejahtraan psikologis, hubungan sosial, dan hubungan lingkugan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan gaya hidup dengan kualitas hidup pada penderita Diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Bajoe Kab. Bone.  Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dan Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Probability Sampling dengan menggunakan simple random sampling, jumlah populasi 400 orang dan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada Hubungan Gaya Hidup Dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan nilai ρ=0,001. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Ada Hubungan Gaya Hidup Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Bajoe Kabupaten Bone.
Pengaruh Pengaruh Self Management Dan Sedentary Life Style Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Kota Makassar Sa'pang Paembonan, Angeline Priscyllia; Suarnianti, Suarnianti; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 5 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i5.1620

Abstract

Menurut World Health Organization, hipertensi merupakan penyakit yang menimbulkan kesakitan dan kematian diseluruh dunia. Hipertensi sering mengakibatkan keadaan yang berbahaya karena keberadaannya yang sering kali tidak disadari dan kerap tidak menimbulkan keluhan yang berarti, sampai suatu waktu terjadi komplikasi jantung, otak, ginjal, mata, pembuluh darah, atau organ-organ vital lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh self management dan sedentary life style terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Kota Makassar. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Antang, poluasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi yang berada diwilayah kerja Puskesmas Antang dengan jumlah sampel sebanyak 74 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji dengan uji Chi-Square pengaruh self management terhadap tekanan darah pasien hipertensi 0,003 < 0,05 dan pengaruh sedentary life-style terhadap tekanan darah pasien hipertensi 0,004 < 0,05. Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat pengaruh self management dan sedentary life style terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Kota Makassar.
Hubungan Kulitas Tidur Dengan Kadar Glukosa Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya Jumrana, Jumrana; Suarnianti, Suarnianti; Reski Anisa, Nurul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 5 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i5.1624

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolime kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Kuantitatif dengan rancangan melalui pendekatan Cross Secsational study. Penelitian dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar Populasi sebanyak 112 dengan Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 responden yang dipilih berdasarkan teknik pengambilan menggunakan. Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan lembar observasi dan dianalisi menggunakan uji Chis-quare diperoleh nilai p=0,0001. Kesimpulan hasil penelitian menujukkan terdapat hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya kota Makassar.
Hubungan Jenis Makanan Dan Frekuensi Makan Dengan Kejadian Gastritris Pada Siswa Siswi SMA Negeri 23 Makassar Panggalo, Trivena Nova; Suarnianti, Suarnianti; Fajriansih, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 5 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v5i3.1920

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan pada sistem pencernaan khususnya pada lambung dimana terjadinya peradangan pada dinding lambung, dapat disebabkan karena jenis makanan serta frekuesi makan yang kurang baik. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui hubungan jenis makanan dan frekuensi makan dengan kejadian gastritis pada siswa-siswi SMA Negeri 23 Makassar. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 23 Makassar. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kuantitatif, Desain deskriftip dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposif sampling, didapatkan 72 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengelolaan data dengan menggunakan SPSS. Analisis yang digunakan adalah Analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square (ρ <0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan jenis makanan dengan kejadian gastritis (ρ=0,000), dan adanya hubungan frekuensi makan dengan kejadian gastritis (ρ=0,000). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan jenis makanan dan frekuesnsi makan dengan kejadian gastritis pada siswa-siswi SMA Negeri 23 Makassar.