Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Treatment Seeking Behavior Dengan Quality Of Life Penderita Tuberculosis Paru Pada Masyarakat Jeneponto Suku Makassar Lestari, Indah; Suarnianti; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i1.1281

Abstract

Penyakit TB merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran napas pada semua kelompok usia dan nomor satu dari golongan penyakit infeksi. Pasien menderita bukan hanya karena gejala penyakit, tetapi juga kerana penurunan kualitas hidup secara umum, sehingga perilaku pencarian pengobatan yang biasa dilakukan khususnya pada masyarakat yang suspek TB paru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan treatment seeking behavior dengan quality of life penderita tuberculosis paru pada masyarakat Jeneponto suku Makassar di Puskesmas Bululoe. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 75 penderita tuberculosis paru yang beretnis Makassar. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki treatment seeking behavior baik berjumlah 36 orang, dimana terdapat 61,1% memiliki quality of life yang baik dan 38,9% memiliki quality of life yang kurang. Sedangkan orang yang memiliki treatment seeking behavior kurang berjumlah 39 orang, dimana terdapat 25,6% memiliki quality of life yang baik dan 74,4% memiliki quality of life yang kurang. Hasil uji statistik dengan Chi-square diperoleh nilai ρ=0,002. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan treatment seeking behavior dengan quality of life penderita tuberculosis paru pada masyarakat Jeneponto suku Makassar di Puskesmas Bululoe. Diharapkan kepada penderita tuberculosis paru untuk lebih aktif dalam mencari treatment yang baik untuk penyakit tuberculosis melalui berbagai media, karena masih banyak masyarakat yang memiliki treatment seeking behavior kurang.
Determinan perilaku pencarian pengobatan pada penderita TB paru di wilayah kerja puskesmas paccerakkang Jusma, Jusma; Suarnianti, Suarnianti; Abrar, Eva Arna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i1.1408

Abstract

Tuberculosis paru merupakan penyakit dengan urutan ke-3 terbanyak di dunia. Menurut pantauan Sulawesi selatan, Kota Makassar menempati peringkat pertama jumlah kasus TB terbanyak yaitu sebesar 5.418. TB menular di sebabkan mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan  informasi seeking, persepsi penyakit dan dukungan keluarga dengan perilaku pencarian pengobatan pada penderita TB paru di wilayah kerja puskesmas pacerakkang. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan teknik simple random dan di hitung menggunakan total sampling. Sehingga di dapatkan 52 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner,  kemudian data di kumpulkan dan di olah  menggunakan master table. Dari hasil uji chisquare mengenai perilaku pencarian pengobatan dengan informasi seeking adalah p <0,05. Sedangkan hasil uji chisquare mengenai perilaku pencarian pengobatan dengan persepsi penyakit adalah p <0,05. Dan hasil uji chisquare mengenai perilaku pencarian pengobatan dengan dukungan keluarga adalah p<0,05.kesimpulan adanya hubungan signifikan informasi seeking,persepsi penyakit dan dukungan keluarga dengan perilaku pencarian pengobatan TB paru di wilayah kerja puskesmas pacerakkang
Determinan perilaku pencarian pengobatan pada penderita TB paru di puskesmas Tamalanrea Lelewana, Anjas Yuan Prawira; Suarnianti; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i2.1430

Abstract

Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang paling sering menyerang paru-paru dan disebabkan oleh sejenis bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Ini menyebar melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau meludah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan information seeking, dukungan keluarga, dan persepsi penyakit dengan treatment seeking behavior pada penderita TB paru di Puskesmas Tamalanrea. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling didapatkan 56 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi square (p<0.05), serta analisis univariat dan analisis bivariat untuk melihat hubungan dari setiap variable bebas dan variable terikat. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara information seeking dengan treatment seeking behavior (p=0.002), terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan treatment seeking behavior (p=0.003), terdapat hubungan antara persepsi penyakit dengan treatment seeking behavior (p=0.001). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan information seeking, dukungan keluarga dan persepsi penyakit pada penderita TB paru di Puskesmas Tamalanrea.
Determinan Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Penderita Tb Paru Di Puskesmas Jumpandang Baru Dan Puskesmas Tarakan Makassar Jurhana, Ana; Suarnianti; Mutmainnah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i3.1458

Abstract

Perilaku pencarian pengobatan merupakan perilaku yang berkaitan dengan usaha pada saat sakit. Dimana pengobatan pada penderita TB belum memenuhi factor yang ditargetkan, yang menyebabkan perilaku pencarian pengobatan pada penderita TB. Pertama, penderita TB perlu informasi mengenai sakitnya yang menjadi bentuk lebih berguna dan lebih berarti bagi pengobatannya. Kedua, persepsi merupakan gambaran penderita TB terhadap suatu obyek dengan proses tersebut bertahan dan yang ketiga, dukungan keluarga yaitu tindakan dan penerimaan keluarga terhadap penderita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Information Seeking, Dukungan Keluarga, dan Persepsi Penyakit dengan perilaku pencarian pengobatan terhadap penderita TB Paru di Puskesmas Jumpandang Baru dan Puskesmas Tarakan Makassar. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitan Cross-Sectional dengan teknik Simple Random Sampling, populasi penderita TB Paru berjumlah 82 responden lalu dihitung menggunakan rumus Slovin sehingga didapatkan 45 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan dan kemudian data yang dikumpul diolah dengan munggunakan master tabel. Dari hasil uji Chi Square mengenai Information Seeking dengan Perilaku pencarian pengobatan adalah p<0,1, Dukungan Keluarga dengan Perilaku pencarian pengobatan adalah p<0,1, dan Persepsi Penyakit dengan Perilaku pencarian pengobatan adalah p<0,1. Kesimpulan ada Hubungan Information Seeking, Dukungan Keluarga, dan Persepsi Penyakit dengan Perilaku pencarian pengobatan penderita TB Paru di Puskesmas Jumpandang Baru dan Puskesmas Tarakan Makassar.
Determinan Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar Nur, M Jabal; Suarnianti; A Sabil, Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i3.1464

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang menginfeksi paru-paru dalam kebanyakan kasus, tetapi juga dapat merusak organ tubuh lainnya. TB dapat dicegah dan disembuhkan, tetapi dapat berakibat fatal tanpa pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan perilaku pencarian informasi (information seeking), persepsi penyakit, dan dukungan keluarga pada penderita TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Tempat penelitian di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 76 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, dan didapatkan sampel 63 responden. Pengumpulan data dilakukan  menggunakan lembar kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis dengan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan hubungan information seeking dengan perilaku pencarian pengobatan didapatkan nilai (p=0,004), hubungan persepsi penyakit dengan perilaku pencarian pengobatan didapatkan nilai (p=0,001), hubungan dukungan keluarga dengan perilaku pencarian pengobatan didapatkan nilai (p=0,001) dimana jika p<a=0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara information seeking, persepsi penyakit, dan dukungan keluarga dengan perilaku pencarian pengobatan (treatment seeking behavior) pada Penderita TB Paru di Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar
Determinan Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar Izah, Nur Ifatul; Suarnianti, Suarnianti; Reski Anisa, Nurul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i4.1493

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, dengan menyebabkan sekitar 25% dari semua orang di dunia terinfeksi. Ada beberapa faktor seperti ketidakpatuhan penggunaan masker oleh penderita saat berada di rumah, tidak menutup mulut saat batuk atau bersin, serta membuang dahak sembarangan. Tujuan Untuk mengetahui determinan perilaku pencarian pengobatan pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar. Metode jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil Berdasarkan hasil uji statistic dengan chi-square di peroleh nilai information seeking dengan perilaku pencarian pengobatan p 0,001 maka Ha di terima, nilai Dukungan Keluarga dengan perilaku pencarian pengobatan p 0,004 maka Ha di terima, nilai Persepsi Penyakit dengan perilaku pencarian pengobatan p 0,003 maka Ha di terima. Kesimpulan, ada hubungan antara information seeking, Dukungan Keluarga, Persepsi Penyakit dengan perilaku pencarian pengobatan pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar.
Determinan Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Penderita Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Raya Khoirunnisa, Hana; Suarnianti; Fauzia, Liza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i1.1502

Abstract

Perilaku pencarian pengobatan merupakan salah satu usaha seseorang dalam mengatasi masalah penyakitnya. Pengobatan yang dilakukan penderita TB belum memenuhi target, dimana ada beberapa faktor yang menyebabkan perilaku pencarian pengobatan penderita TB. Pertama, penderita TB perlu mencari informasi tentang penyakitnya (information seeking) untuk memudahkan dalam mencari pengobatan. Kedua, penderita TB perlu memahami dengan betul akan penyakit yang dialaminya. Dan yang ketiga, dukungan keluarga juga perlu pada penderita TB untuk meningkatkan motivasi dalam melakukan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan information seeking, persepsi penyakit, dan dukungan keluarga terhadap perilaku pencarian pengobatan pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas sudiang raya. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross-Sectional dengan teknik Probability Sampling. Populasi penderita TB Paru berjumlah 111 di puskesmas sudiang raya, kemudian dihitung menggunakan rumus slovin dan didapatkan 87 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan dan kemudian diolah menggunakan master tabel. Dari hasil uji Chi Square mengenai Information seeking dengan perilaku pencarian pengobatan adalah p= 0,000<0,05, persepsi penyakit dengan perilaku pencarian pengobatan adalah p=0,000<0,05, dan dukungan keluarga dengan perilaku pencarian pengobatan adalah p=0,000<0,05. Kesimpulan ada hubungan Information seeking, persepsi penyakit, dan dukungan keluarga dengan perilaku pencarian pengobatan pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Raya.
Determinan Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Penderita TB Paru Di Puskesmas Mamajang Kota Makassar Dewi, Ajidaradewi; Suarnianti, Suarnianti; Sari Wijayaningsi, Kartika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i4.1530

Abstract

Tuberkulosis Paru (TB Paru), disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, adalah penyakit menular yang terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan global. Dengan lebih dari 10 juta kasus baru setiap tahunnya, TB Paru menyebabkan lebih dari 1,6 juta kematian, terutama di negara-negara berkembang.Upaya global untuk memerangi TB Paru telah menyelamatkan jutaan nyawa, tetapi tantangan tetap ada, termasuk di Indonesia yang melaporkan lebih dari 969.000 kasus pada tahun 2021. Untuk mencapai eliminasi TB Paru pada tahun 2030, peran pemerintah, profesional medis, dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kepatuhan pengobatan sangat krusial.Tujuan dalam penelitian ini Untuk mengetahui Determinan perilaku pencarian informasi, dukungan keluarga, presepsi penyakit berpengaru terhadap pencarian pengobatan tuberkolosis paru di Puskesmas Mamajang Kota Makassar. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanaakan di di Puskesmas Mamajang Kota Makassar dengan jumlah populasi 50 responden dan jumlah sampel menggunakan teknik random sampling, didapatkan 42 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kueioner dan lembar observasional dan dianalisis dengan Uji Chi-Square Test Analisis. Hasil berdasarkan analisis determinan perilaku Pencarian Pengobatan Pada Penderita Tb Paru Variabel Information Seeking terhadap  Treatment Seeking Behavior  menunjukkan Nilai p-value yang dihasilkan dari analisis statistik adalah 0,002, pada persepsi penyakit Nilai p-value yang dihasilkan dari analisis statistik adalah 0,000, dan pada dukungan keluarga analisis statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Perilaku pencarian pengobatan, kaitannya dengan faktor information seeking, persepsi penyaki dan dukungan keluarga terdapat hasil yang signifikan.
Hubungan Peran Kelompok Teman Sebaya Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja Di SMA Negeri 21 Makassar Tiara Ramadani; Suarnianti, Suarnianti; Fajriansih, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i4.1565

Abstract

Kelompok teman sebaya memainkan peran penting dalam memungkinkan remaja mengekspresikan ide, perasaan, dan kemampuan memecahkan masalah mereka. Pengaruh kelompok teman sebaya dapat menimbulkan perilaku bullying karena adanya ketertarikan dari kelompok teman sebaya, karena individu dapat merasakan adanya kesamaan dengan anggota kelompok yang melakukan intimidasi. Besar kecilnya dukungan dari kelompok teman sebaya dapat diamati dan dirasakan berdasarkan dukungan yang diterima ketika bullying terjadi Penelitian  ini  untuk mengetahui hubungan peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja di SMA Negeri 21 Makassar. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 21 Makassar. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental, yaitu peneliti ingin melihat adakah pengaruh antara peran kelompok teman sebaya dan perilaku bullying pada remaja. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi responden di SMA Negeri 21 Makassar sebanyak 1241 orang. Responden terdiri dari 92 orang dengan teknik pengambilan dengan cara random sampling. Pengumpulan penelitian ini menggunakan data kuesioner. Hasil Penelitian uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan nilai (ρ = 0,000) yang berarti Ha di terima atau ada pengaruh yang signifikan antara peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja di SMA Negeri 21 Makassar. Kesimpulan Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja di SMA Negeri 21 Makassar
Hubungan Pengetahuan Tentang Menstruasi Dengan Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi SD Negeri Sipala I Makassar Sudirman, Jumruspita; Suarnianti, Suarnianti; Fajriansi, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i4.1572

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama sering kali dimulai antara usia 10 hingga 16 tahun. Usia remaja pertama kali menstruasi tidak semua sama, beberapa dimulai pada usia 8 tahun sementara yang lain berusia 12 tahun. Kurangnya pengetahuan merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi remaja pada saat menarche, sehingga remaja putri tidak siap menghadapi menarche akan muncul reaksi negatif seperti kecemasan, kesedihan, kebingungan, ketakutan, merasa terkekang dalam beraktivitas dan menganggap menarche sebagai beban dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi di SD Negeri Sipala I Makassar. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 siswi perempuan kelas 4, 5 dan 6 yang belum mengalami menarche dengan teknik sampling menggunakan total sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi-square test (p < 0,05). Hasil penelitian diperoleh dari 56 sampel, siswi yang pengetahuan tentang menstruasi kurang cenderung memiliki kesiapan menghadapi menarche yang tidak siap sebanyak 31 responden. Hasil uji chi-square test menunjukkan ρ- value 0,000 <0,05. Kesimpulan ada hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi di SD Negeri Sipala I Makassar. Semakin banyak remaja putri memahami dan memiliki pengetahuan tentang menstruasi maka semakin siap menghadapi menarche, begitupun sebaliknya semakin kurangnya pengetahuan maka semakin tidak siap dalam menghadapi menarche.