Claim Missing Document
Check
Articles

Impacts And Strategies for Handling Covid-19 In Indigenous People: A Scoping Review Suarnianti; Yusran Haskas; Indah Restika
Comprehensive Health Care Vol. 8 No. 2 (2024): Comprehensive Health Care
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic is a major health emergency thatcauses significant suffering and many deaths among indigenouspeople worldwide. During the pandemic, indigenouscommunities have higher rates of health problems than thegeneral population. This review explores the impact andstrategies for handling COVID-19. This scoping review aims todraw key concepts from the available literature that underpinsa research area. The literature search was conducted on eightdatabases, namelyPubMed,DOAJ,Science Direct,Cochrane,Wiley,ProQuest, andGaruda, in July-November 2022. Theonline search engine was Google, and the keywords for thesearch were "impact of COVID-19 in indigenous people". Theresults of this review are expected to provide a reference ofstrategic considerations to deal with the pandemic inindigenous people. These strategies should focus on improvingdigital skills, health literacy to combat misinformation,awareness of COVID-19 handling, the benefits of COVID-19prevention, and compliance with health guidelines as well as onactively involving patients in health decisions
Relationship Between Role Family and Independence of The Elderly in Daily in The Health Center Suarnianti, Suarnianti; Aisyah, Reski Nur; Annisa, Nurul Rezki
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i2.6665

Abstract

The elderly are an age group that is vulnerable to a decline in physical and mental abilities, so they need help with daily activities. The role of the family is important in helping the elderly stay healthy. The aim of this research is to determine the relationship between the role of the family and the independence of the elderly in fulfilling daily activities (ADL) in the UPT BLUD Bajoe Health Center, Bone Regency. The design of this study was quantitative research with a Cross Sectional, the method of taking samples using Purposive Sampling and Cluster Sampling, as many 147 respondents, collected through questionnaires. The results of the research show that there is a relationship between the role of the family and the independence of the elderly in fulfilling daily activities (ADL), with a result of ρ=0.004, then Ha is accepted. The conclusions and suggestions in this research show that there is a relationship between the role of the family and the independence of the elderly in fulfilling daily activities (ADL) in the Working Area of UPT BLUD Bajoe Health Center, Bone Regency. It is hoped that this research can provide information for health workers and families to pay more attention to the elderly in fulfilling their daily activities.
Trend Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja: Literatur Review Restika BN, Indah; Suarnianti, Suarnianti; Syamsuriah, Syamsuriah
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v4i3.192

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 pada remaja menunjukkan peningkatan yang signifikan di berbagai negara, termasuk negara berkembang. Peningkatan ini berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup modern, termasuk pola makan tinggi kalori, konsumsi gula berlebih, dan menurunnya aktivitas fisik akibat peningkatan penggunaan teknologi dan waktu layar. Tujuan utama dari literatur review ini adalah mengidentifikasi peningkatan kasus Diabetes melitus tipe 2 pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelusuri literatur relevan yang ditemukan di database Google Scholar, science Direct dan PubMed. Dari pencarian tersebut, didapatkan 13 jurnal yang memenuhi kriteria relevansi. Proses pengolahan data mencakup beberapa tahapan: membaca, memahami, membandingkan, serta menyimpulkan. Output penelitian menjelaskan terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah remaja yang didiagnosis dengan diabetes melitus tipe 2 dalam dua dekade terakhir, terutama di negara-negara dengan prevalensi obesitas yang tinggi. Kesimpulannya, remaja rentan terkena DM tipe 2, karena factor risiko yang kompleks dan beragam. Disarankan kepada remaja untuk meningkatkan kesadaran memprioritaskan gaya hidup sehat dengan mengontrol berat badan melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur, serta menghindari kebiasaan merokok dan mengelola tekanan darah secara optimal dapat membantu mengurangi resiko DM.
SELF CARE PENDERITA TB DALAM MENGURANGI RESIKO PENULARAN PENYAKIT DI PUSKESMAS BARABARAYA MAKASSAR Priyatna Dewi, Meiharti; Suarnianti; Syaipuddin
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia, terutama di negaranegara berkembang termasuk Indonesia. Berbagai macam cara telah dilakukan untuk mengurangi resiko penularan tetapi pravelensi TB paru semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu cara mengurangi resiko penularan penyakit yaitu dengan adanya self care yang baik dari penderita penyakit TB. Terdapat tiga tahap pengurangan resiko penularan yaitu labeling, komitmen dan enactment. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui self care penderita TB dalam mengurangi resiko penularan di Puskesmas Barabaraya Makassar. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi Square menunjukkan nilai (ρ=0,001) dengan demikian nilai ρ lebih kecil dari (ɑ =0,05) (ρ<ɑ). Maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada pengaruh antara self care penderita TB dengan resiko penularan di Puskesmas Barabaraya. Kesimpulan penelitian ini yaitu self care pada penderita TB paru di puskesmas Barabaraya Kota Makassar mayoritas tergolong kurang. Saran bagi penderita TB Paru diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat untuk mencegah penularan penyakit TB Paru. Penderita TB Paru juga diharapkan jangan membuang ludah sembarang dan dapat konsisten dalam menjalani proses pengobatan agar penderita TB Paru dapat sembuh total. Pengurangan resiko penularan TB di Wilayah Kerja Puskesmas Barabaraya Kota Makassar mayoritas tergolong kurang. Ada pengaruh self care penderita TB dalam mengurangi resiko penularan di Puskesmas Barabaraya Makassar.
FAKTOR RESIKO STUNTIN : LITERATUR REVIEW Suarnianti
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Balita stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Kejadian balita stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Prevalensi balita pendek mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5% menjadi 29,6% pada tahun 2017. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan studi literatur dengan metode mencari, menggabungkan inti sari serta menganalisis fakta dari beberapa sumber ilmiah yang akurat dan valid. Pendek (stunting) terjadi karena dampak kekurangan gizi kronis selama 1.000 hari pertama kehidupan anak. Faktor-faktor risiko potensial untuk gizi buruk masa kanak-kanak dikategorikan ke dalam faktor tingkat anak, orangtua/ rumah tangga dan masyarakat. Selanjutnya, diharapkan hasil literatur ini dapat dijadikan sebagai tambahan informasi untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai faktor risiko yang menyebabkan terjadinya stunting.
Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid 19 Pada Perawat Di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar Mahadjani, Febryani; Suarnianti; Restika BN, Indah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 3 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid 19 Pada Perawat Di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan menggunakan metode analitik korelasional. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel yang di dapatkan sebanyak 68 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner self justification. Pengukuran enactment menggunakan kuesioner information seeking, obtaining remedies dan taking action. Analisis data menggunakan SPSS 25 dengan uji statistik Chi-Square di dapatkan terdapat Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan (Information Seeking) dengan nilai p= 0.010. Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan (Obtaining Remedies) dengan nilai p= 0.024. Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan (Taking Action) dengan nilai p= 0.023 Hal ini berarti bahwa adanya Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid 19 Pada Perawat Di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar
PENGARUH SELF COMMITMENT DAN LABELLING TERHADAP TINDAKAN PENGURANGAN RISIKO PENULARAN COVID-19 PADA PERAWAT Karlina, Ninis; Suarnianti, Suarnianti; Khalid, Nur
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v17i2.1029

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang paling sering kontak atau terlibat secara langsung dengan pasien selama 24 jam sehingga memiliki risiko tertular Covid-19. Perawat perlu menguatkan persepsi atau pengakuan dalam dirinya (labelling) untuk memunculkan self commitment atau komitmen tinggi dari awal sehingga dapat menerapkan keputusan atau tindakan yang baik terhadap tindakan pengurangan risiko penularan penyakit khususnya di Rumah Sakit. Jenis Penelitian ini menggunakan Desain penelitan Cross-Sectional dengan teknik Non-Probability Sampling dan dihitung menggunakan rumus Slovin, sehingga didapatkan 136 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan dan kemudian data yang dikumpul diolah dengan munggunakan master tabel. Dari hasil uji Chi Square mengenai self commitment terhadap tindakan pengurangan risiko penularan (Information Seeking, Obtaining Remedies dan Taking Action) adalah p<0,05, Sedangkan dari hasil uji Chi-Square labelling terhadap tindakan pengurangan risiko penularan (Information Seeking, Obtaining Remedies dan Taking Action) adalah p<0,05. Kesimpulan ada Pengaruh Self Commitment dan Labelling Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Pada Perawat di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin.
Hubungan Treatment Seeking Behavior Dengan Quality Of Life Penderita Tuberculosis Paru Andani Mone, Ketrin Revita; Suarnianti, Suarnianti; Fajriansi, Andi
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i1.1358

Abstract

Tuberculosis paru masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia karena terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pasien Tuberculosis paru menderita bukan hanya karena gejala penyakit, tetapi juga karena penurunan kualitas hidup (quality of life) secara umum. Salah satu langkah yang baik dilakukan untuk dalam meningkatkan taraf kualitas hidup dengan memperbaiki perilaku pencarian pengobatan (treatment seeking behavior). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan treatment seeking behavior dengan quality of life penderita Tuberculosis Paru pada Masyarakat NTT di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kupang Nusa Tenggara timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 89 penderita TB paru yang Berdomisili di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki treatment seeking behavior baik berjumlah 46 responden, dimana terdapat 40,4% memiliki quality of life yang baik dan 11,2% memiliki quality of life yang kurang, sedangkan responden yang memiliki treatment seeking behavior kurang berjumlah 43 responden, dimana terdapat 22,5% memiliki quality of life yang baik dan 25,8% memiliki quality of life yang kurang. Hasil uji statistik dengan Chi-square diperoleh nilai ρ=0,02. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang cukup signifikan antara treatment seeking behavior dengan quality of life penderita Tuberculosis paru pada Masyarakat NTT di wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kupang Nusa Tenggara Timur.
ANALISIS BEHAVIOR BASED SAFETY PERAWAT BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN DI RSUD KOTA MAKASSAR Abdillah; Suarnianti; Hasriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 1 No 1 (1): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v1i1.492

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu hal yang paling penting karena merupakan faktor yang berhubungan dengan kesehatan dari pekerja itu sendiri. Kejadian kecelakaan sering dialami oleh petugas kesehatan sehingga menimbulkan luka ataupun cedera. Hal ini disebabkan karena kegiatan rumah sakit yang memiliki risiko bahaya yang cukup tinggi. Perawat merupakan salah satu pekerja yang rentan dengan cedera tertusuk jarum dan benda tajam medis lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Behavior Based Safety Perawat dengan Tingkat Pendidikan di RSUD Kota Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang bekerja di ruangan interna, bedah, kelas I dan VIP sebanyak 66 responden. Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling dengan jumlah responden 57 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi program microsoft excel dan program statistic (SPSS) versi 22. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji statistik Chi Square (p<0,05) untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini tidak ada hubungan antara Behavior Based Safety Perawat dengan Tingkat Pendidikan.
PENGARUH INTERVENSI TEKNIK BATUK EFEKTIF DENGAN PENGELUARAN SPUTUM PADA PASIEN TUBERKULOSIS Maulana, Ahmad; Azniah; Suarnianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 1 No 1 (1): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v1i1.498

Abstract

Tuberculosis Paru merupakan penyakit radang parenkim paru karena infeksi kuman Mycobakterium Tuberculosis. Batuk merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada pasien tuberkulosis. Batuk efektif dapat membantu pasien mengoptimalisasi pengeluaran dahak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik batuk efektif terhadap pengeluaran sputum pada pasien tuberculosis paru. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental) dengan rancangan penelitian pra-test dan post-test dengan pemelihan. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Analisis data menggunakan uji Paired Sampel T-test (p > 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pemberian terapi batuk efektif terhadap pengeluaran sputum  didapatkan dari 15 responden terdapat 12 responden yang dapat mengeluarkan sputum secara efektif menggunakan uji paired T-test diperoleh nilai p=0.001. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa sebelum diberikan intervensi teknik batuk efektif pada kelompok perlakuan seluruh responden tidak dapat mengeluarkan sputum secara efektif, dan setelah diberikan intervensi teknik batuk efektif sebagian besar responden menunjukkan perubahan yaitu sebanyak 12 (80%) responden dapat mengeluarkan sputum secara efektif, berbeda dengan kelompok control yang tidak menghasilkan perubahan dalam pengeluaran sputum.