Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DAN PENDAMPING ANAK BERKEBUTUHAN KHSUSUS MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN DAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK JELANTAH Kurniati Zainuddin; Haerani Nur; Eka Sufartianingsih Jafar; Asniar Khumas; Rohmah Rifani
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i1.56770

Abstract

Skills training should be provided according to individual abilities and interests. So that individuals with special needs can develop their ability to be independent at an optimal stage. The purpose of this program is to develop families with individuals with special needs. In order to provide social support and skills to individuals with special needs to optimize their abilities. This program helps improve the skills of individuals with special needs to create works with materials that are easy to find. This program is divided into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation starting from preparing teaching media in the form of cards and other materials, implementing activities for 1 day with a learning menu, namely making soap and candles from used cooking oil waste. The implementation of PKM is carried out at the location of Sentra Wirajaya partners. Evaluation of training results is carried out by conducting observations and interviews with several training participants.  The results show that parents find it helpful to get material that is easy to teach to children and can be an activity of economic value for children with special needs.
Media Visual Sebagai Sarana Pembelajaran Gerakan Shalat pada Anak Down Syndrome di KOADS Sulawesi Selatan Rahel Rahel; Alda Dwi Yanti; Mufaiqatul Aulia; Haerani Nur; Kurniati Zainuddin
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.79336

Abstract

Anak down syndrome merupakan salah satu kelompok anak berkebutuhan khusus yang mengalami keterlambatan mental akibat kelainan genetik trisomi 21. Kondisi ini menyebabkan hambatan dalam kemampuan intelektual, kognitif, motorik, dan spiritual, termasuk dalam mempelajari ibadah shalat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pembelajaran gerakan shalat pada anak down syndrome melalui pemanfaatan media visual di Komunitas Orang Tua dengan Anak Down Syndrome (KOADS) Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung selama proses pembelajaran. Media visual berupa gambar urutan gerakan shalat diterapkan dengan teknik modeling, di mana anak mengamati dan menirukan gerakan secara bertahap dengan didampingi oleh pendamping. Proses pembelajaran dilakukan secara berulang untuk memperkuat memori visual-spasial anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap awal, anak hanya mampu melakukan beberapa gerakan dasar seperti i'tidal, ruku', dan sujud. Setelah pembelajaran menggunakan media visual disertai pendampingan dan pengulangan, anak menunjukkan peningkatan signifikan dalam memperhatikan, mengingat, dan menirukan urutan gerakan shalat secara lebih lengkap dan tepat. Anak terlihat lebih fokus ketika gambar diperlihatkan satu persatu dengan arahan verbal dari pendamping. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah media visual yang sederhana, konkret, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak down syndrome dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran gerakan shalat, sehingga metode ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran keagamaan bagi anak berkebutuhan khusus.
PELATIHAN ECOPRINT UNTUK KELUARGA PENYANDANG DISABILITAS Kurniati Zainuddin; Haerani Nur; Faradillah Firdaus; Rohmah Rifani; Dian Novita Siswanti
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2023): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i2.47220

Abstract

People with disabilities can be trained to be productive with a number of skills, but training individuals with disabilities apparently requires more strenuous effort and takes longer. Therefore, parents or families can take a role in optimizing it. Batik is a product that has high selling value and is quite easy to make. Providing batik and ecoprint training to families with disabilities is an effort to empower families, and these skills can also be taught to families with disabilities.
Integrative Review: Peran Subjective Well-Being dalam Mencegah Kenakalan Remaja Nurlaila Haspi; Haerani Nur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5886

Abstract

Kenakalan remaja merupakan masalah sosial global yang terus meningkat dan ditandai dengan perilaku menyimpang seperti kekerasan, pencurian, penyalahgunaan zat, dan tindakan antisosial lainnya. Fenomena ini mengancam stabilitas sosial dan kesejahteraan generasi muda. Meskipun berbagai program intervensi telah dilakukan, tingkat kenakalan remaja masih tetap tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan alternatif yang komprehensif dan menekankan faktor-faktor protektif psikologis, khususnya kesejahteraan subjektif, yang selama ini sering terabaikan dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai hasil penelitian mengenai peran kesejahteraan subjektif dalam mengatasi kenakalan remaja melalui pendekatan literatur naratif dengan menggunakan 15 artikel internasional yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa subjective well-being berperan penting sebagai faktor protektif psikologis dalam mencegah perilaku kenakalan remaja. Secara umum, remaja dengan tingkat kesejahteraan subjektif yang tinggi memperlihatkan kemampuan regulasi emosi yang lebih baik, rasa optimisme terhadap masa depan, serta orientasi hidup yang positif. Kondisi ini membuat mereka lebih mampu menahan dorongan untuk melakukan tindakan agresif atau menyimpang dari norma sosial. Temuan penelitian ini menggarisbawahi pentingnya integrasi promosi kesejahteraan subjektif dalam program pencegahan kenakalan remaja yang komprehensif, berbasis sekolah, keluarga, komunitas spiritual, dan kebijakan sosial. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam mengatasi fenomena kenakalan remaja di era modern.
Analisis Penerapan Metode Black-box Testing dalam Pengujian Fungsi Website Barru Escapes Nur Azizah Eka Budiarti; Nur Akhna Aqilah Syam; Andi Anisa Arsyam; Linda; Haerani Nur
Journal of Emerging Research in Computer Science and Artificial Intelligence Vol 1, No 1 (2025): September 2025
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Website Barru Escapes dikembangkan sebagai media promosi pariwisata Kabupaten Barru, namun diperlukan validasi untuk memastikan fungsi-fiturnya berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan dan performa fitur website menggunakan metode Black-box Testing, yang menguji kesesuaian antara input dan output tanpa melihat struktur kode internal. Pendekatan Research and Development dengan model Prototyping digunakan dalam pengembangan website, mencakup tahapan validasi input, pengujian proses utama, dan evaluasi keluaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur utama, seperti formulir reservasi, menu navigasi, dan galeri multimedia, berjalan sesuai spesifikasi. Uji internal juga menunjukkan responsivitas antarmuka di berbagai perangkat, validasi form yang efektif, serta kompatibilitas lintas browser tanpa ditemukan kesalahan kritis. Penerapan teknik equivalence class partitioning turut meningkatkan efisiensi pengujian dengan mengelompokkan input berdasarkan karakteristik representatif. Penelitian ini membuktikan bahwa metode Black-box efektif dalam mendeteksi kesalahan fungsi dan menjamin kualitas layanan digital. Website Barru Escapes dinyatakan layak sebagai platform promosi pariwisata lokal yang interaktif, responsif, dan sesuai kebutuhan pengguna.
PENGARUH PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP WORK-LIFE BALANCE PADA GURU SMA DI TORAJA Rika Nasa; Asniar Khumas; Haerani Nur
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2841

Abstract

The low level of work-life balance among teachers in regions with high professional, geographical, and cultural demands requires serious attention. This study aimed to examine the influence of psychological well-being and social support on work-life balance among senior high school teachers in North Toraja Regency. A quantitative survey approach was employed involving 301 teachers selected through purposive sampling. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that psychological well-being and social support, both partially and simultaneously, had a positive and significant effect on teachers’ work-life balance. Social support was found to be a more dominant predictor than psychological well-being. These findings indicate that strengthening psychological well-being and developing adequate social support systems are essential to improving teachers’ work-life balance, particularly within the context of multidimensional demands in North Toraja. ABSTRAKRendahnya work-life balance pada guru di daerah dengan tuntutan profesional, geografis, dan kultural yang tinggi merupakan permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh psychological well-being dan dukungan sosial terhadap work-life balance pada guru SMA di Kabupaten Toraja Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif survei dengan melibatkan 301 guru yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological well-being dan dukungan sosial, baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh positif dan signifikan terhadap work-life balance guru. Dukungan sosial ditemukan sebagai prediktor yang lebih dominan dibandingkan psychological well-being. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kesejahteraan psikologis dan pembangunan sistem dukungan sosial yang memadai sangat penting untuk meningkatkan work-life balance guru, khususnya dalam konteks tuntutan multidimensional di Toraja Utara.
Efektivitas Teknik Modelling dengan Media Balloon Terhadap Kemampuan Toilet Training pada Anak Down Syndrome di KOADS Alifah Humaerah Khaerunnisa; Siti Habrianti; Muhammad Farriz Athilla Narra; Haerani Nur; Kartika Cahyaningrum
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.85530

Abstract

Anak down syndrome merupakan kelompok bagian dari anak berkebutuhan khusus yang mengalami retardasi mental akibat kelainan genetic pada trimosom 21 sel somatic. Kondisi ini menyebabkan anak down syndrome mengalami keterlambatan dalam perkembangannya seperti: motorik, sensori, kognitif, bahasa, dan sosial, termasuk dalam kemandirian mereka dalam kehidupan sehari-hari terkhusus yang berkaitan dengan toilet training. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak down syndrome melalui pendekatan modelling dengan menggunakan media balloon di Komunitas Orang Tua dengan Anak Sindroma Down (KOADS) Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi selama proses kegiatan berlangsung. Media berupa balloon sebagai alat demonstrasi diterapkan denggan teknik modelling, dimana anak mengamati dan menirukan gerakan yang dicontohkan secara bergantian dan didampingi oleh fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap awal, kemampuan toilet training pada anak masih bervariasi, ada yang mampu namun masih membutuhkan pemeriksaan oleh orang tua dan ada yang belum mampu sama sekali melakukan toilet training. Setelah pembelajaran, anak menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam memahami dan menirukan gerakan yang telah dicontohkan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah teknik modelling dengan media balloon memberikan pengaruh positif dalam membantu anak down syndrome memahami dan mempraktikkan langkah-langkah toilet training secara lebih terstruktur, sehingga teknik ini dapat menjadi alternatif pembelajaraan bagi anak down syndrome.
Peningkatan Optimisme dalam Upaya Mengatasi Prokrastinasi Akademik Siswa SMK Negeri 3 Gowa M. Ahkam Alwi; Nurfajriyanti Rasyid; Haerani Nur; Najiba Alimuddin; Andi Nadia Qarirah Rafifah Alisyahbana
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.81432

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan optimisme siswa sebagai upaya preventif dan kuratif dalam menurunkan tingkat prokrastinasi akademik di SMK Negeri 3 Gowa. Prokrastinasi akademik dipahami sebagai perilaku menunda penyelesaian tugas sekolah secara sengaja meskipun individu menyadari adanya konsekuensi negatif, seperti penurunan prestasi belajar, rendahnya efektivitas proses pembelajaran, serta meningkatnya tekanan psikologis berupa stres dan kecemasan akademik. Hasil kajian awal menunjukkan bahwa rendahnya optimisme menjadi salah satu faktor psikologis yang berkontribusi signifikan terhadap munculnya perilaku menunda tugas pada siswa.  Program intervensi dilaksanakan melalui pelatihan peningkatan optimisme yang dirancang secara sistematis dan aplikatif. Materi pelatihan berfokus pada penguatan pola pikir positif, kemampuan menetapkan tujuan belajar yang realistis, keterampilan manajemen waktu, serta strategi pengelolaan diri dalam menghadapi tuntutan akademik. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah, latihan refleksi diri, simulasi penyelesaian tugas, serta pendampingan langsung dalam pengerjaan tugas sekolah. Melalui pendekatan ini, siswa dibantu untuk mengenali hambatan personal yang memicu prokrastinasi dan mengembangkan strategi coping yang lebih adaptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai peran optimisme dalam keberhasilan belajar, meningkatnya motivasi dan kepercayaan diri untuk menyelesaikan tugas tepat waktu, serta berkurangnya kecenderungan prokrastinasi akademik. Dengan kata lain, tugas mulai dikerjakan sebelum “deadline menyeramkan” datang—sebuah kemajuan yang patut diapresiasi.
Seksualitas pada Remaja dan Dewasa Muda Laki-Laki dengan Autism Spectrum Disorder: Systematic Literatur Review Toni Nugraha Jamaluddin HB; Haerani Nur; Dian Novita Siswanti
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86450

Abstract

Abstract. Sexuality in male adolescents with Autism Spectrum Disorder (ASD) is an important yet underexplored topic in educational and psychological literature. This study aims to synthesize empirical evidence regarding the profile of sexuality, factors influencing psychosexual development, and the effectiveness of sexuality education interventions among male adolescents and young adults with ASD aged 12–25 years. A Systematic Literature Review (SLR) guided by PRISMA 2020 was conducted through searches of PubMed, PsycINFO, ERIC, and Scopus databases using keywords related to ASD, sexuality, and male adolescents. Study quality was assessed using JBI Critical Appraisal Tools and synthesis was conducted through thematic synthesis. Of the 46 identified articles, 35 studies met the inclusion criteria after deduplication and screening. Results revealed three main findings: (1) male adolescents with ASD demonstrate comparable sexual interest to typically developing peers but more limited interpersonal sexual experience, alongside heightened vulnerability to sexual victimization; (2) social skills are the strongest predictor of positive psychosexual development, followed by parental involvement and cognitive factors; (3) Tackling Teenage Training (TTT) is the only program with Level I evidence (RCT) demonstrating significant improvement in psychosexual knowledge. It is concluded that evidence-based sexuality education initiated before puberty, characterized by concrete language, visual supports, repetition, and active parental involvement, constitutes an essential component of comprehensive ASD services.Keywords: Autism Spectrum Disorder, Male Adolescent Sexuality, Psychosexual Development, Sex Education