Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KAJIAN PERESEPAN OBAT ANTIBIOTIKA PADA PASIEN DEWASA RAWAT JALAN DI KLINIK KIMIA FARMA ADI SUCIPTO YOGYKARTA Purwanti, IIn; Estiningsih, Daru; Wulandari, Ari Susiana; Indrayana, Sofyan
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i1.1819

Abstract

Golongan antibiotik merupakan obat yang paling banyak dikonsumsi di dunia terkait dengan besarnya angka kejadian infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang salah atau tidak rasional dapat menimbulkan dampak negatif yang menyebabkan resiko terjadinya resistensi atau kekebalan kuman terhadap satu atau beberapa antibiotik. Ketidaktepatan dalam peresepan antibiotik kemungkinan terjadi tidak hanya di rumah sakit dan di puskesmas, namun juga di pusat-pusat pelayanan kesehatan lain seperti poliklinik. Rasionalitas penggunaan antibiotika salah satu faktor penunjangnya adalah ketepatan dalam peresepan antibiotik, yaitu tepat indikasi, tepat dosis, tepat frekuensi penggunaan dan durasi penggunaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola peresepan obat antibiotik untuk mengatahui profil penggunaan antibiotik dan rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan 4T (tepat indikasi, tepat dosis, tepat frekuensi dan tepat durasi penggunaan) pada pasien dewasa rawat jalan di Klinik Kimia Farma Adi Sucipto Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan analisa deskriptif yang bersifat retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan cara purposive sampling. Data yang diambil periode November-Desember 2019 diperoleh populasi sebanyak 1194 resep pasien dan dijadikan sebagai sampel sebanyak 66 resep pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan peresepan antibiotik terbanyak adalah jenis antibiotik amoksisilin sebanyak 23 (34,3%), jenis penyakit terbanyak adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) 31 (47,9%), jenis antibiotik berdasarkan jumlah antibiotik adalah resep tunggal 65 (98,5%). Berdasarkan kerasionalan antibiotik sebanyak 58 (86,6%) tepat indikasi, tepat dosis 64 (95,5%), tepat frekuensi 61 (91,0%) dan tepat durasi 56 (83,6%). Dari hasil penelitian ratarata peresepan antibiotik sudah sesuai dengan pedoman pengobatan baik dari ketepatan indikasi, ketepatan dosis, tepatan frekuensi dan durasi penggunaan.
Gambaran Faktor Karakteristik Sosio-Demografi Terhadap Pola Pengobatan pada Pasien COVID-19 dengan Essential Hypertension di RSUD Wates Suat, Winda Dheananda; Kusumawardani, Nurul; Basuki, Adriyanto Rochmad; Estiningsih, Daru; Fauzi, Rizal; Avista, Agriva Devaly
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i1.3197

Abstract

Prevalensi pasien COVID-19 sebagian besar memiliki komorbid hipertensi dengan risiko untuk mengalami manifestasi lebih berat jika terinfeksi SARS-CoV-2 dan berkontribusi terhadap sebagian besar kasus kematian pada COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik faktor sosiodemografi terhadap pola pengobatan pada pasien essential hypertension dengan Infeksi COVID-19 di Instalasi Rawat Inap RSUD Wates. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengambilan data rekam medik secara retrospektif pada tahun 2020 sampai 2021 dengan jumlah sampel 106 rekam medis yang diambil dari 333 total populasi di Instalasi Rawat Inap RSUD Wates. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa COVID-19 dan memiliki komorbid essential hypertension, pasien berusia dewasa hingga lansia dengan kisaran umur antara 19-90 tahun, pasien dengan data rekam medik (RM) lengkap. Data yang didapatkan dianalisis univariat dengan persentasi karakteristik sosiodemografi dan pengobatan yang diterima pasien. Gambaran karakteristik sosio-demografi berdasarkan kategori usia dijumpai paling banyak adalah usia >65 tahun sebanyak 33,01%, jenis kelamin perempuan sebanyak 52,83%. Berdasarkan tingkat pendidikan sebagian besar sekolah menengah atas (SMA) sampai sarjana dengan jumlah 43,39%, tidak bekerja sebanyak 42,45%.  Pada penelitian ini diketahui bahwa kebutuhan penggunaan obat terbanyak pada usia >65 tahun. Penggunaan antibiotik sebanyak 30,18%, antivirus sebanyak 30,18%, antikoagulan sebanyak 24,52%, dan antihipertensi sebanyak 29,24%.
Kajian Penggunaan Suplemen Kesehatan Terhadap Keberhasilan Terapi COVID-19 dengan Komorbid Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Panembahan Senopati Bantul Vitara, Debby; Estiningsih, Daru; Sarwadhamana, Raden Jaka; Hadi, Ninisita Sri
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i2.3876

Abstract

Terapi pengobatan COVID-19 dan antidiabetes dapat berpengaruh terhadap kadar gula darah puasa dan nilai SpO2. Penggunaan suplemen kesehatan dinilai mampu menjaga daya tahan tubuh pasien serta meningkatkan keberhasilan terapi pasien jika dilihat dari kriteria klinis dan hasil laboratorium pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan suplemen kesehatan terhadap keberhasilan terapi pasien COVID-19 dengan komorbiditas diabetes melitus tipe 2 di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Data diambil secara retrospektif melalui rekam medis pasien dengan diagnosa COVID-19 dan komorbid diabetes melitus tipe 2 di RSUD Panembahan Senopati Bantul pada periode Juni-Desember 2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling, pada 53 sampel.  Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik koefisien kontingensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan terbanyak suplemen kesehatan adalah Vitamin D 51 (32%), Zink 50 (31%) dan injeksi vitamin C (paten)29 (18%). Menurut kriteria klinis pasien meninggal sebesar 20 (38%), sembuh sebesar 17 (28%) dan belum sembuh sebesar 15 (28%). Pada metode analisis kontingensi, diperoleh nilai p 0,003 (p<0,005) dan nilai koefisien korelasi (r =0,805). Pasien dengan nilai akhir klinis GDP >126 mg/dl sebanyak 46 (87%), RR> 20x/menit sebanyak 39(74%) dan SpO2 normal sebanyak 34 (64%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan secara klinis antara penggunaan suplemen kesehatan dengan keberhasilan terapi COVID-19 dengan komorbid diabetes mellitus tipe 2.
Uji Parameter Standarisasi dan Aktifitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Dari Kebun Tanaman Obat Farmasi Universitas Ata Yogyakarta dengan Metode DPPH emelda, emelda; Wulandari, Metha; Nuryanti, Sundari Desi; Estiningsih, Daru; Kusumawardani, Nurul
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.4984

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk menetralkan radikal bebas, molekul reaktif yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel biologis. Salah satu tanaman yang memiliki potensi antioksidan yang signifikan adalah bunga telang. Tanaman ini mengandung berbagai metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antioksidan.Proses standarisasi diperlukan untuk memastikan kualitas dan konsistensi ekstrak bunga telang dalam pembuatan sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter standarisasi serta aktivitas antioksidan dari ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang diperoleh dari tanaman obat farmasi Universitas Alma Ata dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium. Ekstrak etanol bunga telang dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dengan perbandingan bahan tanaman terhadap pelarut sebesar 1:10. Penelitian mencakup uji standarisasi spesifik dan non-spesifik untuk menilai kualitas ekstrak, serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH untuk menentukan potensi ekstrak dalam menangkal radikal bebas. Ekstrak etanol 70% bunga telang memenuhi standarisasi parameter spesifik (organoleptik, mikroskopik, skrining fitokimia)  dan non-spesifik (susut pengeringan, bobot jenis, kadar abu). Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol bunga telang diukur dengan nilai IC50 dan diperoleh hasil sebesar 58,78 ppm. Berdasarkan nilai IC50 tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bunga telang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
Gambaran Pola Pengobatan dan Komplikasi Pada Pasien Diabetes Melitus (DM) Tipe II di RSUD Panembahan Senopati Bantul Estiningsih, Daru; Pratama, Joni Yoga; Sarwadhamana, Raden Jaka; Wulandari, Ari Susiana; Suprapti, Sri
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.5135

Abstract

Diabetes melitus (DM) ialah peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh masalah gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau kombinasi keduanya. Kejadian diabetes melitus di Indonesia menduduki peringat ke empat dari 6,9% menjadi 8,5% dengan prevalensi 8,6% dari total populasi terhadap kasus diabetes melitus tipe II. Kejadian diabetes melitus di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 prevalensi rata-rata DM di DIY 3,2% lebih tinggi dari angka rata-rata nasional sebanyak 1,5%. Tingginya prevalensi penyakit DM menjadikan penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang mendapatkan pemantauan yang ketat dalam hal  pencegahan, tatal laksana terapi dan risiko terjadinya komplikasi yang akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola pengobatan dan komplikasi yang terjadi pada pasien DM tipe II rawat jalan di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data retrospektif dan menggunakan simple random sampling. Sampel yang digunakan adalah rekam medis pasien DM tipe II rawat jalan di RSUD Panembahan Senopati Bantul periode Januari 2021–Agustus 2023.  Hasil dari penelitian ini diperoleh pola penggunaan obat yakni pemberian monoterapi OHO  golongan sulfonilurea (10,6%). Biguanida (28,3%), insulin (27,4%), kombinasi 2 OHO  sebesar 23,89% dan kombinasi injeksi insulin dan OHO sebesar 9,7%. Komplikasi dengan persentase yang tertinggi adalah komplikasi hiperosmolaritas 31%, komplikasi nefropati 25%,  dan komplikasi spesifik lainnya 19%. Kesimpulan pola peresepan  pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di RSUD Pabenbagan Senopati dengan persentase tiga (3) tertinggi adalah obat golongan biguanid, sulfonilurea dan alfa-glukosidase, sedangkan komplikasi terbanyak yakni hiperosmolaritas
Tren Global Penelitian Toll-like receptor 4 pada Penyakit Kardiovaskular: Analisis Bibliometrik 2017-2025 Amukti, Danang; Estiningsih, Daru; Herlina, Tetie; Kusumawardani, Nurul; Puspitasari, Ade; Amalia, Latifa; Suminingtyas, Ifa Aris; Nurinda, Eva; Nuryanti, Sundari Desi; Wulandari, Ari Susiana; Pratami, Ria Indah
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5989

Abstract

Toll-like receptor 4 (TLR4) memiliki peran penting dalam patogenesis penyakit kardiovaskular (PKV) melalui mediasi respons inflamasi. Meskipun peran molekul ini semakin dikenal, belum ada kajian bibliometrik komprehensif yang mengulas tren global publikasi terkait TLR4 dalam konteks PKV secara sistematis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika publikasi ilmiah global tentang TLR4 pada PKV dalam kurun waktu 2017–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan dari database Scopus dengan kata kunci “Toll-like receptor 4” dan “cardiovascular”, difilter berdasarkan judul, abstrak, dan kata kunci, serta dibatasi pada dokumen berbahasa Inggris. Sebanyak 1.939 dokumen dianalisis menggunakan perangkat lunak Bibliometrix (R) dan VOSviewer untuk mengevaluasi tren publikasi, produktivitas penulis, kontribusi negara dan institusi, pemetaan kata kunci, dan artikel yang paling berpengaruh. Tiongkok mendominasi jumlah publikasi (592 dokumen), sementara Amerika Serikat mencatat pengaruh ilmiah tertinggi melalui kolaborasi internasional dan jumlah sitasi. Penulis paling produktif adalah Li Y dan Wang Y, sedangkan institusi teratas adalah Mashhad University dan Capital Medical University. Peta kata kunci menunjukkan empat klaster utama: inflamasi-imunitas, stres oksidatif-apoptosis, metabolisme, dan model hewan. Artikel paling disitasi berasal dari jurnal bereputasi tinggi seperti Signal Transduction and Targeted Therapy dan Nature Reviews Rheumatology. TLR4 merupakan target utama dalam penelitian multidisipliner dan translasi pada penyakit kardiovaskular. Hasil studi ini dapat menjadi acuan penting untuk perumusan strategi riset lanjutan dan kolaborasi global yang lebih terarah.
Efektivitas Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) Dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah dan Meningkatkan Berat Badan Pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin Estiningsih, Daru; Nurwanti, Esti; Kusumawardani, Nurul; Suprapti, Sri
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6568

Abstract

Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 meningkat secara signifikan, sehingga diperlukan intervensi berbasis pangan fungsional. Porang (Amorphophallus oncophyllus) mengandung glukomanan yang berpotensi sebagai terapi adjuvan diabetes. Mengetahui efek pemberian tepung porang terhadap kadar glukosa darah dan berat badan tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin (STZ). Penelitian eksperimental dengan desain *pretest-posttest randomized controlled group design* menggunakan 30 ekor tikus jantan galur Wistar. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok: normal, kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid 0,1 mg/kgBB), porang dosis 40 mg/kgBB, dan porang dosis 400 mg/kgBB. Diabetes diinduksi dengan STZ 45 mg/kgBB intraperitoneal. Pengukuran glukosa darah dilakukan hari ke-0, 7, dan 14, sedangkan berat badan diukur hari ke-0, 3, 7, 10, dan 14. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dilanjutkan uji LSD (p<0,05). Kelompok porang dosis 400 mg/kgBB menunjukkan penurunan glukosa darah yang signifikan dari 386,00±24,99 mg/dL menjadi 101,00±21,60 mg/dL (p<0,05), serta peningkatan berat badan dari 130,00±3,24 g menjadi 147,25±12,12 g. Hasil ini setara dengan kelompok glibenklamid dan lebih baik dibandingkan kelompok porang dosis 40 mg/kgBB. Tepung porang dosis 400 mg/kgBB efektif menurunkan glukosa darah dan meningkatkan berat badan pada tikus diabetes yang diinduksi STZ.
Pemanfaatan Tanaman Toga sebagai Aromaterapi di Dusun Karangber Kabupaten Bantul Bulianto, Gerry Dwi; Putri, Febrianty Ratashya; Kusumah, Dyah Aryanti; Rustandi, Henri; Niswannabila, Himmah; Elfaradita, Lovysna Aulia; Sarfana, Sarfana; Sholikhah, Hidayatus; Nurindah, Santi; Aliza, Fidya Nur; Estiningsih, Daru
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(1).22-28

Abstract

Aromaterapi adalah terapi yang didasarkan pada penggunaan sistematis minyak nabati esensial (terkonsentrasi) yang disuling. Senyawa aromatik dari bunga, akar, herba, buah-buahan, damar, kulit kayu, dan tumbuhan lain yang merawat dan meningkatkan kesehatan fisik, fisiologis, dan mental. Desa Guwosari merupakan salah satu desa di Kecamatan Pajangan yang memiliki luas wilayah 830,00 Ha dengan jumlah penduduk sebesar 12.745 jiwa. Desa Guwosari secara administratif pemerintahan terbagi dalam 15 (lima belas) Pedukuhan dan 77 RT. Dukuh Karangber tergolong merupakan dukuh yang mayoritasnya banyak membudidayakan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) seperti, jahe, sereh, dan jeruk nipis. Berdasarkan uraian di atas maka kami mahasiswa KKN berinisiatif untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan judul “Pemanfaatan Tanaman Toga sebagai Aromaterapi”. Dalam kegiatan pengabdian ini, metode yang digunakan adalah sosialisasi tentang pemanfaatan minyak atsiri yang diolah dari daun jeruk nipis sebagai bahan baku utama dalam pembuatan lilin aromaterapi, serta menjelaskan mengenai cara pembuatan lilin aromaterapi. Para ibu-ibu PKK sangat antusias dengan program kerja yang kami adakan, terbukti dengan semangat para ibu-ibu PKK yang banyak melontarkan berbagai pertanyaan pada sesi tanya jawab tentang materi pengabdian ini. Sosialisasi aromaterapi kepada ibu-ibu PKK Dusun Karangber berhasil memotivasi para ibu- ibu untuk membuat lilin aromaterapi sendiri dirumah.