Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) VARIETAS NUSA TENGGARA TIMUR TERHADAP KADAR ALBUMIN DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus Strain Wistar) YANG DIBERI DIET NON PROTEIN Lintang Purwara Dewanti; Aris Widodo; Eriza Fadhilah
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKurang Energi Protein (KEP) merupakan salah satu bentuk malnutrisi yang merupakan faktor utama (60%) penyebab kematian bayi di bawah lima tahun(balita) di daerah tropis dan subtropis. KEP disebabkan oleh kekurangan makanansumber energi dan protein. Pada kondisi KEP konsentrasi albumin darah berkurangdan tekanan onkotik dalam plasma terganggu sehingga dapat menyebabkan edema.Daun kelor memiliki kandungan protein tinggi yang memiliki potensi terapisuplementasi untuk anak-anak KEP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh pemberian tepung daun kelor varietas Nusa Tenggara Timur terhadapkadar albumin darah tikus putih yang diberi diet non protein. Desain penelitianyang digunakan adalah Post Test Only Control Group. Penelitian dilakukan selama93 hari dengan menggunakan 6 kelompok, yaitu K(-) (diet normal), K(+) (diet nonprotein dilanjutkan diet normal), P1, P2, P3, dan P4 (diet non protein dilanjutkandiet normal + tepung daun kelor 180 mg, 360 mg, 720 mg, 1440 mg). Variabel yangdiukur adalah kadar albumin darah dengan menggunakan metode enzimatikcolorimetri. Analisis data menggunakan Oneway ANOVA dilanjutkan dengan PostHoc Duncan. Pemberian suplementasi tepung daun kelor per oral (Moringa oleifera)varietas Nusa Tenggara Timur dapat meningkatkan kadar albumin darah tikusRattus novergicus strain wistar yang diberi diet non protein. Nilai albumin darahnormal diperoleh dari kelompok K(-) (tidak dikondisikan KEP dan tetap menerimadiet normal) sebesar 3,30±0,08 mg/dl. Nilai albumin darah kelompok K(+)(dikondisikan KEP lalu menerima diet normal tanpa penambahan tepung daunkelor) adalah yang paling rendah, yaitu sebesar 2,75±0,30 mg/dl. Hasil penelitianmenunjukkan penambahan tepung daun kelor varietas NTT per oral sebesar 720 mg(P3) pada diet normal tikus yang KEP memberikan pengaruh terbaik bagi kadar albumin darah tikus (3,25±0,17 mg/dl) sebab mendekati kadar albumin darahkelompok tikus non KEP/ kontrol negatif (3,30±0,08 mg/dl). Saran untuk penelitianke depan adalah penggunaan sonde agar dosis kelor yang diasup dapat diketahui secara akurat.Kata kunci: tepung daun kelor, kadar albumin darah, diet non protein.
Peningkatan Pemahaman Citra Tubuh Melalui Edukasi Online pada Wanita Usia Subur Laras Sitoayu; Yolanda Krisna Dewi; Juliana; Renita Febriana; Rizkita Windhiyaningrum; Lintang Purwara Dewanti; Nanda Aula Rumana
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) AMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v3i1.54

Abstract

Remaja putri sebagai WUS menentukan masa depan anak dan keluarganya, membutuhkan perhatian khusus daripada mengalami masalah gizi. Masalah gizi yang sering dialami oleh remaja putri adalah persepsi tubuh yang negatif, yang pada akhirnya berujung pada gangguan makan dan masalah status gizi. Melalui program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja putri tentang body image agar tidak mengalami masalah gizi. Edukasi dilakukan secara online, dan dapat dijadikan sebagai metode alternatif pendidikan gizi bagi remaja putri. Kegiatan ini dilaksanakan pada siswa SMK Mutiara 17 Agustus Bekasi dengan melibatkan siswa kelas X dan XI Farmasi. Hasil pendidikan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan tentang persepsi tubuh pada remaja putri.
Perbedaan pengetahuan, sikap, higiene personal dan cemaran mikroba di pondok pesantren kota dan desa Febriyani Febriyani; Putri Ronitawati; Vitria Melani; Mertien Sa'pang; Lintang Purwara Dewanti
Darussalam Nutrition Journal Vol 6, No 1 (2022): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v6i1.5800

Abstract

Background: Healthy and clean food is the basic principle of institutional food administration. In the practice of organizing mass meals such as in Islamic boarding schools, the risk of food poisoning in students can be caused by various factors. These include lack of knowledge and sanitation hygiene, especially for food handlers. Objective: To determine differences in knowledge, attitudes, personal hygiene of food handlers, and microbial contamination in urban and rural Islamic boarding schools. Method: Used a cross-sectional design, with 13 respondents in urban Islamic boarding schools and 18 respondents in rural Islamic boarding schools. The data collection instruments include knowledge, attitude, personal hygiene, and food safety score (SKP) questionnaires. The germ numbers were tested using the total plate count (TPC) and most probable number (MPN) methods. Data analysis using Independent T-Test test. Results: The knowledge, attitudes, and personal hygiene of respondents in rural Islamic boarding schools were higher than those in urban boarding schools. Bivariate analysis showed that there was a significant difference in personal hygiene in the two groups of Islamic boarding schools (p=0,002). Conclusion: Food handlers have not fully implemented the principles of personal hygiene. It is necessary to conduct training and counseling for food handlers in Islamic boarding schools to improve the quality of the food produced for the students. AbstrakLatar Belakang: Penyediaan makanan yang sehat dan bersih merupakan prinsip dasar penyelenggaraan makanan institusi. Dalam praktik penyelenggaraan makanan massal seperti di pondok pesantren, risiko keracunan makanan pada siswa dapat disebabkan berbagai faktor. Diantaranya kurang pengetahuan dan penerapan higiene sanitasi khususnya pada penjamah makanan. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, personal higiene penjamah makanan dan cemaran mikroba di pondok pesantren kota dan desa. Metode: Rancangan cross-sectional, dengan 13 responden di pondok pesantren kota dan 18 responden di pondok pesantren desa. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner pengetahuan, sikap, personal higiene, dan formulir skor keamanan pangan (SKP). Angka kuman diuji dengan metode total plate count (TPC) dan most probable number (MPN). Analisis data menggunakan uji T-Test Independent. Hasil: Pengetahuan, sikap, dan higiene personal responden di pondok pesantren desa lebih tinggi dibandingkan dengan pondok pesantren kota. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan (p= 0,417) dan sikap (p=0,089) di kedua kelompok pesantren. Terdapat perbedaan signifikan pada higiene personal di kedua kelompok pesantren (p=0,002). Simpulan: Penjamah makanan belum sepenuhnya menerapkan prinsip personal hygiene. Perlu dilakukan pelatihan dan penyuluhan bagi penjamah makanan di pondok pesantren untuk meningkatkan kualitas makanan yang dihasilkan untuk para santri.
Do bagASI Change the Exclusive Breastfeeding Knowledge and Attitudes? Wido Gamani; Laras Sitoayu; Rachmanida Nuzrina; Lintang Purwara Dewanti; Anugrah Novianti
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.874 KB) | DOI: 10.7454/ijphn.v1i2.4804

Abstract

AbstractThe achievement of exclusive breastfeeding (EBF) in the world and in Indonesia is still low. One of the obstacles to EBF is that the mother works. Cooler bag is a familiar media for working mothers to provide breast milk. This research uses modified cooler bags which contain information on how to provide EBF for working mothers, called bagASI. This study aims to determine the effect of bagASI on the EBF knowledge and attitudes of working pregnant women. The research method is Quasi Experimental with Pre Test - Post Test and the number of respondents is 34 working pregnant women. Respondents were divided into 2 groups, namely the intervention group who received education using bagASI and the control group using leaflets. The Paired Sample T-test showed an effect on the level of knowledge and attitudes (p≤0.05) in both two groups. The Independent Sample T-test found that there was a difference in knowledge (p≤0.05) between the intervention and the control group, while in the attitude there was no difference (p≥0.05). Providing education using bagASI can increase the EBF knowledge and attitudes of working pregnant women, so bagASI can be utilized as education tool.AbstrakCapaian pemberian ASI Eksklusif di dunia dan di Indonesia masih rendah. Kendala pemberian ASI Eksklusif di antaranya adalah karena ibu bekerja. Salah satu media yang dikenal ibu bekerja untuk memberikan ASI adalah cooler bag. Penelitian ini menggunakan cooler bag yang didesain dengan penambahan informasi cara pemberian ASI Eksklusif bagi ibu bekerja pada bagian luarnya, disebut bagASI. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bagASI terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil yang bekerja. Metode penelitian adalah Quasi Experimental dengan Pre Test-Post Test Control Group Design dan jumlah responden sebanyak 34 orang ibu hamil yang bekerja. Responden dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan edukasi menggunakan media bagASI dan kelompok kontrol menggunakan leaflet. Berdasarkan uji Paired Sample T-test menunjukkan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap (p≤0.05) pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Berdasarkan uji Independent Sample T-test didapatkan hasil ada perbedaan pengetahuan (p≤0.05) antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, sedangkan pada sikap tidak terdapat perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p≥0.05). Pemberian edukasi menggunakan bagASI dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil sehingga bagASI dapat digunakan sebagai media edukasi.
The Perbedaan pengetahuan gizi, status gizi, dan produktivitas kerja pada tenaga kesehatan dan non-kesehatan : Indonesia Laras Sitoayu; Leyrina Rizky Utami; Lintang Purwara Dewanti; Putri Ronitawati; Yulia Wahyuni
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v7i1.7258

Abstract

Nutrition for female workers has an important role, both for welfare and in order to increase discipline and productivity. Female workers are very prone to nutritional problems because the characteristics of female workers are different from that of male workers. This study aimed to determine the differences in nutritional knowledge, nutritional status and work productivity of female health workers (nakes) and female non-health workers (non-nakes) at RSIA Sammarie Basra, East Jakarta. This type of research is a quantitative study with adesign cross sectional. Subjects were 62 people consisting of 31 female nakes and 31 female non-nakes who were taken using the two difference test technique independent mean. Data collection was carried out by means of questionnaires and anthropometric measurements. Data analysis used independent t-test. Results: the average nutritional knowledge of the subjects was 62,65 (sufficient), nutritional status was 24,7 (normal), work productivity was 107,94 (sufficient). The significant variables were knowledge of nutrition and nutritional status; and the non-significant variable was work productivity. Conclusion: there were differences in nutritional knowledge and nutritional status for female health workers and female non-health workers, but there was no significant difference in work productivity for female health workers and female non-health workers at RSIA SamMarie Basra
Pengaruh Intervensi Sadar Puasa Ramadan terhadap Asupan Zat Gizi Makro, Serat, Gula dan Aktivitas Fisik diantara Remaja Putri Gizi Lebih: Pengaruh Intervensi Sadar Puasa Ramadan terhadap Asupan Zat Gizi Makro, Serat, Gula dan Aktivitas Fisik diantara Remaja Putri Gizi Lebih Khairizka Citra palupi; Nurul Shiva Fauziah; Dessy Aryanti Utami; Lintang Purwara Dewanti; Putri Ronitawati
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1SP.2022.146-156

Abstract

Background: The prevalence of overweight among adolescents 13-18 years from 7.1% to 14.1% between 1993 and 2014, respectively. Mindfulness and Ramadan Fasting have gained attention in treatment of overweight. Objectives: We evaluate the efficacy of Mindful Ramadan Fasting Intervention (MRFI) versus Standard Dietary for Ramadan Fasting (SDRF) in adolescent girls with overweight for improving dietary intake and physical activity Methods: Forty eight overweight adolescents girls from Public Senior High School (age 15 – 17 years) were randomized to MRFI or SDRF groups. The MRFI was administered in six 60-min sessions nutrition education with mindfulness approach and SDDR was provided in six nutrition education brochure administration. Nutrition education was conducted over two weeks before Ramadan Fasting. Two weeks before and after Ramadan Fasting, dietary macronutrients, fiber and sugar intake were measured by 2x24 hour recall , physical activity was measured by IPAQR and  body mass index for age was measured by digital weighing and stadiometer. Results: The proportion of improvement in nutritional status was 29.1 % in MRFI group and 8.3% in SDRF group. Dietary energy and carbohydrates were significantly decreased among both MRFI and SDDR groups (p-value <0.05). Dietary protein and fiber were significantly decreased in MRFI group (p-value <0.05). Dietary fiber was not significantly decreased among both MRFI and SDDR groups (p-value >0.05). Independent t-test showed that there was no difference of dietary macronutrients, fiber and sugar in both MRFI and SDRF groups (p-value > 0.05). Physical activity was significantly decreased among both MRFI and SDRF groups (p-value < 0.05). However, independent t-test showed there was no difference of physical activity among both MRFI and SDDR groups (p-value > 0.05) Conclusions: Both MRFI and SDDR intervention showed feasibility to cure overweight among adolescents girls in urban areas. However, MRFI intervention shows greater improvement in nutrition status and energy intake especially carbohydrates.
The Effectiveness of NEM (Nutrizone Educational Media) Compared with Knowledge and Attitudes in Early Adults in The West Jakarta Region Laras Sitoayu; Daniel Hartanto; Lintang Purwara Dewanti; Harna Harna; Mertien Sa&#039;pang
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/ijphn.v3i2.6362

Abstract

AbstractMetabolic syndrome is a disease that often occurs in early adulthood. Maintaining a good lifestyle to prevent non-communicable diseases is very important to maintain a good quality of life. In early adulthood, most of them are still not exposed to information related to metabolic syndrome, so it is necessary to provide interventions associated with it. This study uses the Nutrizone gameboard intervention media. Good early adults’ knowledge and attitude about Metabolic Syndrome may lead to a good lifestyle that prevents them from suffering from NCDs.  An intervention media may improve their knowledge and attitude. The research design used was pre-experimental one with subjects of 40 early adults. They received one-time education using Nutrizone Media and showed Significance difference scores before and after intervention based on paired sample t-test and Wilcoxon test. Nutrizone board games can improve early adult knowledge and attitudes to be used as educational media. Keywords: Nutrizone, knowledge of metabolic syndrome, attitude toward metabolic syndrome AbstrakSindrom metabolik adalah suatu penyakit yang sering terjadi dikalangan dewasa awal. Menjaga gaya hidup yang baik untuk mencegah penyakit tidak menular terjadi sangatlah penting untuk menjaga kualitas hidup yang baik. Pada masa dewasa awal juga Sebagian besar masih kurang terpapar informasi terkait sindrom metabolik sehingga perlu diberikan intervensi terkait sindrom metabolik. Penelitian ini menggunakan media intervensi permainan papan (gameboard) nutrizone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nutrizone terhadap pengetahuan dan sikap dewasa awal terhadap sindrom metabolik. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Pre dan Post-test design dan jumlah responden sebanyak 40 orang dewasa awal. Responden mendapat edukasi menggunakan media nutrizone, berdasarkan uji Paired Sample T-test, dan Wilcoxon didapatkan hasil ada perbedaan pengetahuan serta sikap sindrom metabolik (p<0.05). Permainan papan nutrizone dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap dewasa awal sehingga dapat digunakan sebagai media edukasi. Kata kunci: Nutrizone, pengetahuan sindrom metabolik, sikap sindrom metabolik
Literasi Digital dengan AR Book terhadap Pengetahuan Remaja Vira Herliana Putri; Laras Sitoayu; Putri Ronitawati; Vitria Melani; Lintang Purwara Dewanti; Nanda Aula Rumana
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.221 KB) | DOI: 10.36590/jagri.v2i1.86

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu masa perkembangan manusia. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak hingga dewasa yang meliputi perubahan biologis, psikologis dan sosial. Pola hidup dan pola makan yang benar sangat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan remaja, salah satunya yaitu pola hidup sehat serta makan dengan beraneka ragam sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Namun pada kenyataannya banyak remaja yang tidak menerapkan pedoman gizi seimbang di kehidupan sehari-hari, bahkan tidak mengetahui apa itu pedoman gizi seimbang. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan edukasi secara online pada siswa SMPN 220 Jakarta mengenai pentingnya makan beraneka ragam sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Kegiatan dilakukan melalui WhatsApp group yang diikuti oleh 89 siswa. Edukasi secara online ini penting untuk dilakukan karena dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai makan beraneka ragam. Hasil pre-test 73,46 dan post-test 85 menunjukkan ada peningkatan pengetahuan siswa sebesar 11,54 poin setelah mengikuti edukasi. Sehingga edukasi secara online ini perlu untuk sering dilakukan pada siswa remaja.
PERBEDAAN ASUPAN ENERGI, ZAT GIZI MAKRO DAN STATUS GIZI BADUTA YANG MENGONSUMSI SUSU FORMULA DAN ASI EKSKLUSIF DI KELURAHAN CIMUNING Rhanum Darmayanti; Lintang Purwara Dewanti; Laras Sitoayu; Rachmanida Nuzrina
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.599 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.1.4040

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan Asupan Energi, zat gizi makro dan status gizi pada baduta (6-24 bulan) yang mengonsumsi susu formula dan ASI eksklusif di kelurahan Cimuning Kota Bekasi. Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian yaitu observasional dengan pendekatan cross sectional dimana observasi untuk variabel independent dan dependent yang diteliti dalam waktu bersamaan. Populasi berjumlah 1027 orang dengan sampel 80 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematic random sampling. Instrument yang digunakan adalah timbangan berat badan dan tinggi badan, lembar formulir food recall. Analisis data menggunakan uji statistic Uji T-test Independen pada Variabel asupan Energi, Lemak dan Karbohidrat karena berdistribusi normal. Untuk data yang tidak terdistribusi normal yaitu Asupan Protein dan Status Gizi menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney dengan p = 0,05. Dan didapatkan hasil bahwa ada perbedaan Asupan Energi, Karbohidrat, Lemak pada Baduta yang konsumsi Susu Formula dan ASI eksklusif. Tidak ada perbedaan Asupan Protein dan Status Gizi Baduta yang konsumsi Susu Formula dan ASI eksklusif. Melalui penelitian ini diharapkan ibu baduta lebih memilih untuk memberikan ASI eksklusif kepada baduta nya dibandingkan dengan Susu Formula.
The Perbedaan pengetahuan gizi, status gizi, dan produktivitas kerja pada tenaga kesehatan dan non-kesehatan : Indonesia Laras Sitoayu; Leyrina Rizky Utami; Lintang Purwara Dewanti; Putri Ronitawati; Yulia Wahyuni
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v7i1.7258

Abstract

Nutrition for female workers has an important role, both for welfare and in order to increase discipline and productivity. Female workers are very prone to nutritional problems because the characteristics of female workers are different from that of male workers. This study aimed to determine the differences in nutritional knowledge, nutritional status and work productivity of female health workers (nakes) and female non-health workers (non-nakes) at RSIA Sammarie Basra, East Jakarta. This type of research is a quantitative study with adesign cross sectional. Subjects were 62 people consisting of 31 female nakes and 31 female non-nakes who were taken using the two difference test technique independent mean. Data collection was carried out by means of questionnaires and anthropometric measurements. Data analysis used independent t-test. Results: the average nutritional knowledge of the subjects was 62,65 (sufficient), nutritional status was 24,7 (normal), work productivity was 107,94 (sufficient). The significant variables were knowledge of nutrition and nutritional status; and the non-significant variable was work productivity. Conclusion: there were differences in nutritional knowledge and nutritional status for female health workers and female non-health workers, but there was no significant difference in work productivity for female health workers and female non-health workers at RSIA SamMarie Basra
Co-Authors Afrita Harlianty, Rully Agustina, Noni Airin Roshita Amelia, Sry Rizki Annisa Millenda Sari Anugrah Novianti Anugrah Novianti Areta Idarto Aris Widodo Asmarani, Intan Dwi Daniel Hartanto Dewi, Sita Pramesti Dhea Mardani Nur Mardani Dhita Noverina Dian Puspita Sari Dian Puspita Sari Dudung Angkasa Edi Hamdi Elsye Meilinda Br Sembiring Meliala Eriza Fadhilah Erry Yudhya Muliani Febriyani Febriyani Gifari, Nazhif Hanifah, Luthfi Nur Harna Harna, Harna Harna, Harna Helmi Imelda intan permata sari Jayakusuma, Muhamad Zaidan Judhiastuty Februhartanty Juliana Jusat, Idrus Laras Sitoayu Lestari, Nurindah Leyrina Rizky Utami Lutfi Fanani Lutfi Fanani Mardiyah, Sarah Marsidi, Sitti Rahmah Meiliana, Yutta Lilin Sabad Melani, Vitira Melani, Vitria Michael Fujima Muh Asrul Irawan, Andi Mury Kuswari Nabila Nabila Nabila Permatasari Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadya Fauziyah Efendi Novia Indri Saputri Novianti, Anugrah Nuraldimas, Asri Nurul Khairani Nurul Shiva Fauziah Palupi, Khairizka Citra Pelita Juliana Gultom Pradini, Indira Prita Dhyani Swamilaksita Priyasna, Irpan Putri Azahra Sumitra Putri Ronitawati Putri, Vira Herliana Rachmadini, Poetry Asri Rachmanida Nuzrina Rahmi Kartini Pertiwi Ramadhan, Muhammad Rizzqi Renita Febriana Reza Fadhilla Rhanum Darmayanti Rika Mutiara, Rika Risda, Rahmatia Rizkita Windhiyaningrum Sa'pang, Mertien Sarah Mardiyah Sita Pramesti Dewi Siti Badriyah Sukma Wati Sumitra, Putri Azahra Susanti, Tazkiyyah Khanifah Tommy G Tommy G Utami, Dessy Aryanti Vira Herliana Putri Vitria Melani Vitria Melani, Vitria Wahyuni, Yulia Wido Gamani Yolanda Krisna Dewi Yulia Wahyuni