Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FENOMENA PERILAKU BULLYING DI KALANGAN PESERTA DIDIK Heldie Bramantha
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 6 No 1 (2018): JUNI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.577 KB)

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang fenomena perilaku bullying di kalangan peserta didik tingkat Sekolah Dasar serta perilaku apa yang ditunjukkan oleh pelaku, korban dan penonton pada saat terjadi tindakan bullying. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 3 Mangaran Kabupaten Situbondo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena peneltian ini digunakan untuk mengungkapkan fakta kejadian dengan penjelasan yang gamblang apa adanya. Metode pengumpulan data menggunakan in depht interview (wawancara mendalam) dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena bullying di SDN 3 Mangaran Kabupaten Situbondo adanya unsur keinginan balas dendam antar siswa yang dulunya pernah menjadi korban bullying. Bentuk perilaku bullying yang terjadi di SDN 3 mangaran yaitu (1) bentuk fisik, yaitu memukul menggunakan tangan dan menggunakan benda seperti kayu, mendorong, menendang menggunakan kaki, (2) non fisik, yaitu memaksa, menyoraki,memfitnah, memarahi, membentak, mengejek, dan mengucilkan. Sedangkan peran pelaku korban dan saksi yaitu sebagai penguat, sehingga menimbulkan dampak rasa tidak nyaman bagi korban
KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN MEDIA PUZZLE DALAM KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Heldie Bramantha
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v3i2.870

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 1 Tanjung Glugur pada materi operasi hitung bilangan pangkat tiga. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri berbantuan media puzzle pada materi operasi hitung bilangan pangkat tiga kelas V Semester Genap di SDNegeri 1 Tanjung Glugur Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2018/2019. (2) Meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas V SDNegeri 1 Tanjung Glugur dalam materi operasi hitung bilangan pangkat tiga melalui model permainan media puzzle. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDNegeri 1 Tanjung Glugur yang berjumlah 13 siswa. Objek penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi operasi hitung bilangan pangkat tiga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tes yang berjumlah 10 butir soal dalam bentuk isian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes. Teknil analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa meningkat. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dari kondisi awal 23 menjadi 72 pada siklus I dan menjadi 79 pada siklus II. Persentase ketuntasan meningkat dari kondisi awal 33% menjadi 63% pada siklus I dan menjadi 83% pada siklus II. Kondisi diatas dapat dicapai peneliti dengan berbagai keterbatasan yang ada.
DESAIN RISET: PERKEMBANGAN KETERAMPILAN PENGUKURAN SISWA SD MELALUI PERMAINAN PENTENG Mufarrahatus Syarifah; Heldie Bramantha
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 1 No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.281 KB)

Abstract

This research is a design research.In implementation, this study includes three stages, namely experimental preparation, design trials, and activity analysis. The design of learning designed in this study aims to develop students' skills in measuring. The designed design involves the traditional game of penteng. Research subjects involved are 3rd grade elementary students. Based on design trials conducted, it is found that through the activity in playing penteng students experience the process directly in the measurement using the measuring tool is not standard. In a penteng game, students measure the distance of the short wood fall to the hole where the wooden throw using long wood and short wood. The experience they get directly when taking measurements using short wood and tracers leads them in declaring distance using the standard unit. This is indicated by the process of counting jumps by students when asked to declare the results of non-standard calculation into the standard unit. Through these activities students' skills in measurement can develop.
IDENTIFIKASI BAKAT OLAHRAGA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPORT SEARCH PADA SISWA PUTRA KELAS V SDN 3 MANGARAN KABUPATEN SITUBONDO Heldie Bramantha
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 1 No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.628 KB)

Abstract

This research to determine: Sports talent on students of Grade V SDN 3 Mangaran, and know the potential of sports talents of the students of grade V SDN 3 Mangaran Situbondo Regency. The research method used is descriptive. This research would like to describe the gifts of grade V students of State Elementary School 3 Mangaran Situbondo Regency. Population and sample in this research is entire student of class V SDN 3 Mangaran Situbondo Regency amounting 26 people. The test used in this study is 10 items of sports search test by M Furqon H ( 2006: 38). Data analysis techniques using the modification sport search from M Furqon H. Results of this research and analysis is: The level of sporting activity of grade V students of State Primary School 3 in 2016 from the total of 26 students, 10 students (38.5%) gifted sports, and 16 students (61.5%) less talented / not talented sport. The potential level of sporting talents of grade V students of State Primary School 3 in 2016 from 26 students, 4 students (15.4%) potential as prospective athletes, 6 students (23%) are quite potential as prospective athletes, 11 students (42.3%) were less potential as prospective athletes and 5 students (19.2%) are not potential candidates for athletes.
PEMANFAATAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN DALAM PEMBERDAYAAN PROGRAM DIET GADGET BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Heldie Bramantha
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v4i2.784

Abstract

Penggunaan gadget dikalangan anak-anak semakin memprihatinkan dan tentu memiliki dampak negatif terhadap tumbuh kembang. Terlihat jelas anak-anak lebih cepat beradaptasi dengan teknologi yang ada. Sehingga anak-anak sering terlena dengan kecanggihan gadget dengan fitur-fitur yang tersedia di dalamnya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah sebagai salah satu upaya untuk menurunkan dampak negatif gadget pada siswa sekolah dasar. Sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah siswa sekolah dasar di Kecamatan Mangaran Kota Situbondo. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Tanjung Glugur Kota Situbondo. Target Luaran yang dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah siswa memperoleh informasi tentang cara menggunakan gadget dengan bijak. Kegiatan pengabdian ini menggunakan alat bantu berupa media promosi kesehatan yaitu media permainan ular tangga untuk mempermudah dalam menyampaikan informasi kepada peserta serta media ini juga bisa digunakan untuk belajar sekaligus bermain sehingga para siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Evaluasi dari kegiatan ini yaitu tim melakukan pendampingan kepada siswa SDN 1 Tanjung Glugur. Pendampingan ini di lakukan selama 3 minggu. Setelah dilakukan pendampingan, terlihat siswa yang awalnya ketika jam istirahat selalu bermain gadget, sudah mulai meninggalkan gadget ketika di sekolah
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Heldie Bramantha
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Latifah Pres

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.603 KB) | DOI: 10.47971/mjpgmi.v2i1.63

Abstract

This study aims to determine whether there is influence of learning independence on student learning outcomes of The 4thgrade students SDN 6 Dawuhan academic year 2017/2018. This research is a quantitative research, The method used is comprative. The formulation of the problem in this research is whether there is influence of learning independence on student learning outcomes of The 4thgrade students SDN 6 Dawuhan academic year 2017/2018?. The population in this study were students at SDN 6 Dawuhan. This research use purpusive sampling technique, with sample number 30 responden (all student of class 4th). This research consist of independent variable and dependent variable, independent variable that is learning independence (X), and dependent variable that is learning outcomes (Y). Data collection technique used in this study is using questionnaires and documentation (student learning outcomes). The results showed that the influence of learning independence on student learning outcomes of class 4th is in the category of influence is it can be in known from the correlation coefficient of R = 0,507, and to know whether the hypothesis submitted accepted / rejected, then T count compared with T table with significant level of 0,005 with the number of respondents 30 obtaided T table = 2,048 whereas T count = 3,117, means T count 3,117 > T table 2,048 so (Ho) is rejected and (Ha) accepted. Based on the results of the study, then this study, concluded (Ho) rejected and (Ha) accepted, that there is Influence Of Learning Independence On Student Learning Outcomes Of The 4thGrade Students SDN 6 Dawuhan Academic Year 2017/2018.
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MENERAPKAN STRATEGI DRTA (DIRECTED READING THINKING ACTIVITY) DI SDN 1 WRINGIN ANOM JATI BANTENG SITUBONDO Heldie Bramantha; Vidya Pratiwi
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 12 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v12i2.2532

Abstract

Pendidikan sangat erat hubungannya dengan minat belajar yang dimana pendidikan tidak akan berjalan apabila tidak terdapat minat belajar disetiap siswa. Minat belajar memegang peranan penting dalam belajar. Karena minat belajar ini merupakan suatu kekuatan motivasi yang menyebabkan seseorang memusatkan perhatian terhadap seseorang atau kegiatan tertentu. Minat diartikan sebagai kecenderungan subjek yang menetap untuk merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi tersebut. Dalam penelitian ini peneliti mengambil jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi yang menjadi tempat penelitian yaitu ditempatkan di SDN 1 Wringin Anom Desa Wringin Anom Kecamatan Jati Banteng. Peneliti memilih tempat di SDN 1 Wringin Anom karena sesuai observasi yang dilakukan oleh peneliti masih banyak masalah-masalah kurangnya minat belajar siswa khususnya pada masa pandemi Covid-19 yang mengakibatkan siswa untuk belajar dirumah serta mengakibatkan siswa akan lebih malas untuk belajar khususnya pada pembelajara Matematika. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di SD Negeri 1 Wringin Anom Kecamatan Jatibanteng tentang Minat belajar Matematika pada materi konsep pecahan di era pandemi Covid-19 yang di lakukan secara daring dan luring, peneliti melakukan wawancara terhadap guru kelas yang sekaligus menjadi guru matematika di kelas 4 SD negeri wringin Anom kecamatan Jati Banteng, wawancara yang di teliti tentang minat belajar di antaranya: Indikator Minat Belajar Menurut Slameto (2010 : 180) beberapa indikator minat belajar yaitu: 1) perasaan senang, 2) ketertarikan, 3) perhatian, 4) keterlibatan siswa.
DUTA ANTI BULLYING SEBAGAI PEER GROUB EDUCATOR UNTUK PENGEMBANGAN PERILAKU SALING MENGHARGAI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Heldie Bramantha; Vidya Pratiwi; Nova Amelia Sari
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 2 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.684 KB) | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v2i1.2652

Abstract

Perilaku bullying punya kecenderungan untuk meningkat secara nasional di sekolah-sekolah. Data yang diperoleh dari KPAI, saat ini perilaku bullying menempati peringkat teratas pengaduan masyarakat atau sekitar 25% dari total pengaduan dalam bidang pendidikan sebanyak 1.480 kasus (www.kpai.go.id). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, secara nasional kasus kekerasan dan bullying di sekolah, terutama anak menjadi pelaku justru meningkat. Secara umum, tindak kekerasan terhadap anak 2015 menurun sebesar 25 persen (3.820 kasus) dibanding 2021 (5.066 kasus). Tetapi kasus pelanggaran anak di bidang pendidikan justru naik 4 persen dari 461 kasus di 2014 menjadi 478 di 2021. Bahkan, anak yang jadi pelaku bullying di sekolah meningkat drastis menjadi 39 persen di 2022. Solusi yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu Melakukan sosialisasi tentang perilaku bullying tingkat Sekolah Dasar meliputi: bentuk dan jenis bullying, faktor, dampak, dan arti dari bullying itu sendiri, faktor penyebab dan upaya mengatasi tindakan bullying. Dalam pembentukan karakter untuk siswa, diperkenalkan program. Memilih dan melatih duta anti bullying yang telah ditunjuk sekolah, Memonitor dan mengevaluasi kontribusi duta anti bullying dalam pergaulan di sekolah. Melibatkan siswa berprestasi untuk menjadi duta anti bullying agar menjadi role model bagi teman-teman di sekolahnya. Hasil pengabdian ini adalah terbentuknya duta anti bullying yang dipilih langsung oleh masing-masing sekolah mitra. Melalui sosialisasi tentang bullying, para duta yang telah dipilih diberi pemahaman tentang bentuk perilaku bullying, dampaknya bagi korban, dan bagaimana pencegahannya. Duta anti bullying berperan dalam membantu teman-temannya untuk memahami perilaku bullying dan dampaknya. Hal ini ditunjukkan dengan laporan guru pendamping kepada pelaksana kegiatan tentang peran duta anti bullying.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN TEKNIK PENCARIAN BIBIT OLAHRAGA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPORT SEARCH UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Heldie Bramantha; Gustilas Ade Setiawan
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 1 No 2 (2022): AGUSTUS 2022
Publisher : MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.08 KB) | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v1i2.2066

Abstract

Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah SDN 3 Mangaran.. Sebagian siswa mayoritas bertempat tinggal di Desa Mangaran. SDN 3 Mangaran termasuk sekolah yang bisa dikatakan unggulan di daerahnya, karena tersedianya fasilitas belajar yang memadai. Tetapi, meskipun dikatakan sekolah unggulan, sekolah tersebut masih kurang mempunyai prestasi khususnya di bidang olahraga. Hal ini tak lepas dari faktor guru/pembina olahraga yang belum mengetahui cara untuk menemukan bibit-bibit olahraga di lingkungan SDN 3 Mangaran. Untuk menanggulangi masalah tersebut, dirancang kegiatan pelatihan dan pendampingan bagaimana cara menemukan bakat dan minat khususnya di bidang olahraga, yaitu menggunakan metode Sport Search. Melalui kegiatan sosialisasi terhadap guru atau pembina olahraga, diharapkan terbentuk pemahaman baru mengenai bagaimana menemukan bakat dan minat siswa di bidang olahraga. Kegiatan pendampingan dilakukan oleh guru pendamping dan tim pelaksana kegiatan pengabdian. Pendampingan yang dilakukan berupa pengamatan dan intervensi. Pengamatan dilakukan untuk menunjukkan bagaiamana pemahaman guru tentang langkah-langkah pelaksanaan metode Sport Search. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah 1) tahap persiapan, kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah pemetaan masalah dan observasi awal. 2) sosialisasi. Dalam tahap sosialisasi, metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, simulasi. 3) yang terakhir adalah tahapan pendampingan dan pelaksanaan praktik. Hasil dari kegiatan ini bagi guru olahraga dan pembina olahraga yaitu meningkatnya pengetahuan tentang bagaimana cara menemukan bakat dan potensi siswa-siswinya khususnya di bidang olahraga. Bagi siswa, kegiatan ini dapat menemukan potensi dan bakat olahraga yang dimiliki masing-masing siswa sehingga memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan olahraga.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA FLASH CARD PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV DI SDN 1 SEMIRING I KABUPATEN SITUBONDO TAHUN AJARAN 2020/2021 fatimatus holifa; heldie bramantha; dodik eko yulianto
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 1 No 1 (2022): : EDISI AGUSTUS
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.137 KB) | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v1i1.1985

Abstract

Model pembelajaran make a match merupakan salah satu pendekatan konseptual yang mengajarkan siswa memahami konsep-konsep isecara aktif, kreatif, interaktif, efektif dan menyenangkan bagi siswa sehingga ikonsep imudah idipahami idan ibertahan ilama idalam istruktur ikognitif isiswa. iRumusan imasalah idalam ipenelitian iadakah ibagaimana ipenggunaan imodel ipembelajaran iMake ia iMatch ikelas iIV iMata ipelajaran IPA di SDN 1 Semiring Kabupaten Situbondo Tahun iAjaran i2020/2021. Metode yang penulis gunakan kualitatif, pengumpulan data menggunakan metode interview, observasi dan dokumenter, serta analisis data yang digunakan adalah diskriptif kualitatif. Berdasarkan deskripsi data dan analisis penelitian Pemanfaatan Model Pembelajaran Make a Match Kelas IV pada Mata pelajaran IPA di SDN 1 Semiring Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran 2020/2021 maka pada akhir skripsi dapat idisimpulkan yaitu idalam imenerapkan model ipembelajaran Make A Match meliputi Guru menyiapkan beberapa kartu iyang berisi beberapa ikonsep iatau itopik iyang cocok untuk sesi review, sebaliknya Satu bagian kartu soal Dan bagian lainnya kartu jawaban, Setiap isiswa mendapat satu buah kartu, Tiap siswa memikirkan jawaban/soal idari kartu yang dipegang, Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal ijawaban), Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin, Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya