Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Perencanaan Kebutuhan Obat Dan Alat Kesehatan Di Fasilitas Kesehatan Kasmiati, Neng; Amalia, Rosi; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.7569

Abstract

Perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan merupakan komponen penting dalam manajemen logistik fasilitas kesehatan karena memengaruhi ketersediaan pelayanan, mutu layanan, dan efisiensi anggaran. Data nasional menunjukkan bahwa 41% rumah sakit mengalami kekosongan obat esensial setidaknya sekali dalam satu tahun, sementara 28% melaporkan ketidaksesuaian pengadaan alat kesehatan, terutama saat terjadi peningkatan kasus penyakit. Ketidaktepatan perencanaan dapat menimbulkan kekosongan stok, penumpukan obat kedaluwarsa, dan ketidakefisienan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi perencanaan kebutuhan logistik farmasi melalui pendekatan konsumsi, epidemiologi, dan metode kombinasi. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 25 artikel nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2015–2024 dari Google Scholar, PubMed, dan Portal Garuda dengan kata kunci yang relevan. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan relevansi, kelengkapan teks, dan kesesuaian metodologi. Hasil menunjukkan bahwa metode konsumsi paling banyak digunakan karena mudah diterapkan, namun akurasinya sangat dipengaruhi kualitas pencatatan. Metode epidemiologis lebih sesuai untuk penyakit kronis dan program prioritas, sedangkan metode kombinasi memberikan hasil perencanaan yang lebih stabil, terutama pada fasilitas dengan kebutuhan beragam. Penggunaan sistem informasi logistik juga terbukti meningkatkan akurasi perencanaan sebesar 30–40%. Kesimpulannya, perencanaan optimal memerlukan penerapan metode yang adaptif, didukung pencatatan yang baik, pemanfaatan teknologi informasi, dan koordinasi antarunit.Kata Kunci: Logistik Farmasi, Perencanaan Kebutuhan Obat, Pengendalian Persediaan
Regulation of Drug Procurement and Supply Chain Management in Indonesian Hospitals: Implications for Drug Availability and Mitigation of Drug Shortage Arrasily, Nailul Fithri; Minarsih, Tri Jenny; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Ilmiah Ekotrans & Erudisi Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69989/yg78vk12

Abstract

Pharmaceutical management in hospitals is a critical component of the healthcare system, directly influencing service quality and operational sustainability. This study examines the relationship between the pharmaceutical regulatory framework established by the Ministry of Health (Kemenkes) and the National Agency of Drug and Food Control (BPOM) and the operational performance of pharmaceutical Supply Chain Management (SCM) in Indonesian hospitals. A Systematic Literature Review (SLR) using a Scoping Review approach was conducted to synthesize quantitative evidence on drug procurement regulations, distribution, and inventory efficiency. Secondary data show that 34.7% of hospitals experience shortages of essential medicines at least once a year, and 80% of pharmaceutical distributors (PBFs) fail to meet the maximum three-day delivery lead time. This highlights a substantial gap between comprehensive regulations, such as Ministry of Health Regulation No. 17 of 2024 on Telepharmacy and BPOM Regulation No. 20 of 2025 on Good Distribution Practice (CDOB), and operational logistics implementation. The main challenge lies not in regulatory design but in weak enforcement of logistical discipline and supplier monitoring. Recommended strategies include performance-based contracts linking lead-time compliance to penalties or incentives and continuous data-driven training for pharmaceutical personnel. Strengthening the synergy between regulatory frameworks and operational discipline is essential to ensure sustainable drug availability and high-quality healthcare services in Indonesia.
PATIENT SATISFICATION AS CONSUMERS: A LITERATURE REVIEW ON THE DETERMINANTS OF HEALTH SERVICE QUALITY IN THE JKN ERA Wulandari, Reny Yulita; Rachmawan, Ade; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
HEARTY Vol 14 No 1 (2026): FEBARURI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i1.20871

Abstract

Patient satisfaction is a key indicator in assessing the quality of healthcare services, particularly within the National Health Insurance (JKN) system, which aims to provide equitable access to healthcare for all Indonesian citizens. In the context of patients as consumers, understanding the determinants of satisfaction is crucial for improving service quality and maintaining public trust. This study is a literature review that aims to identify and analyze the factors influencing patient satisfaction based on findings from eleven relevant scientific articles. The method used is a literature review with a descriptive-qualitative approach. The review shows that service quality dimensions such as responsiveness, assurance, and empathy consistently have a significant influence on patient satisfaction. Additionally, factors such as perceived service equality between BPJS and non-BPJS patients, institutional image, and prior service experiences also affect satisfaction levels. These findings indicate that patient satisfaction is not only determined by technical aspects of service but also by relational aspects and perceptions of fairness. Therefore, improving service quality oriented towards patients' needs and expectations is essential to support the successful implementation of JKN sustainably.
Tinjauan Literatur: Model dan Mekanisme Distribusi Obat pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Indonesia: Analisis Kuantitatif Kinerja dan Implikasi Keselamatan Pasien (2015–2025) Muharani, Defrika; Faizah, Hashifah; Arrasily, Nailul Fithri; Farhiyah, Nur Laili; Minarsih, Tri Jenny; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5378

Abstract

This literature review aims to synthesize quantitative empirical evidence from studies published between 2015 and 2025 concerning drug distribution models and logistic mechanisms implemented in Hospital Pharmacy Installations in Indonesia. The review focuses on comparing the effectiveness of the Unit Dose Dispensing system with conventional drug distribution models, namely Individual Prescribing and Floor Stock systems, while also examining the role of inventory control methods such as ABC-VEN Analysis and the Economic Order Quantity approach in improving pharmaceutical logistics performance. The findings reveal that national compliance of IFRS with established pharmaceutical care standards remains relatively low, reaching only 65.28%, indicating significant gaps in service quality and operational efficiency. Conventional distribution models are consistently associated with substantial inefficiencies, as reflected by an average inpatient drug return rate of approximately 18%, ranging from 17.11% to 19.62%. Prescription duplication emerges as the dominant contributor, accounting for 42.27% of total medication returns. Conversely, studies evaluating the implementation of the UDD system demonstrate a marked reduction in medication errors, highlighting its effectiveness in enhancing patient safety. From a financial perspective, the application of EOQ-based inventory management has shown the potential to reduce pharmaceutical inventory costs by an average of 8.21% per month, indicating meaningful improvements in cost efficiency. Overall, this review concludes that IFRS in Indonesia must progressively transition toward automated, standardized, and integrated drug distribution systems. Successful implementation requires addressing critical socio-technical challenges, including high initial investment costs, limitations in technological infrastructure, and resistance among healthcare personnel, to achieve optimal patient safety, and service quality.
Evaluasi Proses Manajemen Logistik Obat di Rumah Sakit Faizah, Hashifah; Farhiyah, Nur Laili; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6038

Abstract

Manajemen logistik farmasi/Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena berpengaruh langsung terhadap ketersediaan, mutu, keamanan, dan efisiensi penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen logistik farmasi/B3, peran pengendalian dalam menjamin efektivitas dan efisiensi setiap tahapan siklus logistik, serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya di instalasi farmasi rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terkait perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, dan penghapusan obat serta B3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum manajemen logistik farmasi telah berjalan cukup baik, khususnya pada aspek perencanaan dan pengadaan, sehingga ketersediaan obat dapat terpenuhi sesuai Rencana Kebutuhan Obat (RKO). Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya sistem pengendalian, serta sarana dan prasarana penyimpanan yang belum sepenuhnya memenuhi standar, terutama terkait keamanan dan pemisahan B3. Oleh karena itu, penerapan siklus manajemen logistik farmasi/B3 secara terpadu dan berkesinambungan menjadi kebutuhan mendesak bagi fasilitas pelayanan kesehatan. Pengendalian yang efektif terbukti berperan penting dalam mencegah kekosongan stok, pemborosan anggaran, serta risiko keselamatan dan lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pengendalian logistik melalui peningkatan kompetensi SDM, integrasi sistem informasi logistik, serta perbaikan fasilitas penyimpanan guna mendukung manajemen logistik farmasi/B3 yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Analisis Strategi Bisnis Di Rumah Sakit Faizah, Hashifah; Farhiyah, Nur Laili; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6047

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kepuasan pasien, derajat kesehatan masyarakat, serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor pelayanan kesehatan, rumah sakit dituntut untuk tidak hanya berorientasi pada misi sosial ini, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan finansial melalui penerapan strategi bisnis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, kepuasan pasien, serta keseimbangan antara orientasi bisnis dan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan menelaah konsep manajemen strategis, mutu pelayanan, transformasi digital, dan pengelolaan keuangan rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan manajemen strategis yang komprehensif, didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengelolaan keuangan yang efektif, mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mutu pelayanan. Selain itu, strategi subsidi silang dan kemitraan dengan berbagai pihak menjadi solusi dalam menjaga keseimbangan antara tujuan finansial dan misi sosial rumah sakit. Dengan demikian, manajemen strategis merupakan faktor kunci dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang bermutu, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepuasan pasien. Untuk mewujudkan pelayanan yang bermutu secara berkelanjutan, rumah sakit memerlukan pertumbuhan dan pembelajaran sumber daya manusia (SDM) yang terus-menerus, baik dari sisi kompetensi, etika, maupun profesionalisme.
Isu dan Strategi Informatif Penerapan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan dalam Upaya Mewujudkan Health for All di Indonesia Rosjayanti, Ria; Zhafirah, Putri; Mubaroroh, Dewi; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37003

Abstract

Ilmu administrasi dan kebijakan kesehatan yang berlaku di Indonesia sudah diterapkan di berbagai sektor untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Isu kesehatan yang ditemukan di lapangan masih menjadi tantangan yang perlu dikaji secara berkala untuk mewujudkan Health for All di Indonesia. Salah satunya adalah isu Stunting yang menjadi perhatian di tingkat nasional. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk menyajikan isu serta strategi yang sudah diterapkan melalui administrasi dan kebijakan kesehatan di Indonesia. Penelitian yang bersumber dari buku dan jurnal terkait topik ini menggunakan metode literature review. Tinjauan literatur adalah metode efektif untuk mengumpulkan, menganalisis, dan sintesis informasi dari berbagai sumber terkait topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan berbagai isu kesehatan dan strategi penanganan berbeda diperlukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Literatur Review : Implementasi Transformasi Kesehatan Digital Wilayah Perkotaan dan Wilayah 3T di Indonesia Putri, Andinnya Cesalia; Andini, Mawasumi Ayu; Kristien, Stella Angela; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37077

Abstract

Transformasi kesehatan digital menjadi bagian penting dalam Reformasi Sistem Kesehatan di Indonesia, sejalan dengan agenda Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia dan Strategi Global Digital Health. Prevalensi Obesitas dewasa naik dari 21,8% (RISKESDAS 2018) menjadi 23,4% (SKI 2023), juga ditemukan bahwa Prevalensi Diabetes Mellitus (DM) pada usia penduduk ≥15 tahun berdasarkan diagnosis dokter meningkat dari 2,0% (RISKESDAS 2018) menjadi 2,2% (SKI 2023). Hal ini menujukkan pola pergeseran Penyakit Tidak Menular (PTM) secara nasional baik di wilayah perkotaan dan wilayah 3T. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis implementasi transformasi kesehatan digital di wilayah perkotaan dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia serta mengidentifikasi hambatan yang mempengaruhi pemerataan inovasi kesehatan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sistematis melalui database Google Scholar dalam kurun waktu lima tahun terakhir dengan relevansi topik, kualitas metodologi, dan kesesuaian dengan konteks transformasi digital kesehatan di Indonesia. Menunjukkan bahwa implementasi digitalisasi kesehatan di wilayah perkotaan berkembang lebih cepat karena didukung infrastruktur teknologi, literasi digital, dan dukungan kebijakan yang memadai. Inovasi seperti Rekam Medis Elektronik, telemedicine, SISRUTE, dan platform SATUSEHAT mampu meningkatkan efisiensi dan akses layanan kesehatan. Sementara itu, di wilayah 3T, transformasi digital masih menghadapi kendala berupa keterbatasan jaringan internet, infrastruktur yang belum merata, rendahnya literasi digital tenaga kesehatan, fragmentasi regulasi, serta isu keamanan data. Transformasi kesehatan digital berpotensi meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia, namun diperlukan penguatan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, harmonisasi regulasi, serta komitmen lintas sektor untuk mengurangi kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan wilayah 3T sehingga implementasinya dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
Analisis Isu Strategis dan Strategi Penguatan Sistem Kesehatan di Indonesia: Literature Review Batubara, Wiwik Sriwahyuni; Sujatmiko, Putih; Saragih, Runggu Christine; Nurlianti, Ice; Baharsyah, Nurul Asri; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37162

Abstract

Sistem kesehatan di Indonesia menghadapi berbagai tantangan strategis yang berkaitan dengan kebijakan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, pemanfaatan teknologi informasi, serta faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Kajian ini penting karena sebagian besar penelitian sebelumnya masih menganalisis isu kesehatan secara sektoral, sementara pendekatan strategis yang terintegrasi dalam penguatan sistem kesehatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu strategis dalam sistem kesehatan di Indonesia serta merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu strategis dalam sistem kesehatan di Indonesia serta merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review terhadap sepuluh artikel ilmiah yang relevan dengan isu kebijakan dan strategi kesehatan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa isu strategis utama dalam sistem kesehatan, antara lain kesenjangan akses pelayanan kesehatan, keterbatasan sumber daya manusia kesehatan, kurang optimalnya pemanfaatan teknologi informasi kesehatan, serta tantangan dalam implementasi kebijakan kesehatan di berbagai daerah. Selain itu, faktor lingkungan seperti ketersediaan air bersih dan pola konsumsi pangan juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan sistem kesehatan melalui peningkatan koordinasi antar lembaga, penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan, serta pengembangan kebijakan kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi manajemen kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan. .
Analisis Segmentasi Pasar Pelayanan Kesehatan di RS X Faizah, Hashifah; Farhiyah, Nur Laili; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5811

Abstract

Pelayanan kesehatan rumah sakit menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring meningkatnya keragaman kebutuhan dan karakteristik pasien, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun preferensi terhadap layanan kesehatan. Kondisi ini menuntut rumah sakit untuk memiliki strategi pelayanan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Segmentasi pasar merupakan salah satu pendekatan strategis yang penting dalam manajemen pelayanan kesehatan, karena memungkinkan rumah sakit merancang layanan yang lebih tepat sasaran, efisien, dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan segmentasi pasar dalam pelayanan kesehatan di RS X serta mengidentifikasi aspek segmentasi yang paling dominan dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder, yang meliputi laporan kinerja rumah sakit, publikasi resmi di bidang kesehatan, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis dilakukan melalui penelaahan dan perbandingan data untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai praktik segmentasi pasar yang diterapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit di Indonesia, termasuk RS X, belum menerapkan segmentasi pasar secara optimal, sehingga berdampak pada rendahnya efisiensi pelayanan, ketidaktepatan penyediaan layanan, dan meningkatnya ketidakpuasan pasien. Di RS X, aspek segmentasi yang paling dominan adalah segmentasi berdasarkan karakteristik pasien dan jenis pembiayaan layanan, seperti pasien umum dan pasien dengan jaminan kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan strategi segmentasi pasar yang terfokus dan berbasis kebutuhan pasien dapat membantu rumah sakit meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, serta daya saing secara berkelanjutan di tengah persaingan industri kesehatan yang semakin ketat.