Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PATIENT SATISFICATION AS CONSUMERS: A LITERATURE REVIEW ON THE DETERMINANTS OF HEALTH SERVICE QUALITY IN THE JKN ERA Wulandari, Reny Yulita; Rachmawan, Ade; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
HEARTY Vol 14 No 1 (2026): FEBARURI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i1.20871

Abstract

Patient satisfaction is a key indicator in assessing the quality of healthcare services, particularly within the National Health Insurance (JKN) system, which aims to provide equitable access to healthcare for all Indonesian citizens. In the context of patients as consumers, understanding the determinants of satisfaction is crucial for improving service quality and maintaining public trust. This study is a literature review that aims to identify and analyze the factors influencing patient satisfaction based on findings from eleven relevant scientific articles. The method used is a literature review with a descriptive-qualitative approach. The review shows that service quality dimensions such as responsiveness, assurance, and empathy consistently have a significant influence on patient satisfaction. Additionally, factors such as perceived service equality between BPJS and non-BPJS patients, institutional image, and prior service experiences also affect satisfaction levels. These findings indicate that patient satisfaction is not only determined by technical aspects of service but also by relational aspects and perceptions of fairness. Therefore, improving service quality oriented towards patients' needs and expectations is essential to support the successful implementation of JKN sustainably.
Evaluasi Proses Manajemen Logistik Obat di Rumah Sakit Faizah, Hashifah; Farhiyah, Nur Laili; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6038

Abstract

Manajemen logistik farmasi/Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena berpengaruh langsung terhadap ketersediaan, mutu, keamanan, dan efisiensi penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen logistik farmasi/B3, peran pengendalian dalam menjamin efektivitas dan efisiensi setiap tahapan siklus logistik, serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya di instalasi farmasi rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terkait perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, dan penghapusan obat serta B3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum manajemen logistik farmasi telah berjalan cukup baik, khususnya pada aspek perencanaan dan pengadaan, sehingga ketersediaan obat dapat terpenuhi sesuai Rencana Kebutuhan Obat (RKO). Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya sistem pengendalian, serta sarana dan prasarana penyimpanan yang belum sepenuhnya memenuhi standar, terutama terkait keamanan dan pemisahan B3. Oleh karena itu, penerapan siklus manajemen logistik farmasi/B3 secara terpadu dan berkesinambungan menjadi kebutuhan mendesak bagi fasilitas pelayanan kesehatan. Pengendalian yang efektif terbukti berperan penting dalam mencegah kekosongan stok, pemborosan anggaran, serta risiko keselamatan dan lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pengendalian logistik melalui peningkatan kompetensi SDM, integrasi sistem informasi logistik, serta perbaikan fasilitas penyimpanan guna mendukung manajemen logistik farmasi/B3 yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Analisis Strategi Bisnis Di Rumah Sakit Faizah, Hashifah; Farhiyah, Nur Laili; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6047

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kepuasan pasien, derajat kesehatan masyarakat, serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor pelayanan kesehatan, rumah sakit dituntut untuk tidak hanya berorientasi pada misi sosial ini, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan finansial melalui penerapan strategi bisnis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, kepuasan pasien, serta keseimbangan antara orientasi bisnis dan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan menelaah konsep manajemen strategis, mutu pelayanan, transformasi digital, dan pengelolaan keuangan rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan manajemen strategis yang komprehensif, didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengelolaan keuangan yang efektif, mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mutu pelayanan. Selain itu, strategi subsidi silang dan kemitraan dengan berbagai pihak menjadi solusi dalam menjaga keseimbangan antara tujuan finansial dan misi sosial rumah sakit. Dengan demikian, manajemen strategis merupakan faktor kunci dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang bermutu, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepuasan pasien. Untuk mewujudkan pelayanan yang bermutu secara berkelanjutan, rumah sakit memerlukan pertumbuhan dan pembelajaran sumber daya manusia (SDM) yang terus-menerus, baik dari sisi kompetensi, etika, maupun profesionalisme.
Isu dan Strategi Informatif Penerapan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan dalam Upaya Mewujudkan Health for All di Indonesia Rosjayanti, Ria; Zhafirah, Putri; Mubaroroh, Dewi; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37003

Abstract

Ilmu administrasi dan kebijakan kesehatan yang berlaku di Indonesia sudah diterapkan di berbagai sektor untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Isu kesehatan yang ditemukan di lapangan masih menjadi tantangan yang perlu dikaji secara berkala untuk mewujudkan Health for All di Indonesia. Salah satunya adalah isu Stunting yang menjadi perhatian di tingkat nasional. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk menyajikan isu serta strategi yang sudah diterapkan melalui administrasi dan kebijakan kesehatan di Indonesia. Penelitian yang bersumber dari buku dan jurnal terkait topik ini menggunakan metode literature review. Tinjauan literatur adalah metode efektif untuk mengumpulkan, menganalisis, dan sintesis informasi dari berbagai sumber terkait topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan berbagai isu kesehatan dan strategi penanganan berbeda diperlukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Literatur Review : Implementasi Transformasi Kesehatan Digital Wilayah Perkotaan dan Wilayah 3T di Indonesia Putri, Andinnya Cesalia; Andini, Mawasumi Ayu; Kristien, Stella Angela; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37077

Abstract

Transformasi kesehatan digital menjadi bagian penting dalam Reformasi Sistem Kesehatan di Indonesia, sejalan dengan agenda Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia dan Strategi Global Digital Health. Prevalensi Obesitas dewasa naik dari 21,8% (RISKESDAS 2018) menjadi 23,4% (SKI 2023), juga ditemukan bahwa Prevalensi Diabetes Mellitus (DM) pada usia penduduk ≥15 tahun berdasarkan diagnosis dokter meningkat dari 2,0% (RISKESDAS 2018) menjadi 2,2% (SKI 2023). Hal ini menujukkan pola pergeseran Penyakit Tidak Menular (PTM) secara nasional baik di wilayah perkotaan dan wilayah 3T. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis implementasi transformasi kesehatan digital di wilayah perkotaan dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia serta mengidentifikasi hambatan yang mempengaruhi pemerataan inovasi kesehatan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sistematis melalui database Google Scholar dalam kurun waktu lima tahun terakhir dengan relevansi topik, kualitas metodologi, dan kesesuaian dengan konteks transformasi digital kesehatan di Indonesia. Menunjukkan bahwa implementasi digitalisasi kesehatan di wilayah perkotaan berkembang lebih cepat karena didukung infrastruktur teknologi, literasi digital, dan dukungan kebijakan yang memadai. Inovasi seperti Rekam Medis Elektronik, telemedicine, SISRUTE, dan platform SATUSEHAT mampu meningkatkan efisiensi dan akses layanan kesehatan. Sementara itu, di wilayah 3T, transformasi digital masih menghadapi kendala berupa keterbatasan jaringan internet, infrastruktur yang belum merata, rendahnya literasi digital tenaga kesehatan, fragmentasi regulasi, serta isu keamanan data. Transformasi kesehatan digital berpotensi meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia, namun diperlukan penguatan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, harmonisasi regulasi, serta komitmen lintas sektor untuk mengurangi kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan wilayah 3T sehingga implementasinya dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
Analisis Isu Strategis dan Strategi Penguatan Sistem Kesehatan di Indonesia: Literature Review Batubara, Wiwik Sriwahyuni; Sujatmiko, Putih; Saragih, Runggu Christine; Nurlianti, Ice; Baharsyah, Nurul Asri; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37162

Abstract

Sistem kesehatan di Indonesia menghadapi berbagai tantangan strategis yang berkaitan dengan kebijakan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, pemanfaatan teknologi informasi, serta faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Kajian ini penting karena sebagian besar penelitian sebelumnya masih menganalisis isu kesehatan secara sektoral, sementara pendekatan strategis yang terintegrasi dalam penguatan sistem kesehatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu strategis dalam sistem kesehatan di Indonesia serta merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu strategis dalam sistem kesehatan di Indonesia serta merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review terhadap sepuluh artikel ilmiah yang relevan dengan isu kebijakan dan strategi kesehatan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa isu strategis utama dalam sistem kesehatan, antara lain kesenjangan akses pelayanan kesehatan, keterbatasan sumber daya manusia kesehatan, kurang optimalnya pemanfaatan teknologi informasi kesehatan, serta tantangan dalam implementasi kebijakan kesehatan di berbagai daerah. Selain itu, faktor lingkungan seperti ketersediaan air bersih dan pola konsumsi pangan juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan sistem kesehatan melalui peningkatan koordinasi antar lembaga, penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan, serta pengembangan kebijakan kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi manajemen kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan. .
Analisis Segmentasi Pasar Pelayanan Kesehatan di RS X Faizah, Hashifah; Farhiyah, Nur Laili; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5811

Abstract

Pelayanan kesehatan rumah sakit menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring meningkatnya keragaman kebutuhan dan karakteristik pasien, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun preferensi terhadap layanan kesehatan. Kondisi ini menuntut rumah sakit untuk memiliki strategi pelayanan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Segmentasi pasar merupakan salah satu pendekatan strategis yang penting dalam manajemen pelayanan kesehatan, karena memungkinkan rumah sakit merancang layanan yang lebih tepat sasaran, efisien, dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan segmentasi pasar dalam pelayanan kesehatan di RS X serta mengidentifikasi aspek segmentasi yang paling dominan dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder, yang meliputi laporan kinerja rumah sakit, publikasi resmi di bidang kesehatan, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis dilakukan melalui penelaahan dan perbandingan data untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai praktik segmentasi pasar yang diterapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit di Indonesia, termasuk RS X, belum menerapkan segmentasi pasar secara optimal, sehingga berdampak pada rendahnya efisiensi pelayanan, ketidaktepatan penyediaan layanan, dan meningkatnya ketidakpuasan pasien. Di RS X, aspek segmentasi yang paling dominan adalah segmentasi berdasarkan karakteristik pasien dan jenis pembiayaan layanan, seperti pasien umum dan pasien dengan jaminan kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan strategi segmentasi pasar yang terfokus dan berbasis kebutuhan pasien dapat membantu rumah sakit meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, serta daya saing secara berkelanjutan di tengah persaingan industri kesehatan yang semakin ketat.
Tinjauan Literatur Tentang Penerapan Standar Pengendalian Mutu Obat Di RS Pemerintah Muharani, Defrika; Yorismanto, Yorismanto; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6284

Abstract

Pelayanan kefarmasian di rumah sakit pemerintah memegang peran strategis dalam menjamin mutu, efektivitas, dan keselamatan terapi obat bagi pasien, khususnya dalam kerangka penyelenggaraan sistem Jaminan Kesehatan Nasional. Penerapan standar pengendalian mutu obat sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 menjadi landasan utama dalam memastikan bahwa seluruh obat yang digunakan memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu selama proses pengadaan, penyimpanan, distribusi, hingga penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis penerapan standar pengendalian mutu obat di rumah sakit pemerintah berdasarkan temuan-temuan penelitian sebelumnya, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan, yang diperoleh melalui basis data elektronik menggunakan kata kunci terkait pengendalian mutu obat, pelayanan kefarmasian rumah sakit pemerintah, dan kepatuhan terhadap regulasi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap standar pengendalian mutu obat masih bervariasi antar rumah sakit. Rumah sakit rujukan nasional umumnya menunjukkan tingkat implementasi yang lebih baik dibandingkan rumah sakit daerah, terutama pada aspek pelayanan farmasi klinik, manajemen rantai dingin, pengelolaan logistik, serta pemanfaatan sistem informasi farmasi. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurang optimalnya pemantauan suhu berbasis teknologi, lemahnya sistem dokumentasi, serta hambatan dalam rantai pasok obat. Kesimpulan dari tinjauan ini menegaskan bahwa penguatan komitmen manajemen, peningkatan kompetensi tenaga kefarmasian, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas pengendalian mutu obat di rumah sakit pemerintah.