Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Umar Bin Khattab dan Lahirnya Sistem Pemerintahan Islam yang Tertata Manggarani, Ariska; Ahmad Maftuh Sujana; Dewi Murtasia Zulha; Hilda Asihatul Afiyah; Haikal
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif sistem pemerintahan Islam pada masa Khalifah Umar bin Khattab beserta kebijakan-kebijakan inovatif yang diterapkannya, serta relevansinya terhadap tata kelola pemerintahan modern. Umar bin Khattab merupakan salah satu khalifah paling berpengaruh dalam sejarah Islam karena keberhasilannya membangun struktur pemerintahan yang tertata melalui reformasi administratif, kebijakan fiskal, pembentukan lembaga kenegaraan, dan penguatan prinsip keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, melalui penelaahan berbagai sumber literatur klasik dan kontemporer seperti buku sejarah, jurnal ilmiah, dan artikel akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umar berhasil menciptakan sistem pemerintahan yang terorganisasi melalui pembentukan Diwan, penguatan Baitul Mal, pemisahan lembaga peradilan, serta kebijakan ekspansi yang berdampak pada kemajuan politik, sosial, dan ekonomi. Nilai kepemimpinan Umar seperti keadilan, transparansi, partisipasi, dan integritas terbukti relevan untuk diadaptasi dalam konteks pemerintahan modern. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami model pemerintahan Islam yang berkeadilan dan aplikatif terhadap tantangan kontemporer.
NILAI SPIRITUAL DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PELESTARIAN NASKAH ARAB PEGON WARISAN KELUARGA DI PONTANG LEGON, BANTEN Ahmad Maftuh Sujana; Adnan Naufal Rahman; Tubagus Gafar Akas; Danang Syaifullah; Fajar Fajar; Alvin Syarif Maulana; Pipin Safinah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi pelestarian naskah Arab Pegon yang diwariskan secara turun-temurun oleh keluarga di Desa Pontang Legon, Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara langsung kepada narasumber utama, yaitu Ibu Qurrotul Ummi (54 tahun), penjaga naskah Arab Pegon keluarga. Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa naskah Arab Pegon ditemukan secara tidak sengaja ketika narasumber merapikan buku-buku lama, kemudian dijaga dan dirawat dengan penuh tanggung jawab untuk diwariskan kepada anaknya. Naskah ini mengandung nilai-nilai spiritual yang berkaitan dengan ajaran keagamaan, kesadaran moral, serta kearifan lokal masyarakat Pontang Legon. Selain itu, pelestarian naskah ini memiliki relevansi terhadap penguatan identitas budaya dan pembelajaran keagamaan di lembaga pendidikan lokal seperti Madrasatul Awal/Diniyah. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik pelestarian naskah Arab Pegon bukan hanya bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, tetapi juga merupakan manifestasi dari hubungan antara budaya, spiritualitas, dan pendidikan masyarakat pesisir Banten.
SEJARAH TRADISI NADRAN DI KARANGANTU: ASAL-USUL DAN PERKEMBANGANNYA Aas Safinatun Najah; Ahmad Maftuh Sujana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Nadran di Karangantu merupakan warisan budaya yang sangat bersejarah dan religius bagi masyarakat pesisir Banten. Penelitian ini bertujuan menelusuri asal-usul tradisi Nadran, memahami makna simbolisnya, dan menganalisis perkembangan praktiknya dari waktu ke waktu. Metode yang digunakan meliputi sejarah lisan dan studi dokumenter dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nadran awalnya berkembang sebagai ungkapan syukur masyarakat nelayan atas hasil laut dan keselamatan selama perjalanan, yang kemudian dikombinasikan dengan nilai-nilai Islam. Seiring waktu, praktik Nadran mengalami perubahan, baik dalam bentuk upacara, ritus, maupun partisipasi masyarakat, terutama sejak 2023, ketika pelaksanaan tradisi ini mulai menurun. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika pelestarian budaya lokal dan peran tradisi dalam kehidupan sosial masyarakat pesisir.