Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Dinamika Ekosistem Mangrove di Desa Banten, Kecamatan Kasemen Kota Serang, Banten : Pendekatan Spasial dan Ekologis Rahmatuzzakia, Rahmatuzzakia; Oktavia, Sella; Ismail, Muhammad Halim; Sa’adah, Feni Ulfa; Wati, Kiran Lavanya; Sephiana, Lidya; Oktaviani, Lusi; Muzahidi, Muzi; Gumelar, Pandu Guruh; Nurasiyah, Siti; Munandar, Erik; Khalifa, Muta Ali
MAIYAH Vol 4 No 1 (2025): Maiyah : Vol. 4 No. 1 Maret 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2025.4.1.14306

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam melindungi wilayah pesisir, menjaga keanekaragaman hayati, serta menyediakan jasa lingkungan dan ekonomi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan luasan dan struktur vegetasi mangrove di kawasan Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi dinamika ekosistemnya. Penelitian dilakukan pada Oktober 2024 menggunakan pendekatan deskriptif melalui analisis spasial, observasi lapangan, dan wawancara. Perubahan luasan mangrove dianalisis melalui digitasi citra satelit dari tahun 2005 hingga 2023 menggunakan perangkat pemetaan. Struktur vegetasi diamati menggunakan aplikasi berbasis digital untuk mencatat tinggi pohon, diameter batang, jenis mangrove, dan penutupan kanopi. Wawancara semi-terstruktur dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan rehabilitasi dan kondisi lingkungan dari masyarakat sekitar. Hasil menunjukkan peningkatan luasan mangrove dari 11.294 m² pada tahun 2009 menjadi 65.493 m² pada tahun 2023, dipengaruhi oleh penanaman, regulasi daerah, dan keterlibatan komunitas. Struktur vegetasi didominasi oleh Avicennia marina dengan nilai penting tertinggi 232,51. Nilai kesehatan vegetasi bervariasi, dengan angka tertinggi sebesar 62,72% dan terendah 43,84%. Keberadaan fauna khas mangrove seperti kepiting bakau, ikan gelodok, dan siput mengindikasikan peran ekologis mangrove sebagai habitat utama. Penelitian ini menekankan pentingnya penggabungan analisis spasial dan pemantauan ekologi untuk mendukung pengelolaan mangrove secara berkelanjutan.
Pengolahan Sampah Plastik menjadi Paving Block di Area Rehabilitasi Mangrove Menggunakan Kompor Bertekanan dengan Bahan Bakar Oli Bekas Susanto, Adi; Nurdin, Hery Sutrawan; Syafrie, Hendrawan; Munandar, Erik; Komariyah, Dedeh; Solahudin, Edo Ahmad; Alansar, Toupik; Sulistyono, Bakti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i3.1513

Abstract

Tingginya aktifitas pada wilayah pesisir Selat Sunda mendorong peningkatan sampah khususnya sampah plastik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai. Permasalahan sampah plastik ini juga turut menggangu kegiatan rehabilitasi mangrove di Desa Panimbang Jaya sehingga diperlukan sebuah langkah pengolahan sampah plastik salah satunya yaitu menjadi paving block. Tujuan dari kegiatan ini yaitu 1) Melakukan pelatihan dan penyuluhan terkait dengan pengelolaan sampah plastik menjadi paving block, 2) Melakukan transfer teknologi pembuatan paving block menggunakan kompor dengan bahan bakar alternatif oli bekas, 3) Penguatan kelompok masyarakat pemerhati mangrove melalui sumber ekonomi alternatif. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan metode partisipatif dan kolaboratif dengan tahap kegiatan dimulai dari persiapan, pelaksanaan pelatihan serta evaluasi berupa produksi paving block secara mandiri. Masyarakat sasaran kegiatan ini yaitu kelompok masyarakat pemerhati mangrove di Desa Panimbang Jaya (KOMPAKSI). Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini yaitu pelaksanaan pelatihan penggunaan alat pengolahan sampah plastik secara partisipatif oleh masyarakat sasaran. Masyarakat sasaran memberikan respon positif dalam setiap kegiatan untuk meningkatkan manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini yaitu proses transfer teknologi alat pengolahan sampah plastik menjadi paving block berjalan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dan sumber ekonomi alternatif. The high activity in the coastal area of the Sunda Strait has led to an increase in waste, especially plastic waste, which takes a long time to decompose. This plastic waste problem also disrupts mangrove rehabilitation activities in Panimbang Jaya Village, so a step is needed to process plastic waste, one of which is into paving blocks. The objectives of this activity are 1) Conducting training and counseling related to the management of plastic waste into paving blocks, 2) Transferring technology for making paving blocks using stoves with alternative fuel used oil, 3) Strengthening community groups concerned with mangroves through alternative economic sources. The implementation of this community service activity uses participatory and collaborative methods with activity stages starting from preparation, implementation of training and evaluation in the form of independent paving block production. The target community for this activity is the community group concerned with mangroves in Panimbang Jaya Village (KOMPAKSI). The results obtained in this activity are the implementation of training on the use of plastic waste processing tools in a participatory manner by the target community. The target community gave a positive response in each activity to increase the benefits of the activities carried out. The conclusion of this community service activity is that the process of transferring technology for processing plastic waste into paving blocks went well so that it could increase community capacity and alternative economic sources.
MODIFIED COLLABSIBLE TRAP EFFECTIVENESS FOR BLUE SWIMMING CRAB (PORTUNUS PELAGICUS) FISHING AT BANTEN BAY Susanto, Adi; Nurdin, Hery Sutrawan; Syafrie, Hendrawan; Munandar, Erik; Arfianto, Afif Zuhri; Priyangga, Bayu
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 4 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.4.633-642

Abstract

The collapsible crab trap commonly used to harvest blue swimming crab (Portunus pelagicus) in Banten Bay employs a 1.0-inch mesh wall, which restricts the escape of undersized crabs. To enhance size selectivity without compromising capture efficiency, a modified trap was developed featuring a 2.5-inch wall mesh and a yellow-colored entrance. Fishing trials were conducted in September 2024 and October 2025 in Banten Bay using trash fish as bait. Data collected included the carapace width and weight of the crabs, as well as the total weight of bycatch. A descriptive analysis and scoring method were applied to evaluate trap effectiveness. The design parameters used in the scoring analysis are the percentage of crab weight, the percentage of bycatch weight, the percentage of crabs legal crab, the percentage of undersize crabs, and the average carapace width of the crab. The t-test equal variance was conducted to compare whether there was an effect of differences in trap designs on the weight of the crab obtained. Results indicated that the modified trap achieved a high effectiveness score (total = 18). The modified trap produced 82% of the total catch weight from target crabs and only 18% from bycatch. The use of a yellow entrance combined with a 2.5-inch wall mesh significantly improved the catch proportion of marketable-sized crabs while reducing bycatch biomass. Key words: entrance color, fishing efficiency, selectivity, trap wall
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TUNNEL GARAM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MAN 3 PANDEGLANG, BANTEN Dema Okgareta; Meuthia Maharani Kanedi; Moch Saad; Ginanjar Pratama; Hendrawan Syafrie; Muta Ali Khalifa; Fahresa Nugraheni Supadminingsih; Erik Munandar; Bhatara Ayi Meata; Afifah Nurazizatul Hasanah; Lana Izzul Azkia; Prakas Santoso; Esza Cahya Dewantara; Agitha Saverti Jasmine; Nico Wantona Prabowo; Nunung Noer Aziizah; Annisa Khaira Nasution; Nurhaliza Amalia Lestari; Putri Risa Fatmawati; Adi Susanto; Fharikha Indriyawati; Giofani Mahendra Darma
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 2 (2026): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i2.8185

Abstract

Teknologi tunnel garam merupakan inovasi penting dalam proses produksi garam modern yang memanfaatkan efek rumah kaca untuk mempercepat penguapan air laut serta meningkatkan kualitas kristal garam. Namun, pemahaman tentang teknologi ini di kalangan pelajar masih rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan menguatkan pemahaman siswa terhadap manfaat teknologi tunnel garam sebagai alternatif penghasil garam berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di MAN 3 Pandeglang, Banten, melibatkan 23 siswa, dengan metode pemberian pre-test, penyampaian materi interaktif, dan evaluasi menggunakan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai naik dari 70,9 menjadi 88,9. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi teknologi kelautan di kalangan pelajar, melalui pendekatan edukatif dan aplikatif yang berkelanjutan.
Keanekaragaman Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Ekosistem Lembur Mangrove Patikang, Kabupaten Pandeglang, Banten Nofiyanata, Deliya; Saifullah, Saifullah; Munandar, Erik
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m40nvv85

Abstract

Mangrove ecosystems play an important role in maintaining coastal ecological balance and supporting aquatic biodiversity. This study aimed to evaluate the water quality status of the Patikang Mangrove Ecosystem, Pandeglang Regency, Banten, based on macrozoobenthos community structure and the AZTI Marine Biotic Index (AMBI). The research was conducted in February 2025 using a descriptive quantitative approach with purposive sampling at three observation stations. Macrozoobenthos samples were collected using 1 × 1 m quadrats and identified in the laboratory. Community analysis included abundance, diversity, evenness, dominance, and AMBI calculations. The results showed that 15 macrozoobenthos species belonging to four classes were identified, with Gastropoda as the dominant group. Macrozoobenthos abundance varied among stations and sampling periods, ranging from 27.33 to 111.30 ind/m². The diversity index (H') generally indicated moderate diversity (0.658–1.448), while the evenness index (E) ranged from low to moderate (0.243–0.535). The dominance index (C) varied from moderate to high (0.318–0.616), indicating the dominance of several tolerant species. AMBI values ranged from 2.80 to 2.93, classifying all stations as slightly disturbed with good ecological status. Overall, the Patikang mangrove ecosystem remains ecologically stable, although environmental fluctuations, particularly salinity changes and rainfall, influence macrozoobenthos community structure.
SOSIALISASI PERAN HUTAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI SMK NEGERI 7 KOTA SERANG Ginanjar Pratama; Hendrawan Syafrie; Erik Munandar; Fahresa Nugraheni Supadmaningsih; Fitri Afina Radityani; Afifah Nurazizatul Hasanah; Lana Izzul Azkia; Devi Faustine Elvira Nuryadin; Bhatara Ayi Meata; Desy Aryani
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 5 No 2 (2023): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v5i2.5639

Abstract

Hutan mangrove sudah banyak diketahui sebagai salah satu plasma nutfah yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun, pada saat ini keberadaan hutan mangrove sangat memprihatinkan karena banyaknya kasus deforestasi, pembalakan liar dan kasus ilegal lainnya yang menjadikan perubahan fungsi dari hutan mangrove. Kepedulian generasi penerus terhadap ekosistem hutan mangrove harus diperkenalkan sejak dini. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga ekosistem hutan mangrove agar tetap lestari dan dapat berkembang dengan baik tanpa ada tekanan dari luar. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan peran hutan mangrove sebagai mitigasi bencana pada siswa SMK Negeri 7 Kota Serang. Metode yang digunakan adalah ceramah, transfer knowledge, dan penyuluhan kepada 60 siswa dari berbagai angkatan. Antusiasme yang tinggi dari para siswa menjadi salah satu indikasi keberhasilan transfer knowledge yang dilakukan pada saat sosialisasi yang harapannya dapat dilanjutkan menjaga mangrove di kehidupan mendatang.
PENGELOLAAN PESISIR SELAT SUNDA MELALUI PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DAN PERUBAHAN IKLIM (BLUE CARBON) Adi Susanto; Hery Sutrawan Nurdin; Muta Ali Khalifa; Erik Munandar; Hendrawan Syafrie; Toufik Alansar; Bakti Sulistyono; Ahmad Raihan
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 5 No 2 (2023): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v5i2.5711

Abstract

Pesisir Selat Sunda merupakan salah satu daerah yang paling terdampak tsunami Selat Sunda pada tahun 2018, khususnya pada wilayah Panimbang dan Sumur. Dampak tsunami yang cukup besar dirasakan yaitu pada wilayah yang tidak terlindung ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove memilki peran yang cukup besar sebagai barrier alami di wilayah pesisir dan berperan dalam mengurangi dampak pemanasan global (blue carbon). Oleh karena itu, sebagai upaya mitigasi terhadap ancaman tsunami serta pemanasan global maka perlu dilakukan kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove di Pesisir Selat Sunda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Panimbang Jaya dan Desa Cigorondong. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahap kegiatan yaitu 1) Survei dan sosialisasi 2) Aksi penanaman mangrove dan 3) Penguatan kelompok masyarakat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan diantaranya adalah ketersediaan lahan penanaman mangrove yang sesuai dalam hal daya dukung lingkungan. Dalam kegiatan ini juga diperoleh hasil berupa peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove. Aksi penanaman mangrove yang dilakukan yaitu sebanyak 8.000 bibit di Desa Panimbang Jaya dan 10.000 bibit di Desa Cigorondong. Adapun penguatan masyarkata yang dilakukan yaitu pembentukan kelompok serta kerjasama dengan kelompok masyarakat sekitar sebagai mitra lokal dalam pengelolaan ekosistem mangrove.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI TUNNEL GARAM DI DESA PANIMBANGJAYA, KABUPATEN PANDEGLANG Nunung Noer Aziizah; Nurhaliza Amalia Lestari; Muta Ali Khalifa; Afifah Nurazizatul Hasanah; Erik Munandar; Nico Wantona; Fahresa Nugraheni Supadminingsih; Agitha Saverthi Jasmine; Esza Cahya Dewantara; Muhammad Mahdi Akif; Syarlla Putri Ara Fitria
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 1 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i1.7658

Abstract

Produksi garam di Indonesia masih sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga kualitas dan jumlah yang dihasilkan sering tidak stabil. Desa Panimbangjaya, Kabupaten Pandeglang, menghadapi permasalahan serupa dalam produksi garam rakyat. Kegiatan pengabdian ini memperkenalkan tiga komponen inovasi teknologi tunnel garam yaitu kolam penuaan berlapis HDPE, filterisasi air laut, dan dinding tunnel portabel kepada siswa MAN 3 Pandeglang sebagai agen transfer pengetahuan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil survei menunjukkan skor persepsi rata-rata 4,65 (kategori sangat baik), dengan penilaian tertinggi pada aspek keberlanjutan teknologi tunnel garam (5,0). Responden menekankan kebutuhan penambahan jumlah tunnel, replikasi ke desa pesisir lain, pelatihan lanjutan, serta dukungan pemasaran. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan siswa tidak hanya memperkuat transfer pengetahuan lintas generasi, tetapi juga mendukung keberlanjutan inovasi produksi garam rakyat di wilayah pesisir.
Co-Authors Achmad Noerkhaerin Putra Adi Susanto Adi Susanto Adi Susanto Adi Susanto Afifah Nurazizatu Hasanah Agitha Saverthi Jasmine Agitha Saverti Jasmine Agitha Saverti Jasmine Agus Atmadipoera Ahmad Raihan Ahmad Raihan Alansar, Toufik Alansar, Toupik Ani Rahmawati Ani Rahmawati Annisa Khaira Nasution Arfianto, Afif Zuhri Aryani, Desy Bakti Sulistyono Bakti Sulistyono Bathara Ayi Meata Budiaji, Weksi Dema Okgareta Devi Faustine Elvira Nuryadin Dewi, Inge Yulistia Dodi Hermawan Esza Cahya Dewantara Fahresa Nugraheni Supadmaningsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fairuz, Najla Tasya Febrio, Eren Putra Fharikha Indriyawati Fitri Afina Radityani Forcep Rio Indaryanto Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Giofani Mahendra Darma Gumelar, Pandu Guruh Hamzah, Asep Hasanah, Afifah Nurazizatul Hendrawan Syafrie Hery Sutrawan Nurdin Hery Sutrawan Nurdin, Hery Sutrawan Indra Jaya Ismail, Muhammad Halim Julian Saputra Khalifa, Muta Ali Khalifa, Muta Ali Komariyah, Dedeh Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lusi Oktaviani Meata, Bhatara Ayi Meuthia Maharani Kanedi Moch Saad Mohamad Ana Syabana Muhammad Mahdi Akif Muta Ali Khalifa Muta Ali Khalifa Muta Ali Khalifa Muta Ali Khalifa Muta Ali Khalifa Muzahidi, Muzi Neng Muliah Nico Wantona Nico Wantona Prabowo Nofiyanata, Deliya Nunung Noer Aziizah Nurdin, Hery Sutrawan Nurhaliza Amalia Lestari Oktavia, Sella Prakas Santoso Priyangga, Bayu Putri Risa Fatmawati Rahmatuzzakia, Rahmatuzzakia Raihan, Ahmad Ririn Irnawati Ririn Irnawati Saifullah, Saifullah Sa’adah, Feni Ulfa Sephiana, Lidya Siti Nurasiyah, Siti Solahudin, Edo Ahmad Sulistyono, Bakti Syarlla Putri Ara Fitria Toufik Alansar Toufik Alansar Wati, Kiran Lavanya