This Author published in this journals
All Journal Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal SOLMA Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Jurnal Dewantara Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Journal on Education Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) JPGMI (Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Multazam) Jurnal Penelitian Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Journal of Management and Islamic Finance Berkala Ilmiah Pendidikan TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Jurnal Kajian Pendidikan Islam Journal of Advanced Islamic Educational Management TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) JAZIRAH: JURNAL PERADABAN DAN KEBUDAYAAN QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Bustanul Ulum Journal of Islamic Education Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam SYAIKHONA: Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah Ashlach : Journal of Islamic Education Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences Qoumun: Journal of Social and Humanities Indonesian Journal of Social Science and Education Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora SITUSTIKA FIKUNMA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGUKURAN DIMENSI SPIRITUALITAS PENDIDIKAN ISLAM PADA GURU MULTIDISIPLIN DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Prayitno, Prayitno; Andrianto, Dedi; Rohmaniah, Siti; Kurniawan, Wakib; Sari, Siska Difita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35507

Abstract

Penelitian komprehensif tentang dimensi spiritualitas tempat kerja secara empiris masih jarang ditemukan. Sudi saat ini mengukur kembali instrumen Islamic Workplace Spirituality Scale (IWSS) dengan basis pendidikan Islam di Indonesia. Data dikumpulkan melalui survei secara cross-sectional dengan pengisian kuesioner online kepada 354 guru. Pengujian validitas dan reliabilitas menggunakan Exploratory dan Confirmatory Factor Analysis dengan bantuan aplikasi SmartPLS 3.0. Studi ini menghasilkan alat pengukuran spiritualitas guru di organisasi Pendidikan Islam dengan 3 dimensi (taqorrub, muroqobah, dan istiqomah) yang tediri dari 10 indikator. Hasil temuan menyatakan bahwa profil guru di Pendidikan Islam memiliki tingkat spiritualitas yang tinggi. Berdasarkan pembahasan, studi saat ini menginisasi pimpinan organisasi pendidikan Islam untuk memperhatikan spiritualitas guru. Hal ini dikarenakan, implikasi dari spiritualitas di tempat kerja mampu mengembangkan sumber daya manusia menuju efektivitas dan efisiensi organisasi. Keterbatasan dari studi ini dapat dilihat dari demografi satu kabupaten di Indonesia, agar lebih global, maka studi perlu diperluas pada tingkat mancanegara.
Asosiasi Antara Spiritualitas, Agama, dan Manajemen dalam Lembaga Pendidikan Islam Dedi Andrianto
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2022): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.924 KB) | DOI: 10.53649/taujih.v4i1.108

Abstract

Interpretasi yang diberikan oleh penelitian terdahulu mengajak untuk menemukan kesatuan antara spiritual, agama dan manajemen. Penelitian saat ini mengasosiasikan antara spiritualitas, agama, dan manajemen dalam lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini mendukung untuk mengenalkan ulang tema spiritualitas pada manajemen sekolah berbasis Islam. Hasil penelitian ini menambah kazanah tentang spiritualitas di tempat kerja pada bidang ilmu perilaku organisasi dengan menawarkan hubungan empiris baru dari perspektif Islam. Studi ini mengembangkan dimensi spiritualitas yang dapat diterapkan di tempat kerja (spirituality into the workplace). Kehadiran spiritualitas ditinjau dari variasi personal dan objektivitas organisasi berdasarkan agama. Studi puncak adalah menilai bahwa spiritualitas dapat menjadi salah satu langkah keberlangsungan organisasi (sustainability) dalam lembaga pendidikan agama Islam.
RELIGIOUS STRENGTHENING IN CYBER SPACE BETWEEN INDONESIA AND PAKISTAN Nawawi, Muhammad Latif; Andrianto, Dedi; Kurniawan, Wakib; Al Ayyubi, Ibnu Imam; Sain, Zohaib Hassan
SYAIKHONA: Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) - STAI Nida El-Adabi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59166/syaikhona.v3i2.381

Abstract

This study examines the strengthening of religious values in cyberspace in Indonesia and Pakistan two countries with the world’s largest Muslim populations and significant influence on contemporary Islamic discourse. The rapid advancement of digital technology and the widespread use of social media have created new arenas for religious transmission, especially among younger generations who are deeply engaged in online communication. In Indonesia, platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok are extensively used by preachers to convey Islamic teachings in creative, simplified, and engaging formats, reflecting an approach rooted in Islamic moderation (Wasathiyah). In contrast, in Pakistan, digital preaching has also flourished but tends to adopt a more conservative tone and operates under stricter government regulation due to historical sectarian tensions and concerns about extremist influence. Employing a qualitative approach with interactive analysis techniques, this study investigates the roles of governments, religious institutions, and civil society in shaping religious narratives within digital spaces. The findings reveal that while both countries acknowledge the transformative potential of cyberspace for promoting religious education and identity formation, they also face persistent challenges such as radicalization, misinformation, and online hate speech. Consequently, the study underscores the importance of strengthening digital religious literacy and fostering collaborative regulatory frameworks to ensure that cyberspace evolves into an inclusive, constructive, and peaceful environment for reinforcing Islamic values. These insights contribute to broader academic discussions on religion, media, and the transformation of Islamic education in the digital age.
Penerapan Pendidikan Kreatif melalui Pelatihan Pembuatan Sempol Kekinian Berbasis Kuliner Lokal Andrianto, Dedi; Kurniawan, Wakib; Nawawi, M. Latif; Al Ayyubi, Ibnu Imam; Putra, Ari Limay Trisno; Fitriani, Namiyah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20851

Abstract

Background: Kegiatan pelatihan pembuatan sempol kekinian sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam bidang keterampilan produksi makanan ringan berbasis lokal serta strategi pemasaran kuliner secara digital. Metode: Pelatihan ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemanfaatan aset dan potensi lokal yang telah dimiliki oleh masyarakat. Hasil: Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya mampu menguasai keterampilan teknis pembuatan sempol, tetapi juga menerapkannya dalam praktik wirausaha secara mandiri maupun kelompok. Dampak dari kegiatan ini mencakup dimensi ekonomi melalui peningkatan pendapatan rumah tangga, dimensi sosial melalui penguatan partisipasi dan jejaring komunitas, serta dimensi budaya melalui inovasi produk kuliner lokal yang relevan dengan selera pasar. Pelatihan ini juga mengintegrasikan soft skills kewirausahaan, seperti pengelolaan usaha kecil dan promosi digital. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh, pelatihan pembuatan sempol kekinian memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya dalam aspek keterampilan produksi kuliner dan semangat kewirausahaan. perubahan perilaku yang positif, baik secara individu maupun kolektif, dalam membangun usaha mikro yang berorientasi pada kemandirian ekonomi keluarga. Integrasi antara keterampilan teknis dan soft skills kewirausahaan juga menjadi nilai tambah yang penting, terutama dalam mendorong adaptasi terhadap perkembangan ekonomi digital. Dengan mempertimbangkan keberhasilan pelatihan ini, program serupa sangat potensial untuk direplikasi di wilayah lain, dengan catatan perlu adanya penyesuaian berdasarkan karakteristik, kebutuhan, dan aset lokal masing-masing komunitas.
Evaluating the Role of Instructional Leadership in Fostering Inclusive Education Practices within Primary Schools Dedi Andrianto; Ilmi Suluki Rosyida; Mohamed Salah Elsayed Shalabi
Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences Vol. 1 No. 1 (2024): January: Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sc
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/educationaldynamics.v1i1.267

Abstract

This study evaluates the role of instructional leadership in fostering inclusive education practices within primary schools. The research investigates how principals, through their leadership practices, contribute to the development of a culture of inclusion, particularly for students with special needs. A mixed-method approach was employed, combining quantitative surveys of primary school teachers and qualitative interviews with principals and educators. The findings reveal that effective instructional leadership plays a crucial role in enhancing teacher engagement and promoting inclusive practices. Key leadership practices such as clear communication, ongoing support, and the active promotion of inclusivity were found to significantly impact the success of inclusive education. Additionally, the study highlights the importance of leadership training, with principals who received formal training being more capable of supporting inclusive practices. The involvement of the school community, including teachers, parents, and local stakeholders, was also identified as a critical factor in sustaining inclusive education practices. Finally, the study emphasizes the need for curriculum flexibility, showing that the ability to adapt teaching methods and materials to meet the diverse needs of students is vital for fostering inclusion. These findings underline the importance of comprehensive leadership development, community collaboration, and curriculum adaptability in creating inclusive primary school environments.
DESIGN AND CONSTRUCTION OF AUTOMATIC GAS STOVE ON SEMI-AUTOMATIC MEATBALL MACHINE CAPACITY 2 KG Andrianto, Riski Eko; Istiqlaliyah, Hesti
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 6 No. 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v6i2.2600

Abstract

Industri bakso sampai hari ini masih menggunakan cara konvensional, walaupun sudah terdapat alat pembuat bakso. Akan tetapi dalam alat tersebut masih bisa diberikan inovasi teknologi yang terbaru lagi. Dan juga pada penanak baksonya terkadang masih menggunakan kompor gas konvensional yang dimana terdapat resiko yang cukup tinggi dikarenakan untuk waktu dalam pengangkatan serta suhu nyala api yang ada tidak diatur, melainkan hanya dengan perkiraan manusia. Pastinya, ada kemungkinan human trouble yang terjadi hingga membuat bakso kurang sempurna dalam memasaknya. Sistem kendali kompor gas otomatis menggunakan temperatur control. Dari hasil uji coba suhu 70-80˚C memerlukan waktu 15 menit dengan hasil kurang matang, suhu 80-90˚C dengan waktu 10 menit memperoleh hasil bakso yang matang sempurna serta suhu 90-100Ckematangan kurang sempurna. Maka kesimpulan suhu yang di perlukan untuk memasak bakso yang tepat memakai suhu 80-90C.
The Character of Early Childhood Education: Perspectives of Ki Hajar Dewantara and Maria Montessori Dedi Andrianto; Wakib Kurniawan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6316

Abstract

This research explores the concept of character education for pre-school children based on the perspectives of Ki Hajar Dewantara and Maria Montessori. This research uses a qualitative approach with a comparative analysis method to highlight the similarities and differences of these two educational pioneers. Ki Hajar Dewantara emphasised the integration of local wisdom, independence, and moral values through the principles of ‘Ing Ngarsa Sung Tuladha’ (setting an example), ‘Ing Madya Mangun Karsa’ (building motivation), and ‘Tut Wuri Handayani’ (supporting from behind). In contrast, Maria Montessori focused on developing independence, discipline, and a sense of responsibility through structured learning environments, individualised learning plans, and the use of didactic materials. Despite their different cultural and historical contexts, both approaches share the common goal of fostering children's character as a foundation for lifelong development. The study concludes by emphasising the relevance of these two perspectives in designing a holistic character education model that addresses cognitive, emotional, and social dimensions for early childhood education.
PENINGKATAN PENJUALAN UMKM MELALUI DIGITAL MARKETING DENGAN MENGGUNAKAN WHATSAPP BUSINESS DI KALURAHAN MERDIKOREJO Ariyanti, Dwi Oktafia; Ramadhan, Muhammad; Aji, Lukman Windu; Safitri, Lisna; Wulandari, Risma Diah Ayu; Rahmawati, Lutfiana Maulida; Hermawan, Bagus; Tulak, Marselino Andrianto; Rahmawan, Ricco; Rahakbauw, Raflly Srohlymuddin; Putri, Friska Amelia; Tampubolon, Luckeysa Maslia
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i2.10288

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian, namun sering kali menghadapi tantangan dalam meningkatkan suatu penjualan dan menjangkau pasar yang lebih luas. Digital marketing menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi tantangan ini. Artikel ini membahas bagaimana penggunaan WhatsApp Business dapat membantu UMKM dalam strategi digital marketing untuk meningkatkan penjualan. WhatsApp Business menyediakan berbagai fitur seperti profil bisnis, pesan otomatis, balas cepat, dan label chat yang dirancang untuk mempermudah komunikasi dengan pelanggan secara profesional dan efisien. Dengan memisahkan penggunaan WhatsApp untuk kebutuhan pribadi dan bisnis, UMKM dapat lebih optimal dalam melayani pelanggan dan mengatur waktu operasional. Fitur-fitur seperti pengaturan profil bisnis, pesan di luar jam kerja, dan pesan salam memungkinkan UMKM untuk memberikan layanan yang lebih responsif dan personal. Studi kasus pada dalam artikel ini menunjukkan bahwa implementasi WhatsApp Business dapat meningkatkan efisiensi layanan pelanggan, memperluas jangkauan pasar, dan pada akhirnya meningkatkan penjualan bagi UMKM di wilayah Merdikorejo, Bangunrejo, dan Gesikan. 
URGENSI ASAS KETERBUKAAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH: MENUJU LEGITIMASI KONSTITUSIONAL DAN PARTISIPASI BERMAKNA Nurrasyid Istar Andrianto
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.1686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukam kedudukan normatif asas keterbukaan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia dan urgensi asas keterbukaan dalam pembentukan Peraturan Daerah. Metode penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif (normative legal research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Asas Keterbukaan memiliki kedudukan normatif dalam pembentukan peraturan perundang-undangan sebagaimana tercantum dalam Pasal 5 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembenrtukan Peraturan Perundang-undangan. Selain itu Asas Keterbukaan memiliki urgensi yang multidimensional dalam pembentukan Peraturan Daerah. Secara normatif, asas ini diwajibkan oleh UU No. 12 Tahun 2011 dan perubahannya, menjamin hak masyarakat untuk memberikan masukan secara lisan dan tertulis. Secara filosofis dan sosiologis, keterbukaan adalah prasyarat good governance yang memperkuat legitimasi kebijakan, akuntabilitas, dan secara signifikan mengurangi tingkat resistensi sosial terhadap implementasi Peraturan Daerah. Standar Asas Keterbukaan telah mengalami transformasi dari kepatuhan formal menjadi kewajiban konstitusional untuk menyediakan meaningful participation. Standar ini, yang lahir dari Putusan MK No. 91/PUU-XVIII/2020 dan diadopsi ke dalam UU 13/2022, menuntut hak masyarakat untuk didengar, dipertimbangkan, dan diberi penjelasan.
A Contextual Artificial Intelligence Ecosystem Framework for STIT Bustanul Ulum: A Multisite Comparative Study of the Zawia University and Badakhshan University Andrianto, Dedi; Rohman, Syaifur; Sari, Siska Difita
Berkala Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Berkala Ilmiah Pendidikan
Publisher : Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bip.v5i3.1802

Abstract

The rapid diffusion of artificial intelligence (AI) in higher education presents significant governance challenges, particularly in institutions operating within distinct ethical and cultural contexts. However, existing AI governance models remain largely technocratic and insufficiently responsive to local institutional realities. This study aims to develop a contextually grounded and policy-relevant Artificial Intelligence Ecosystem Framework tailored to Islamic higher education institutions. Employing a qualitative multisite comparative design, the research was conducted at STIT Bustanul Ulum (Indonesia), the Zawia University (Libya), and Badakhshan University (Afghanistan). Data were collected through semi-structured interviews, institutional observations, and document analysis, and were analyzed using cross-case thematic comparison. The findings reveal that effective AI adoption is not determined solely by technological capacity but by coordinated institutional readiness across five interdependent dimensions: digital infrastructure, human resource competence, adaptive institutional policy, ethical orientation, and collaborative sustainability networks. The study further demonstrates that within Islamic higher education, ethical and religious values function as internal regulatory mechanisms that promote responsible AI governance rather than inhibit innovation. The proposed AI Ecosystem Framework offers a holistic governance model that integrates technological advancement with contextual, ethical, and institutional considerations, contributing both theoretically to AI governance discourse and practically to policy development in faith-based higher education settings.