Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan digitalisasi sumber belajar, asesmen, dan evaluasi pembelajaran berbasis ChatGPT bagi guru SMPN 9 Payakumbuh Indra Saputra; Hayatunnufus Hayatunnufus; Siska Miga Dewi; Reflianto Reflianto; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26825

Abstract

AbstrakLatar belakang kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berkaitan dengan kondisi sumber belajar tekstual yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan kelas digital yang dinamis. Selain itu, asesmen dan evaluasi pembelajaran yang belum melibatkan teknologi digital secara optimal berdampak pada kurangnya akurasi dalam mengukur perkembangan kompetensi siswa. Tujuan dari kegiatan PKM yang diwujudkan dalam bentuk pelatihan adalah meningkatkan kompetensi guru dalam konteks digitalisasi sumber belajar, asesmen, dan evaluasi dengan menggunakan ChatGPT. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2024. Peserta pelatihan adalah guru SMPN 9 Payakumbuh yang berjumlah 31 orang. Latar belakang keahlian peserta mencakup semua mata pelajaran seperti Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, PPKn, Seni Budaya, dan Informatika. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan tahap perencanaan yang mencakup koordinasi terkait kebutuhan pelatihan dan sasaran pelatihan. Tahap pelaksanaan diawali dengan proses penyampaian materi dan diskusi serta dilanjutkan proses demonstrasi dan praktik dalam konteks digitalisasi sumber belajar, asesmen dan evaluasi berbasis ChatGPT. Tahapan terakhir pelatihan adalah evaluasi yang mengukur capaian kegiatan pelatihan. Hasil pelatihan mendeskripsikan bahwa peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selanjutnya, peserta juga dapat memenuhi beberapa indicator ketercapaian kegiatan pelatihan antara lain mampu melakukan proses digitalisasi sumber belajar dalam bentuk modul dan dan buku elektronik. Selanjutnya, peserta juga mampu Menyusun instrument asesmen dan evaluasi dengan menggunakan Chat GPT. Beberapa indicator tersebut mengindikasikan bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan dapat tercapai dengan baik. Rekomendasi untuk kegiatan ini adlaah agar pelatihan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar hasil pelatihan dapat diimplementasikan dengan maksimal. Kata kunci: asesmen; evaluasi; ChatGPT; sumber belajar AbstractThe Community Partnership Program (PKM) addresses the limitations of existing textual learning resources in meeting the needs of dynamic digital classrooms. Additionally, assessment and evaluation have not yet fully integrated digital technology, resulting in less accurate measurements of students' competencies. The PKM program aims to improve teachers' skills in digitalizing learning resources, assessment, and evaluation using ChatGPT. Training methods included lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. This training activity was conducted on August 24, 2024. The participants, 31 teachers from SMPN 9 Payakumbuh, covered various subjects like Religious Education, Mathematics, Science, Social Studies, and Informatics. The training began with planning, followed by material delivery, discussions, and practical sessions focused on digitalizing learning resources and using ChatGPT for assessments. The final evaluation measured the program's success. Participants were enthusiastic, meeting key objectives such as converting learning materials into e-books and developing assessment tools with ChatGPT. These outcomes indicate the training's success. The recommendation is to conduct ongoing training to ensure the effective implementation of the skills learned. Keywords: assessment; evaluation; ChatGPT; learning resources
Transformasi evaluasi pembelajaran berbasis AI: Pelatihan Chatbot AI bagi Pendidik SMPN 9 Payakumbuh Indra Saputra; Hayatunnufus Hayatunnufus; Siska Miga Dewi; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza; Reflianto Reflianto; Feriantano Sundang Pranata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30792

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses evaluasi pembelajaran. Namun, di lapangan masih banyak guru yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi ini secara optimal. Kondisi ini juga ditemukan di SMPN 9 Payakumbuh, di mana sebagian besar guru masih menggunakan metode evaluasi konvensional yang kurang fleksibel, memakan waktu, dan belum mencerminkan kemampuan siswa secara akurat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran berbasis AI, khususnya melalui pemanfaatan Chatbot AI seperti ChatGPT. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada 24 Agustus 2024 di SMPN 9 Payakumbuh, diikuti oleh 31 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Materi difokuskan pada penggunaan ChatGPT untuk menyusun soal, menganalisis jawaban siswa, memberikan umpan balik otomatis, serta merancang evaluasi berbasis interaksi percakapan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menyusun instrumen evaluasi digital berbasis ChatGPT dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran. Disarankan agar pelatihan ini dilanjutkan secara berkala dan disertai dengan pendampingan untuk mendukung implementasi berkelanjutan di kelas. Kata kunci: Chatbot AI; evaluasi pembelajaran; ChatGPT; kompetensi guru; pelatihan. The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has introduced new opportunities in the field of education, particularly in the area of learning assessment. However, many teachers, including those at SMPN 9 Payakumbuh, still rely on conventional evaluation methods that tend to be time-consuming, inflexible, and less accurate in reflecting students' competencies. This Community Partnership Program (PKM) was implemented to enhance teachers’ competencies in AI-based assessment by utilizing chatbot technology, specifically ChatGPT. The training was conducted on August 24, 2024, involving 31 teachers from various subject areas. The training methods included lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. The content focused on the use of ChatGPT to design assessment questions, analyze student responses, provide automated feedback, and develop interactive, conversation-based evaluations. The results indicated that participants were able to develop AI-based digital assessment instruments and demonstrated high enthusiasm for integrating AI into teaching practices. It is recommended that similar training be conducted regularly and supported with mentoring to ensure sustainable implementation in classrooms. Keywords: Chatbot AI; learning assessment; ChatGPT; teacher competence; professional training.
Gender Equality Issues, Perception and Divorce Joni Indra Wandi; Reflianto Reflianto
Justicia Islamica Vol 15 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Sharia UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/justicia.v15i2.1461

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fenomena perilaku, gugatan emosional dan perceraian oleh perempuan dalam keluarga masyarakat matrilineal di Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain survei. Teknik pengumpulan data menggunakan formulir wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan, mendapatkan interpretasi, membuat validitas dan menarik kesimpulan. Untuk menguji validitas data digunakan triangulasi dan diskusi dengan kolega. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena gugatan perilaku, emosi dan perceraian oleh perempuan dalam keluarga masyarakat matrilineal di Padang terjadi karena dampak kesetaraan gender. Di sisi positif, kesetaraan gender dapat dirasakan oleh perempuan dalam pendidikan, kepemimpinan dan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Sementara efek samping negatif dari kesetaraan gender dalam keluarga adalah menurunnya kematangan emosi, perubahan budaya dan nilai-nilai agama dalam perilaku sosial perempuan. Implementasi penelitian ini bermanfaat bagi ninik mamak, akademisi, ulama dan pemerintah daerah Padang untuk mensosialisasikan dan memberikan konsultasi untuk mengevaluasi penerapan nilai-nilai budaya, adat dan agama dalam perspektif jenis kelamin dan dengan demikian menciptakan kesetaraan gender harus sesuai dengan ajaran adat dan agama.Purposes of this study were to analyze the behavioral phenomenon, emotional and divorce lawsuit by women in the family of matrilineal society in Padang. This research used a qualitative method with survey design. Technique of collecting data used interview form, observation sheets and documentation. Data analysis was carried out by classifying, getting interpretation, making validity and drawing conclusions. To test the validity of the data used triangulation and discussions with colleagues. The results of research showed that phenomenon of behavioral, emotional and divorce lawsuit by women in the family of matrilineal society in Padang occur due to the impact of gender equality. On the positive side, gender equality could be felt by women in education, leadership and the opportunity to get a job. While the negative side effects of gender equality in the family was declining the emotional maturity, changing in culture and religious values in the social behavior of women. Implementation of this research to be useful for ninik mamak, academician, clergy and the local government of Padang to socialize and provide consultation to evaluate the application of cultural values, customs and religion in a gender perspective and thus creating gender equality should be in accordance with the customary and religious teachings.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan Salon Andesya Studio Bukittinggi Amelia, Rizki Putri; Reflianto, Reflianto; Astuti, Murni; Saputra, Indra
TSAQOFAH Vol 5 No 6 (2025): NOVEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v5i6.7178

Abstract

This study aims to examine the influence of transformational leadership style and organizational commitment on employee performance at Andesya Studio Salon in Bukittinggi. A quantitative approach was employed using a causal analysis method, where the independent variables were transformational leadership style and organizational commitment, and the dependent variable was employee performance. The research sample consisted of 32 employees selected through a total sampling technique. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity using Pearson correlation and for reliability using Cronbach’s Alpha coefficient. Data were analyzed using multiple linear regression, with t-tests to assess the partial effect of each independent variable on the dependent variable, and an F-test to evaluate their simultaneous effect. The findings are expected to provide empirical evidence on the contribution of transformational leadership style and organizational commitment to improving employee performance. The implications of this study offer a more comprehensive understanding of the strategic role of leadership and organizational commitment in optimizing employee performance within the service sector.
The effect of Flipped Digital Classroom and student engagement on English writing skills Farida Ariani; Martin Kustati; Reflianto Reflianto; Novi Yanti; Joni Indra Wandi
Studies in English Language and Education Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i2.35990

Abstract

Incorporating digital-based learning is crucial for fostering self-directed learning among students. Various digital media platforms, such as Google Classroom, Zoom Meetings, and social media, motivate students to actively engage in their studies. This study aims to assess the effectiveness of the Flipped Digital Classroom (FDC) method on student engagement and English writing proficiency. It employs a quasi-experimental 2x3 factorial pretest-post-test non-equivalent group design and collected data through the Student Engagement in Schools Questionnaire and an English writing test. The FDC group receives pre-recorded lectures, additional reading materials, and online writing assignments before face-to-face discussions, while the control group follows a lecture-based approach with assignments. The analysis involves 48 FDC students and 51 controls, categorized by engagement levels (high, medium, low). Validity and reliability tests are conducted on the questionnaire data, rated on a 5-point Likert scale, while English proficiency is assessed using an English Writing Test. Hypothesis testing utilizes descriptive and inferential statistics, including Two-Way ANOVA. The results indicate a significant 18-point increase in English writing scores for FDC students compared to controls. Furthermore, an interaction analysis reveals a considerable positive impact of method and engagement level on writing skills (p=0.00). English language instructors are encouraged to adopt the FDC method to enhance student engagement and academic achievement in English writing literacy through technology-based learning.
EFEKTIVITAS INTEGRASI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS DAN SOSIAL MAHASISWA PGMI Joni Indra Wandi; Cipto Duwi Priyono; Reflianto Reflianto; Nora Afnita; Farida Ariani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi Sejarah Pendidikan Islam dalam meningkatkan karakter religius dan sosial mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam Sumatera Barat (IAI Sumbar). Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter di perguruan tinggi keagamaan Islam yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kepribadian mahasiswa yang religius dan memiliki kepedulian sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 50 mahasiswa Semester IV PGMI yang dipilih secara purposif, meliputi 25 mahasiswa Kelas B sebagai kelompok eksperimen dan 25 mahasiswa Kelas A sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui angket karakter religius dan sosial yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, serta didukung oleh observasi selama proses pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji independent sample t-test, dan two-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan karakter religius dan sosial yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok setelah perlakuan diberikan (p < 0,05). Sementara itu, hasil two-way ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara tingkat karakter awal mahasiswa dan integrasi Sejarah Pendidikan Islam terhadap peningkatan karakter religius dan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Sejarah Pendidikan Islam merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif dalam memperkuat karakter religius dan sosial mahasiswa secara merata pada berbagai tingkat karakter awal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan pembelajaran Sejarah Pendidikan Islam yang berorientasi pada internalisasi nilai sebagai bagian dari strategi penguatan pendidikan karakter di perguruan tinggi keagamaan Islam.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Participatory Action Research: Penguatan Pendidikan dan Tradisi Keagamaan di Kampuang Galapuang: Indonesia Fadly, Ahmad; Ariesta, Laura; Faldilah, Nabila; Rahayu, Rahayu; Husna, Jalibatul; Masherly, Elsa; Prima fajar, Taufik; ariani, Farida; Rahim, Abdul; Reflianto, Reflianto
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 08, Issue 2, September 2026
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol8.iss2.art21

Abstract

Kampuang Galapuang faces a dual, interlocking problem in the post-Covid-19 period: declining active engagement of elementary school students in learning and the fading internalization of practical religious traditions among the younger generation. This community engagement program positions the tungku tigo sajarangan structure (traditional leaders, religious scholars, and intellectuals) as an equal partner within a Participatory Action Research (PAR) framework carried out through four cycles, namely to research, to plan, to take action, and to evaluate, from the problem-mapping stage through outcome evaluation. This formal integration of customary and religious authority into the intervention design is what distinguishes the model from conventional education-focused community programs. Results show an increase in student learning participation from 48% to 73%, basic literacy achievement from 42% to 65%, and basic numeracy achievement from 39% to 61%, alongside improved teacher pedagogical competence through periodic innovative learning workshops. Most of these final outcomes nonetheless fell short of the program’s predetermined targets (participation ≥75%, literacy ≥70%, numeracy ≥68%), representing partial achievement that still calls for continued mentoring. In the religious domain, optimizing surau learning hours and the participatory dawn mentoring (didikan subuh) program raised children’s attendance from 45% to 78%, while strengthening the involvement of traditional and religious leaders in transmitting Minangkabau local wisdom to younger generations. These findings suggest that a bottom-up, custom-institution-based PAR approach contributes to community ownership of change, though this claim cannot yet be statistically compared against a top-down approach in the absence of a comparison group. The program recommends sustained village budget support so that gains in basic education and religious tradition revitalization continue toward the set targets and become an institutional foundation at the village level.