Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN SENAM REMATIK PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KASIH IBU KELURAHAN TANGKERANG LABUAI Susanti, Nurvi; Rasyid, Zulmeliza; Harnani, Yessi; Nurlisis, Nurlisis; Hasrianto, Nofri
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 2 No. 2 (2023): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v2i2.1636

Abstract

Rheumatism is a disease that attacks the joints and bones or supporting tissues around the joints, this class of diseases is an autoimmune disease that many elderly people suffer from. The initial survey was conducted in Tangkerang Selatan Village, Pekanbaru City, out of 8 elderly people, mostly 5 people with complaints such as body fatigue, difficulty moving, leg pain when walking, aches and pains, and stiffness that occur consistently. One of the efforts made by doing prevention and rheumatic exercises regularly is to reduce the pain from rheumatism. The purpose of this community service is to increase the knowledge of the elderly about health, namely by doing rheumatic prevention and exercises. The media is used for counseling leaflets and practicing rheumatic gymnastics movements. The method used is by giving post-tests and pret-tests. The results of this activity obtained elderly knowledge at the time of the Pret Test as much as 40% had poor knowledge and increased during the post-test by 70% with good knowledge.  It is hoped that increasing knowledge and doing rheumatic gymnastics movements at the integrated service post and at home can prevent or reduce rheumatic symptoms in the elderly.
Analisis Sanitasi Lingkungan terhadap Gejala ISPA di Kecamatan Tuah Madani Rasyid, Zulmeliza; Susanti, Nurvi
Journal of Religion and Public Health Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Journal of Religion and Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v6i2.41128

Abstract

 Symptoms of ARI are symptoms of infection that affect the respiratory tract, both the upper (such as the nose and throat) and the lower (such as the bronchi and lungs) including cough, runny nose, sore throat, fever, shortness of breath (in more severe cases). ARI can be caused by various pathogens, including viruses, bacteria, and fungi. and can affect anyone, especially children and the elderly. This study is quantitative with Cross-sectional Design. The sample consisted of 150 houses. The location of the study was in Tuah Madani District. The research variables included clean water sources, waste management, waste water drainage channel and housing density. Data collection was by observation and questionnaire distribution. Data collection techniques were quota sampling. Data were processed by computerization. Univariate and bivariate data analysis used the chi-square test. The results of the study showed that there was a relationship between access to clean water (p-value 0.0001), waste management (p-value 0.0001), waste water drainage channel (p-value 0.0001) and housing density (p-value 0.001). It is expected that the agency will provide counseling to the community through health promotion activities regarding access to clean water, waste management, waste water drainage channel, and housing density that meets health requirements as well as prevention and control of ARI. Keywords: ARI Symptoms,  Environment, Sanitation.
Sosialisasi “Less waste” dalam strategi Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Bentuk Tindakan Peduli Lingkungan Zulmeliza Rasyid; Nurvi Susanti; Yessi Harnani; Suherman Sohor
Jurnal Medika: Medika Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1kn27e52

Abstract

Less Waste adalah suatu tindakan sederhana peduli lingkungan untuk mengurangi potensi volume sampah. Observasi awal di RT 07/RW.01 Kelurahan Perhentian Marpoyan, 70% ditemukan sampah berserakan, dampaknya ketika hari hujan terjadi banjir. Masyarakat menganggap sampah tidak mempunyai nilai guna sehingga masyarakat membuang sampah sembarangan ke lingkungan tanpa memikirkan dampaknya terhadap pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Untuk itu, dilakukan sosialisasi “Less Waste” dalam strategi Pengelolaan Sampah di mulai dari ruang lingkup terkecil dan pemberdayaan masyarakat sebagai Bentuk Tindakan Peduli Lingkungan. Penyuluhan dilakukan di RT.07/RW.01 Kelurahan Perhentian Marpoyan Kecamatan Marpoyan Damai. Media yang digunakan untuk penyuluhan adalah laptop, n focus, dan leaflet. Metode yang digunakan  adalah metode ceramah dan diskusi tanya jawab. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan dibulan Agustus 2023. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh bahwa dari hasil pretest dari 19 responden 65% mempunyai pengetahuan tinggi, 51% dengan sikap yang positif dan 69 % dengan tindakan yang baik terhadap pengelolaan sampah. Hasil postest diperoleh bahwa pengetahuan responden meningkat menjadi 90%, sikap positif responden menjadi 88% dan tindakan responden menjadi 93%. Hal ini membuktikan adanya perubahan pengetahuan sebesar 25%, sikap sebesar 37% dan tindakan responden sebesar 25% sebelum dan sesudah diberikan kuesioner. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat terhadap mengurangi sampah dan masyarakat mengetahui metode pengelolaan sampah yang baik dan benar, dampak kesehatan akibat sampah ini dapat diminimalisir. Luaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah akan dipublikasi ke jurnal pengabdian.
PENGARUH LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN STRATEGI DOTS TERHADAP KEBERHASILAN PENATALAKSANAAN TB PARU Christine Vita Purba; Nurvi Susanti; Nofri Hasrianto
Collaborative Medical Journal Vol 1 No 3 (2018): September
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.489 KB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyebab kematian utama yang diakibatkan oleh infeksi. Indonesia merupakan peringkat ketiga di dunia dengan jumlah kasus 700 ribu dan angka kematian 27/100.000 penduduk. Di Puskesmas Sungai Guntung terdapat 177 orang penderita TB Paru serta terdapat pasien yang tidak teratur berobat bahkan drop out sebanyak 4 orang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan fisik rumah dan strategi DOTS terhadap keberhasilan penatalaksanaan TB Paru di Puskesmas Sungai Guntung. Populasi adalah seluruh penderita TB Paru yang menjalani pengobatan rawat jalan. Jumlah sampel sebanyak 51 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi diuji dengan uji chi square dan uji regresi logistik berganda (CI : 95% dan α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam variabel berpengaruh terhadap keberhasilan penatalaksanaan TB Paru yaitu kepadatan penghuni ruang tidur, ventilasi, pencahayaan, kelembaban, peran PMO, dan peran petugas kesehatan. Satu varibel tidak berpengaruh terhadap keberhasilan penatalaksanaan TB Paru yaitu ketersediaan obat. PMO kurang berperan mendukung pengobatan pasien TB Paru. Sebagian besar pasien yang bekerja sebagai nelayan tidak teratur minum obat karena tidak membawa obat saat melaut. Diharapkan kepada PMO untuk lebih aktif mengingatkan pasien untuk meminum obat secara teratur.