Claim Missing Document
Check
Articles

Cooperative Learning Transformation: Integration of Team Games Tournament and Deep Learning for Forming Humanist-Religious Character Nia Paramita; Achmad Yusuf; Ahmad Marzuki; Muhammad Nur Hadi
Ta'dib Vol 29 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v29i1.16891

Abstract

This study aims to describe the innovative implementation of the Deep Learning-based Teams Games Tournament (TGT) model in Islamic Education (PAI) at SMKN 1 Purwosari, and to analyze its implications in shaping students' humanistic-religious character as an effort to mitigate the Three Major Sins of Education (bullying, sexual violence, and intolerance). A qualitative approach with a case study design was employed. Data collection involved participant observation, in-depth interviews with PAI teachers, students, and homeroom teachers, along with document analysis. Interactive data analysis consisted of data condensation, data display, and conclusion drawing, supported by technique, source, and time triangulation to ensure trustworthiness. The findings reveal that this instructional innovation is effectively realized through the 3M cycle (Feeling, Meaning-making, and Living) and the utilization of digital media like the Wheel of Names and smartphone exploration as active character research tools. Students' religious character is organically manifested through the internalization of Maqasid al-Shariah values, specifically Hifzh al-'Aql (preservation of intellect), while the humanistic character is forged through social solidarity and sportsmanship within heterogeneous group dynamics. The implications suggest that integrating digital technology (high-tech) with a humanistic touch (high-touch) establishes a resilient internal moral filter among students, thereby preventively mitigating violent behavior, bullying, and intolerance in vocational school environments.
Korelasi Media Sosial TikTok pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMA Ma’arif Sukorejo Safiatul Ummah; Muhammad Nur Hadi; Anang Solehuddin; Muhammada Muhammada
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74331

Abstract

Perkembangan teknologi digital menggeser paradigma pendidikan lewat pemanfaatan media sosial seperti TikTok sebagai sarana edutainment. Namun, fluktuasi motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih menjadi tantangan di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi penggunaan TikTok pada mata pelajaran PAI terhadap motivasi belajar siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berdesain korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas X berjumlah 30 orang di SMA Ma’arif Sukorejo, yang dilaksanakan pada semester berjalan tahun 2026. Teknik pengumpulan data dilakukan terintegrasi melalui angket skala Likert, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson Product Moment, dan Paired Sample t-Test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata penggunaan TikTok sebesar 90,90 (kategori tinggi) dan motivasi belajar sebesar 67,77 (cukup baik). Uji korelasi menghasilkan nilai r=0,769 dan Sig. 0,000, sedangkan uji t menghasilkan t=16,667 dengan Sig. (2-tailed) 0,000. Kesimpulannya, terdapat korelasi positif yang signifikan dan kuat antara penggunaan TikTok dengan motivasi belajar PAI siswa di SMA Ma’arif Sukorejo.
Pengembangan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Moderat Dalam Pencak Silat Pagar Nusa di Padepokan Segoro Geni Muhammad Zaenal Abidin; Achmat Mubarok; Muhammad Nur Hadi; Muhammad Jamhuri
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/5vr5jw62

Abstract

The phenomenon of riots between pencak silat schools in various regions, particularly in East Java, reflects a moral crisis among the younger generation. The rise in violence, brawls, bullying, and sexual harassment indicates that the moral values ​​and social norms taught in educational institutions are beginning to be neglected. This situation necessitates strategic efforts to instill strong and moderate character in the younger generation through activities based on cultural and spiritual values, such as those conducted at the Segoro Geni Gempol Pasuruan Padepokan. This study aims to describe the implementation of Pagar Nusa activities and the process of developing moderate character education values ​​within the padepokan. The study used a descriptive qualitative method from February to July 2024, with Pagar Nusa trainers and students as subjects, as well as the Head of the Sub-District and the coordinator of instructors as key informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data collection, reduction, presentation, and drawing conclusions through triangulation of sources and methods. The research results show that the Pagar Nusa program begins with a tawassul recitation, prayer, warm-up, core exercises, and a closing ceremony. Moderate character values ​​developed include tolerance, national commitment, non-violence, and respect for local culture. The character-building process involves advice, habituation, role modeling, and educational punishment. Abstrak: Fenomena kerusuhan antarperguruan pencak silat di berbagai daerah, khususnya di Jawa Timur, mencerminkan terjadinya krisis moral di kalangan generasi muda. Maraknya tindak kekerasan, tawuran, bullying, dan pelecehan seksual menunjukkan bahwa nilai-nilai akhlak dan norma sosial yang diajarkan di lembaga pendidikan mulai terabaikan. Kondisi ini mendorong perlunya upaya strategis dalam menanamkan karakter yang kuat dan moderat kepada generasi muda melalui kegiatan berbasis nilai-nilai budaya dan spiritual, seperti yang dilakukan di Padepokan Segoro Geni Gempol Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan Pagar Nusa serta proses pengembangan nilai-nilai pendidikan karakter moderat di lingkungan padepokan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada Februari hingga Juli 2024, dengan subjek penelitian para pelatih dan peserta didik Pagar Nusa, serta informan utama yaitu Ketua Rayon dan koordinator pembina. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan Pagar Nusa dimulai dengan pembacaan tawassul, doa, pemanasan, latihan inti, hingga penutupan. Nilai-nilai karakter moderat yang dikembangkan meliputi toleransi, komitmen kebangsaan, anti kekerasan, dan penghargaan terhadap budaya lokal, dengan proses pembentukan karakter melalui nasihat, pembiasaan, keteladanan, dan pemberian hukuman yang bersifat mendidik.
Strategi Pengurus Asrama A Dalam Membentuk Karakter Mandiri Santri Di Pondok Pesantren Ngalah Abdul Khamid; Muhammad Nur Hadi
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/sraj5n98

Abstract

This study aims to analyze the strategies of Dormitory A administrators in developing independent character in students at the Ngalah Islamic Boarding School in Pasuruan. Independent character is one indicator of the success of Islamic boarding school education, encompassing discipline, responsibility, self-confidence, and the ability to make independent decisions. This study used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including interviews, participatory observation, and documentation. The research subjects were Dormitory A administrators and the students they care for. The results indicate that the strategies used by the administrators include establishing daily routines, providing motivation, direct supervision, and modeling attitudes. Supporting factors in developing independent character include the religious environment of the Islamic boarding school, the active role of mentors, and structured activities. However, obstacles also exist, such as the diverse backgrounds of the students, limited facilities, and a lack of internal motivation. The role of dormitory mentors is not only as supervisors but also as motivators and guides, shaping the students' character holistically. This research is expected to serve as a reference in developing character development programs in Islamic boarding schools and serve as a reference for other Islamic educational institutions in developing an independent and noble generation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengurus Asrama A dalam membentuk karakter mandiri santri di Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan. Karakter mandiri merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan pesantren yang mencakup kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta kemampuan mengambil keputusan secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengurus asrama A dan santri yang diasuh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan pengurus asrama mencakup pembiasaan kegiatan harian, pemberian motivasi, pengawasan langsung, dan teladan sikap. Faktor pendukung dalam pembentukan karakter mandiri di antaranya adalah lingkungan pesantren yang religius, peran aktif pembimbing, serta kegiatan terstruktur. Namun demikian, terdapat pula hambatan seperti latar belakang santri yang beragam, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya motivasi dari dalam diri santri. Peran pembimbing asrama tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai motivator dan pembimbing yang membentuk karakter santri secara holistik.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan program pembinaan karakter di pesantren serta menjadi referensi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam membentuk generasi yang mandiri dan berakhlak mulia.