Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pembimbing dalam Membentuk Karakter Mandiri Santri Asrama P Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan Widiyastuti, Ananda Vibra; Hadi, Muhammad Nur; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7 No 01 (2025): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/tabyin.v1i01.926

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan di asrama P pondok pesantren ngalah dimana santri kurang memiliki karakter mandiri santri, kemudian pembimbing di asrama P berperan berupaya melakukan pembentukan karakter mandiri santri, sehingga menarik peneliti untuk mengkaji dan melakukan peneltian. Tujuan penelitian ini adalah pertama untuk mendeskripsikan peran pembimbing dalam membentuk karakter mandiri santri Asrama P Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan. Kedua mendeskripsikan dampak peran pembimbing dalam pembentukan karakter mandiri santri Asrama P di Pondok Pesantren Ngalah. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus di Asrama P Pondok Pesantren Ngalah. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, dokumentasi dan wawancara, kemudian analisis data dilakukan dengan reduksi data, Penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian adalah pembimbing memiliki tiga peran utama, yakni pertama sebagai teladan para santri dalam memahami nilai-nilai positif seperti kepedulian, tanggung jawab dengan mempraktikan dalam kehidupan sehari-hari, kedua pembimbing sebagai sumber belajar, karena mereka menjalankan aktivitas mengajar mengaji, sosialisasi tentang praktek sholat, praktek wudhu dan pemahaman pada pelajaran-pelajaran yang ada di pondok pesantren. Ketiga pembimbing sebagai motivator sehingga santri menjadi semangat untuk memiliki karakter positif. Dampak dari peran pembimbing adalah santri telah memiliki nilai-nilai karakter positif seperti kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab atas tugas dan kewajiban seperti mengatur waktu belajar, bermain, beribadah, terbentuknya karakter mandiri dalam kegiatan sehari-hari, serta terbentuknya spiritual santri yang semakin mantap.
Implementasi Media Pembelajaran Gamifikasi Quizizz Pada Materi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Interaksi Siswa SMK Ar-Roudhoh Beji Pasuruan Mohamad Diyan Romadoni; Achmat Mubarok; Muhammad Nur Hadi; M. Jamhuri
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/phryvc37

Abstract

Lack of teacher attention in implementing interesting learning methods can make students less enthusiastic about learning in class, especially in Islamic Religious Education subjects at Ar-Roudhoh Beji Pasuruan Vocational School. So it can also cause the learning atmosphere in the classroom to be less interactive and can cause students to lack the skills to think critically when learning in class. In this case, gamification plays a very important role in the development of Islamic Religious Education teaching materials. Therefore, the author wants to know more about the implementation of Quizizz Gamification Learning Media in Islamic Religious Education Materials in Increasing Student Motivation and Interaction (Case Study at Ar-Roudhoh Beji Pasuruan Vocational School). The aim of this research is to describe the implementation of Quizizz Gamification Learning Media in Islamic Religious Education Materials in Increasing Student Motivation and Interaction (Case Study at Ar-Roudhoh Beji Pasuruan Vocational School). The type of research used is qualitative descriptive research. Where the data obtained in this research is in the form of stories or processes in the use of techniques used in data collection in the form of observation, interviews and documentation. The results of implementing Quizizz Gamification Learning Media in Islamic Religious Education Materials are to foster a high sense of enthusiasm for learning so that the use of Quizizz gamification in Islamic Religious Education learning can increase student motivation and interaction at Ar-Roudhoh Beji Pasuruan Vocational School. Abstrak Kurangnya perhatian guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang menarik dapat membuat siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran di kelas, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Ar-Roudhoh Beji Pasuruan. Sehingga hal tersebut juga dapat menyebabkan suasana pembelajaran di kelas menjadi kurang interaktif dan dapat menyebabkan siswa kurang memiliki keterampilan berpikir kritis saat belajar di kelas. Dalam hal ini, gamifikasi memegang peranan yang sangat penting dalam pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam. Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui lebih jauh tentang Implementasi Media Pembelajaran Quizizz Gamification pada Materi Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi dan Interaksi Siswa (Studi Kasus di SMK Ar-Roudhoh Beji Pasuruan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Media Pembelajaran Quizizz Gamification pada Materi Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi dan Interaksi Siswa (Studi Kasus di SMK Ar-Roudhoh Beji Pasuruan). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dimana data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa cerita atau proses dalam penggunaan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penerapan Media Pembelajaran Gamifikasi Quizizz pada Materi Pendidikan Agama Islam adalah menumbuhkan rasa semangat belajar yang tinggi sehingga penggunaan gamifikasi Quizizz dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan motivasi dan interaksi siswa di SMK Ar-Roudhoh Beji Pasuruan.
Pengembangan Pembelajaran PPBA Berbasis Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Santri di Pondok Pesantren Ngalah Rofiqotul Kamilia; M. Anang Sholikhudin; Muhammad Nur Hadi; Askhabul Kirom
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/m10cxk71

Abstract

This study aims to develop a Problem Based Learning (PBL) learning model in Dormitory I of Ngalah Islamic Boarding School, while identifying supporting and inhibiting factors in the development process, and evaluating its impact on student learning outcomes. The study used a qualitative approach with Research and Development (R&D) type, which was implemented through the stages of needs analysis, design, trial, and evaluation. Data were collected using observation, interview, and documentation techniques, so as to obtain a comprehensive picture of the implementation of the PBL model in the dormitory environment. The results showed that the implementation of the PBL learning model was significantly able to increase the active involvement of students in the learning process. PBL encourages students to think critically, work together, and find solutions to contextual problems. The implementation of this model has proven effective in improving learning outcomes, where the level of student learning completion increased from 36.36% to 72.73%. This success was supported by the active role of the guardian, the availability of learning resources, and a conducive learning atmosphere in the dormitory. However, several obstacles were also identified, such as limited study time outside of routine Islamic boarding school activities, differences in students' initial abilities, and the lack of utilization of modern learning media. To achieve more optimal results, efforts need to be made to minimize these obstacles by adjusting schedules, improving facilitator skills, and providing a more varied learning media. Overall, these findings provide important implications for the development of learning models in Islamic boarding schools, particularly in adopting PBL as an effective strategy to improve the quality and completeness of student learning outcomes.. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) di Asrama I Pondok Pesantren Ngalah, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses pengembangannya, serta mengevaluasi dampaknya terhadap hasil belajar santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Research and Development (R&D), yang dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, uji coba, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai penerapan model PBL di lingkungan asrama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL secara signifikan mampu meningkatkan keterlibatan aktif santri dalam proses belajar. PBL mendorong santri untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan mencari solusi atas permasalahan yang bersifat kontekstual. Implementasi model ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar, di mana tingkat ketuntasan belajar santri meningkat dari 36,36% menjadi 72,73%. Keberhasilan ini didukung oleh peran aktif pengasuh, ketersediaan sumber belajar, serta suasana belajar yang kondusif di asrama. Namun demikian, ditemukan pula beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu belajar di luar kegiatan rutin pesantren, perbedaan kemampuan awal santri, dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran modern. Untuk mencapai hasil yang lebih optimal, perlu dilakukan upaya meminimalisir hambatan tersebut melalui penyesuaian jadwal, peningkatan keterampilan fasilitator, dan pengadaan media pembelajaran yang lebih variatif. Secara keseluruhan, temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan model pembelajaran di pondok pesantren, khususnya dalam mengadopsi PBL sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kualitas dan ketuntasan hasil belajar santri.
Implementasi PAI dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Student Festival di MTs Darul Ulum Pasuruan Lailatul Muarofah; M. Jamhuri; Achmat Mubarok; Muhammad Nur Hadi
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/4xervz88

Abstract

This study aims to describe the implementation of Islamic Religious Education (PAI) in strengthening the Pancasila Student Profile through the Student Festival at MTs Darul Ulum Pasuruan. The background of this research stems from the important role of PAI in shaping the character of students who are not only intellectually intelligent, but also devout, pious, and have noble morals. In line with national education policy, the Pancasila Student Profile serves as a guideline for cultivating a generation that is religious, creative, independent, critical, collaborative, and able to appreciate diversity. The research method used was descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of the madrasah principal, PAI teachers, the activity committee, and students. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, while data validity was achieved through source triangulation. The results indicate that the implementation of PAI in the Student Festival successfully integrates Islamic values ​​with the dimensions of the Pancasila Student Profile. Through various activities such as Islamic speech competitions, Quran recitations, calligraphy, Islamic drama, and religious quizzes, students not only hone their academic and non-academic skills but also cultivate the practice of religious teachings in real life. The Student Festival has proven to be an effective platform for strengthening students' faith, morals, creativity, cooperation, and independence. Therefore, it can be concluded that the implementation of Islamic Religious Education (PAI) through the Student Festival at MTs Darul Ulum Pasuruan has contributed significantly to strengthening the Pancasila Student Profile. This demonstrates that the integration of religious values ​​and character education can produce students who are globally competitive and grounded in religious values. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui kegiatan Student Festival di MTs Darul Ulum Pasuruan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya peran PAI dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional, Profil Pelajar Pancasila menjadi pedoman dalam menumbuhkan generasi yang religius, kreatif, mandiri, kritis, bergotong royong, serta mampu menghargai keberagaman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, guru PAI, panitia kegiatan, serta peserta didik. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PAI dalam Student Festival mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Melalui berbagai kegiatan seperti lomba pidato Islami, tilawah Al-Qur’an, kaligrafi, drama Islami, dan cerdas cermat keagamaan, peserta didik tidak hanya mengasah keterampilan akademik dan non-akademik, tetapi juga membiasakan diri mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan nyata. Student Festival terbukti menjadi wadah efektif untuk memperkuat iman, akhlak, kreativitas, kerja sama, serta kemandirian siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi PAI melalui Student Festival di MTs Darul Ulum Pasuruan berkontribusi signifikan dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi antara nilai-nilai agama dan pendidikan karakter mampu mencetak peserta didik yang berdaya saing global sekaligus berlandaskan nilai-nilai religius.
PENGARUH PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PAI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PEMBELAJARAN DAN KREATIVITAS SISWA KELAS X SMA Iis Susanti; Muhammad Nur Hadi; M Anang Sholikhudin; Muhammada Muhammada
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10884

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology in the modern era has brought significant changes to the learning process in schools, including the use of Artificial Intelligence as a supporting learning medium. In Islamic Religious Education learning, this technology helps students obtain information more quickly, systematically, and flexibly, thereby supporting independent learning processes. However, the use of digital technology has not fully encouraged the development of students’ learning creativity because some students still tend to use technology merely to obtain instant answers. This study aimed to analyze the effect of the use of Artificial Intelligence on conceptual understanding and learning creativity among tenth-grade students at SMA Negeri 1 Purwosari. The study employed a quantitative approach with an associative research design. The sample consisted of 84 students selected using the simple random sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using simple linear regression with the assistance of the SPSS program. The results showed that the use of AI-based technology had a positive and significant effect on students’ conceptual understanding because it helped them understand learning materials in a more structured and adaptive manner. In contrast, the effect on learning creativity was not statistically significant because creativity is also influenced by learning strategies, motivation, learning environment, and students’ ability to explore ideas. This study emphasizes that the integration of digital technology in learning needs to be balanced with innovative pedagogical approaches so that the development of cognitive aspects and students’ creativity can occur harmoniously. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital pada era modern telah membawa perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah, termasuk melalui pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai media pendukung pembelajaran. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, teknologi tersebut membantu peserta didik memperoleh informasi secara lebih cepat, sistematis, dan fleksibel sehingga mendukung proses belajar mandiri. Namun, pemanfaatan teknologi digital belum sepenuhnya mampu mendorong berkembangnya kreativitas belajar siswa karena sebagian peserta didik masih cenderung menggunakan teknologi hanya untuk memperoleh jawaban instan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan Artificial Intelligence terhadap pemahaman konsep dan kreativitas belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Purwosari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 84 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi berbasis AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemahaman konsep siswa karena membantu proses memahami materi secara lebih terstruktur dan adaptif. Sebaliknya, pengaruh terhadap kreativitas belajar tidak menunjukkan hubungan signifikan karena kreativitas dipengaruhi pula oleh strategi pembelajaran, motivasi, lingkungan belajar, dan kemampuan eksplorasi ide peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran perlu diimbangi pendekatan pedagogis yang inovatif agar pengembangan aspek kognitif dan kreativitas siswa dapat berlangsung secara seimbang.
Implementation of the Sorogan Method in Understanding the Jurumiyah Book Silfiyatul Jannah; Muhammad Nur Hadi; Muhammada Muhammada; Saifulah Saifulah
Community: Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Hasil Penelitian
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/community.v5i1.224

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the sorogan method in learning the Book of Al-Jurumiyyah and to find out the development of students' understanding of nahwu material in Dormitory I of the Ngalah Sengonagung Purwosari Islamic Boarding School, Pasuruan. This research uses a qualitative approach with a case study type of research. Data collection techniques are carried out through observation, semi-structured interviews, and documentation. The results of the study show that the implementation of the sorogan method is carried out individually through the stages of material preparation, submission of readings, direct correction, and continuous evaluation. The students perform muthala'ah before depositing the reading to the ustadzah, then the ustadzah provides corrections to errors in harakat, meaning, and the application of nahwu rules. The application of the sorogan method has been proven to be able to improve the ability to read books without harakat, understanding the rules of nahwu, reading thoroughness, and the courage of students in explaining the material. The development of students' understanding shows diverse results according to their educational background, basic Arabic language skills, and the intensity of each student's practice, but in general the sorogan method is considered effective because it provides personalized, active, and intensive learning. Thus, the sorogan method remains relevant in learning the yellow book as an effort to strengthen basic Arabic language competencies and understanding of nahwu students in the pesantren environment.
Internalisasi Nilai PAI melalui Deep Learning untuk Meningkatkan Kolaborasi Anak Usia Dini di RA Zainal Ali Nailul Muchliso; Muhammad Nur Hadi; Muhammadah; Saifulah
Ta’dib : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Kegurusn Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v15i1.10428

Abstract

This study aims to describe the internalization of Islamic Religious Education values through deep learning to improve early childhood collaboration at RA Zainal Ali Karangasem Wonorejo Pasuruan. This research employed a phenomenological qualitative method, using observation, interviews, and documentation as data collection techniques, with data analyzed through reduction, presentation, and verification. The findings indicate that deep learning encourages active engagement, meaningful understanding, and the habituation of values such as cooperation, responsibility, and empathy. Children demonstrated improved collaborative behavior, including sharing, waiting for their turn, and helping their peers. These findings confirm that this approach is effective in integrating cognitive, affective, and social aspects into Islamic Religious Education learning. The implication is that teachers need to design contextual, collaborative, and reflective activities so that religious values can be consistently internalized in children’s daily practices while supporting the development of twenty-first-century skills from an early age. Parental involvement also strengthens the continuity of value habituation.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MATERI LARANGAN BUGHAT Annisaul Karimah; Muhammad Nur Hadi; Muhammada Muhammada; Anang Sholikhudin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11491

Abstract

ABSTRACT Fiqh learning, particularly on the topic of the prohibition of bughat (rebellion against legitimate authority), requires not only mastery of religious concepts but also students’ ability to understand their relevance to social life. In practice, student engagement in the learning process is often less than optimal when instruction is predominantly centered on teacher-led content delivery. This situation encouraged the implementation of the Deep Learning approach at MA As-Sholchah as an effort to create more meaningful learning experiences and enhance students’ learning motivation. This study employed a qualitative case study design involving one Fiqh teacher and 30 eleventh-grade students. Data were collected through observations, interviews, and documentation and were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The trustworthiness of the findings was strengthened through triangulation of data sources and collection techniques. The findings reveal that the integration of the principles of mindful learning, meaningful learning, and joyful learning transformed the classroom atmosphere into a more participatory learning environment. Students were not merely recipients of information; they actively engaged in discussions, case analyses, and reflective activities that fostered a deeper understanding of socio-religious issues. These changes were reflected in increased self-confidence, enthusiasm, and active participation throughout the learning process. By providing contextual and collaborative learning experiences, the Deep Learning approach contributed positively to strengthening students’ learning motivation while helping them develop a more comprehensive understanding of the Fiqh concepts being studied. ABSTRAK Pembelajaran Fiqih, khususnya pada materi larangan bughat, tidak hanya menuntut penguasaan konsep keagamaan, tetapi juga kemampuan siswa untuk memahami relevansinya dalam kehidupan sosial. Kenyataannya, keterlibatan peserta didik dalam proses belajar sering kali belum optimal ketika pembelajaran lebih banyak berfokus pada penyampaian materi oleh guru. Situasi tersebut mendorong penerapan pendekatan Deep Learning di MA As-Sholchah sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Kajian ini dilakukan melalui studi kasus kualitatif dengan melibatkan satu guru Fiqih dan 30 siswa kelas XI. Informasi penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian ditafsirkan menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan temuan diperkuat melalui triangulasi berbagai sumber dan teknik pengumpulan data. Temuan menunjukkan bahwa integrasi prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning mengubah suasana pembelajaran menjadi lebih partisipatif. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, analisis kasus, dan kegiatan reflektif yang mendorong pemahaman lebih mendalam terhadap persoalan sosial-keagamaan. Perubahan tersebut tampak pada meningkatnya kepercayaan diri, antusiasme, serta keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Pengalaman belajar yang kontekstual dan kolaboratif menjadikan pendekatan Deep Learning berkontribusi positif dalam memperkuat motivasi belajar sekaligus membantu siswa membangun pemaknaan yang lebih utuh terhadap materi Fiqih yang dipelajari.
INTEGRASI MODEL DEEP LEARNING DALAM INOVASI PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KESADARAN SPIRITUAL SISWA SMA Anifatur Rahmawati; Achmad Yusuf; Ahmad Marzuki; Muhammad Nur Hadi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11563

Abstract

ABSTRACT Balancing the strengthening of critical thinking and the formation of spiritual awareness in Islamic Religious Education (PAI) still presents a tension between content mastery orientation and students’ reflective depth. In many classroom practices, learning processes have not yet fully provided space for the elaboration of learning experiences, deep reasoning, and the internalization of religious values in everyday life. This study aims to examine the implementation of deep learning in PAI through a qualitative case study approach in an educational setting that applies reflection-based learning. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, presentation, and thematic meaning-making. The findings indicate that the learning process is shaped by the teacher’s role as a facilitator, student-centered learning, the use of technology as a learning resource, and the strengthening of reflective activities such as muhasabah. This approach fosters the development of critical thinking skills while simultaneously deepening students’ spiritual awareness through the internalization of religious values in contextual situations. Overall, the implementation of deep learning contributes to a more meaningful, participatory, and holistic Islamic Religious Education learning experience. ABSTRAK Upaya menyeimbangkan penguatan berpikir kritis dan pembentukan kesadaran spiritual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih menghadapi ketegangan antara orientasi penguasaan materi dan kedalaman reflektif siswa. Di banyak praktik kelas, proses pembelajaran belum sepenuhnya memberi ruang bagi elaborasi pengalaman belajar, penalaran mendalam, serta internalisasi nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memotret penerapan deep learning dalam pembelajaran PAI melalui pendekatan studi kasus kualitatif pada satuan pendidikan yang mengembangkan pembelajaran berbasis refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan makna secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berlangsung melalui peran guru sebagai fasilitator, pembelajaran berpusat pada siswa, pemanfaatan teknologi sebagai sumber belajar, serta penguatan aktivitas reflektif seperti muhasabah. Pendekatan ini mendorong berkembangnya kemampuan berpikir kritis sekaligus memperdalam kesadaran spiritual siswa melalui penghayatan nilai agama dalam konteks kehidupan. Secara keseluruhan, deep learning berkontribusi pada pembelajaran PAI yang lebih bermakna, partisipatif, dan holistik.
KEBIJAKAN PENGGUNAAN GADGET DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PAI DALAM PENGUATAN LITERASI DIGITAL PESERTA DIDIK ERA 21 Nisa Nur Jannah; Achmad Yusuf; Ahmad Marzuki; Muhammad Nur Hadi
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11567

Abstract

ABSTRACT The development of the digital ecosystem in educational environments has driven the need to integrate digital literacy into learning processes, although in some pesantren-based schools the use of personal gadgets remains restricted as part of discipline building and character education. This situation creates a distinct dynamic in the development of students’ digital competencies, which must remain aligned with the principles of value-based education. At SMA Darut Taqwa, this phenomenon was examined using a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, while validity was strengthened through source and technique triangulation. The findings indicate that school policies do not restrict access to technology entirely but instead direct its use through controlled access via computer facilities, libraries, and institution-provided digital learning media. In the context of Islamic Religious Education learning, teachers play a key role in guiding students to be more selective in searching for, understanding, and evaluating information from credible digital sources. This pattern shows that strengthening digital literacy can still occur despite restrictions on personal gadget use, as long as there are well-directed pedagogical strategies and balanced institutional policies. It also highlights the importance of synergy between school regulations and teachers’ roles in shaping an adaptive digital learning ecosystem. ABSTRAK Perkembangan ekosistem digital di lingkungan pendidikan mendorong munculnya kebutuhan integrasi literasi digital dalam proses pembelajaran, meskipun pada sebagian sekolah berbasis pesantren penggunaan perangkat gawai masih dibatasi sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan nilai karakter. Situasi ini menghadirkan dinamika tersendiri dalam pengembangan kompetensi digital peserta didik yang harus tetap selaras dengan prinsip pendidikan berbasis nilai. Di SMA Darut Taqwa, fenomena tersebut dikaji melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, serta penarikan makna, dengan validitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan sekolah tidak menutup akses terhadap teknologi, tetapi mengarah pada pengendalian pemanfaatan melalui pemanfaatan fasilitas komputer, perpustakaan, serta media pembelajaran digital yang disediakan institusi. Dalam praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam, guru berperan mengarahkan peserta didik untuk lebih selektif dalam mencari, memahami, serta mengevaluasi informasi dari sumber digital yang kredibel. Pola ini memperlihatkan bahwa penguatan literasi digital tetap dapat berlangsung meskipun penggunaan gadget pribadi dibatasi, selama terdapat strategi pedagogis yang terarah dan dukungan kebijakan institusional yang seimbang. Kondisi ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara kebijakan sekolah dan peran guru dalam membentuk ekosistem pembelajaran digital yang adaptif.