Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIPA BERBASIS KONTEKS BUDAYA LOKAL UNTUK PELAJAR TINGKAT PEMULA Huraiyah Jiratullah; Safinatul Hasanah Harahap
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12420

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of integrating the communicative approach and cultural elements into the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) program. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and a documentary study of the learning process. The results indicate a significant improvement in international learners’ speaking and listening competencies after cultural content was systematically integrated. The use of digital technology in delivering content was found to enhance learning motivation and facilitate the acquisition of contextual vocabulary. Additionally, understanding local sociolinguistic aspects helps students communicate more politely in accordance with Indonesian social norms. The primary challenge—grammatical barriers—can be addressed through adaptive and inclusive instructor guidance in the classroom. Overall, the synergy between linguistic, cultural, and technological aspects is the key to the success of Indonesian language internationalization. These findings recommend the development of more innovative teaching materials to strengthen the position of the BIPA program on the global stage as an effective tool for cultural diplomacy.
Pemanfaatan Media YouTube untuk Pemerolehan Kosakata Dasar Pembelajar BIPA Pemula: Studi Literatur pada Video “Learn Indonesian in 20 Minutes – ALL the Basics You Need” di Kanal Learn Indonesian with IndonesianPod101.com Ezra Natasya Hutabarat; Kevin Pardede; Siti Fadilah Aini Siregar; Safinatul Hasanah Harahap
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8152

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan video “Learn Indonesian in 20 Minutes – ALL the Basics You Need” di kanal YouTube Learn Indonesian with IndonesianPod101.com sebagai media pemerolehan kosakata dasar bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat pemula. Penelitian menggunakan metode kajian literatur (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis isi terhadap delapan sumber literatur primer yang dipilih secara selektif berdasarkan relevansi tematis. Hasil kajian mengungkapkan lima tema utama: (1) YouTube sebagai media pembelajaran BIPA yang layak secara pedagogis dan teknis; (2) empat jenis kosakata dasar yang termuat dalam video IndonesianPod101.com, meliputi kosakata sapaan, perkenalan diri, tematik sehari-hari, dan fungsional, serta 47 kosakata budaya yang terkategorisasi; (3) ketercapaian keempat aspek kompetensi BIPA Level A1 secara integratif melalui mekanisme multimodal; (4) manfaat dan tantangan penggunaan video dalam pembelajaran BIPA; serta (5) peran metode penerjemahan adaptif dan multimodalitas visual-verbal dalam meningkatkan efektivitas pemerolehan bahasa. Pembahasan menunjukkan bahwa video IndonesianPod101.com secara konsisten merespons keterbatasan konten YouTube umum melalui desain pedagogis terstruktur, penggunaan bahasa Indonesia baku, tempo bicara yang terukur, scaffolding bilingual, serta integrasi multimodal yang terbukti mendukung ketercapaian seluruh aspek kompetensi berbahasa BIPA A1. Penelitian ini menyimpulkan bahwa video IndonesianPod101.com tidak hanya layak, tetapi direkomendasikan sebagai model media pemerolehan kosakata dasar sekaligus pengenalan budaya bagi pemelajar BIPA pemula secara mandiri maupun dalam setting formal.
Gamifikasi dalam Desain Pembelajaran BIPA: Analisis Literatur terhadap Integrasi Empat Keterampilan Berbahasa Claudia Ratna Ningsih; Samuel Simamora; Yasinta Theresya Claudia Malau; Safinatul Hasanah Harahap
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8156

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi gamifikasi dalam desain pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), khususnya dalam kaitannya dengan pengembangan empat keterampilan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Dengan menggunakan metode studi literatur sistematis, penelitian ini menganalisis berbagai kajian yang telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi selama satu dekade terakhir. Temuan menunjukkan bahwa elemen gamifikasi seperti poin, level, lencana, papan peringkat, dan umpan balik instan terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta hasil belajar bahasa pada penutur asing. Gamifikasi mendukung pengembangan keterampilan berbahasa secara terintegrasi melalui kuis interaktif (menyimak dan membaca), aktivitas berbasis misi (berbicara dan menulis), serta platform digital seperti Duolingo, Quizizz, dan Kahoot!. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa efektivitas gamifikasi sangat ditentukan oleh desain pedagogis yang mendasarinya, bukan semata-mata pada penggunaan teknologinya. Hasil kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi perancangan pembelajaran BIPA yang pedagogis, integratif, dan adaptif terhadap kebutuhan pelajar asing.
Merancang Aktivitas Percakapan Nyata Dalam Pembelajaran BIPA Sebagai Strategi Membangun Kelancaran Berbahasa Penutur Asing Hadya Aminah Harahap; Najla Haifa Maulidina Tarigan; Putri Octavia Simbolon; Safinatul Hasanah Harahap
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8175

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tidak hanya berfokus pada penguasaan tata bahasa, tetapi juga pada kemampuan menggunakan bahasa secara lancar dan sesuai dengan situasi nyata. Salah satu masalah yang sering dihadapi pemelajar asing, terutama pada tingkat pemula dan menengah, adalah kesulitan berbicara secara spontan dan alami dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara penguasaan struktur bahasa dan kemampuan berkomunikasi secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas percakapan nyata sebagai strategi pembelajaran BIPA serta menjelaskan perannya dalam meningkatkan kelancaran berbahasa pemelajar asing. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan melalui kajian berbagai sumber tertulis, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan dengan pembelajaran BIPA, komunikasi autentik, dan strategi pembelajaran bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas percakapan nyata, seperti simulasi transaksi sehari-hari, bermain peran dalam situasi tertentu, dan diskusi pengalaman pribadi, dapat meningkatkan kelancaran berbicara, kepercayaan diri, serta kemampuan menggunakan ungkapan secara lebih alami dan sesuai konteks. Aktivitas ini juga membantu pemelajar mengurangi jeda saat berbicara dan meningkatkan kemampuan merespons secara langsung. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan aktivitas percakapan nyata dapat membantu memperkuat kompetensi komunikatif dan pragmatik pemelajar.
Wordwall sebagai Media Interaktif dalam Pembelajaran Kosakata BIPA: Desain dan Implementasinya Agung Dzaky Syuhada; Ida Binneka; Irma Yanti Sitorus; Safinatul Hasanah Harahap
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8189

Abstract

Pembelajaran kosakata merupakan salah satu aspek fundamental dalam penguasaan bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan desain dan implementasi aplikasi Wordwall sebagai media interaktif dalam pembelajaran kosakata BIPA. Wordwall merupakan platform berbasis web yang menyediakan berbagai template permainan edukatif, seperti kuis, pasang kata, anagram, dan teka-teki silang, yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi kepustakaan, yakni menganalisis berbagai penelitian terdahulu mengenai penggunaan Wordwall dan media digital dalam pembelajaran BIPA. Hasil kajian menunjukkan bahwa Wordwall dapat dirancang secara sistematis sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator capaian pada setiap level BIPA. Implementasinya terbukti meningkatkan motivasi belajar, memudahkan pemahaman kosakata, dan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan tidak membosankan. Tingkat kelulusan rata-rata mencapai 80% dan tingkat kepuasan pengguna mencapai 82% dalam beberapa studi yang dikaji. Dengan demikian, Wordwall layak dipertimbangkan sebagai media pembelajaran kosakata BIPA yang efektif, baik dalam pembelajaran tatap muka maupun daring.
Analisis Pelafalan Bahasa Indonesia di Telinga Penutur Bahasa Asing Loly Amalia Putri Sihaloho; Gora Gloria Siahaan; Safinatul Hasanah Harahap
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40766

Abstract

Penelitian ini meneliti fenomena pelafalan huruf "R" dalam bahasa Indonesia yang sering kali dipandang oleh penutur bahasa asing sebagai suara yang sangat mencolok dan penuh penekanan. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis karakteristik fonetik dari suara bergetar alveolar dalam bahasa Indonesia serta dampak latar belakang linguistik penutur asing terhadap pendengaran mereka tentang suara tersebut. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis fonologi kontras. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan observasi sekunder pada interaksi bahasa penutur asing di platform media sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelafalan huruf "R" dalam bahasa Indonesia memerlukan getaran aktif dari ujung lidah yang terus-menerus. Bagi para penutur asing yang tidak memiliki suara bergetar ini seperti penutur bahasa Prancis yang memiliki R uvular atau penutur bahasa Inggris dengan R retrofleks artikulasi tersebut menciptakan kesan ketajaman suara. Kesimpulannya, keyakinan bahwa penutur bahasa Indonesia selalu memberikan penekanan pada huruf "R" ketika berbicara sebenarnya bukan merupakan bentuk penekanan intonasi, tetapi lebih kepada perbedaan sistem fonetik antara bahasa ibu penutur asing dan cara artikulasi dalam bahasa Indonesia.
Analisis Makna Dalam Adegan Film Toba Dream Dengan Pendekatan Semiotika dan Kaitannya Dengan Kearifan Lokal Agustina Verawati Simorangkir; Ovi Oktavia Kresensia Sihombing; Pretty Grace Banjarnahor; Ernes Tifani Anastasia br Saragih; Safinatul Hasanah Harahap
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6206

Abstract

Abstrak Film Toba Dreams; Sebuah Janji Cinta merupakan film yang disutradarai oleh Benni setiawan, dan diproduseri oleh Rizaludin Kurniawan dengan mengadaptasi novel Toba Dreams gubahan mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara di Kabinet Pembangunan VI semasa Presiden Soeharto TB Silalahi. Sersan TB Silalahi menulis novel Toba Dreams bertujuan agar pesan dan makna di dalam novel di ketahui oleh keluarga Indonesia dan generasi muda bahwa perlunya komunikasi orang tua dan anak terjalin baik agar tidak ada kesalahpahaman, jangan terlibat kedalam dunia narkoba dan memberitahu bahaya narkoba, serta pentingnya andil kita dalam kelestarian lingkungan. Berangkat dari tujuan yang ingin di sampaikan oleh Sersan TB. Maka, peneliti tertarik untuk mengetahui ide- ide yang terkandung dalam film Toba Dreams, serta mengetahui nilai moral dalam film Toba Dreams dan relevansinya dengan kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap film dan studi literatur terkait teori semantik. Analisis semantik memungkinkan identifikasi makna melalui dialog, adegan, dan simbol-simbol visual dalam. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa dalam film Toba Dreams terdapat nilai-nilai moral yang bisa diketahui, diantaranya; (1) nilai moral kepada Tuhan; beribadah, (2) nilai moral terhadap diri sendiri; bertanggung jawab, (3) nilai moral terhadap sesama manusia; toleransi beragama, (4) nilai moral kepada lingkungan; menjaga kebersihan. Konsep moral yang terdapat dalam film Toba Dreams relevan dengan kearifan lokal. Kata Kunci: Nilai Moral, Film Toba Reams, Kearifan Lokal Abstract Toba Dreams; A Promise of Love is a film directed by Benni Setiawan, and produced by Rizaludin Kurniawan by adapting the novel Toba Dreams composed by the former Minister of State for Administrative Reform in the VI Development Cabinet during President Soeharto TB Silalahi. Sergeant TB Silalahi wrote the novel Toba Dreams with the aim that the message and meaning in the novel be known by Indonesian families and the younger generation that the need for good communication between parents and children so that there are no misunderstandings, do not get involved in the world of drugs and tell the dangers of drugs, and the importance of our contribution to environmental sustainability. Departing from the objectives that Sgt. TB wants to convey. So, researchers are interested in knowing the ideas contained in the movie Toba Dreams, as well as knowing the moral values in the movie Toba Dreams and its relevance to local wisdom. The research method used is a qualitative descriptive method with a content analysis approach. Data was collected through observation of the movie and literature study related to semantic theory. Semantic analysis allows the identification of meaning through dialog, scenes, and visual symbols. From the results of the research that has been done, it can be concluded that in the film Toba Dreams there are moral values that can be known, including; (1) moral value to God; worship, (2) moral value to oneself; responsible, (3) moral value to fellow humans; religious tolerance, (4) moral value to the environment; keep clean. The moral concept contained in the movie Toba Dreams is relevant to local wisdom. Keywords: Moral Value, Toba Reams Movie, Local Wisdom
INTEGRASI MEDIA DIGITAL POPULER DALAM PEMBELAJARAN BIPA: TINJAUAN LITERATUR NARATIF TENTANG TIKTOK, NETFLIX, DRAMA LOKAL, DAN PERAN MAHASISWA SEBAGAI MEDIATOR PEDAGOGIS Yesna Enika Br Lingga; Baherianta Tarigan; Irzi Armando Panjaitan; Safinatul Hasanah Harahap
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2620

Abstract

TikTok, Netflix, dan drama lokal sebagai sumber input autentik dan multimodal dalam pembelajaran BIPA, serta merumuskan peran mahasiswa sebagai mediator pedagogis pada ekosistem pembelajaran digital. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur naratif dengan penelusuran sumber ilmiah dan relevan pada rentang 2018-2024, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan tiga fokus: karakteristik media, peluang pedagogis, dan model mediasi mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa TikTok berpotensi mendukung pembelajaran mikro dan praktik pragmatik bahasa, Netflix mendukung pemahaman menyimak melalui kombinasi audio-visual dan subtitle, sedangkan drama lokal memperkaya kompetensi sosiokultural pemelajar BIPA. Mahasiswa dapat berperan sebagai kurator konten, desainer kegiatan belajar, fasilitator interaksi, penghubung budaya, dan penyusun evaluasi formatif. Kajian ini menegaskan bahwa media digital populer tidak dapat digunakan secara spontan tanpa desain pedagogis; efektivitasnya bergantung pada kesesuaian level pemelajar, tujuan pembelajaran, akurasi bahasa, sensitivitas budaya, dan kepatuhan terhadap etika serta hak cipta. Artikel ini menawarkan kerangka integrasi media digital dalam pembelajaran BIPA yang dapat dikembangkan melalui penelitian empiris di kelas BIPA.
TELAAH PEMBELAJARAN BIPA BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK PENGUATAN KOMPETENSI INTERKULTURAL Fenny Yuliani Pasaribu; Daniela Maretty Situmorang; Nanda Claudia Pardede; Safinatul Hasanah Harahap
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2621

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) perlu dirancang bukan hanya sebagai transfer struktur bahasa, tetapi juga sebagai proses pemerolehan makna sosial dan budaya yang melekat pada penggunaan bahasa Indonesia. Artikel ini bertujuan menelaah pembelajaran BIPA berbasis budaya lokal sebagai strategi pedagogis untuk memperkuat kompetensi interkultural pemelajar asing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka deskriptif melalui sintesis tematik terhadap literatur tentang BIPA, budaya lokal, pembelajaran bahasa kontekstual, dan kompetensi interkultural. Data dianalisis melalui reduksi informasi, pengodean tema, pemetaan relasi konsep, dan interpretasi kritis. Hasil telaah menunjukkan bahwa budaya lokal berfungsi sebagai sumber input autentik, konteks pragmatik, dan medium refleksi lintas budaya dalam pembelajaran BIPA. Integrasi budaya lokal dapat dilakukan melalui teks budaya, dialog situasional, proyek berbasis budaya, media digital, kunjungan virtual, simulasi sosial, dan penilaian performatif. Kompetensi interkultural pemelajar dapat diperkuat melalui empat dimensi utama, yaitu sikap terbuka, pengetahuan budaya, keterampilan menafsirkan dan berinteraksi, serta kesadaran kritis terhadap perbedaan budaya. Kajian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran BIPA berbasis budaya lokal berpotensi memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya apabila dirancang secara bertahap, sesuai level BIPA, dan disertai evaluasi yang mengukur penggunaan bahasa dalam konteks sosial budaya.
Language and Colonialism: A Historical Study on the Development of Dutch Loanwords in Indonesian Safinatul Hasanah Harahap; Desta Riani Br Perangin-angin; Jesika Indah Sari Purba; Santa Hoky Br Sembiring; Desveromonika Zalukhu
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/warisan.v6i1.2665

Abstract

This study investigates the historical development of Dutch loanwords in the Indonesian language, situating it within the broader context of colonialism and linguistic transformation. The study is premised on the assumption that colonial rule not only shaped political and economic structures but also left a profound impact on language. The central research question investigates how Dutch colonialism contributed to the development and integration of Dutch-derived vocabulary in Indonesian. Employing a historical-linguistic methodology, this study combines etymological analysis with archival and textual sources from the colonial period to trace the semantic evolution and socio-political function of selected loanwords. The findings reveal that Dutch loanwords are predominantly found in administrative, legal, educational, and technological domains, reflecting the sectors most influenced by colonial governance. These borrowings did not merely enrich the lexicon but also signified a shift in epistemic frameworks during the colonial encounter. The article argues that the linguistic legacy of colonialism in Indonesia is not a passive imprint but an active site of negotiation and adaptation. This study contributes to a deeper understanding of the entangled relationship between language and power in postcolonial societies and highlights the importance of historical inquiry in linguistic research.
Co-Authors Abdul Haris Abdurahman Adisaputera Achmad Yuhdi Adetha Sari Manik Adrian Marpaung Afina Zatil Isnan Maruhawa Agatha Olivia Purba Agung Dzaky Syuhada Agustina Verawati Simorangkir Angelina Gracia Ginting Anggreiny Damanik Annisa Aprilia Asrul Arifuddin Muda Harahap Artha Situmorang Astuti Simanullang Azra Batrisyia Azwa Khalisa Nasution Bagas Ibnu Andira Baherianta Tarigan Barus, Frinawaty Lestarina Claudia Ratna Ningsih Dadang Sunendar Daniela Maretty Situmorang Daniela Situmorang Dear Ezra Sipayung Debora Putriani Br Nainggolan Debora Saputri Manihuruk Desta Riani Br Perangin-angin Desveromonika Zalukhu Dinda Maulida Nasution Dita Hasibuan Dora Perawati Sihotang Dzakiyah Mega Wangi Elsa Manora Simaremare Eniya Rianta Sema Kudadiri Enjelina Pitri Simamora Ernes Tifani Anastasia br Saragih Ernisa Hidayah Eylen Yossi Siagian Ezra Natasya Hutabarat Fahira Adind Fenny Yuliani Pasaribu Frinawaty L. Barus Frischa Saria Gora Gloria Siahaan Grace Angel Sirait Hadya Aminah Harahap Harifin Harifin Huraiyah Jiratullah Husna Husna Ida Binneka Inayah Hanum Lubis Inayah Hanum Lubis Iren Christin Ferbina Ginting Irma Yanti Sitorus Irvan Zebua Irzi Armando Panjaitan Jesika Indah Sari Purba Jesika Melissa Wati Simanjuntak Kevin Pardede Kristina Natalia Br Pasaribu Lidya Manurung Loly Amalia Putri Sihaloho MARA UNTUNG RITONGA, MARA UNTUNG Maria Cristin TC Aritonang Melany Yohana Manalu Miranda Maria Magdalena Br Gultom Monika Aprilia Mustika Wati Siregar Mutia Rahelsy Mutiara Putri Nabila Naila Faizah S Rambe Najla Haifa Maulidina Tarigan Nanda Claudia Pardede Natalia Debriyanti Siringoringo Ovi Oktavia Kresensia Sihombing Pretty Grace Banjarnahor Prety Vania Akwila Napitupulu Puja Astrid Br Sirait Putri Anggini Putri Elpstisia Siringo Putri Octavia Simbolon Rani Citra Lestari Zai Romauli Angelika Rosliana Marbun Rouli Simanulang Ruth Tio Rohana br. Sianturi Sadina Yanti Dalimunthe Salmah Naelofaria Samuel Simamora Santa Hoky Br Sembiring Sheilla Valensia Girsang Sherly Anjelia Purba Silfani Hulu Siti Azura Siti Fadilah Aini Siregar Sonia Manihuruk Suherlinda Suherlinda Sumiyadi Sumiyadi Syairal Fahmy Dalimunthe Tia Hairany Amanda Tina Arsita Siregar Visensia Sihite Vismania S. Damaianti, Vismania S. Wasilah, Atika Winda Nidarwati Gulo Wisman Hadi Yasinta Theresya Claudia Malau Yesi Jesika Sitepu Yesna Enika Br Lingga Yosi Aunike Sinuraya Zulpahmi Lubis