Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGELAPAN HARTA: KONSEP, SANKSI DAN SOLUSINYA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN mohamad zaenal Arifin
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 1 No 1 (2019): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ghulul masih menjadi tema yang jarang dikaji secara mendalam pada konteks kekinian. Padahal, prakteknya sering terjadi dalam kehidupan manusia, tak terkecuali dalam kehidupan umat Islam. Ghulul dapat dimaknai sebagai penggelapan harta. Perbuatan tersebut hanya dilakukan oleh orang yang diberi kuasa atas suatu harta oleh orang lain. Jika orang tersebut menyimpangkan harta yang berada dalam kuasanya itu untuk kepentingan di luar yang dikehendaki pemiliki harta, maka orang tersebut dikatakan telah melakukan ghulul (penggelapan) harta.
PEMASARAN SYARIAH DALAM PERSPEKTIF HADITS DAN APLIKASINYA PADA PERBANKAN SYARIAH Mohamad Zaenal Arifin; Suliyono Suliyono; Muh Anshori
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 5 No 2 (2022): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v5i2.382

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi muatan hadits yang membicarakan tentang aspek etika dan moral pemasaran syariah. Sebagai sebuah kegiatan ekonomi, pemasaran syariah memiliki karakteristik berbeda dengan pemasaran konvensional. Hal ini tidak terlepas dari sifat yang melekat pada pemasaran syariah berupa rabbaniyyah, etis, realitas, dan humanistis. Tulisan ini merupakan library research dimana sumber data diambilkan dari buku, kitab hadits, dan lainnya. Seluruh data dideskripsikan dan dianalisis menjadi sebuah pembahasan yang sistematis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Rasulullah Saw mengajarkan kegiatan pemasaran syariah yang dilakukan -mulai dari proses penciptaan/produksi, penawaran, distribusi, maupun proses perubahan nilai (value) tidak boleh mengandung hal-hal yang bertentangan dengan etika dan prinsip-prinsip muamalah yang Islami. Hal-hal yang harus melandasi pemasaran syariah adalah 1) Menjadi kegiatan ekonomi yang berniali ibadah kepada Allah Swt; 2) Mempromosikan suatu produk sesuai fakta; 3) Bersaing secara sehat dengan kompetitor; 4) Tidak menggunakan cara yang menipu atau manipulasi dalam menawarkan produk, seperti display produk yang tidak sesuai dengan faktual produk, mengurangi timbangan, dan sumpah palsu atau bombastis. Begitu pula, seorang syariah marketer mesti memiliki kepribadian religius, berperilaku baik dan simpatik, bersikap adil dalam bisnis; memiliki kerendahan hati dalam melayani konsumen, selalu menepati janji dalam transaksi, berprilaku jujur dan amanah, tidak mudah berburuk sangka dan menjelekkan konsumen maupun mitra bisnis, dan tidak melakukan suap menyuap. Diharapkan semua hal ini menjadikan pemasaran syariah menjadi kegiatan yang memberikan keberkahan rezeki, memberikan kepuasan pada konsumen, terciptanya mekanisme pasar yang sehat, terwujudnya keadilan ekonomi, dan terpenuhinya kebutuhan pasar secara baik.
PENERAPAN KARAKTER KETELADANAN NABI MUHAMMAD SAW MELALUI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH Muthmainah, Anis; Arifin, Mohamad Zaenal
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 9 No 1 (2026): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v9i1.874

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan karakter keteladanan Nabi Muhammad Saw melalui pembelajaran Akidah Akhlak di MI Miftahus Salaam Jakarta Barat. Permasalahan penelitian berangkat dari kondisi siswa yang menghadapi tantangan dari keadaan lingkungan yang beragam, yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan karakter keteladanan Nabi Muhammad Saw diterapkan dengan pembiasaan kejujuran perkataan maupun perbuatan, saling sapa dan menasehati dengan santun, kegiatan pembelajaran akidah akhlak yang menceritakan tentang karakter akhlak terpuji. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan karakter keteladanan Nabi Muhammad Saw tidak dapat diwujudkan hanya melalui penyampaian materi atau aturan semata, tetapi memerlukan proses pembiasaan yang konsisten pada diri siswa, baik di sekolah maupun rumah. Pembiasaan tersebut menjadi lebih efektif apabila didukung oleh teladan guru serta diperkuat melalui peran keluarga dan lingkungan sekitar siswa.
STIMULUS KOMUNIKASI SPIRITUAL TERAPEUTIK BERBASIS ALQUR'AN TERHADAP PELAKU DAN KORBAN CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL Arifin, Mohamad Zaenal; Fatimah, Fatimah
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 8 No 2 (2025): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v8i2.825

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemberian stimulus pesan-pesan spiritual berbasis Alqur’an terhadap pelaku dan korban cyberbullying di media sosial. Tujuannya agar terbangun kesadaran tentang buruknya perilaku cyberbullying dan interaksi dan komunikasi di media sosial dapat dilakukan secara beradab dan berkualitas. Peneliti mengumpulkan data primer penelitian dari berita media sosial, artikel, jurnal ilmiah, buku, dan literatur lainnya. Reduksi data dilakukan melalui proses merangkum, memilih, dan memfokuskan data yang penting dan relevan dengan pembahasan untuk mendapatkan konsepsi tentang perilaku cyberbullying, dampak negatif cyberbullying, dan stimulus komunikasi spiritual terapeutik terhadap pelaku dan korban cyberbullying. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku cyberbullying dilakukan dengan banyak cara dan memberi dampak negatif terhadap dua belah pihak; korban dan pelaku. Pihak korban mengalami risiko gangguan psikis, mental dan emosi, seperti stres, depresi, cemas, trauma, malu, marah, tidak semangat hidup, dan merasa dikucilkan. Adapun pelaku cyberbullying akan terjerat masalah hukum, mentalnya terganggu, serta penurunan kualitas moral dan nilai kemanusiaan. Kesimpulan penelitian, perilaku cyberbullying di media sosial dapat diminimalisir dengan cara memberikan stimulus pesan-pesan spiritual berbasis Alqur’an kepada pelaku, berupa sikap lemah lembut terhadap lawan bicara, menjaga nilai-nilai moralitas dan spiritualitas dalam pergaulan sosial, dan berpegang pada prinsip hidup, taubat, dan pikiran positif. Terhadap korban, perlu distimulus untuk memiliki pikiran positif, sabar, dan mengambil hikmah suatu kejadian.
BUDAYA PATRIARKI DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL-SAADAWI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM Aulia, Nessa Izzati; Arifin, Mohamad Zaenal; Ibrahim, Dede
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 9 No 1 (2026): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the forms of patriarchal culture that are explicitly contained in the novel Perempuan di Titik Nol by Nawal El Sadaawi. Most patriarchal systems generally place men in high-ranking roles and possess dominant authority within the social order. This has a significant impact on the marginalization of women's status and contributions. This research is qualitative with a descriptive analytical approach. Primary data was obtained from Nawal El-Saadawi's novel "Woman at Point Zero," while secondary data were sourced from books, journal articles, theses, and other relevant documents. The obtained data were then analyzed using content analysis techniques. This study found that the patriarchal culture alluded to in the novel frequently occurs in both domestic and public spheres. Domestic patriarchy is based on the belief that housework is a woman's natural duty. This is reflected in the experiences of the central character, Firdaus, who experiences violence, sexual exploitation, and repeated betrayal from men throughout her life. Public patriarchy is evident in social structures, from the community, workplace, and even the state level. This study concludes that the educational values ​​in Nawal El-Saadawi's novel Perempuan Di Titik Nol (Woman at Point Zero) are not always presented in the form of direct teachings, but rather through the drawing of wisdom and learning from the experiences of Firdaus, the central character. Islamic education emphasizes the importance of building monotheism so that humans are not enslaved by lust, power, and material possessions. Islamic education also emphasizes the importance of respecting and recognizing the potential and contributions of each gender fairly and equally.
DINAMIKA PERGULATAN TEKS DAN REALITAS: TELAAH HERMENEUTIKA NUR ROFIAH ATAS TAFSIR AYAT-AYAT GENDER Husnah, Sitti Nur Sapiah; Arifin, Mohamad Zaenal
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v6i1.877

Abstract

Kajian Al-Qur’an merupakan bidang yang dinamis dan senantiasa berkembang seiring perubahan sosial, budaya, dan kebutuhan metodologis baru. Dalam menafsirkan Al-Qur’an, sebagian kalangan menekankan supremasi teks dengan penafsiran literal, sedangkan pihak lain berusaha mengkontekstualisasikan makna sesuai dengan kebutuhan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemikiran hermeneutika Nur Rofiah dalam tafsir ayat-ayat gender. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data primer diperoleh dari karya Nur Rofiah, sementara data sekunder meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen lainnya yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis untuk menampilkan gagasan Nur Rofiah tentang pergulatan antara teks dan realitas dalam konteks tafsir ayat-ayat gender dan implikasi sosial dan teologis yang ditimbulkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nur Rofiah menawarkan model hermeneutika yang menekankan interaksi dinamis antara teks, konteks, dan pembaca. Ia menegaskan perlunya meninjau kembali tafsir yang bias gender, menolak klaim kebenaran tunggal, dan menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menyimpulkan pendekatan kontekstual dalam memahami ayat-ayat gender menghadirkan paradigma baru yang menegakkan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan terhadap nilai-nilai etis yang terkandung dalam ayat-ayat gender.
PELATIHAN PENGUATAN KOMPETENSI KARAKTER ÛLÛ AL-ALÂB BERBASIS AL-QUR’AN MENUJU INDONESIA EMAS PADA TAHUN 2045 DI YAYASAN BALQIS Hakim, Ahmad Husnul; Muksin, Asep; Arifin, Mohamad Zaenal; Nisa, Faridatun; Sarnoto, Ahmad Zain; Esse, Esse
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study tries to reveal that the character of ûlu al-Albâb which Allah has indicated in several of his words in the Qur'an describes a superior human being, insan kamil and plenary, a generation that has spiritual intelligence, social intelligence and social intelligence that can lead Indonesia to Indonesia gold in 2045. This conclusion is based on the study and the author's findings on several verses of the Qur'an that hint at superior human beings, and one of them is expressed by the word lu ûlu al-Albâb which can be found 16 times in repetition on 10 a letter which as a whole begins with the words lu or li. The method used in this research is a qualitative analysis method through library research with an interpretive descriptive approach
TRAINING PENDEKATAN TAFSIR TRANSFORMATIF: DISKURSUS DOUBLE TAXS PERSPEKTIF MASDAR FARID MAS'UDI DI HIMPUNAN MAHASISWA YAYASAN AL-KAHFI Budiman, Ikhlas; Taha, Besse Herlina; Hasan, Abdur Rokhim; Febriani, Nur Arfiyah; Arifin, Mohamad Zaenal; Achmad, Nurcholik
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The issue of meditation continues to grow in the world because meditation is a solution for solving problems in the modern era to calm the mind and soul. Historically meditation originated outside Islam, but in its development it has become the property of all religions. This means that the principles of meditation are still recognized, but its implementation is in accordance with the Shari'a that has been regulated by the Qur'an and the Sunnah of the Prophet. So in Islam there is a sign of harmony between the types of meditation and the worship carried out by Muslims such as prayer, meditation, dhikr, thanksgiving and itikaf. There are findings that meditation in Islam is different from meditation from other beliefs such as Christian, Buddhist and Javanese meditation. Then integrate it with Tafsȋr Ibnu Katsȋr as a classical mufassir and Hamka who is present as a reforming mufassir who contextualizes tafakur in an Indonesian context
Hamka’s Interpretation of Qur’anic Rebuke (‘Itāb) Verses: Cultural Reflections on Islam in West Sumatra Ahmad Bahrul Hikam; Mohamad Zaenal Arifin
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v9i3.14230

Abstract

The interpretation of the verses of ‘itāb (divine rebuke) in the Qur’an is not only normative-theological, but also has a cultural content that can reflect local values. This article aims to analyze Hamka’s interpretation of ‘itāb verses (such as QS. Abbas/80: 1-4, QS. at-Tahrīm/66: 1-5, QS. al-Anfāl/8: 67–68, and QS. al-Ahzāb/33: 37) in Tafsir Al-Azhar, as well as how the interpretation reflects the Islamic philosophy and identity of the Minangkabau people. Using the literature study method and content analysis approach, this study explores how the verses of ‘itab are interpreted by Hamka in the context of local culture based on the philosophy of Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah Customs. The results of the study show that Hamka not only interprets Allah’s rebuke as a theological correction, but also as a social ethics in accordance with Minangkabau philosophy, such as duduak samo randah-tagak samo tinggi, raso jo pareso, abstinence from the property of the position, bundo kanduang, and kato nan ampek. The local philosophy emphasizes social equality, sensitivity and scrutiny, integrity and social responsibility, the important role of women, and language ethics. These findings show that culturally responsive local interpretations can extend the normative meaning of the Qur’an into society’s moral praxis. This study recommends strengthening culturally based contextual interpretations in Islamic education and Qur’an studies.