Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN KARAKTER KETELADANAN NABI MUHAMMAD SAW MELALUI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH Muthmainah, Anis; Arifin, Mohamad Zaenal
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 9 No 1 (2026): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v9i1.874

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan karakter keteladanan Nabi Muhammad Saw melalui pembelajaran Akidah Akhlak di MI Miftahus Salaam Jakarta Barat. Permasalahan penelitian berangkat dari kondisi siswa yang menghadapi tantangan dari keadaan lingkungan yang beragam, yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan karakter keteladanan Nabi Muhammad Saw diterapkan dengan pembiasaan kejujuran perkataan maupun perbuatan, saling sapa dan menasehati dengan santun, kegiatan pembelajaran akidah akhlak yang menceritakan tentang karakter akhlak terpuji. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan karakter keteladanan Nabi Muhammad Saw tidak dapat diwujudkan hanya melalui penyampaian materi atau aturan semata, tetapi memerlukan proses pembiasaan yang konsisten pada diri siswa, baik di sekolah maupun rumah. Pembiasaan tersebut menjadi lebih efektif apabila didukung oleh teladan guru serta diperkuat melalui peran keluarga dan lingkungan sekitar siswa.
STIMULUS KOMUNIKASI SPIRITUAL TERAPEUTIK BERBASIS ALQUR'AN TERHADAP PELAKU DAN KORBAN CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL Arifin, Mohamad Zaenal; Fatimah, Fatimah
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 8 No 2 (2025): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v8i2.825

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemberian stimulus pesan-pesan spiritual berbasis Alqur’an terhadap pelaku dan korban cyberbullying di media sosial. Tujuannya agar terbangun kesadaran tentang buruknya perilaku cyberbullying dan interaksi dan komunikasi di media sosial dapat dilakukan secara beradab dan berkualitas. Peneliti mengumpulkan data primer penelitian dari berita media sosial, artikel, jurnal ilmiah, buku, dan literatur lainnya. Reduksi data dilakukan melalui proses merangkum, memilih, dan memfokuskan data yang penting dan relevan dengan pembahasan untuk mendapatkan konsepsi tentang perilaku cyberbullying, dampak negatif cyberbullying, dan stimulus komunikasi spiritual terapeutik terhadap pelaku dan korban cyberbullying. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku cyberbullying dilakukan dengan banyak cara dan memberi dampak negatif terhadap dua belah pihak; korban dan pelaku. Pihak korban mengalami risiko gangguan psikis, mental dan emosi, seperti stres, depresi, cemas, trauma, malu, marah, tidak semangat hidup, dan merasa dikucilkan. Adapun pelaku cyberbullying akan terjerat masalah hukum, mentalnya terganggu, serta penurunan kualitas moral dan nilai kemanusiaan. Kesimpulan penelitian, perilaku cyberbullying di media sosial dapat diminimalisir dengan cara memberikan stimulus pesan-pesan spiritual berbasis Alqur’an kepada pelaku, berupa sikap lemah lembut terhadap lawan bicara, menjaga nilai-nilai moralitas dan spiritualitas dalam pergaulan sosial, dan berpegang pada prinsip hidup, taubat, dan pikiran positif. Terhadap korban, perlu distimulus untuk memiliki pikiran positif, sabar, dan mengambil hikmah suatu kejadian.
BUDAYA PATRIARKI DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL-SAADAWI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM Aulia, Nessa Izzati; Arifin, Mohamad Zaenal; Ibrahim, Dede
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 9 No 1 (2026): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the forms of patriarchal culture that are explicitly contained in the novel Perempuan di Titik Nol by Nawal El Sadaawi. Most patriarchal systems generally place men in high-ranking roles and possess dominant authority within the social order. This has a significant impact on the marginalization of women's status and contributions. This research is qualitative with a descriptive analytical approach. Primary data was obtained from Nawal El-Saadawi's novel "Woman at Point Zero," while secondary data were sourced from books, journal articles, theses, and other relevant documents. The obtained data were then analyzed using content analysis techniques. This study found that the patriarchal culture alluded to in the novel frequently occurs in both domestic and public spheres. Domestic patriarchy is based on the belief that housework is a woman's natural duty. This is reflected in the experiences of the central character, Firdaus, who experiences violence, sexual exploitation, and repeated betrayal from men throughout her life. Public patriarchy is evident in social structures, from the community, workplace, and even the state level. This study concludes that the educational values ​​in Nawal El-Saadawi's novel Perempuan Di Titik Nol (Woman at Point Zero) are not always presented in the form of direct teachings, but rather through the drawing of wisdom and learning from the experiences of Firdaus, the central character. Islamic education emphasizes the importance of building monotheism so that humans are not enslaved by lust, power, and material possessions. Islamic education also emphasizes the importance of respecting and recognizing the potential and contributions of each gender fairly and equally.
DINAMIKA PERGULATAN TEKS DAN REALITAS: TELAAH HERMENEUTIKA NUR ROFIAH ATAS TAFSIR AYAT-AYAT GENDER Husnah, Sitti Nur Sapiah; Arifin, Mohamad Zaenal
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v6i1.877

Abstract

Kajian Al-Qur’an merupakan bidang yang dinamis dan senantiasa berkembang seiring perubahan sosial, budaya, dan kebutuhan metodologis baru. Dalam menafsirkan Al-Qur’an, sebagian kalangan menekankan supremasi teks dengan penafsiran literal, sedangkan pihak lain berusaha mengkontekstualisasikan makna sesuai dengan kebutuhan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemikiran hermeneutika Nur Rofiah dalam tafsir ayat-ayat gender. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data primer diperoleh dari karya Nur Rofiah, sementara data sekunder meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen lainnya yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis untuk menampilkan gagasan Nur Rofiah tentang pergulatan antara teks dan realitas dalam konteks tafsir ayat-ayat gender dan implikasi sosial dan teologis yang ditimbulkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nur Rofiah menawarkan model hermeneutika yang menekankan interaksi dinamis antara teks, konteks, dan pembaca. Ia menegaskan perlunya meninjau kembali tafsir yang bias gender, menolak klaim kebenaran tunggal, dan menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menyimpulkan pendekatan kontekstual dalam memahami ayat-ayat gender menghadirkan paradigma baru yang menegakkan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan terhadap nilai-nilai etis yang terkandung dalam ayat-ayat gender.
Hamka’s Interpretation of Qur’anic Rebuke (‘Itāb) Verses: Cultural Reflections on Islam in West Sumatra Ahmad Bahrul Hikam; Mohamad Zaenal Arifin
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v9i3.14230

Abstract

The interpretation of the verses of ‘itāb (divine rebuke) in the Qur’an is not only normative-theological, but also has a cultural content that can reflect local values. This article aims to analyze Hamka’s interpretation of ‘itāb verses (such as QS. Abbas/80: 1-4, QS. at-Tahrīm/66: 1-5, QS. al-Anfāl/8: 67–68, and QS. al-Ahzāb/33: 37) in Tafsir Al-Azhar, as well as how the interpretation reflects the Islamic philosophy and identity of the Minangkabau people. Using the literature study method and content analysis approach, this study explores how the verses of ‘itab are interpreted by Hamka in the context of local culture based on the philosophy of Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah Customs. The results of the study show that Hamka not only interprets Allah’s rebuke as a theological correction, but also as a social ethics in accordance with Minangkabau philosophy, such as duduak samo randah-tagak samo tinggi, raso jo pareso, abstinence from the property of the position, bundo kanduang, and kato nan ampek. The local philosophy emphasizes social equality, sensitivity and scrutiny, integrity and social responsibility, the important role of women, and language ethics. These findings show that culturally responsive local interpretations can extend the normative meaning of the Qur’an into society’s moral praxis. This study recommends strengthening culturally based contextual interpretations in Islamic education and Qur’an studies.
PENDEKATAN TASAWUF DALAM KAJIAN SHOLAT Wildan Setiawan; Mohamad Zaenal Arifin
Ma'had Aly Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Ma had Aly Journal of Islamic Studies
Publisher : AL-BAYAN INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63398/34e05805

Abstract

This paper discusses the Sufi approach to prayer (ṣalah) as an effort to understand Islamic worship not merely from its outward legal dimension (fiqh), but also from its inner and spiritual aspects. This study employs a qualitative method through library research, drawing upon classical and contemporary books, academic journals, and relevant online sources. The discussion focuses on the definition of Sufism and prayer, the characteristics of the Sufi approach, the function of Sufism in religious life, and the perspectives of prominent Sufi figures—particularly Imam al-Ghazali and Ibn ‘Aṭa’illah al-Sakandari—regarding prayer. The findings indicate that Sufism views prayer as a means of purifying the soul, a medium for intimate supplication, and a path toward spiritual closeness to Allah. The Sufi approach emphasizes the presence of the heart, understanding the meanings of the recitations, and internalizing the spiritual values of prayer. Therefore, the integration of sharia and Sufism is essential to realizing prayer that is not only legally valid but also spiritually meaningful.
Dimensi Ekonomi dalam Haji dan Umrah: Kajian Interdisipliner dengan Pendekatan Tafsir dan Ekonomi Muhammad Fadhil Fathoni; Mohamad Zaenal Arifin
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the economic dimensions embedded in the rituals of Hajj and Umrah, which have often been overlooked due to a dominant understanding that views both solely as spiritual activities. Employing a qualitative library research method with a descriptive-analytical approach, this study investigates three main aspects: the concept of istiṭā‘ah (financial capability) and its relation to opportunity cost and the prioritization of needs (ikhtiyār); the legitimacy of trade activities during the Hajj season based on Qur’anic evidence and exegesis; and the economic impact of Hajj and Umrah on both micro and macro sectors through the multiplier effect theory. Primary sources include Qur’anic verses and classical exegeses such as those by Ibn Kathīr, al-Baghawī, and al-Wāḥidī, as well as the jurisprudence of the four schools, while secondary sources consist of Islamic economic literature, conventional economic theory, and empirical data from the Hajj industry. The findings reveal that istiṭā‘ah serves as a standard of financial readiness, requiring a surplus of wealth that covers travel expenses, family maintenance, and debt settlement, thereby reflecting the principles of opportunity cost and the Islamic ethics of prioritizing needs. The study also confirms the explicit legitimacy of conducting business during Hajj as stated in QS. al-Baqarah/2:198, demonstrating that Islam does not separate spiritual devotion from economic productivity. Furthermore, the economic impact of Hajj and Umrah generates a significant multiplier effect, driving growth across 11 major sectors—such as transportation, hospitality, food and beverages, and micro-enterprises—with total expenditures reaching 47 billion Saudi Riyals in 2020. This multiplier mechanism spreads income from a single initial expenditure throughout various sectors in a chain reaction, resulting in a multiplied increase in national income. The study concludes that Hajj and Umrah are not merely spiritual obligations, but also comprehensive instruments of economic empowerment that reflect the holistic integration of worship and economic well-being in Islam.
DINAMIKA PERGULATAN TEKS DAN REALITAS: TELAAH HERMENEUTIKA NUR ROFIAH ATAS TAFSIR AYAT-AYAT GENDER Sitti Nur Sapiah Husnah; Mohamad Zaenal Arifin
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v6i1.877

Abstract

Kajian Al-Qur’an merupakan bidang yang dinamis dan senantiasa berkembang seiring perubahan sosial, budaya, dan kebutuhan metodologis baru. Dalam menafsirkan Al-Qur’an, sebagian kalangan menekankan supremasi teks dengan penafsiran literal, sedangkan pihak lain berusaha mengkontekstualisasikan makna sesuai dengan kebutuhan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemikiran hermeneutika Nur Rofiah dalam tafsir ayat-ayat gender. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data primer diperoleh dari karya Nur Rofiah, sementara data sekunder meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen lainnya yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis untuk menampilkan gagasan Nur Rofiah tentang pergulatan antara teks dan realitas dalam konteks tafsir ayat-ayat gender dan implikasi sosial dan teologis yang ditimbulkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nur Rofiah menawarkan model hermeneutika yang menekankan interaksi dinamis antara teks, konteks, dan pembaca. Ia menegaskan perlunya meninjau kembali tafsir yang bias gender, menolak klaim kebenaran tunggal, dan menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menyimpulkan pendekatan kontekstual dalam memahami ayat-ayat gender menghadirkan paradigma baru yang menegakkan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan terhadap nilai-nilai etis yang terkandung dalam ayat-ayat gender.
STRENGTHENING STUDENTS' SELF-REGULATORY CAPABILITY IN THE PROCESS OF MEMORIZING THE QURAN IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS Suliyono Suliyono; Imron Rosyadi; Mohamad Zaenal Arifin
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol. 8 No. 2 (2025): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v8i2.855

Abstract

This study aims to explain the dynamics of self-regulation possessed by students who memorize the Qur'an at the An-Nuqthah Islamic Boarding School, Tangerang. The research approach used is qualitative with a case study model implemented at the An-Nuqthah Islamic Boarding School, Tangerang. The primary sources of this study were seven students who memorize the Qur'an at the An-Nuqthah Islamic Boarding School, Tangerang, and involved the asatidz. Data collection techniques used interviews and observations. Checking the validity of the data used data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that: 1) Self-regulation in memorizing the Qur'an is carried out with a strategic planning strategy. Motivation is a key part of success in memorizing. Moral and ethical aspects as well as the ability to select and utilize the environment are crucial in the process of self-regulation of students who memorize the Qur'an at the An-Nuqthah Islamic Boarding School, Tangerang. 2) The self-regulation factors applied by the An-Nuqthah students greatly influence their emotional well-being. Behavioral aspects, including self-observation, have implications for morals, ethics, and social assessment, as well as the assessment of social skills. Furthermore, the environment also plays a significant role, with support provided by those closest to the students in their daily lives. This suggests that self-regulation and the emotional well-being of students memorizing the Quran are crucial to the process of memorizing the Quran
PELATIHAN PENGUATAN KOMPETENSI KARAKTER ÛLÛ AL-ALÂB BERBASIS AL-QUR’AN MENUJU INDONESIA EMAS PADA TAHUN 2045 DI YAYASAN BALQIS Ahmad Husnul Hakim; Asep Muksin; Mohamad Zaenal Arifin; Faridatun Nisa; Ahmad Zain Sarnoto; Esse Esse
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study tries to reveal that the character of ûlu al-Albâb which Allah has indicated in several of his words in the Qur'an describes a superior human being, insan kamil and plenary, a generation that has spiritual intelligence, social intelligence and social intelligence that can lead Indonesia to Indonesia gold in 2045. This conclusion is based on the study and the author's findings on several verses of the Qur'an that hint at superior human beings, and one of them is expressed by the word lu ûlu al-Albâb which can be found 16 times in repetition on 10 a letter which as a whole begins with the words lu or li. The method used in this research is a qualitative analysis method through library research with an interpretive descriptive approach