Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI METODE TOHA DALAM MENGATASI LEARNING LOSS PEMBELAJARAN TAHSIN DAN TAHFIZH Dicky Ahmad Prayudhi; Mohamad Zaenal Arifin
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 6 No 1 (2023): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v6i1.441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang pelaksanaan implementasi, solusi learning loss, dan dampak implementasi pembelajaran tahsin dan tahfizh dengan metode toha di Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Mandiri Kalisari Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif. Teknik penyajian data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data, wawancara, dan observasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah strategi manajemen metode toha dalam mengatasi learning loss berupa tahapan persiapan serta perencanaan, tahap pelaksanaan, dan hasil dari strategi manajemen metode toha mampu mengatasi learning loss pembelajaran tahsin dan tahfidz di Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Mandiri Kalisari Jakarta Timur.
PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRI MELALUI PUASA SUNNAH SENIN KAMIS DI PONDOK PESANTREN MODERN AN-NUQTHAH KOTA TANGERANG Khaerunisa Khaerunisa; Mohamad Zaenal Arifin
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 2 (2024): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i2.694

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui upaya pembentukan karakter santri yang dilakukan di Pondok Pesantren Modern An-Nuqthan Kota Tangerang melalui pelaksanaan ibadah puasa sunnah Senin Kamis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif lapangan dan metode yang digunakan bersifat deskriptif analisis karena data yang dianalisis tidak untuk menerima atau menolak hipotesis melainkan hasil analisis itu berupa deskriptif dari data-data yang didapatkan. Metode pengumpulan datanya diperoleh dari observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sumber data diperoleh dari narasumber pengurus, pengajar, dan santri. Analisis data dilakukan dengan menyeleksi dan menyusun data yang diperoleh, kemudian diolah dan dianalisis sehingga dapat ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa upaya membentuk karakter melalui ibadah puasa sunnah Senin dan Kamis di Pondok Pesantren Modern An-Nuqthah diawali dengan tahap mengharuskan santri untuk berpuasa sunnah Senin Kamis secara istiqamah. Dalam hal pelaksanaanya, dimulai dengan santri melaksanakan secara bersama-sama kegiatan sahur di dapur umum, melaksanakan shalat Tahajud dan shalat Subuh berjama’ah di masjid, berpuasa di siang hari dan berbuka puasa bersama di masjid serta dilanjutkan dengan melaksakan shalat Magrib berjama’ah di masjid. Kesimpulan penelitian ini bahwa pelaksanaan puasa sunnah Senin Kamis secara rutin menjadikan santri memiliki karakter disiplin, tanggung jawab, peduli, empati, jujur, dan religius (taat menjalankan ibadah kepada Allah Swt).
PENYELESAIAN KASUS PENODAAN AGAMA DAN KEBEBASAN BEREKSPRESI DALAM PERSPEKTIF KITAB USHUL AL-FIQH ALISLAMI KARYA WAHBAH AL-ZUHAILI Mohamad Zaenal Arifin
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Afikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v2i1.358

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang kasus penodaan agama dalam kaitannya dengankebebasan berekspresi. Kajian ini merujuk kepada pemikiran hukum IslamWahbah Zuhaili dalam kitab Ushul Fiqh al-Islami. Kebebasan berekspresi padadasarnya merupakan hak dasar setiap individu. Namun dalam implementasikebebasan tersebut seringkali menyinggung kesucian dan muru'ah ajaranagama. Hal semacam ini menjadi kontraproduktif dengan semangatkeharmonisan relasi antar pemeluk umat beragama. Kajian ini menggunakanmetode kualitatif. Pembahasannya menggunakan pendekatan kepustakaandengan mengambil sumber data dari literatur kepustakaan, kemudiandianalisis secara deskriptif analitis. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwaIslam sebagai agama yang sangat menghargai kebebasan berekspresi, telahmengatur dengan sangat baik cara-cara berekspresi dan mengemukakanpendapat dan pikiran yaitu dengan memberikan batas-batas tertentu agartidak ada yang dirugikan akibat dari kebebasan tersebut. Pada dasarnyaberekspresi yang bebas tanpa batas tidak boleh ditujukan pada agama danaturan-aturannya yang fundamental. Semuanya dilakukan dalam upayamenjaga dan melindungi agama dari kerusakan.
DIALEKTIKA AL-QUR’AN DENGAN KONTEKS MASYARAKAT ARAB JAHILIYAH Mohamad Zaenal Arifin
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2022): Alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v2i2.396

Abstract

Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt di tengah masyarakat Arab jahiliyah yang mempunyai sistem keyakinan, sosial, budaya, dan hukum yang berlaku turun menurun. Penelitian ini bertujuan menelisik interaksi timbal balik yang dilakukan al-Qur'an dengan tatanan kehidupan masyarakat Arab Jahiliyah. Jenis penelitian ini adalah library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Peneliti mengambil sumber data primer melalui penelusuran literatur-literatur kepustakaan, selanjutnya dibahas secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa sepanjang turunnya al-Qur'an telah terjadi dialektika antara al-Qur’an dengan sistem dan budaya masyarakat jahiliyah dengan mengambil tiga bentuk, yaitu: menerima dan menyempurnakan (tahmil), mengubah atau merekonstruksi (taghyir), dan melarang atau menghentikan keberlakuan suatu hal (tahrim). Dialektika tersebut pada akhirnya menghasilkan dan membentuk model, budaya, sistem baru (model for reality) menurut sudut pandang al-Qur’an.
DAMPAK POSITIF KESEHATAN JASMANI DAN ROHANI DALAM DOKTRIN KEIMANAN DAN PENGAMALAN RITUAL IBADAH ISLAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN Mohamad Zaenal Arifin
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.449

Abstract

Tulisan ini mengulas tentang pandangan al-Qur'an terkait dampak positif dari doktrin keimanan dan pengamalan ritual ibadah dalam agama Islam. Di kalangan kaum muslimin terdapat satu keyakinan bahwa seluruh ajaran yang terkandung dalam al-Qur'an, khususnya doktrin keimanan dan ritual ibadah, membawa manfaat pada kesehatan jasmani dan rohani pelakunya. Penelitia ini berjenis kualitatif kepustakaan, dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode tafsir maudhu'i, dimana peneliti menentukan tema pokok pembahasan, mengumpulkan ayat-ayat yang relevan dengan tema, dan selanjutnya mendeskripsikan serta menganalisisnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keimanan yang kuat dan istiqamah akan memberikan kestabilan sikap dan emosi bagi orang beriman. Sementara, ritual ibadah shalat, puasa, berzakat, ibadah Haji, dan dzikir, secara psikis akan memberi rasa tenang, bahagia, jauh dari kecemasan, putus asa, dan melatih jiwa memiliki daya tahan untuk berjuang, harapan, optimis, dan semacamnya. Terhadap kesehatan fisik, pengamalan ritual ibadah akan membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh, mengistirahatkan dan mengurangi beban organ tubuh, meningkatkan daya serap makanan, memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh, membersihkan tubuh dari racun, menyingkirkan penyakit, bahkan menyembuhkan dari penyakit yang diderita. Selanjutnya, secara sosial akan menumbuhkan rasa kebersamaan, rasa diperhatikan, dan dukungan sosial. Sebaliknya, akan menghindarkan seseorang dari rasa terisolir, dikucilkan, tidak dapat bergabung dalam kelompok, dan tidak diterima oleh orang lain
PRINSIP-PRINSIP DAN IMPLIKASI KOMUNIKASI VERBAL DAN NON-VERBAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN Mohamad Zaenal Arifin
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.508

Abstract

Tulisan ini bertujuan menelusuri prinsip-prinsip berkomunikasi yang baik dalam singgungan al-Qur'an beserta implikasi yang ditimbulkannya dalam proses komunikasi yang dilakukan oleh seorang individu. Dalam suatu interaksi antara seseorang dengan orang lain, kemampuan berkomunkasi yang baik menjadi hal penting, agar menimbulkan kesepahaman dan menghindari perselisihan. Tulisan ini menggunakan metode library research dimana data primer yang digunakan adalah ayat-ayat al-Qur'an. Data pendukung diambilkan dari kitab tafsir, buku, jurnal, dan sumber lainnya yang relevan. Tulisan ini menemukan bahwa prinsip-prinsip komunikasi yang baik dalam al-Qur'an adalah mengucapkan perkataan yang benar dan tepat sasaran, perkataannya membekas dalam jiwa, perkataan yang sopan dan lembut enak didengar, dan perkataan yang mengandung penghormatan dan penghargaan pada orang lain. Implikasinya adalah ketika berkomunikasi dengan orang lain, pesan komunikasi yang disampaikan setiap orang harus mengandung kebenaran, mengedukasi, menyenangkan bagi pendengar, menggunakan bahasa tubuh yang menarik, seperti bermuka manis, tersenyum, memandang lawan bicara, dan lainnya.
PENGUATAN SELF ESTEEM YANG RENDAH SISWA KORBAN BULLYING DI SEKOLAH Riesta Gita Cahyani; Mohamad Zaenal Arifin
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i2.693

Abstract

Tulisan ini membahas tentang keadaan self esteem korban bullying di sekolah dan upaya yang dapat dilakukan pihak sekolah untuk menguatkan self esteem tersebut. Self esteem tidak bisa terbentuk dengan sendirinya atau berdasarkan genetik, melainkan berasal dari pengalaman atau interaksi dengan lingkungan. Self esteem korban bullying mengalami penurunan akibat bullying yang diterimanya. Sehingga penguatan self esteem korban bullying diperlukan untuk meningkatkan penilaian terhadap dirinya karena self esteem merupakan hal penting untuk masa depan anak. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pembahasan yang digunakan bersifat deskriptif analisis karena data yang dianalisis tidak untuk menerima atau menolak hipotesis melainkan hasil analisis itu berupa deskripsi dari gejala yang diamati yakni penguatan self esteem korban bullying di sekolah. Tulisan ini menemukan bahwa bullying yang terjadi di sekolah berupa verbal dan non-verbal. Dampak negatif yang muncul dari tindakan bullying ialah tekanan pada psikis dan mental korban, trauma, adanya rasa takut, malas ke sekolah, hingga self esteem terganggu. Tulisan ini menyimpulkan bahwa korban bullying membutuhkan support system untuk membantunya tetap bertahan. Adapun yang dapat dilakukan pihak sekolah untuk menguatkan self esteem korban bullying adalah: 1) Bersikap antisipatif dan tegas terhadap terjadinya bullying di sekolah, 2) Mengembangkan suasana pergaulan yang kondusif, aman, dan rukun di lingkungan sekolah, 3) Membekali siswa dengan pengetahuan tentang jati diri, dan 4) Melibatkan siswa dalam kegiatan-kegiatan yang produktif.
PENGGELAPAN HARTA: KONSEP, SANKSI DAN SOLUSINYA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN mohamad zaenal Arifin
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 1 No 1 (2019): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ghulul masih menjadi tema yang jarang dikaji secara mendalam pada konteks kekinian. Padahal, prakteknya sering terjadi dalam kehidupan manusia, tak terkecuali dalam kehidupan umat Islam. Ghulul dapat dimaknai sebagai penggelapan harta. Perbuatan tersebut hanya dilakukan oleh orang yang diberi kuasa atas suatu harta oleh orang lain. Jika orang tersebut menyimpangkan harta yang berada dalam kuasanya itu untuk kepentingan di luar yang dikehendaki pemiliki harta, maka orang tersebut dikatakan telah melakukan ghulul (penggelapan) harta.
PEMASARAN SYARIAH DALAM PERSPEKTIF HADITS DAN APLIKASINYA PADA PERBANKAN SYARIAH Mohamad Zaenal Arifin; Suliyono Suliyono; Muh Anshori
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 5 No 2 (2022): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v5i2.382

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi muatan hadits yang membicarakan tentang aspek etika dan moral pemasaran syariah. Sebagai sebuah kegiatan ekonomi, pemasaran syariah memiliki karakteristik berbeda dengan pemasaran konvensional. Hal ini tidak terlepas dari sifat yang melekat pada pemasaran syariah berupa rabbaniyyah, etis, realitas, dan humanistis. Tulisan ini merupakan library research dimana sumber data diambilkan dari buku, kitab hadits, dan lainnya. Seluruh data dideskripsikan dan dianalisis menjadi sebuah pembahasan yang sistematis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Rasulullah Saw mengajarkan kegiatan pemasaran syariah yang dilakukan -mulai dari proses penciptaan/produksi, penawaran, distribusi, maupun proses perubahan nilai (value) tidak boleh mengandung hal-hal yang bertentangan dengan etika dan prinsip-prinsip muamalah yang Islami. Hal-hal yang harus melandasi pemasaran syariah adalah 1) Menjadi kegiatan ekonomi yang berniali ibadah kepada Allah Swt; 2) Mempromosikan suatu produk sesuai fakta; 3) Bersaing secara sehat dengan kompetitor; 4) Tidak menggunakan cara yang menipu atau manipulasi dalam menawarkan produk, seperti display produk yang tidak sesuai dengan faktual produk, mengurangi timbangan, dan sumpah palsu atau bombastis. Begitu pula, seorang syariah marketer mesti memiliki kepribadian religius, berperilaku baik dan simpatik, bersikap adil dalam bisnis; memiliki kerendahan hati dalam melayani konsumen, selalu menepati janji dalam transaksi, berprilaku jujur dan amanah, tidak mudah berburuk sangka dan menjelekkan konsumen maupun mitra bisnis, dan tidak melakukan suap menyuap. Diharapkan semua hal ini menjadikan pemasaran syariah menjadi kegiatan yang memberikan keberkahan rezeki, memberikan kepuasan pada konsumen, terciptanya mekanisme pasar yang sehat, terwujudnya keadilan ekonomi, dan terpenuhinya kebutuhan pasar secara baik.
PENERAPAN KARAKTER KETELADANAN NABI MUHAMMAD SAW MELALUI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH Muthmainah, Anis; Arifin, Mohamad Zaenal
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 9 No 1 (2026): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v9i1.874

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan karakter keteladanan Nabi Muhammad Saw melalui pembelajaran Akidah Akhlak di MI Miftahus Salaam Jakarta Barat. Permasalahan penelitian berangkat dari kondisi siswa yang menghadapi tantangan dari keadaan lingkungan yang beragam, yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan karakter keteladanan Nabi Muhammad Saw diterapkan dengan pembiasaan kejujuran perkataan maupun perbuatan, saling sapa dan menasehati dengan santun, kegiatan pembelajaran akidah akhlak yang menceritakan tentang karakter akhlak terpuji. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan karakter keteladanan Nabi Muhammad Saw tidak dapat diwujudkan hanya melalui penyampaian materi atau aturan semata, tetapi memerlukan proses pembiasaan yang konsisten pada diri siswa, baik di sekolah maupun rumah. Pembiasaan tersebut menjadi lebih efektif apabila didukung oleh teladan guru serta diperkuat melalui peran keluarga dan lingkungan sekitar siswa.